|
July 21
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources (Paperback)
by Martin Lings
bookshelves:
religi-insp-motvs,
to-read
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in June, 2008
Ririenz said:
"Biografi yg sangat mengagumkan karena nilai history yg tinggi berkat pengungkapan yg sangat handal dan detil oleh seorang Martin Lings.
Biografi ini sangat bagus dimiliki oleh setiap muslim karena keteladanan Rasul kita Muhammad SAW dapat memberika...more
Biografi yg sangat mengagumkan karena nilai history yg tinggi berkat pengungkapan yg sangat handal dan detil oleh seorang Martin Lings.
Biografi ini sangat bagus dimiliki oleh setiap muslim karena keteladanan Rasul kita Muhammad SAW dapat memberikan inspirasi dan pencerahan bagi kaum muslimin dan muslimah.
Rugi banget deh yg blum membaca biografi ini......less
"
|
|
July 14
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Lajja (Paperback)
by Taslima Nasreen
bookshelves:
sastra
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in July, 2008
Ririenz said:
"Membaca novel ini bikin capek hati... Sebenarnya Lajja adalah novel fiksi ttp fakta2 nyata yg diungkapkan oleh Taslima Nasreen ttg negerinya sangat mengerikan.Tidak heran bila Taslima Nasreen, si empunya karya ini mendapat kecaman yg sangat keras dar...more
Membaca novel ini bikin capek hati... Sebenarnya Lajja adalah novel fiksi ttp fakta2 nyata yg diungkapkan oleh Taslima Nasreen ttg negerinya sangat mengerikan.Tidak heran bila Taslima Nasreen, si empunya karya ini mendapat kecaman yg sangat keras dari pemerintah Bangladesh dan dianggap sbg pengkhianat bangsa sehingga dia harus meminta suaka dari negara lain.
Lajja dalam bahasa Bangladesh berarti malu, dan kalimat yg menjadi kuncinya adalah " Biarlah agama berganti nama menjadi kemanusiaan ". Novel ini bercerita ttg 13 hari kehidupan keluarga hindu yg diserang ketakutan yg amat sangat karena setiap hari diteror oleh kaum fundamentalis negeri itu sebagai aksi balasan atas pembakaran Masjid Babri di Ayodhya, India.
Keluarga hindu yg tertindas itu diwakili oleh Keluarga Dhutta, yaitu Sudhamoy - Ayah, Kironmoye - ibu, Suranjan - anak laki2 sulung dari 2 bersaudara dan Maya - putri bungsu. Sebenarnya bagi keluarga itu agama hindu hanya sekedar formalitas saja ( identitas keluarga secara turun temurun ) karena dalam kesehariannya mereka lebih cenderung berpaham sekularis, humanis , sosialis dan nasionalis.
Kaum hindu merupakan kaum minoritas di Bangladesh. Kerusuhan yg terjadi karena faktor agama itu membuat hidup para pemeluk agama hindu dikecam ketakutan. Pemerkosaan, penjarahan, penganiayaan, pembunuhan dan penculikan terjadi di seluruh Bangladesh. Kaum fundamentalis Bangladesh secara sepihak telah mengganti asas negara itu.
Apa yg terjadi di negara itu membuat pola pikir Sudhamoy dan Suranjan bergerak walau tidak radikal. Mereka berusaha menebarkan paham demokrasi dan anti komunal kpd orang2 disekitarnya walaupun apa yg mereka perjuangkan sering bersebrangan dengan orang kebanyakan yg cenderung pasrah karena mereka tidak punya kekuatan dan suara untuk menghentikan tiran negeri itu.
Aksi anti hindu yg terjadi di negeri ini sangat mengguncang Suranjan. Sebagai aktivis demokrasi dan anti komunal Suranjan merasa telah menabrak tembok tebal yg tak mungkin dapat dihancurkan oleh kedua tangannya. Terlebih lagi dgn kejadian diculiknya Maya, adik perempuan yg sangat disayanginya dan perginya Ratna sang kekasih yg lebih memilih menikah dgn seorang muslim membuat dunia Suranjan jungkir balik. Dan akhirnya Suranjan terperosok ke dalam lubang Komunalis dan anti islam.
Perubahan yg radikal juga terjadi pada Sudhamoy. Paham sekularis, nasionalis, sosialis dan anti komunal yg diyakininya akhirnya harus bertekuk lutut pada kaum fundamentalis terlebih lagi setelah ia kehilangan puteri semata wayangnya yg di culik oleh pemuda2 islam. meski " sakit " Sudhamoy harus hengkang ke India untuk kelangsungan kehidupannya.
Pokoke novel yg sangat mengerikan dech...
Aq aja sampai terburu2 membacanya...
Tapi sekali lagi novel ini bagus bgt...
Aq rasa kejadian yg mengerikan di novel itu tak hanya terjadi di Bangladesh. Di Indonesia faktor agama terkadang juga dapat melibas rasa kemanusiaan seseorang. Wuih...jadi teringan kerusuhan antara FPI dan Aliansi Keangsaan di Monas kemarin. Mungkin saja kejadian ini jg dialami oleh negara lain dlm bentuk yg berbeda.
...less
"
|
|
July 10
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Middlesex (Paperback)
by Jeffrey Eugenides
bookshelves:
sastra-inspirasi
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in June, 2008
Ririenz said:
"Ternyata ada benarnya ya jika orang tua qta sering mengingatkan ttg adat, tradisi dan hukum agama kapada qta. Walau kadang mereka tidak tahu arti dari sebuah larangan tetapi kenyataannya apa yg mereka bilang ada benarnya. Masih ingat kan pelajaran ag...more
Ternyata ada benarnya ya jika orang tua qta sering mengingatkan ttg adat, tradisi dan hukum agama kapada qta. Walau kadang mereka tidak tahu arti dari sebuah larangan tetapi kenyataannya apa yg mereka bilang ada benarnya. Masih ingat kan pelajaran agama sewaktu masih disekolah dulu??? Siapa2 saja yg halal dinikahkan oleh seseorang. Ternyata firman Tuhan itu tidak main2 karena secara teoritis ( telah dibuktikan secara ilmiah dalam ilmu kedokteran ) bisa membawa akibat yg fatal bagi keturunannya kelak. Akibat yg ditimbulkannya bisa bermacam2, pokoke keturunan dari perkawinan yg dekat ( sangat ) hubungan kekerabatannya bisa memberikan efek cacat / lethal baik sevara psikis genetis maupun psikis rohani.
Contoh nyata yg sudah dipatenkan adalah MIDDLESEX. Novel ini memberikan gambaran nyata akibat perkawinan sedarah ( adik & kakak ) atau perkawinan dgn pasangan yg masih dekat hubungan kekerabatannya. Perkawinan sedarah dalam novel ini terjadi pada satu keluarga dari Yunani, yaitu antara Desdemona Stepanides dan Letty Stepanides. Mungkin karena kondisi lingkungan dan psikis dari kakak beradik itu menyebabkan mereka melanggar aturan dan norma yg telah difirmankan oleh Tuhan. Kepindahan mereka ke Amerika seakan melegalkan semua tindakan asusila mereka karena tidak ada kontrol sosial yg bs menekan mereka. Bagusnya keturunan pertama Desdemona dan Letty yaitu Milton tidak mengalami cacat baik secara psikis dan rohani. Desdemona yg seorang katholik ortodok sebenarnya mengetahui bahwa perbuatan tercela mereka suatu saat nanti pasti mendapatkan ganjaran dari Tuhan. Meskipun dikecam ketakutan ttp Desdemona tak kuasa melawan hasratnya. Sedangkan Letty yg mjd apathis karena keadan tidak mempercayai adanya " Azab " Tuhan.
Keluarga Stephanides tinggal di salah satu negara bagian di Amrik, yaitu Detroit. Awalnya mereka tinggal bersama sepupu mereka Salmolina yg memberi tumpangan sebelum Stepanides mampu berdikari di Amrik. Salmolina mempunyai anak perempuan bernama Tessie. Dalam perkembangannya Milton kemudian berumah tangga dengan Tessie. Kecemasan Desdemona terus berlanjut dan dia menunggunya dengan penuh rasa bersalah. Milton dan Tessie dikaruniai sepasang anak, laki2 dan perempuan. Anak pertama laki2 bernama, Chapter Eleven dan yg kedua perempuan bernama Calliope ( Callie )
Desdemona tidak melihat perkembangan buruk dari kedua cucunya. Tetapi menjelang usia pubertas sekitar 14 tahun ada yg tiba2 berubah pada Callie. Disaat teman2 sekolahnya satu persatu mengalami tanda2 kedewasaan sbg seorang perempuan, Callie malah mengalami kebalikannya. Dia tidak merasakan apa yg dialami teman2nya. Perkembangan sikap, fisik dan dorongan seksual Callie lebih cenderung kelaki2an. Dia jg lebih menyukai perempuan dari pd lelaki. Callie merasa terjebak dalam tubuh seorang perempuan.
Kecelakaan membuat Callie dan kedua orangnya mengethui kondisi fisiknya. Ternyata Callie seorang Hermaprodit. Dia tidak mempunya kromosom alha-beta5 sehingga produksi hormon testoteonnya tinggi. Sedangkan hormon esterogen yg dihasilkan oleh tubuhnya rendah. Postur tubuh, sifat dasar dan tingkah laku2 Callie jg kelaki2n. Tidak kuat dan bingung menghadapi kenyataan hidupnya Callie berusaha melarikan diri meski dia sadar hal tsb tidak memecahkan masalah. Kehidupan Callie yg kini dipanggil Cal berubah ketika ayahnya meninggal. Dia mulai memperbaiki diri dan hidupnya karena dia akhirnya sadar semua yg ada pada dirinya adalah berkah dari Tuhan dan bukan sebuah kutukan.
Cerita dalam novel ini adalah kisah nyata dari seorang transgender yg ditu2rkan dgn apik oleh JE. Novel ini banyak bercerita ttg budaya, adat istiadat dan perangai Yunani. Tetapi novel ini hanya menampilkan sedikit sosok Callie atau Cal sebenarnya, apalagi setelah kelahirannya mnjd seorang laki2. andai saja JE bisa mengungkapkan lebih banyak lagi ya...
Mungkin bukan halaman dan harga bukunya saja yg berubah naik ttp sepertinya pembaca MIDDLESEX akan lebih terpuaskan. Tapi bisa jd bila cerita JE diteruskan smp pada kehidupan Callie / Cal setelah bertranformasimungkin novel yg disuguhkan tidak terlalu fantastis.
Tapi keseluruhan MIDDLESEX wokeh bgt... ...less
"
|
|
July 02
|
|
New comment on Ani's review of
Perempuan Terluka (Typhoon)
(see all 2 comments)
|
|
June 22
|
|
Ririenz
gave
   
to:
The Age of Reason: A Novel (Paperback)
by Jean-Paul Sartre
bookshelves:
sastra
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in January, 2008
Ririenz said:
"THE AGE OF REASON ( USIA DEWASA )
Jean-Paul Sartre
Alih Bahasa : Anton Kurnia
Penerbit : Jendela, Cetakan Pertama, Agustus 2002
Tidak sengaja juga aq mendapatkan novel Sartre ini coz waktu itu niatnya mo baca bukunya Daniel Quinn, Ishmael.. Keb...more
THE AGE OF REASON ( USIA DEWASA )
Jean-Paul Sartre
Alih Bahasa : Anton Kurnia
Penerbit : Jendela, Cetakan Pertama, Agustus 2002
Tidak sengaja juga aq mendapatkan novel Sartre ini coz waktu itu niatnya mo baca bukunya Daniel Quinn, Ishmael.. Kebetulan sekali ada acara WBD 2006 di DikNas GatSu dan mluncurlah aq ke sana tuk hunting. Setelah kliling2 stand tnyt Ishmael tidak ada di sana bahkan FreshBook sbg penerbitnya jg gak ikut ambil bagian dlm pesta buku itu. Ya sudah…akhirnya window shopping dulu sambil menikmati tarian Bon Otori dari mahasiswa/i UI. Sambil killing time, tengak sana/i aq trus buka mata lebar2, berharap ada bacaan Wokeh yg bisa nambahin referensi muatanqyu. Tiba2 bola mata ini membentur tumpukan buku di stand Komunitas Bambu. Mendekatlah aq….dan…wuih…wuih..wuih… Hati meloncat tanpa kata. Gila… ini yg tak cari2… spt bocah yg sedang menikmati gulali, senengna… kenyataan melebihi pengharapan.
Selama ini buku Sartre yg aq pny cuma satu dan itupun hasil tukar guling dgn teman_q, Sandy. “ Kata-Kata ( Le Mots ) “ nya Sartre milik Sandy tak tuker sama buku terbitan Republika ( judulnya lupa ). Setelah memilih dan menimbang sesuai dgn kebutuhan dan kondisi kantong, akhirnya Novel Trilogi Roads to Freedom dari buku pertama dan kedua Sarte ditambah Germinal karya Emile Zola berpindah kedalam container buku_q. Trilogi Roads to Freedoms dipaparkan Sartre dalam tiga novel, yaitu; The Age of Reason, The Reprieve dan Trouble Sleep. Sayangnya di stand Komunitas Bambu tidak ada lagi bagian ketiganya ( sold out kali yah… ). Tapi aq tak kecewa coz smua pasti ada waktunya….
Buku Pertama dari Trilogi Roads to Freedom berjudul The Age of Reason. Buku ini mengisahkan ttng kronik kehidupan Mathieu sbg seorang laki2 yg sangat mengagungkan paham kebebasan. Mathieu tidak membiarkan seorangpun tuk memasuki ruang dalam benak dan pikirannya, walaupun input atau opini itu datangnya dari orang2 terdekat yg peduli padanya. Mathieu memandang kewajiban manusia adalah melakukan apapun yg disukainya dan tidak bergantung pd orang lain, melainkan pd dirinya sendiri. Oleh karena itu tidak heran jika Mathieu berperangai egosentris dan sedikit introvert meski sebenarnya dia pny talenta karena pd kenyataannya dia bprofesi sebagai dosen yg mengajar di salah satu universitas di kota Paris. Suatu saat Marcelle teman dekatnya hamil karenanya. Konflik dalam diri Mathiew pun timbul karena Mathieu benar2 tidak menginginkan sebuah komitmen dalam suatu hubungan. Dia tidak menginginkan Marcelle apa lagi anak yg dikandungnya. Sesungguhnya Mathieu tengah berada dlm persimpangan karena hatinya cenderung kpd Ivich, salah seorang mahasiswi di universitas tmpt Mathieu mengajar. Ivich seorang perempuan labil yg emosinya kemampuan otak yg sedikit di bawah rata2. Mathiew merasa bahwa perasaannya pd Ivich lbh nyata bila dibandingkan kpd Marcelle dan Mathiew berusaha keras agar Ivich selalu ada di dekatnya. Jiwa Mathieu seperti bocah yg terjebak dalam tubuh orang orang dewasa. Tanpa meminta pertimbangan dari Marcelle, Mathieu dgn sombongnya memutuskan untuk memangkas kebebasan calon anaknya walaupun ia sadar hal itu tak adil buat Marcelle..
Dibantu oleh Sarah dan Boris, Methieu berusaha untuk mrnuntaskan kehendaknya atas Marcelle dan calon anaknya. Meskipun Mathieu akhirnya hrs kehilangan harga diri karena sudah berbuat culas thd Lola, dia tak perduli yg penting kebebasan diatas segalanya. Lola adalah perempuan setengah baya yg berprofesi sbg penyayi bar yg jg teman “ kumpul kebo “ kakaknya Ivich, Boris. Di tengah kebuntuan langkahnya secara tidak di duga Daniel, salah seorang teman lama sekaligus rivalnya yg ternyata seorang homoseksual membuat keputusan “ cerdik “ yg bisa “ menyelamatkan “ kebebasan Mathieu.
Sebenarnya tema cerita ini kerap terjadi di sekitar kita dan Sartre mencoba mengungkapkan secara detil pergolakan bathin dan konflik serta interaksi sosial yg terjadi pd setiap tokohnya. Meski aq belum pernah ke Paris ttp dengan membaca Sarte sedikit bnyk aq jd mengetahui seperti apa kota Paris itu di awal abad 19. Novel yg sangat menarik yg dituturkan dgn gaya yg lugas dan smart karena tidak terlalu banyak metafor apalagi kiasan2 yg kdang bikin jenuh karena seringkali hal itu hanya bermaksud sbg pemanis untuk menstimulasi daya khayal para pembacanya. Plottnya hampir tidak random, berjalan searah dan sehingga tdk membingungkan pembacanya. Terkadang aq sulit memahami jalan ceritanya jika Sartre sudah mulai bermain2 dalam benak si-tokoh. Pokoknya benar2 menguras energi namun tidak membosankan terkecuali jika sekrup dalam tubuh n pikiran qta dipasang terlalu kencang, mblunder bow….
Dan ketemu lagi d bagian kedua
(…)
...less
"
|
|
June 16
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Le Mur (Folio Ser:. No. 878)
by Jean-Paul Sartre
bookshelves:
sastra-klasik
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
Ririenz said:
"KUMCER – DINDING ( Le Mur )
Penulis : Jean-Paul Sarte
Penerjemah : Dwi Margo Yuwono, Alexandra Wrestirhin, Rini Kusumawati
Penerbit : Jendela ( Cetakan I, 2000 )
Sarte adalah filsuf dan sastrawan Prancis paling populer di Eropa dan banyak me...more
KUMCER – DINDING ( Le Mur )
Penulis : Jean-Paul Sarte
Penerjemah : Dwi Margo Yuwono, Alexandra Wrestirhin, Rini Kusumawati
Penerbit : Jendela ( Cetakan I, 2000 )
Sarte adalah filsuf dan sastrawan Prancis paling populer di Eropa dan banyak menyumbangkan karya dan gagasan dibidang sastra, sosial, budaya dan politik. Dari karya2nya, pemikiran2nya jg gagasan2nya membuat Sarte dikenal sbg filsuf yg beraliran eksistensialisme dan kebebasan. Menurut Sarte manusia adalah kebebasan tanpa dipengaruhi takdir atau esensinya sbg manusia. Jika manusia mempunyai takdir atau esensi maka dia tidak mempunyai kebebasan. Karena pandangan hidupnya yg bebas menjadikan Sarte seorang penganut atheis.
Dinding ( Le Mur ) adalah judul buku dari penerbit Jendela yg berisi lima buah cerpen karya Sarte. Cerpen yg pertama berjudul Dinding ( hal 1 – 29 ) bercerita ttg kondisi fisik dan mental para aktivis gerakan bawah tanah Spanyol ketika mereka di penjara. Secara lihai Sarte mendeskripsikan kondisi psikologis serta konflik sosial yg terjadi antara Pablo Ibietta, Tom Steinbock dan Juan Mirbal menjelang ( eksekusi ) kematiannya.
Cerpen kedua berjudul Kamar ( hal. 31 – 68 ). Dalam cerpen ini Sarte menggambarkan bahwa pikiran2 yg sll timbul dlm otak kita tidak dapat dimampatkan dlm sebuah ruangan. Delusi dan halusinasi adalah gambaran manusiawi thd semua mimpi dan cita2 manusia. Manusian dgn segenap kesadarannya hrs dpt mengelola buah pikirannya karena jika tidak akan terjadi kepincangan jiwa.
Jiwa Pierre yg tidak seimbang bukan hanya mempengaruhi raganya saja ttp juga menyakiti orang2 yg (tadinya) dikasihinya seperti Eve, sang isteri jg Tuan dan Nyonya Dardebat, mertuanya. Konflik bathin yg dialami Eve thd dilema rumah tangganya dan ditambah hubungan dgn kedua orang tuanya yg mjd kaku membuatnya jiwa Eve tersiksa karena langkahnya semakin sempit.
Cerpen ketiga berjudul Erostrate ( hal. 69-92 ). Bercerita ttg kehidupan laki2 lajang bernama Paul Hilbert. Hilbert seorang penganut paham kebebasan, ia tidak menyadari bahwa sedikit demi sedikit jiwanya digerogoti oleh virus2 sosial. Kehidupan Hilbert sehari2 seperti teroris yg sedang menanam bom waktu yg bisa meledak kapan saja dan dimana saja. Akhirnya setelah hitungan mundur dari bom waktu itu mencapai angka nol, meledaklah Hilbert. Konsekwensinya Paul harus menyerahkan kebebasannya di tangan ratu keadilan karena dia telah mencabut kebebasan orang lain. Meski demikian virus2 dalam jiwa Paul masih bergerak bebas, menyanyah dan merusak.
Cerpen Keempat berjudul Kehangatan ( hal. 93-138 ). Bercerita ttng kronik rumah tangga Henry dan Lulu. Meski pasangan itu terlihat bahagia ttp sebenarnya ikatan cinta mereka rapuh. Mereka sendiri tidak menyadari kekurang itu karena setiap hari Hendry selalu berusaha membahagiakan Lulu, dan begitu pula sebaiknya. Lulu berkarib dengan Rirette yg masih melajang. Sebagai sahabat Rirette adalah pribadi yg posesif karena dia seakan tidak rela dgn kebahagian Lulu. Rirette seakan bisa melihat kepalsuan hubungan Henry dan Lulu dan ia kadang tidak segan2 menjodohkan Lulu dgn Pierre, temannya yg diam2 menaruh hati pada Lulu. Ketika Konflik dgn Henry mendera kehidupan rumah tangganya, yg jg mengganggu hubungannya dgn keluarga dan teman2nya, akhirnya Lulu memilih untuk membebaskan jiwanya.
Terakhir adalah cerpen yg berjudul Masa Kanak-Kanak Direktur. Cerpen ini berbicara ttg metamorfosis seorang penderita Oedipus Complex dalm mencari eksistensi dirinya. Sewaktu masih anak-anak kemudian remaja Lucien adalah anak seorang borjuis yg mengidap Oedipus Compleks. Ia mencintai dan ingin memiliki ibunya untuk dirinya sendiri. Kepada ayahnya Lucien bersikap seperti seorang musuh yg siap bergelut. Jauh di lubuk hatinya Lucien meyadari bahwa perasaannya yg berlebihan kpd ibunya tidaklah baik. Lucien jg bukan pribadi yg pasif, ia slalu berusaha mengatasi syndrome-nya. Dalam perjalanan mencari jati dirinya Lucien pernah menjadi seorang bi-seksual. Kehidupan remaja dan pria yg bebas ternyata tidak membuat jiwanya mnjadi damai dan bahagia karena konflik bathin dan social selalu membuntutinya. Seperti manusia umumnya, Lucien sll dihadapkan pada berbagai alternative pilihan. Setelah dipelajari akhirnya Lucien sampai pada pilihan tuk menjalani kehidupan sebagai laki2 normal.
Kelima cerpen tersebut dituturkan dengan bahasa yg lugas dan cerdas dan tidak terlalu banyak menggunakan metafor2 yg kadang bisa melelahkan. Profil dari setiap tokoh dalam cerpen itu walau tidak dieksplor secara detil tp kondisi fisik dan psikologinya dapat dimengerti oleh penikmatnya.
Sarte adalah seoarang yg luar biasa dalam mengungkapkan semua tema gagasan2nya ke berbagai media. Karena itu tidak heran jika aku jg butuh tenaga ekstra tuk membaca Kum-Cernya.
Lumayan Pusying Booo…..
...less
"
|
|
June 08
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Perfume: The Story of a Murderer (Paperback)
by Patrick Süskind, Bima Sudiarto
bookshelves:
petualangan-khayali
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in May, 2007
|
|
May 11
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Norwegian Wood (Paperback)
by Haruki Murakami
bookshelves:
sastra-modern
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in April, 2008
Ririenz said:
"Haruki Murakami memang penulis yg langka. Imajinasinya sungguh liar, mencengangkan tp hasilnya baguussss...banget. Empat jempol buat Haruki Murakami.
Dalam Norwegian Wood , Murakami bercerita ttg lika-liku perjalan hidup seorang pemuda yg sedikit ...more
Haruki Murakami memang penulis yg langka. Imajinasinya sungguh liar, mencengangkan tp hasilnya baguussss...banget. Empat jempol buat Haruki Murakami.
Dalam Norwegian Wood , Murakami bercerita ttg lika-liku perjalan hidup seorang pemuda yg sedikit introvert bernama Watanabe.
Sejak pertama kali kemunculan Norwegian Wood aq sudah sangat tertarik dgn novel itu coz dari judulnya saja sudah membetot rasa ingin tahu_Q. Dan awak april lalu terjawab sudah sgala tanda tanya ttg Norwegian Wood dan karya Haruki Murakami yg lain. Makasih bgt buat Murakami yg memperkenalkan Beatles dan musik2dunia lain kpd_Q.
Ternyata Norwegian Wood itu salah satu judul lagu2 The Beatles yg populer di tahun 1960an. Saat itu The Beatles menjadi band yg sangat digandrungi oleh seluruh anak muda di dunia termasuk di Jepang. Pada masanya The Beatles mrupakan ikon yg mewakili gairah, kebebalan dan keputusasaan kaum muda yg menginginkan perubahan.
Cerita novel ini mengalir sekitar tahun 1968-1970. Norwegian Wood adalah lagu favorit Naoko yg menjalin kasih sejak masih kecil dgn Kizuki. Kizuki sendiri berkawan akrab dgn Watanabe. Waktu umur 17thn (klo tidak salah klas 2 SMA) Kizuki memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menghirup asap knalpot mobil di garasi rumahnya. Kematian watanabe yg tragis itu meninggalkan luka psikologis yg mendalam bg Naoko dan Watanabe. Krn sama2 ditinggalkan oleh orang yg sangat dikasihi membuat hubungan Naoko dan Watanabe semakin dekat walau tidak bs dibilang akrab.
Dalam Norwegian Wood, Murakami menggambarkan gejolak yg banyak dialami oleh sebagian besar remaja di seluruh dunia, terutama yg berada di kota2 besar. Mulai dari tuntutan orang tua yg sll menginginkan agar anaknya mnjd yg terbaik, masalah dlm pergaulan, beban pelajaran dari sekolah, masalah seksualitas yg sering tak tertahankan, minum2n keras dan cinta. Karena beratnya beban persaingan yg dialami oleh para remaja Jepang maka tidak heran jika sampai saat ini pun prosentasi angka bunuh diri pelajar di Jepang sangat tinggi.
Walaupun dikenal sbg pribadi yg introvert dan kurang banyak bergaul Watanabe berhasil melewati fase2 kelam saat remajanya. Watanabe adalah anak tunggal dari keluarga menengah di Jepang. Dia orang yg sangat pendiam dan agak pemilih dalam bergaul karena memang di Jepang sendiri sepertinya ada peraraturan tidak tertulis dalam berteman. Tidak heran bila Watanabe tidak mempunyai teman dekat. Watanabe bisa di bilang seorang kutubuku yg idealis karena bisa dilihat dari sejumlah literatur yg dibacanya, seperti karya Herman Hesse, Dotoyevsky, Charles Dickens, Scott Fitzgerald (ada lagi sih tapi aq lupa). Watanabe jg pemilih bila ingin mendengarkan musik (karena ada beberapa nama komposer klasik dan pemusik idealis yg mnjd favoritny).
Meskipun kuper, pada dasarnya Watanabe adalah pribadi yg baik, open minded jg pendengar yg baik thd berbagai opini yg datang. Karena itu orang tidak bosan bila berbincang2 dengannya. Melalui gambaran fisik Murakami menurutku Watanabe bukan laki2 jelek meskipun tidak bisa dibilang tampan, yah...biasa lah standar laki2 Jepang. Buktinya bukan perkara susah buat Watanabe tuk mendapatkan teman kencan atau berinteraksi dgn perempuan manapun. Pertemanannya dgn Nagasawa dan Rieko jg perbincangan dgn kekasih Nagasawa membuktikan bahwa Watanabe orang yg asik buat berteman dan curhat.
Menurut aq hubungan yg kemudian terkembang antara Watanabe dan Naoko agak sedikit aneh dan memusingkan. Secara psikis Naoko adalah pribadi yg sakit. Mungkin ini dampak dari kematian kakaknya yg tewas menggantung diri di tambah bunuh dirinya Kazuki yg membuat jiwa dan emosinya kadang tidak terkontrol. Naoko mengidap penyakit halusinasi yg sangat parah karena sudah membelah kepribadiannya dan memporak porandakan akal sehatnya. Dalam diri Naoko seakan ada lunang hitam yg tak bisa ditutup dan membuat dunianya berhenti bergerak. Aq rasa hubungan Watanabe dan Naoko bukanlah cinta tp lebih kompleks lg, gabungan antara tanggung jawab, perasaan bersalah dan perasaan ingin mjd pahlawan atu bahkn lebih....(mungkin karena gairah remaja Watanabe ya...).
Kisah cinta watanabe dan Naoko lama2 tidaklah berjalan mulus karena faktor kejiawaan mrk jg agak timpang terlebih pada diri Naoko. Disaat terjadi krisis hubungan, Watanabe berkenalan dgn teman di kelas drama bernama Midori. Midori berkepribadian hangat, terbuka, lincah dan penuh dengan gairah hidup meskipun pada kenyataannya hidup Midori jg tidak mudah. Watanabe menghadapi dua bentuk rasa cinta yg saling berolak belakang. Bila dgn Naoko, Watanabe merasa hidup itu penuh damai, konstan dan dipenuhi aroma kematian tetapi dengan Midori, Watanabe bisa memandang hidup dgn lebih menggairahkan, ceria dan dinamis.
Ditengah2 kebimbangannya akhirnya hidup memilihkan jalan yg termudah bg Watanabe (mungkin memang disengaja oleh Murakami kali ya....). Akhirnya Naoko memilih hidup abadi berselimut kematian dan keputusan Naoko itu telah mempermudah jalan hidup dan masa depan Watanabe jg Midori.
Alur cerita yg dirangkai Murakami sangat natural diselingi dgn beberapa guyonan khas anak muda yg lumayan bs mengendorkan urat syaraf. Meskipun novel ini sangat asyik namun ada beberapa hal yg sgt mengganjal dr karya Murakami ini. Karena meskipun novel ini bersetting kota2 di Jepang ttp aroma yg tercium sangat barat sekali. Mulai dari musik yg mjd pilihan pelakonnya, makanan dan minumannya (fast food loh....) juga pilihan literasinya. Mungkin karena Murakami pernah tinggal di Amrik dan mengagumi betapa enaknya hidup instan di negeri Paman Sam. Entah apa isi kepala Murakami, aq mengacungkan 4 jempol untuk karyanya. Unbeliveble...
Gak rugi deh bacanya....
...less
"
|
|
May 05
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Janda dari Jirah
by Cok Sawitri
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
|
|
Ririenz
gave
   
to:
Kafka on the Shore (Hardcover)
by Haruki Murakami
bookshelves:
sastra-modern
|
my rating:
   
Added to my books!
add my review
|
| |
read in May, 2008
|