Yonathan Rahardjo's Blog

October 18, 2014

Malang: UMM Press. Mahbubah, Irfaul. 2009. Dekonstruksi Tokoh Dokter dan Dukun dalam Novel Lanang Karya Yonathan Rahardjo. Skripsi tidak diterbitkan.

https://www.google.co.id/search?q=Yon...
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on October 18, 2014 21:29 • 68 views

October 17, 2014

http://fiksi.kompasiana.com/novel/201...

Pesan mereka banyak. Tidak usah dikomentari, nanti balasannya tak henti-henti. Setelah segala capek dan gagal itu akan diuarkan semua olehnya mulutnya yang tak kenal capek. Kita sendiri yang rugi mendengar ...
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on October 17, 2014 00:02 • 192 views

March 25, 2014

Judul : Flu Burung:Kajian dan Penanggulangan
Penulis: Drh Yonathan Rahardjo
Ukuran : 15,5 x 23,5 cm
Halaman : 154
Kertas isi : HVS 70 gram
Penerbit: Nuansa Cendekia
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on March 25, 2014 17:19 • 83 views

June 7, 2012

Buku Baru Judul: MENGATASI STRES AYAM: Seri Kesehatan Hewan (2) Penulis: Drh Yonathan Rahardjo Penerbit: Nuansa Cendekia, Bandung ... Cetakan I: April 2012 Tebal: 108 hlm Ukuran: 15 x 23,5 Cm ISBN: 9786028394888 Harga: Rp 34.000,- Dapatkan di: Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, seluruh Indonesia ========= Keterangan pada cover belakang Buku oleh Penerbit: Penyebab stres pada ayam sangat banyak. Rahasia mengendalikan stres adalah dengan menjaga keseimbangan dari pengaruh lingkungan, iklim, dan perlakuan peternak terhadap ayam. Drh Yonathan Rahardjo, seorang dokter hewan yang juga dikenal sebagai penulis terkemuka di Indonesia ini menawarkan cara yang tepat untuk pemelihara dan peternak. Yonathan tidak sekedar menulis teori, melainkan juga melakukan liputan lapangan sehingga buku ini penuh dengan sajian pengalaman praktis. PANDUAN TERBAIK KESEHATAN AYAM
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on June 07, 2012 12:01 • 346 views
Buku Baru Judul: AIR SEHAT UNTUK TERNAK AYAM: Seri Kesehatan Hewan (1) Penulis: Drh Yonathan Rahardjo Penerbit: Nuansa Cendekia, Bandung ... Cetakan I: April 2012 Tebal: 96 hlm Ukuran: 15 x 23,5 Cm ISBN: 978-602-8394-88-8 Harga: Rp 31.000,- Dapatkan di: Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas, seluruh Indonesia ========= Keterangan pada cover belakang Buku oleh Penerbit: Kematian ayam dalam sebuah peternakan merupakan tragedi para peternak. Stres memainkan peranan dominan dalam tragedi ini. Tetapi tahukah Anda bahwa dari sekian penyebab kematian akibat stres itu bermula dari masalah air? Dengan memaksimalkan pengetahuan akademis serta praktik dari berbagai pengalaman, bulu ini memberikan solusi untuk mengatasi stres ayam dengan pola pemberian air secara tepat. PANDUAN TERBAIK KESEHATAN AYAM
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on June 07, 2012 11:58 • 140 views

July 20, 2011

BUKU BARU:

DAPATKAN BUKU TERBARU
Karya YONATHAN RAHARDJO Setelah Novel TAMAN API

Judul Buku: 13 PEREMPUAN.
Jenis: Kumpulan Cerpen
Penerbit: Medium (Grup Nuansa Cendekia, Bandung)
Terbit pertama kali: Juli, 2011
Tebal: 120 Hlm
Harga: Rp 21.000.
Beredar dan dapatkan di: Toko Buku Gramedia, Gunung Agung, Togamas dll

Kisah-kisah kehidupan kaum hawa yang diangkat melalui cara khusus menghasilkan cerita menawan. Yonathan Rahardjo mampu menguak batin perempuan. Buku ini spesial dipersembahkan untuk kaum hawa yang ingin menyadari jiwanya dgn cara lain. Asmara, rindu, dendam, seks, dan spiritualitas menggumpal menjadi sebuah pesona unik. Bacalah dgn batinmu.

13 Perempuan (dalam Fiksi seorang Yonathan Rahardjo)/-asmara-rindu-de​​ndam-seks-impian-naluri-p​e​nindasan-tragedi-motivas​i.​ Makna di dalamnya mampu mengungkapkan isi batin Anda yang selama ini sulit terungkap. Ceritanya pendek, tetapi isinya memanjangkan renungan tentang hidup dan bagaimana seharusnya kita menerima kenyataan atas hidup ini.

Endorsement:

"Yonathan Rahardjo sungguh pengarang yang tekun dan tak kenal menyerah. Kumpulan cerita penuh kejutan ini adalah sebuah bukti upaya yang patut diapresiasi."
-Anton Kurnia, penulis cerpen dan esai, mantan tetangga Yonathan Rahardjo

Bagaimana kisah para perempuan ditulis oleh seorang lelaki? Penokohan dan heroisme lelaki memang masih kuat dalam beberapa tulisan di dalamnya, namun inilah sebuah karya menarik untuk disimak karena di berbagai kehalusan perasaan tersirat,-inilah kemahiran menulis yang cukup mengesankan.
-Soe Tjen Marching, Komponis, Doktor Studi Perempuan-Perempuan Indonesia,
Monash University, Australia.

"Angka 13 ditakuti karena mengandung kesialan. Dan menjadi perempuan adalah bentuk kesialan yang lain karena kerap menjadi korban kekuasaan laki-laki. Tapi di tangan Yonathan Rahardjo yang terwujud adalah kelembutan, kesahajaan, dan keramahan. Melewatkan cerita di dalamnya adalah sebuah kerugian bagi nurani dan moral."
-Chairil Gibran Ramadhan, Sastrawan Betawi, Eseis;
Penulis Buku Perempuan di Kamar Sebelah: Indonesia, Women & Violence.

“Saya bukan seorang pengamat cerita pendek yang intens, namun saya selalu merasa tersentuh bahka tercerahkan setiap kali membaca cerita pendek yang baik. Buku ini termasuk salah satu dari sedikit kumpulan cerita pendek yang mampu menyentuh saya sebagai pembaca.”
-Acep Zamzam Noor, Penyair Tasikmalaya.
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on July 20, 2011 03:24 • 545 views

May 10, 2011

Teman-teman, per Mei 2011 ini Novel kedua saya "TAMAN API" sudah hadir dan beredar, silakan teman-teman barangkali berminat...

Judul : TAMAN API
Pengarang : Yonathan Rahardjo
Penerbit: Pustaka Alvabet
Editor : Errena Ike Hendraini
Genre : Novel
Cetakan : I, Mei 2011
Ukuran : 13 x 20 cm
Tebal : 216 cm
ISBN : 978-602-9193-01-5
Harga : Rp. 42.500,-

=================

Dapat diperoleh di:

- Toko Buku Gramedia (sudah beredar di Gramedia Jabotabek)

- Penerbit Pustaka Alvabet, Jl. SMA 14 No. 10 RT/RW. 010/09, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur, 13610.
Telp : 021 - 800 6458, Fax : 021 - 800 6458, www.alvabet.co.id

- Toko Dewi Sri, Jl. Raya Plaosan 61 Babat, Lamongan 62271
Telp : 0322 457383, HP : 085852985854
Harga : Rp. 42.500,- + ongkos kirim

- Atau Pesan lewat penulisnya: Yonathan Rahardjo, HP. 08159306584,
Harga : Rp. 42.500,- + ongkos kirim

=================


SINOPSIS

Kaum waria mendapat stigma negatif nyaris di semua lingkungan masyarakat. Anggapan sebagai patologi sosial, perusak moral, pencemar kesehatan, dan menyalahi kodrat Tuhan membuat kaum waria terpinggirkan dan terisolasi. Walhasil, kehidupan mereka pun tak banyak diketahui khalayak.

Taman Api menggambarkan sisi-sisi tersembunyi kehidupan waria yang demikian kompleks. Dengan pendekatan kritis, novel ini tak hanya menyuguhkan "abnormalitas" kehidupan waria dari beragam segi, tapi juga menguak praktik-praktik picik dan ilegal yang menempatkan kaum waria sebagai obyek penderita: misi rahasia berkedok agama untuk melenyapkan waria melalui bisnis gelap bedah kelamin berikut segenap teknologi turutannya. Bagaimanakah praktik picik itu berlangsung dan siapakah pihak-pihak yang terlibat di dalamnya?

Dengan gaya penulisan yang khas dipadu pendekatan investigatif dan konspiratif, rahasia-rahasia yang menyembul dari novel ini ihwal sisi-sisi kabur kehidupan waria dengan segudang problematikanya akan membuat Anda terperangah tiada terkira.



ENDORSEMENT


“Novel ini penting untuk membongkar berbagai kemungkinan sisi patologis dari bentuk-bentuk kesalehan religius yang kerap naif, munafik dan berbahaya.”

—Prof. Dr. I. Bambang Sugiharto
Guru Besar Filsafat Universitas Parahyangan

“Dengan gaya filmis-jurnalistik, Yonathan ... berhasil mengguncang kenyamanan pastoral pembaca, dengan menyuguhkan detail peristiwa operasi kelamin sebagai kekayaan sekaligus keunikan novel ini. Selamat!”

—Arie MP Tamba
Sastrawan, Redaktur Budaya Jurnal Nasional

"... bisa menjadi pintu masuk untuk membuka 'Kotak Pandora' kisi-kisi hidup yang sering tertutup oleh tabir etika dan moral."

— Edy A. Effendi
Penyair dan Journalist

"... Sungguh suatu novel yang fantastis dan sangat menarik untuk diapresiasi lebih jauh."

— Mansur Ga’ga, M.A.
Dosen Ilmu-Ilmu Sastra

“Novel ini mengangkat persoalan yang jarang disentuh dalam sastra Indonesia, yakni tentang dunia waria dan kaum dokter urban dengan segala konfliknya yang dikaitkan dengan fenomena pemaksaan klaim kebenaran oleh kelompok tertentu dengan menistakan kelompok lain. Percobaan yang berani dan sangat menarik.”

—Anton Kurnia
Juri Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010

“Kisah waria dengan berbagai problem sosialnya lebih sering dijadikan lelucon, jarang yang mengisahkan bagaimana sesungguhnya ’ketegangan’ perubahan orientasi seksual serta ’ketegangan’ perubahan tubuh dan fungsinya. Dalam novel ini, Yonathan menyuguhkan sebuah kisah yang mewakili keingintahuan publik tentang apa yang ada di balik kehidupan mereka....”

—Cok Sawitri
Pemenang Anugerah Dharmawangsa 2010 untuk Prosa

“Novel yang patut disimak. Perpaduan problematika sosial dan kesehatan seperti HIV/AIDS dan kelainan genetik, diramu secara menarik dengan pendekatan seni dan ilmiah. Kritis sekaligus bermanfaat memberikan pendidikan bagi masyarakat.”

—Dr. Hari Basuki Notobroto, dr., M.Kes.
Departemen Biostatistika dan Kependudukan FKM Universitas Airlangga

"Imaginasi penulis buku ini saya pikir termasuk ajaib. Ia berbicara banyak hal, menceritakan banyak hal, yang sebenarnya bukan dunianya. Dan roh penulis masuk pada dunia yang tidak diakrabinya setiap hari. Tentang issue silikon, kekerasan pada Waria secara mental, operasi kelamin, sampai issue munculnya orang orang yang kontra dengan Waria dengan dalil agama. Saya harap buku ini menjadi satu dari sekian referensi dari penokohan Waria di beberapa tulisan sejenis ..."

— Merlyn Sopjan
Penulis buku Jangan Lihat Kelaminku dan Perempuan Tanpa V

"Dalam novel Taman Api kita yang waria atau kenal atau dekat dengan kawan-kawan waria akan mengenali dalam fiksi suatu dunia kehidupan yang sayangnya dalam kenyataannya pun masih penuh kekerasan dan diskriminasi hanya karena perbedaan ekspresi dan identitas gender. Kita sambut dengan besar hati terbitnya novel ini, yang merupakan satu lagi langkah maju menuju suatu dunia di mana perbedaan tidak akan lagi menjadi dasar kekerasan dan diskriminasi."

— Dédé Oetomo
Ketua Dewan Pengurus, GAYa NUSANTARA

"Lewat novel ini, kita makin dicelikkan up and down kisah galang gulung waria di negeri ini. Ada thriller, ada god’s spy yang bergemeretak hendak menujah keberadaan waria, sidik medik dan juga futuristik. Dengan alur tarik-ulur yang dentang debar, rasanya penulis berhasil memanggungkan teater kompleksitas rumpun “kelamin ketiga” ini."

— Soffa Ihsan
Penulis

"... Setelah novel “Lanang” meraih penghargaan di Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006, saya berharap penulis yang pernah mengenyam studi dokter hewan ini akan lebih jauh mengungkap berbagai ulah dan perilaku medis di Indonesia, bahkan di dunia. Bukan menyoal hal normatif, tapi berbicara tentang realitas sosial yang ada. Kali ini, Yonathan, lewat “Taman Api”, menyingkap fenomena kaum waria yang orang awam hanya paham di bagian permukaannya saja. Sebagaimana novel, setelah penulisnya menyibak, ..."

— Sihar Ramses Simatupang
Sastrawan, Pemenang Hadiah Sastra Metropoli D’Asia Khatulistiwa 2009

"Konspirasi dalam novel ini merupakan realita bisnis yang ada dalam kehidupan, penderitaan manusia diacak-acak dan dicari kelemahannya sehingga mau dibujuk untuk mengikuti keinginan para konspirator; kelainan fisik, psikis kekuatan ilmu ilmiah kedokteran-farmasi dibalut keuntungan mengesampingkan etika dan kepatutan digunakan sebagai tameng bahkan kepercayaan pun dipakai sebagai alat untuk mencapai tujuan itu; suatu hal yang menjijikkan yang perlu diketahui bersama!"

— Drh. Suli Teruli Sitepu
Wakil Sekretaris Jenderal PB PDHI
(Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia)
periode 2006-2010

"... Taman Api menggedor-gedor kejujuran akal sehat dan hati sanubari publik pembaca, mungkinkah rezim berkuasa dan negara tidak berperan bahkan tidak tahu-menahu sindikat konspirasi mafia humanika itu? ..."

— Toga Tambunan
Penyair, Salah Seorang Pendiri Paguyuban Kebudayaan Rakyat Indonesia (PAKRI)



BIODATA PENULIS

Yonathan Rahardjo, lahir di Bojonegoro, adalah pengarang novel Lanang (2008), salah satu Pemenang Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta 2006. Ia merupakan satu dari 15 penulis Indonesia yang terpilih mengikuti UWRF (Ubud Writers & Readers Festival) 2009 di Bali. Karya-karyanya yang lain: Avian Influenza: Pencegahan dan Pengendaliannya (2004), Antologi Puisi: Jawaban Kekacauan (2004), Kedaulatan Pangan (2009). Sejak 1983, puisi, cerpen, esai, opini, dan tulisan jurnalistiknya diterbitkan di berbagai buku dan media massa. Dalam buku 100 Tahun Dokter Hewan Indonesia (2010), namanya tercatat sebagai salah satu dari 100 Profil Dokter Hewan Berprestasi. Pada pasal Dokter Hewan Berprestasi di Bidang Lain, nama Drh. Yonathan Rahardjo tercatat setelah nama Drh. Taufiq Ismail (Penyair Angkatan 66), Drh. Asrul Sani (Seniman Pelopor Angkatan 45), dan Drh. Marah Rusli (Pengarang Novel Siti Nurbaya).
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on May 10, 2011 14:36 • 197 views

March 23, 2011

INFORMASI:


Beberapa karya saya telah disiarkan di satu media komersial, tanpa seizin saya selaku pemegang hak cipta, sebagai berikut:


1. 1 (satu) buah tulisan yang diberi judul “Menyusuri Kota Seribu Pekong” pada 24 November 2010 dengan link http://www.journalbali.com/bali-yin-y...

(yang sudah dimuat oleh media Wisataloka.com/LenteraTimur.com pada 16 November 2009, dengan judul "Singkawang, Kota Seribu Pekong" dengan link http://www.lenteratimur.com/singkawan...)


2. 2 (dua) buah foto yang terdapat dalam tulisan yangdiberi judul “Menyusuri Kota Seribu Pekong” pada 24 November 2010 dengan link http://www.journalbali.com/bali-yin-y...

(yang sudah dimuat oleh media Wisataloka.com/LenteraTimur.com pada 16 November 2009, dengan judul "Singkawang, Kota Seribu Pekong" dengan link http://www.lenteratimur.com/singkawan...)


3. 1 (satu) buah karya lukisan yang terdapat pada tulisan “Sri dari Lemah Tulis” pada 21 Desember 2010 dengan link http://www.journalbali.com/fiction-po...

(yang termuat di akun Facebook saya pada 21 Desember 2010, dengan judul lukisan "Di Sarangmu" dengan link http://www.facebook.com/album.php?id=...)



Bojonegoro, 23 Maret 2011


Yonathan Rahardjo

Today
[Helmi Haska]
Report · 19:18
halo Jo. sori ya aku selama ini sudah memposting tulisan2-mu untuk JournalBali.com, media online yg kubangun... ini untuk pendidikan dan apresiasi seni dan budaya. Sori selama ini nggak ,minta izin. Maturnuwun­­
[You]
Report · 19:20
Halo Helmi,
makasih atas pesanmu ini,
[You]
Report · 19:27
aku baru tahu belakangan setelah surat itu kukirim, ternyata yang punya teman sendiri dkk
[Helmi Haska]
Report · 19:29
aku akan minta maaf secara terbuka di wall-mu, sekali lagi minta maaf bro... ­­
[You]
Report · 19:37
ya, Helmi, banyak pembelajaran yang kita peroleh di sini.
aku barusan baca permintaan maafmu di wall
kita akan sama2 melangkah secara lebih baik selanjutnya, setelah pembelajaran ini
[Helmi Haska]
Report · 19:42
trims kawan­­
[You]
Report · 19:44
Sebagai anggota masyarakat, nanti aku akan kasih masukan ya untuk JournalBali.com hal-hal terkait dengan pembelajaran ini
[Helmi Haska]
Report · 19:45
kita perlu masukan itu­­
[You]
Report · 19:46
Oke, Helmi..
[You]
Report · 20:06
masukan 1:
media ini terkesan komersial selain karena dot.com, juga karena menampilkan iklan, dengan tarif iklan
dengan demikian bukan hanya terkesan komersial, tapi komersial
[Helmi Haska]
Report · 20:15
benar, Jo. kami akan berbenah dan lebih korektif lg ke dalam. saya dilanda euphoria, hanya berniat berbagi informasi/karya kawan2­­
[You]
Report · 20:15
Helmi, percakapan kita ini boleh kita share di wall itu ya, dan di bawah note2-ku untuk klarifikasi
(biar tidak mengulang menulisnya)
bagaimana?
[Helmi Haska]
Report · 20:16
setuju, Jo­­
[You]
Report · 20:16
oke, makasih.
Masukan 2:
Untuk setiap pemuatan materi untuk media ini (dan media2 lain) seperti tulisan, foto, foto lukisan, dll. hendaknya memperhatikan Undang-Undang Hak Cipta Nomor 19 Tahun 2002, yakni di antaranya:

Pasal 2

(1) Hak Cipta merupakan hak eksklusif bagi Pencipta atau Pemegang Hak Cipta untuk mengumumkan atau memperbanyak Ciptaannya, yang timbul secara otomatis setelah suatu ciptaan dilahirkan tanpa mengurangi pembatasan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Pasal 49
(1) Pelaku memiliki hak eksklusif untuk memberikan izin atau melarang pihak lain yang tanpa persetujuannya membuat, memperbanyak, atau menyiarkan rekaman suara dan/atau gambar pertunjukannya.
Pasal 72
(1) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak melakukan perbuatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 49 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan/atau denda paling sedikit Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyak Rp. 5.000.000.000 (lima miliar rupiah).
Beberapa kasus perusahaan penerbitan baik cetak, televisi maupun online pernah mengalami hal ini, dan mereka mengganti 'kerugian' yang ada pada pemilik hak cipta. Selanjutnya mereka berhati-hati di dalam melaksanakan penerbitan/penyiaran karya cipta yang terikat hak cipta tersebut.
Pengalaman saya sendiri, tidak masalah karya saya dimuat, bila ada pemberitahuan dan dimintakan izin terlebih dulu. Ada karya saya yang diberi honor sesuai standar penerbit, dan ada yang gratis. Semua berdasar pembicaraan di muka.
Banyak kasus terjadi serupa, hal ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk saling menghargai, dan khusus dalam hak cipta ada tertuang dalam Undang-Undang Hak Cipta (UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 19 TAHUN 2002 TENTANG HAK CIPTA), link-nya di:
http://id.wikisource.org/wiki/Undang-...
[Helmi Haska]
Report · 20:34
ini masukan yg penting bagiku, selama ini aku awam ttg hal ini­­
[You]
Report · 20:36
Ya Helmi, banyak di antara masyarakat tidak tahu tentang hal ini, sehingga sering terjadi penindasan (secara sengaja atau tidak) dan pengabaian hak dan kewajiban.
Soal mana yang termasuk pelanggaran hak cipta dan mana yang dianggap tidak melanggar Hak Cipta dan segala sesuatu terkait dengannya ada di UU Hak Cipta tersebut.
Dengan demikian, sekali lagi kita akan sama2 melangkah secara lebih baik selanjutnya, setelah pembelajaran ini.
[Helmi Haska]
Report · 20:47
Tentu saya tidak akan mengabaikan masukan ini, Jo­­
[You]
Report · 20:48
Oke...
[Helmi Haska]
Report · 20:51
Saya telah mencabut tulisan/karya foto dan ilustrasi lukisan yg telah diposting selama ini. Saya minta maaf. Berkat pembelajaran ini, persoalan tsb tidak berulang lagi. Terimakasih­­
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on March 23, 2011 23:18 • 179 views

March 1, 2011

SIKAP TERHADAP SAINS DAN FOLKLOR TRADISIONAL DALAM NOVEL-NOVEL FIKSI SAINS KONTEMPORER INDONESIA
http://docs.google.com/viewer?a=v&...

Page 1
SIKAP TERHADAP SAINS DAN FOLKLOR TRADISIONAL DALAM
NOVEL-NOVEL FIKSI SAINS KONTEMPORER INDONESIA

Oleh:
SANDYA MAULANA
180820080001

TESIS
untuk memenuhi salah satu syarat ujian
guna memperoleh gelar Magister Humaniora
Program Pascasarjana Program Studi Ilmu-ilmu Sastra
Bidang Kajian Utama Sastra Kontemporer

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG

ABSTRAK
Objek dalam penelitian ini adalah tiga novel fiksi sains kontemporer Indonesia, Lanang karya Yonathan Rahardjo (2008), ORB karya Galang Lufityanto (2008), dan Lesti, Nyatakah Dia? karya Soehario Padmodiwirio (2006), yang menunjukkan sikap tertentu terhadap hubungan antara sains dan folklor Jawa melalui penggambaran unsur-unsur sains spekulatif dan unsur-unsur folklor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan hubungan antara sains dan folklor dalam ketiga novel tersebut dan juga mengidentifikasi sikap masing-masing novel terhadap sains dan folklor, yang dapat menunjukkan keberpihakan terhadap sains atau folklor atau menunjukkan upaya kompromi antara keduanya. Penelitian ini juga bermaksud mendeskripsikan hubungan antara sikap tersebut dengan konteks sosial dan budaya kontemporer di Indonesia, terutama yang berkenaan dengan posisi sains dan folklor dalam fiksi sains Indonesia kontemporer.

ABSTRACT
This study concerns three Indonesian contemporary science fiction novels, Lanang by Yonathan Rahardjo (2008), ORB by Galang Lufityanto (2008), and Lesti, Nyatakah Dia? by Soehario Padmodiwirio (2006), which, to a certain degree, demonstrate certain attitudes towards the relation between science and Javanese folklore, through their portrayals of both the speculative science elements and folklore elements. This study aims at describing the relation between science and folklore in the three novels as well as identifying the attitude of each novel towards science and folklor, whether it is on the side of science or folklore or compromising between the two. This study also seeks to describe the relation between the attitude and the contemporary socio-cultural contexts of Indonesia, particularly that concerning the position of science and folklore in the contemporary
Indonesian science fiction

Daftar Pustaka
Adlin, Alfathri (ed.). 2007. Spiritualitas dan Realitas Kebudayaan Kontemporer. Yogyakarta:
Jalasutra.
Aldiss, Brian W. 1973. Billion Year Spree: The History of Science Fiction. London: Corgi
Book.
Amien, Mappadjantji. 2005. Kemandirian Lokal: Konsepsi Pembangunan, Organisasi, dan
Pendidikan dari Perspektif Sains Baru. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Bainbridge, William Sims. 1986. Dimensions of Science Fiction. Cambridge: Harvard
University Press.
Buker, Derek. 2002. The Science Fiction and Fantasy Readers’ Advisory. Chicago: American
Library Association.
Chambers, Claire. 2003. “Postcolonial Science Fiction: Amitav Ghosh’s the Calcutta
Chromosome” dalam The Journal of Commonwealth Literature; 38: 58-72. Los
Angeles: SAGE Publications.
Chatman, Seymour. 1980. Story and Discourse: Narrative Structure in Fiction and Film.
New York: Cornell University Press.
D’Ammassa, Don. 2005. Encyclopedia of Science Fiction. New York: Facts on File.
Danandjaja, James. 1993. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng, dan Lain-lain. Jakarta:
Pustaka Utama Grafiti.
Geertz, Clifford. 2003. Nalar Awam. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Genette, Gerard. 1980. Narrative Discourse. New York: Cornell University Press.
Goldmann, Lucien. 1975. Towards a Sociology of the Novel. London: Tavistock Publications.
Harder, Hans. 2001. “Indian and International: Some Examples of Marathi Science Fiction
Writing” dalam South Asia Research; 21: 105-119. 2001. New Delhi: SAGE
Publications.
Jackson, Rosemary. 2001. Fantasy: The Literature of Subversion. London: Routledge.
James, Edward and Farah Mendlesohn (ed.). 2003. The Cambridge Companion to Science
Fiction. New York: Cambridge University Press.
Khair, Tabish. 2008. “Indian Pulp Fiction in English: A Preliminary Overview from Dutt to
De” dalam The Journal of Commonwealth Literature; 43: 59-74. Los Angeles: SAGE
Publications.
Lufityanto, Galang. 2008. ORB. Jakarta: Tiga Serangkai.
[daftar pustaka selengkapnya tertera dalam hardcopy]
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on March 01, 2011 03:24 • 364 views

January 11, 2011

http://dkj.or.id/event/pertunjukan/ma...

Malam Anugerah SAYEMBARA MENULIS NOVEL 2010
Time:
Fri, 01/14/2011 - 15:00 - 22:00

Malam Anugerah SAYEMBARA MENULIS NOVEL DEWAN KESENIAN JAKARTA 2010

Sebagai penutup rangkaian Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010 yang digelar dari bulan Maret hingga September silam, maka kami akan menyelenggarakan Malam Anugerah Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010. Acara ini akan mengumumkan pemenang sayembara, juga menjadi ajang temu pengarang pemenang, sekaligus sebagai napak tilas sejarah Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta melalui pameran.

Jumat, 14 Januari 2011
Pukul 19.00-21.00 WIB
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya No.73, Jakarta Pusat

Pengisi Acara:
Twin Demon (Duo gitaris progressive neo-classical metal)

Pembaca Petikan Naskah Novel:
Rukmi Wisnu Wardani
Arswendy Nasution


Rangkaian acara lainnya:
Temu Pengarang Pemenang Sayembara Menulis Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010
Pembicara: Ayu Utami, Putu Wijaya, dan Yonathan Rahardjo
Jumat, 14 Januari 2011
Pukul 15.00-17.00 WIB
Lobi Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

Pameran Sejarah Sayembara Novel Dewan Kesenian Jakarta
Jumat, 14 Januari 2011
Pukul 15.00-22.00 WIB

Sabtu-Minggu, 15-16 Januari 2011
Pukul 10.00-20.00 WIB
Lobi Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

=======================

Siara Pers
MALAM ANUGERAH NOVEL DKJ 2010
Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki, Jumat, 14 Januari 2011.

• Dimeriahkan pentas musik Twin Demon, pembacaan petikan novel unggulan oleh Arswendy Nasution dan Rukmi Wisnu Wardani, pameran Lintasan Sejarah Sayembara Novel DKJ, serta temu pengarang bersama Putu Wijaya, Ayu Utami, dan Yonathan Rahardjo.

Sebuah acara penting, Malam Anugerah Novel Dewan Kesenian Jakarta 2010, akan digelar di Teater Kecil (Teater Studio), Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Jumat, 14 Januari 2011, pukul 19.00 WIB. Pergelaran dua tahunan ini akan dimeriahkan pentas musik Twin Demon, dan pembacaan petikan novel unggulan oleh Arswendy Nasution dan Rukmi Wisnu Wardani.
Selain itu, pada hari yang sama, mulai pukul 10.00 WIB, lobi Teater Kecil akan dimeriahkan Pameran Lintasan Sejarah Sayembara Novel DKJ, dan pada pukul 15.00 WIB akan diisi temu pengarang bersama Putu Wijaya, Ayu Utami, dan Yonathan Rahardjo. Ketiga novelis yang pernah memenangkan Sayembara Novel DKJ ini akan membeberkan proses kreatif dalam menulis novel dan dampak kemenangan tersebut terhadap perkembangan kepengarangan mereka.
Sayembara Novel DKJ merupakan salah satu program unggulan Dewan Kesenian Jakarta yang diadakan sejak tahun 1974. Sempat terhenti sejak tahun 1981, kemudian diadakan lagi pada tahun 1998, dan “melahirkan” novel Saman karya Ayu Utami yang kontroversial sekaligus laris dan fenomenal. Novel ini banyak dikritik sekaligus dipuji, namun berhasil melambungkan nama Ayu Utami dan memberikan sejumlah penghargaan penting untuknya, seperti Prince Claus Award 2000.
Selain Saman, cukup banyak novel penting lain yang lahir dari Sayembara Novel DKJ, seperti Aspar (1974) karya Astiti Rahayu, Dari Hari ke Hari (1974) karya Mahbub Junaedi, Raumanen (1975) karya Marianne Katoppo, Upacara (1976) karya Korrie Layun Rampan, Aku Bukan Komunis (1977) karya Yudhistira Ardhi Nugraha, Tiga Lagu Dolanan (1977) karya Ismail Marahimin, Dadaisme (2003) karya Dewi Sartika, Geni Jora (2003) karya Abidah el Khalieqy, Tabula Rasa (2003) karya Ratih Kumala, dan Ular Keempat (2003) karya Gus tf Sakai.
Tujuan utama sayembara ini adalah untuk merangsang dan meningkatkan kreativitas pengarang Indonesia dalam penulisan novel. Keberadaannya menjadi makin penting setelah berhasil melahirkan banyak novel penting dan pengarang ternama dalam sastra Indonesia. Meski hanya “hadiah harapan”, pengarang ternama Putu Wijaya juga pernah memenangi sayembara ini, melalui novel Merdeka pada tahun 1981. Cerpenis ternama, Hamsad Rangkuti, juga pernah memenangi sayembara ini, meski juga hanya pada posisi “hadiah harapan” pada tahun 1981 dengan novel Ketika Lampu Berwarna Merah. Pada tahun yang sama, hadiah pertama diraih novel Bako karya Darman Munir, dan hadiah kedua ditempati novel Harapan karya Nasjah Djamin.
Pada awalnya, Sayembara Novel DKJ diadakan setahun sekali. Setelah sempat vakum, lalu diadakan lagi pada tahun 1998, dan 2003. Kemudian, mulai 2006, sayembara ini ditradisikan dua tahun sekali, tiap tahun genap. Tahun 2006, antara lain, menghasilkan novel Hubbu karya Mashuri, dan Mutiara Karam karya Tusiran Suseno. Sedangkan tahun 2008, antara lain menghasilkan novel Tanah Tabu karya Anindita S. Thayf.
Hal yang menggembirakan, antusiasme penulis selalu besar untuk mengikuti Sayembara Novel DKJ. Bukan hanya para pengarang muda, tapi juga para novelis senior dan ternama. Untuk tahun ini, misalnya, jauh sebelum penutupan penerimaan naskah, telah lebih dari 200 novel masuk ke sekretariat DKJ. Selain itu, sejumlah penerbit besar, seperti Gramedia, juga selalu antusias untuk menerbitkan novel-novel yang memenangi sayembara ini.
Tentu, kami sangat berharap sayembara novel ini dapat terus menghasilkan novel-novel baru yang lebih bagus, segar, dan fenomenal. Jadi, bukan sekadar novel yang berkualitas aspek sastrawinya, tapi novel yang membawa semangat pembaharuan dalam kesastraan Indonesia.
Jakarta, 2 Januari 2011
Ahmadun Yosi Herfanda
Ketua Komite Sastra DKJ
 •  0 comments  •  flag
Twitter icon
Published on January 11, 2011 00:02 • 1,065 views