Rudi Hartono

Sign in to Goodreads to learn more about Rudi.

http://berdikarionline.com
http://www.goodreads.com/rudihartono

Add as a Friend Follow Reviews   Send Message | Compare Books





Fidel Castro's Po...
Rate this book
Clear rating

Rudi Hartono Rudi Hartono said: " Menurut Fidel Castro, persatuan di kalangan kiri itu memang penting, tetapi kalaupun itu tidak terjadi, bukan berarti harus meninggalkan membangun persatuan luas. "

 
Problems of Indon...
Rate this book
Clear rating

Rudi Hartono Rudi Hartono said: " sekedar komparasi untuk memahami keadaan (realitet) "

progress: 
 
  (page 19 of 386)
Mar 05, 2010 09:12AM

 
Radikal Itu Menju...
Rate this book
Clear rating

 
See all 4 books that Rudi is reading…

Rudi's Recent Updates

Rudi Hartono is now friends with Gunawan Paggaru
49426483
38123
“I'm a reading addict. I can't live without it, like someone who is addicted to drugs.”
Hugo Chávez
269236
"Ignas Kleden
Sosiolog, Ketua Komunitas Indonesia untuk Demokrasi

ADA dua hal yang hingga saat ini masih mempersatukan Indonesia sebagai bangsa dan negara. Yang satu adalah Pancasila sebagai dasar filsafat negara RI dan yang kedua bahasa Indonesia se..." Read more of this chapter »
269236
"USIANYA 15 tahun ketika bergabung dengan Jong Java-organisasi kebangsaan pemuda Jawa-pada 1922. Saat itu Sujatin baru masuk Meer Uitgebreid Lager Onderwijs alias MULO, sekolah menengah pertama di zaman Belanda. "Lima belas tahun, aku mulai aktif d..." Read more of this chapter »
269236
"AHAD, 22 Desember 1928. Hujan lebat digiring angin ribut mengguyur bumi sejak subuh. Tapi cuaca keruh itu tak mengganggu keriuhan pendapa Joyodipuran seharian.

Seribu lebih perempuan berkumpul di rumah milik bangsawan Raden Tumenggung Joyodipuro it..." Read more of this chapter »
269236
"HUJAN musim rontok turun di kompleks pekuburan Berlin, Jerman, awal Oktober lalu. Bau cendawan mengusap-usap hidung. Sepotong nisan dari batu berwarna kehitaman setinggi paha orang dewasa seperti tumbuh dari rumput yang tercukur rapi.

Di sana dikub..." Read more of this chapter »
269236
"PUJA-PUJI itu dilontarkan Johannes Leimena kepada Mohammad Roem dalam salah satu sidang Kabinet Sjahrir III, 1946-1947. "Roem is een ardige vent. Roem itu anak baik. Saya suka sama dia. Sebagai Menteri Dalam Negeri, pengetahuannya lengkap tentang..." Read more of this chapter »
269236
"TAK ada yang tahu gundukan tanah berumput itu makam. Tak ada nisan, katakanlah hanya sebatang kayu bertatahkan nama. Namun di situlah terkubur jasad Amir Sjarifuddin, Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan Republik Indonesia era 1945-1947.

"Pada 20..." Read more of this chapter »
269236
"D.N. AIDIT: SEMANGAT SUMPAH PEMUDA HARUSLAH SEMANGAT UNTUK MELAKSANAKAN DEMOKRASI TERPIMPIN DAN KONSEPSI PRESIDEN
Penerbit: Harian Rakjat
(28 Oktober 1958)

DITULIS dalam konteks demokrasi terpimpin, Aidit menegaskan dukungan kepada Bung Karno dan se..." Read more of this chapter »
269236
"Anhar Gonggong
Sejarawan

MEMPERINGATI Kongres Pemuda II, 27-28 Oktober 1928, saya terkenang pada dua tokoh teman dekat Ir Soekarno, Prof Dr Abu Hanifah dan Maskoen. Abu Hanifah adalah pemimpin pemuda dalam periode Pergerakan Nasional. Dia pernah men..." Read more of this chapter »
More of Rudi's books…
Nicolas Chamfort
“A day without laughter is a day wasted.”
Nicolas Chamfort

Albert Einstein
“There are only two ways to live your life. One is as though nothing is a miracle. The other is as though everything is a miracle.”
Albert Einstein

“If you don't stand for something you will fall for anything.”
Gordon A. Eadie

Albert Einstein
“Science without religion is lame, religion without science is blind.”
Albert Einstein

Ernest Hemingway
“There is no friend as loyal as a book.”
Ernest Hemingway

Soekarno: Penyambung Lidah Rakyat (History)
11 chapters   —   updated May 13, 2015 06:32PM
Description: Berikut berbagai tulisan mengenai Bung Karno
NYOTO: Peniup Saksofon di Tengah Prahara (Select)
17 chapters   —   updated May 13, 2015 06:31PM
Description: IA berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis dan piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu "pro-rakyat" dan menggelorakan "semangat perjuangan". Ia menghapus The Old Man and the Sea-film yang diangkat dari novel Ernest Hemingway-dari daftar film Barat yang diharamkan Partai Komunis Indonesia. Ia menghayati Marxisme dan Leninisme, tapi tak menganggap yang "kapitalis" harus selalu dimusuhi. Ia adalah Njoto-yang namanya nyaris tak menyimpan pesona. Ia sisi lain dari sejarah Gerakan 30 September 1965. Kecuali buku-buku Orde Baru yang menyebut semua anggota PKI terlibat G30S, kebanyakan sejarawan tak menemukan keterlibatan Njoto dalam aksi revolusioner itu. Njoto memang tak lagi berada di lingkaran dalam Ketua PKI Dipa Nusantara Aidit menjelang kemelut 1965. Ia disingkirkan akibat terlalu dekat dengan Soekarno. Tapi sejarah "resmi" 1965 menunjukkan tak ada orang komunis yang "setengah berdosa" dan "berdosa penuh". Di mata tentara, sang pemenang pertarungan, hanya ada komunis atau bukan komunis. Karena itu, sang pendosa harus ditumpas kelor. Njoto salah satunya. Ia diculik, hilang, dan tak kembali hingga kini. Jejak kematiannya tak terlacak. Menulis Njoto, setelah 44 tahun tragedi 1965, adalah ikhtiar untuk tak terseret logika tumpas kelor itu. PKI bukanlah sebuah entitas yang utuh. Sejarah selalu menyimpan orang yang berbeda. Njoto salah satunya.
DN Aidit: Dua Wajah Dipa Nusantara (History)
21 chapters   —   updated May 13, 2015 06:31PM
Description: Ulasan tentang Dipa Nusantara Aidit, salah satu pimpinan kunci Partai Komunis Indonesia (PKI), versi majalah Tempo. Berikut adalah hasil liputan khususnya.
MUSSO, Si Merah Di Simpang Republik (History)
22 chapters   —   updated May 13, 2015 06:31PM
Description: BANYAK orang mengenalnya sebagai tokoh Partai Komunis Indonesia dalam pemberontakan 1926 dan 1948. Yang pertama aksi PKI menentang pemerintah kolonial Belanda. Yang terakhir gerakan PKI di Madiun, Jawa Timur, melawan pemerintah pusat. Dialah Musso, anak Kediri yang ketika kecil dikenal rajin mengaji. Mendapat pendidikan politik ketika indekos di rumah H.O.S. Tjokroaminoto, di masa-masa awal kemerdekaan sepak terjangnya tak bisa diremehkan. Peran politik Musso bisa disejajarkan dengan peran Sukarno, Hatta, Sjahrir, dan Tan Malaka. Dia belajar politik di Moskow, Rusia, dan mengamati dari dekat strategi gerakan komunis Eropa. Ia bermimpi tentang negeri yang adil, setara, dan merdeka seratus persen. Ia memilih jalan radikal, bersimpang jalan dengan kalangan nonkomunis, bahkan juga kalangan kiri yang tak segaris. Tapi radikalisme itu tak membuatnya bertahan. Ia lumat dalam gerakan yang masih berupa benih. Akhir Oktober, 62 tahun lampau, Musso tersungkur.
Sumpah Pemuda: Pemuda Yang Mendambakan Indonesia (History)
15 chapters   —   updated May 13, 2015 06:31PM
Description: Mereka mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mengesampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, mereka menggelar pertemuan-pertemuan yang merisaukan penjajah Belanda. Kemerdekaan adalah dambaan mereka. Anak-anak muda itu menuliskan bagiannya dalam sejarah negeri kita: sebagai pemimpin bangsa, penyair, musisi, atau orang biasa saja. Ada pula yang nasibnya berakhir tragis, tewas di ujung bedil tentara Indonesia, yang kemerdekaannya turut ia perjuangkan. Nama mereka senantiasa disebut dalam setiap peringatan Sumpah Pemuda-pada 28 Oktober ini genap 80 tahun. Persatuan tanah air, bangsa, dan bahasa yang mereka retas menjadi fondasi Indonesia yang kukuh.
More of Rudi’s writing…
Mia Pra...
1,011 books | 606 friends

Ruly Ri...
1 book | 44 friends

Muammar...
1 book | 87 friends

Dave Riley
598 books | 210 friends

Revitri...
2 books | 86 friends

mellyana
665 books | 133 friends

Abdul M...
201 books | 237 friends

Rassela...
5 books | 146 friends

More friends…


Polls voted on by Rudi

Lists liked by Rudi