Kabul Astuti’s Profile

Sign in to Goodreads to learn more about Kabul.

http://www.goodreads.com/KabulAstuti




Burung-Burung Manyar
Rate this book
Clear rating

 
Jalan Menikung
Kabul Astuti is currently reading
bookshelves: currently-reading
Rate this book
Clear rating

 
Para Priyayi: Seb...
Rate this book
Clear rating

 

Kabul's Recent Updates

Kabul Astuti rated a book 3 of 5 stars
Di Bawah Lindungan Ka'bah by Hamka
Rate this book
Clear rating
512651
1025844
Belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.Seno Gumira Ajidarma
1025844
Menulis adalah suatu cara untuk bicara, suatu cara untuk berkata, suatu cara untuk menyapa—suatu cara untuk menyentuh seseorang yang lain entah di mana. Cara itulah yang bermacam-macam dan di sanalah harga kreativitas ditimbang-timbang.Seno Gumira Ajidarma
Kabul Astuti is currently reading
Burung-Burung Manyar by Y.B. Mangunwijaya
Rate this book
Clear rating
Kabul Astuti is currently reading
Jalan Menikung by Umar Kayam
Rate this book
Clear rating
Kabul Astuti is currently reading
Para Priyayi by Umar Kayam
Rate this book
Clear rating
Kabul Astuti is currently reading
The Old Man and the Sea by Ernest Hemingway
Rate this book
Clear rating
Kabul Astuti rated a book 4 of 5 stars
Jalan Raya Pos, Jalan Daendels by Pramoedya Ananta Toer
Rate this book
Clear rating
Kabul Astuti rated a book 4 of 5 stars
Dalam Dekapan Ukhuwah by Salim Akhukum Fillah
Rate this book
Clear rating
More of Kabul's books…
Pramoedya Ananta Toer
“Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri”
Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer
“Jangan kau mudah terpesona oleh nama-nama. Kan kau sendiri pernah bercerita padaku: nenek moyang kita menggunakan nama yang hebat-hebat, dan dengannya ingin mengesani dunia dengan kehebatannya—kehebatan dalam kekosongan. Eropa tidak berhebat-hebat dengan nama, dia berhebat-hebat dengan ilmu pengetahuannya. Tapi si penipu tetap penipu, si pembohong tetap pembohong dengan ilmu dan pengetahuannya.

(Anak Semua Bangsa, h. 77)”
Pramoedya Ananta Toer

Sapardi Djoko Damono
“tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu

tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu

tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu”
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni

Pramoedya Ananta Toer
“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya. Kan begitu Tuan Jenderal?

(Jejak Langkah, h. 32)

Pramoedya Ananta Toer

Salim Akhukum Fillah
“Menikah itu sekarang hanya sekedar
keraguan ikhwan dan penantian akhwat…”
Salim Akhukum Fillah

Kabul hasn't connected with her friends on Goodreads, yet.




Polls voted on by this member