Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali Quotes
Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
by
Goenawan Mohamad33 ratings, 3.82 average rating, 5 reviews
buy a copy
Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali Quotes
(showing
1-9
of
9)
“Saya tak mengharapkan pahlawan. Orang tak selalu baik, benar, berani. Tapi saya mengagumi tindakan yang baik, benar, berani, biarpun sebentar.
(h.11)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h.11)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Saya harap saya bisa melatih keberanian bicara dengan melatih keberanian bertanya: benarkah pikiran dan dugaan-dugaan saya sendiri?”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Mengingat kesewenang-wenangan masa lalu tak berarti dibelenggu masa lalu. Kita ingin memperbaiki masa depan.
(h. 10)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h. 10)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Ketika tindakan besar nyaris tak ada, tindakan kecil tak ada salahnya dihargai.
(h.14)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h.14)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Seseorang pernah mengatakan, guna puisi adalah dengan hadir tanpa guna. Ia tak bisa dijual. Ia menegaskan tak semua bisa dijual.
(h.39)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h.39)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“I'm beginning to think that to hope isn't the same as to expect something. To hope is to believe that life is an acceptable chaos.
(h.5)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h.5)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Yang logis belum tentu yang benar. Untuk memahami ini cukup baca Agatha Christie.
(h.11)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h.11)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Ada sesuatu yang bukan hasil "pikiran", "perasaan", dan "ajaran agama" yang membuat orang berbuat baik untuk orang lain di dunia.
(h. 29)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h. 29)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
“Apa guna warna langit dan bunyi jengkerik? Apa guna sajak dan siul? Yang buruk dari kapitalisme adalah menyingkirkan hal-hal yang percuma.
(h. 39)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali
(h. 39)”
― Goenawan Mohamad, Pagi dan Hal-Hal yang Dipungut Kembali