|
August 27, 2008
|
|
|
|
May 14, 2008
|
|
Maddy Pertiwi
gave to:
The (Un)Reality Show
by
Clara Ng
bookshelves:
dalam
|
my rating:
|
| |
Maddy said:
"Cerita tentang orang2 dari segala usia dan latar belakang mengikuti sebuah program reality show. Mereka ditempatkan dalam 1 rumah. Segala cerita terjadi dalam rumah itu... Sebuah reality show yang bukan reality show,,,
Baca buku ini,...more
Cerita tentang orang2 dari segala usia dan latar belakang mengikuti sebuah program reality show. Mereka ditempatkan dalam 1 rumah. Segala cerita terjadi dalam rumah itu... Sebuah reality show yang bukan reality show,,,
Baca buku ini,,, Bikin penasaran. Apalagi hadir di tengah booming reality show. Cukup membingungkan awalnya. Karena karakter2 dalam novel ini bener2 unik, sehingga terasa gak masuk akal. Yang paling mengagetkan adalah endingnya,,, Gw gak nyangka bisa seperti itu hehehe. I think worth to read...(less)
"
|
|
October 20, 2007
|
|
Maddy Pertiwi
is currently reading:
Imperial Woman (Oriental Novels of Pearl S. Buck, 3rd)
by
Pearl S. Buck
bookshelves:
currently-reading
|
my rating:
|
| |
|
|
August 29, 2007
|
|
|
|
August 28, 2007
|
|
|
|
August 27, 2007
|
|
Maddy Pertiwi
gave to:
Barry Trotter and the Shameless Parody (Gollancz SF)
by
Michael Gerber
bookshelves:
humor
|
my rating:
|
| |
read in July, 2007
Maddy said:
"Hogwash School for Wizards merupakan sekolah sihir paling terkenal di dunia sihir dan Barry Trotter merupakan muridnya yang paling terkenal. Semua kepopuleran itu berawal dari JG Rollins menerbitkan buku Barry Trotter and the Philosopher’s Scone (d...more
Hogwash School for Wizards merupakan sekolah sihir paling terkenal di dunia sihir dan Barry Trotter merupakan muridnya yang paling terkenal. Semua kepopuleran itu berawal dari JG Rollins menerbitkan buku Barry Trotter and the Philosopher’s Scone (di Amerika diterbitkan dengan judul Barry Trotter and the Magic Biscuit) dan meraih sukses internasional. Barry menjadi bagian dari penting dari sekolah, terutama dari segi pendanaan, sehingga Hogwash setuju untuk mengijinkan Barry tinggal di Hogwash sampai kapan pun. Barry sekarang berumur 22 tahun, dan dia tidak harus mengerjakan semua pekerjaan yang semestinya dilakukan murid sekolah pada umumnya. Kerjaannya hanya bersenang-senang menikmati hidup dan menggoda gadis2 (setidaknya dari kalangan Muddles yang bodoh). Namun kenikmatan Barry mulai terancam saat film Barry Trotter and the inevitable Attempt to Cash-In sudah selesai diproduksi dan siap diedarkan. Perusahaan Wagner Bros. pun memulai kegiatan marketing di seluruh dunia. Hogwash pun terancam diserbu para Muddles yang berdatangan untuk mencari souvenir dari sekolah tersebut, mengambil dan menjualnya die Buy. Film itu harus dihentikan. Barry, Ermine Cringer dan Lon Measly harus menemukan cara menaklukkan Hollywood…
Satu kata: PARAH!!! Parah banget lucunya... Bener2 parodi paling berani yang pernah gw baca. Dia rubah semua karakternya menjadi bersifat bodoh, kasar, en terobsesi dengan seks. Namun kisahnya sendiri bener2 lucu banget en gak mungkin terjadi dunia Harry Potter yang asli.
Satu hal kekhawatiran gw: covernya. Covernya bergaya anak2 en bisa aja menarik perhatian anak2 untuk membacanya. So, ortu di luar sana jika melihat buku ini, jauhkan dari jangkauan anak2. Walaupun baru ada versi impor doank hehehe(less)
"
|
|
August 15, 2007
|
|
|
|
August 12, 2007
|
|
Maddy Pertiwi
gave to:
Harry Potter and the Order of the Phoenix (Harry Potter, #5)
by
J.K. Rowling
bookshelves:
harrypotter
|
my rating:
|
| |
Maddy said:
"Siapa sangka, Harry Potter dan sepupunya Dudley diserang oleh Dementor di daerah perumahan Muggle. Karena melakukan sihir, Harry pun dipanggil ke Kementrian Sihir karena melanggar peraturan. Sambil menunggu sidang tiba, Harry pun tinggal di markas be...more
Siapa sangka, Harry Potter dan sepupunya Dudley diserang oleh Dementor di daerah perumahan Muggle. Karena melakukan sihir, Harry pun dipanggil ke Kementrian Sihir karena melanggar peraturan. Sambil menunggu sidang tiba, Harry pun tinggal di markas besar Orde Phoenix di rumah Sirius Black, walinya. Harry pun mengetahui bahwa Kementrian Sihir menyebarkan fitnah baik kepada Albus Dumbledore ataupun dirinya karena mengatakan bahwa Lord Voldemort telah kembali. Kembali ke sekolah, ternyata murid Hogwarts pun menaruh curiga terhadap Harry. Kondisi ini pun membuat Harry menjadi gampang emosi. Terlebih lagi kehadiran guru baru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam, Dolores Umbridge yang diutus Kementrian Sihir untuk mengawasi Hogwarts. Harry dan teman2nya memberontak membentuk Laskar Dumbledore. Harry juga harus belajar Occlumency dengan Severus Snape untuk belajar menutup pikirannya dari pengaruh Voldemort. Dengan semua tekanan itu, Harry masih bisa meluangkan waktu untuk berkencan dengan gebetannya, Cho Chang. Namun, saat Harry harus berhadapan dengan anak buah Voldemort, dia harus menerima kenyataan kehilangan orang yang dikasihinya...
Buku kelima seri Harry Potter ini penuh dengan gejolak emosi yang tinggi dari tokohnya. Maklum saja, beban yang ditanggung Harry juga semakin berat. Ditambah tekanan dari dunia sihir yang menganggap dia sebagai pembohong. Buku yang super tebal (termasuk yang paling tebal diantara semua serinya) tidak menghalangi pembacanya untuk duduk setia membaca dari awal sampai akhir (rekor gw tuh pas 25 jam (itu aja udah dipotong sama tidur en ke kamar mandi).
Seri kelima semakin menguak teka-teki seputar Harry Potter dan orang2 di sekitarnya. Seperti kenapa dia bisa berhubungan langsung dengan Voldemort. Atau dia harus menerima kenyataan bahwa ternyata ayahnya tidaklah sesempurna yang dia bayangkan. Emosi yang ditampilkan disini pun memang sesuai untuk remaja seusia Harry, dimana kita semua sebagai remaja pasti pernah ngerasain marah sama apapun... Istilahnya tuh moody banget hehehe.
Sedikit kredit untuk Dolores Umbridge... She turns pink from soft to madness!!! Gw bisa ngebayangin betapa mengerikannya warna pink di tangan Umbridge...(less)
"
|
|
August 11, 2007
|
|
Maddy Pertiwi
gave to:
Harry Potter and the Goblet of Fire (Harry Potter, #4)
by
J.K. Rowling
bookshelves:
harrypotter
|
my rating:
|
| |
Maddy said:
"Tahun keempat Harry Potter diawali dengan menonton Piala Dunia Quiddtch, yang harus diakhiri dengan kedatangan Pelahap Maut, pengikut setia Lord Voldemort. Kembali ke sekolah, Harry dan teman2nya diberitahu tentang terpilihnya Sekolah Sihir Hogwarts ...more
Tahun keempat Harry Potter diawali dengan menonton Piala Dunia Quiddtch, yang harus diakhiri dengan kedatangan Pelahap Maut, pengikut setia Lord Voldemort. Kembali ke sekolah, Harry dan teman2nya diberitahu tentang terpilihnya Sekolah Sihir Hogwarts menjadi tuan rumah Turnamen Triwizard. Turnamen ini mempertemukan 3 sekolah sihir terkemuka, yaitu Hogwarts, Beauxbaton, dan Durmstrang. Hanya murid2 yang berumur 17 tahun saja yang bisa berpartisipasi. Tapi tanpa diduga, Harry yang masih berumur 14 tahun bisa terpilih memasuki turnamen ini. Semua orang curiga Harry melakukan kecurangan, termasuk Ron Weasley. Hanya Hermione Granger yang membelanya. Albus Dumbledore yang khawatir ada rencana jahat, menugaskan guru baru Pertahanan Terhadap ilmu Hitam, Alastor 'Mad-Eye' Moody untuk menjaga Harry. Apa yang sebenarnya terjadi??? Di sela2 ketegangan turnamen, Harry pun mulai merasakan cinta di hatinya terhadap Cho Chang, murid Ravenclaw. Bisakah Harry selamat melewati tantangan Turnamen Triwizard???
Inilah buku yang menandai dimulainya periode tergelap dari seluruh seri Harry Potter. Kekuatan gelap mulai mengumpulkan tenaga untuk kembali menguasai dunia sihir. Buku ini bener2 bikin pembacanya (termasuk gw) tegang mengikuti alur ceritanya. Ketegangan mulai terasa sejak Harry menjalankan tugas dari Turnamen Triwizard. Dan ketegangan itu semakin meningkat waktu mendekati akhir cerita.
Rowling tidak hanya menyuguhkan ketegangan saja. Dia tidak lupa kalau karakternya sudah mulai beranjak remaja dan pantas mengenal cinta. Harry mulai punya gebetan. Bahkan kedua sahabatnya, Ron dan Hermione mulai menunjukkan ketertarikan satu sama lain.
Kejutan demi kejutan dihadirkan Rowling sepanjang cerita. Dan buku yang semakin menebal serta cerita yang makin kompleks tidak menyurutkan minat anak2 untuk membacanya. Menurut gw, buku inilah yang paling menggambarkan betapa gelapnya dunia sihir jika Voldemort kembali. (less)
"
|