<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<user id="2045370">
  <name><![CDATA[Ika Diyah]]></name>
  <user-name><![CDATA[IkaDiyahCandra]]></user-name>
  <link><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/2045370-ika-diyah]]></link>
  
  
    <updates-rss-url><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/updates_rss/2045370?key=3f93559510504a12b391b49566cce1d4f1dded5f]]></updates-rss-url>
    <reviews-rss-url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/list_rss/2045370?key=3f93559510504a12b391b49566cce1d4f1dded5f&shelf=%23ALL%23]]></reviews-rss-url>
    <friends-count type="integer">19</friends-count>
    <reviews-count type="integer">50</reviews-count>
    <user_shelves type="array">
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">49</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">true</exclusive_flag>
    <id type="integer">5658026</id>
    <name>read</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">1</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">true</exclusive_flag>
    <id type="integer">4450721</id>
    <name>currently-reading</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">0</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">true</exclusive_flag>
    <id type="integer">4450720</id>
    <name>to-read</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">36</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587448</id>
    <name>literacy</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">6</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587437</id>
    <name>self-building</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">2</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587440</id>
    <name>religion---philosophy</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">1</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587438</id>
    <name>economic</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">1</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587465</id>
    <name>compilation</name>
  </user_shelf>
  <user_shelf>
    <book_count type="integer">0</book_count>
    <description nil="true"></description>
    <exclusive_flag type="boolean">false</exclusive_flag>
    <id type="integer">4587439</id>
    <name>poem</name>
  </user_shelf>
</user_shelves>


        <updates type="array">
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Eat, Pray, Love: One Woman's Search for Everything Across Italy, India and Indonesia']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/78831010</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika is currently reading:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/19501.Eat_Pray_Love_One_Woman_s_Search_for_Everything_Across_Italy_India_and_Indonesia" class="bookTitle">Eat, Pray, Love: One Woman's Search for Everything Across Italy, India and Indonesia (Paperback)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/11679.Elizabeth_Gilbert" class="authorName">Elizabeth Gilbert</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=currently-reading" class="actionLinkLite">currently-reading</a>
	
	<br/>



          
    			  
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'The Gargoyle']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/73810890</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="4 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_4_of_5.gif?1259785195" title="4 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/2595138.The_Gargoyle" class="bookTitle">The Gargoyle (Hardcover)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/149883.Andrew_Davidson" class="authorName">Andrew Davidson</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=literacy" class="actionLinkLite">literacy</a>
	
	<br/>



          
    			  Seorang porno-star. Laki-laki sekarat dengan luka bakar hebat yang secara mustahil mampu bertahan hidup, diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memperbaiki kehidupannya, dengan dipertemukan dengan seseorang yang membimbingnya untuk jadi manusia yg lebih baik dengan mengenal cinta. Intinya sih seperti itu, tapi proses pengenalannya dengan cinta ini yg unik. Seorang pasien satu rumah sakit, yg secara medis didiagnosa menderita maniak-depresif, Marianne Engel, tiba-tiba sering mengunjungi bangsal si porno-star ini. Saat dia pikir tidak ada yang akan peduli padanya dengan kondisinya yang sekarang, ternyata masih ada yg mau peduli, mengajak berbicara, menceritakan banyak cerita yang meskipun dia tidak paham dia selalu merindukan cerita-cerita itu. Terutama karena Marianne Engel merasa telah mengenal si porno-star ini sejak lama. Cerita kemudian mulai bergulir, dari sebuah masa di abad pertengahan, dimana Marianne pernah mengenal dan mencintainya. Marianne juga berusaha untuk memperkenalkan cinta dengan kisah-kisah di berbagai dunia yang luar biasa. Terutama tentang something metaphysics dalam cinta. Gimana yah..intinya cerita cinta, dengan sesuatu yang metafisik di dalamnya, yaitu kekuatan cinta. Kisahnya dari berbagai belahan di dunia, di Inggris, Islandia, Jepang, Jerman. Dalam kisah ini, Marianne  melewati lintasan waktu selama berabad-abad untuk menjadi saksi atas kisah-kisah cinta di berbagai belahan dunia, sambil terus hidup untuk terus menyelesaikan kisah cintanya sendiri. <br/>Trus apa hubungannya dengan gargoyle? patung setan kecil yang biasanya berbadan binatang yang nempel di beberapa bangunan kuno itu. Walaupun dalam kisah ini akhirnya aku ngerti kalo namanya sebenernya bukan gargoyle. Tapi grotesque. <br/>Marianne ini pemahat grotesque, dan dia mengatakan bahwa dia membawa jantung setiap batu yg akan dijadikan grotesque. Dan dengan memahat batu-batu untuk menjadi grotesque, berarti dia memberi jiwa (jantung) kepada setiap karyanya. Sampai akhirnya, jantung terakhir itu, dia berikan untuk patung si porno-star tadi. So..bisa ditebak gimana endingnya kan? Reviewku mungkin terlalu sederhana, jadi memang lebih oke kalo kalian baca sendiri ya. Novel ini recommended. Banyak moral valuenya. Terutama tentang sikap tegar dan kuat pelaku utamanya untuk menjalani fase paling menyakitkan dalam hidupnya. Banyak banget informasi  tentang sejarah, berbagai bahasa dan ajaran2 Kristen yang nggak familiar. Andrew Davidson pinter mengatur ritme, pilihan bahasanya juga lucu dan menghibur. Untuk ukuran cerita cinta yang mengharu biru, novel ini sama sekali nggak cengeng, dan nggak drama. That why I love it!. <br/>
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Olenka']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/73810933</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="3 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_3_of_5.gif?1259785195" title="3 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/1722607.Olenka" class="bookTitle">Olenka (Paperback)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/669979.Budi_Darma" class="authorName">Budi Darma</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=literacy" class="actionLinkLite">literacy</a>
	
	<br/>



          
    			  Novel ini kabarnya salah satu karya terbaik dari Budi Dharma setelah Orang-orang di Bloomington. Setting yang diambil sama juga kok, di Bloomington. Inspirasi cerita ini kabarnya didapatkan setelah Budi Dharma ketemu sama seorang perempuan bersama 3 anak jembel di lift apartemennya. Setelah itu seperti orang kesurupan, dia menulis tanpa henti. Tapi sebagai sebuah cerita dengan sumber inspirasi yang sederhana, isi ceritanya sama sekali nggak sederhana. Walau cuma mengetengahkan cerita cinta segiempat antara Olenka, Wayne, Fanton Drummond (sang tokoh utama), dan Mary Carson, tapi kompleksitas karakter tokohnya bikin ceritanya menarik dan nggak membosankan. Yang menarik lagi, keempat tokoh itu digambarkan mencintai karya seni, baik karya sastra atau rupa. Yang juga gemar membaca apa saja. Diskusi yang terjadi diantara mereka bukan tanpa makna, filosofis, menggelinding ke topik apa saja. Walau sulit dicerna, tapi banyak memberikan waktu untuk merenung dan berpikir. Menarik, menarik. <br/><br/>Talk about the character, kita mulai dengan Olenka. Olenka is narsistis dan seksis, plus bakat seni meggambar yang luar biasa. Masa kecil yang maskulin membuatnya jadi pribadi yang mandiri dan tegar. Tapi Olenka tidak mau terikat dalam komitmen, karena kepercayaannya pada komitmen pernikahan dihancurkan oleh suaminya sendiri, Wayne. Penulis yang jenius tapi juga sama menyebalkannya dengan Leo Tolstoy (jujur aku nggak respek sama pribadi Tolstoy, bukan karyanya :p). Wayne begitu emosional dan manusiawi dalam karya-karyanya, seorang pengamat dan kritikus sosial yang detail. Tapi anehnya tidak punya cinta, kasih sayang, perhatian dan kepekaan dengan orang-orang di sekitarnya, termasuk Olenka dan Steven, anaknya. Wayne digambarkan patriarkis, konvensional, munafik, dan utopis dalam menghadapi realita hidup. <br/><br/>About Fanton, aku menggambarkannya sebagai laki-laki sial yang mencintai istri orang, Olenka. Yatim piatu yang tidak punya cita-cita dan tidak pernah merasakan cinta ini memang kasihan. Sebenarnya dianugerahi otak yang nggak bodoh dan bakat yang banyak, tapi karena tidak tahu apa yang sebenarnya dia cari di dunia ini, dan berpikir bahwa Olenka-lah tujuan hidupnya, jadilah dia luntang luntung nggak jelas. Berulang kali kenyataan mengantarkan kesimpulan bahwa Olenka tidak mencintainya, Fanton hanya persinggahan nafsu, tapi Fanton tidak peduli. He's obsessed. Dengan segala teori afinitas yang dia ciptakan sendiri dan hipnosis sajak “The Flea” dari John Donne yang dia sukai. Ceritanya gini, si Fanton dan Olenka itu digigit sama serangga yang sama, pas si Fanton mau membunuh serangga itu, sama Olenka nggak boleh, karena di badan serangga itu ada percampuran darah mereka. So sweet ya? Cuplikan sajaknya kaya gini: <br/>Mark but this flea, and mark in this<br/>How little that which thou denyst me is:<br/>It sucked me first, and now suck thee,<br/>And in this flea our two bloods mingled be.<br/>Thou knows that this cannot be said<br/>A sin, nor shame, nor loss of maidenhead<br/><br/>Tapi itu menurutku Olenka aslinya nggak semanis itu. She's not good girl. Jadinya sajak itu kupikir hanya untuk melambungkan Fanton ke awang-awang, rayuan gombal. Menurutku sih. Dan memang terbukti kok, Olenka nggak bener2 sayang sama Fanton.<br/><br/>Mary Carson, perempuan kuat juga, pribadi kompleks juga. Yang dianggap Fanton pendulum untuk mengalihkan perhatiannya pada Olenka. Fenomena normal untuk laki-laki yang putus asa mengejar cintanya sih. Tapi dia nggak ingin mengejar cintanya yang nggak pasti ke Fanton. So, dia memutuskan untuk meninggalkan Fanton.<br/><br/>Well yeah, nggak ada ending yang jelas dari cerita ini. Tapi tetap menarik dan terlihat nyata. Didukung potongan-potongan gambar dari koran dan foto yang dikumpulkan Budi Dharma, lengkap dengan catatan waktu dan tahunnya. Pesan moral cerita ini juga banyak, yang menggelinding dari isu feminisme, metafisika, kemanusiaan, kultur, hubungan antara manusia-alam-Tuhan, dan cinta itu sendiri. Tapi garis besarnya tetap tentang perempuan, dan dinamikanya dalam dunia modern. Perempuan di cerita itu ditunjukkan punya semangat, kemampuan dan daya untuk mencari kebahagiaannya sendiri. Sosok-sosok yang sukses dalam kemandirian. <br/> 
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="rating">
        
  
  
  

    <title>
    	<![CDATA[Ika Diyah voted on a review]]>
    </title>
    <link>http://www.goodreads.com/</link>
    <description>
    	<![CDATA[
    	<table>
    		<tr><td>
    		<a href="http://www.goodreads.com/user/show/246667-diah-ayu"><img alt="246667" src="http://photo.goodreads.com/users/1187527197p2/246667.jpg" /></a>
</td>
<td valign="top" colspan="2">
  <div class="updateContent">
  	<strong><a href="/user/show/2045370-ika-diyah">Ika Diyah</a></strong>
  	read and liked
  	<a href="http://www.goodreads.com/review/show/74239178" class="userName">Diah Ayu</a>'s
  	review of <a href="http://www.goodreads.com/book/show/6765740-perahu-kertas" class="bookTitleRegular">Perahu Kertas</a>:
  	<br/><br/>

  	
      
    	<span id="reviewTextContainer74239178" style="">&quot;<span id="freeTextContainerreview_rating74239178" class="reviewText">hmm, baca novel ini serasa lagi nonton drama Korea.<br/>iya sih, pas awal2 baca sbenernya juga uda tau klo ini novel ringan yg mungkin lebih mirip sm chicklit/teenlit gitu. agak ke tengah juga mulai nyadar bahwa ini ntar bakal mellow2. tapi makin la<a href="#" onclick="Element.show('freeTextreview_rating74239178'); Element.hide('freeTextContainerreview_rating74239178'); return false;">...more</a></span>
<span id="freeTextreview_rating74239178" style="display:none" class="reviewText">hmm, baca novel ini serasa lagi nonton drama Korea.<br/>iya sih, pas awal2 baca sbenernya juga uda tau klo ini novel ringan yg mungkin lebih mirip sm chicklit/teenlit gitu. agak ke tengah juga mulai nyadar bahwa ini ntar bakal mellow2. tapi makin lama makin dibaca kok jadinya makin cheesy yah?<br/><br/>i'm fine with love story. yg mellow2 sekalipun. tp yg aku gak 'sreg' dari novel ini adalah bahwa kedua tokoh utama merasa perlu menghabiskan banyak waktu berputar-putar kesana kemari sebelum akhirnya ketemu, hanya karena konflik yang sebenarnya.... gak ada.<br/><br/>gak ada konflik. <br/><br/>gak ada apa-apa. <br/><br/>yg ada hanyalah kecenderungan para karakter disini untuk menciptakan drama dalam hidupnya.<br/><br/>makanya, kubilang novel ini mengingatkanku pada drama Korea. itu tuh, kan biasanya ada adegan legendaris bersetting bandara dimana salah satu pemeran utama (entah yang pria ataupun wanita) akan pergi jauh meninggalkan si pemeran yang satunya sementara si pemeran satunya itu sibuk berlari2an di bandara untuk mencegahnya. adegan macam ini setiap kali selalu menghadirkan pertanyaan yg sama di benakku: emang gak ada hape ya, mas? mbak? bukannya apa ya, tapi adegan yg maunya &quot;so sweet&quot; itu sebenernya gak masuk akal kan? klise bgt gitu kesannya.<br/><br/>selain itu, rasanya aneh aja klo ada orang yg mikirnya ribet2 banget dan KOMPAKAN pula. bikin masalah jadi gak beres2 karena masing2 pihak punya kecenderungan berasumsi yg enggak2 terhadap pihak yg lainnya. jadi masalahnya sebenarnya cuma soal komunikasi... *alah<br/><br/>jadi??<br/>mungkin sebenarnya akulah yg aneh karena aku gak merasa begitu terharu sama novel ini.<a href="#" onclick="Element.hide('freeTextreview_rating74239178'); Element.show('freeTextContainerreview_rating74239178'); return false;">(less)</a></span>
&quot;</span>
    

    <div class="updateCommentLink">
  

  <a href="http://www.goodreads.com/review/show/74239178" class="actionLink">1 comment</a> 
</div>

  </div>

    		</td></tr></table>
    		]]>
  	</description>

    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Perfume: The Story of a Murderer']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/73811044</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="2 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_2_of_5.gif?1259785195" title="2 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/343.Perfume_The_Story_of_a_Murderer" class="bookTitle">Perfume: The Story of a Murderer (Paperback)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/39402.Patrick_S_skind" class="authorName">Patrick Süskind</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=literacy" class="actionLinkLite">literacy</a>
	
	<br/>



          
    			  Fiction-Suspense. Genre  novel yang belakangan marak beredar di rak-rak toko buku. Dengan judul yang provokatif dan cerita yang mengumbar sadisme ternyata punya selling point tersendiri, karena kabarnya novel2 semacam ini laris. Terlepas dari apakah stempel emas bertuliskan “International Bestseller” itu benar atau nggak. <br/>Kadang mikir juga, kenapa ya orang2 suka banget baca novel macam “Birdman (Psikopat Pembunuh Berdarah Dingin), “Blind Eye (Dokter Pencabut Nyawa)?” atau macam “Perfume (The Story of Murderer)” yang ada di pangkuanku ini?.  Sama alasannya kenapa orang2 suka nonton Saw atau Final Destination..membaca dan melihat fenomena ketidakwarasan itu sangat sia-sia dan wasting time (menurutku). Terutama jika ketidakwarasan itu terkesan terjadi tanpa alasan atau kalaupun dengan alasan, alasan yang sangat remeh-temeh. It seems the character is just born and crazy. Bahkan dikesankan seperti iblis. Dipersonifikasikan tak berhati, tak bermoral, berbuat kekejian dan akhirnya mati tanpa penyesalan. Mungkin memang ada ya fenomena seperti itu,  karena surat kabar juga nggak pernah berhenti memberitakan kasus-kasus psikopat. But yeah, kalau pemberitaan dalam bentuk penyampaian informasi itu memang cukup dengan deskripsi apa adanya, maka novel, cerita, atau apapun itu, seharusnya bisa jadi media untuk menggali lebih lanjut, alasan dibalik kondisi kejiwaan itu. So there’s something we can learn..<br/>Das Perfume karya Patrick Suskind ini boleh jadi fenomenal karena kekuatan deskripsinya. Tapi karena dia tidak memisahkan dengan jelas, apakah karya ini fiksi, atau novel sejarah, jadinya banyak hal2 yang menurutku nggak make sense. <br/>Ceritanya bergulir begini, kabarnya ada seorang pembunuh termahsyur dari Prancis bernama Jean-Baptiste Grenouille pada abad 17. Pembunuh itu dikenal mempunyai indra pembau (hidung) yang istimewa, sehingga dia bisa memetakan dan menghapalkan ribuan aroma. Itulah yang membuat dia mampu untuk mengkomposisi aroma sehingga bisa menjadi wewangian, entah itu parfum, cologne, sampe sabun yang orisinal dan istimewa. He’s genius. Kondisi sosial ekonomi yang keras pada masa itu, memberikan pengalaman hidup yang menyakitkan dan keras untuk Grenouille yang memang sudah yatim piatu sejak lahir. Bahkan ibunya dipancung karena bersikeras tidak mau membesarkannya. Hipotesisku, kerusakan jiwanya dimungkinkan karena dia muak karena manusia-manusia berhati busuk di sekitarnya. Karena dia nggak pernah merasakan cinta dan kasih sayang. Tapi nyatanya tidak, dalam novel ini diceritakan kalo dia muak pada manusia, karena dia benci bau manusia. Karena ternyata sejak lahir, dia tidak memiliki bau. Entah ini yang dimaksud keringetnya nggak bau, atau apalah (ini yang nggak jelas, dan belum kucari tau juga sih, apa mungkin ada manusia yang keringetnya nggak punya bau?).  Nah, setelah berkelana belajar untuk membuat parfum terbaik, dan sukses menggelontor pasar parfum dengan karya2nya yang luar biasa, manusia unik ini memilih berkelana, dan begitu terobsesi terhadap aroma perawan. Dan itulah yang melandasinya hasratnya untuk membunuh 25 perempuan perawan untuk mendapatkan aromanya. Caranya? Perempuan itu dipukul atau dicekik sampe mati. Trus ditelanjangi dan dibungkus tubuhnya dengan kain linen yang sudah dilumuri lemak sehingga keringet korbannyanya melekat, then memotong rambut korbannya dan membawa pakaian mereka.  Si korban tidak disentuh dan dilecehkan. Grenouille hanya terobsesi pada aroma. Sampe pada pembunuhan ke-25, Grenouille tertangkap, dan akan dihukum salib. Tapi, akhirnya dia nggak jadi disalib karena dia menuangkan parfum racikan “aroma perawan” tadi di tubuhnya, sehingga mampu menghipnotis orang2 yang akan menhukumnya, melihatnya seolah-olah 25 korban tadi. “aroma perawan” itu begitu mengitimasi aroma asli 25 korban tadi. well, inilah bagian anehnya. Belum selesai,si Grenouille ini pergi ke tempat orang2 berkerumunun, kemudian menuangkan lagi parfum “aroma perawan” tadi, dan orang2 itu jadi bernafsu untuk membunuhnya, dan memakan tubuhnya. Karena rasa sangat ingin memiliki aroma tadi. karena aroma perawan kabarnya begitu menggoda, menarik siapapun untuk memiliki. Ok, sekarang rupanya bukan hanya Grenouille yang nggak waras. Semua orang yg diceritakan disitu nggak waras. Lebih masuk akal aksi gendam ato bius bermotif kriminal daripada memperdaya dan menstimulasi otak orang untuk berhalusinasi karena parfum. Judulnya seharusnya Perfume (The Story of Sick People at Paris) :p. Kesimpulannya, novel ini fiction. Terlepas dari beberapa fakta sejarah yang bertebaran dimana-mana, mungkin fakta itu hanya untuk memperkuat cerita, yang bisa menarik dan menghipnotis pembaca untuk menyelesaikannya.  A kind of gimmick.  Pesan moralnya: dont get too obsessive..that makes u crazy. Hehehe..
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Bernanke's Test: Ben Bernanke, Alan Greenspan, and the Drama of the Central Banker']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/68662844</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="2 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_2_of_5.gif?1259785195" title="2 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/4783988.Bernanke_s_Test_Ben_Bernanke_Alan_Greenspan_and_the_Drama_of_the_Central_Banker" class="bookTitle">Bernanke's Test: Ben Bernanke, Alan Greenspan, and the Drama of the Central Banker (Hardcover)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/153236.Johan_Van_Overtveldt" class="authorName">Johan Van Overtveldt</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=economic" class="actionLinkLite">economic</a>
	
	<br/>



          
    			  
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Ganti Hati']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/58270903</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="4 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_4_of_5.gif?1259785195" title="4 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/3036589.Ganti_Hati" class="bookTitle">Ganti Hati (Paperback)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/1364801.Dahlan_Iskan" class="authorName">Dahlan Iskan</a>
    			<br/>
    			

	<span class="userReview">bookshelves: </span>
	
		<a href="http://www.goodreads.com/review/list/2045370?shelf=self-building" class="actionLinkLite">self-building</a>
	
	<br/>



          
    			  
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
            <update type="rating">
        
  
  
  

    <title>
    	<![CDATA[Ika Diyah voted on a review]]>
    </title>
    <link>http://www.goodreads.com/</link>
    <description>
    	<![CDATA[
    	<table>
    		<tr><td>
    		<a href="http://www.goodreads.com/user/show/153826-ronny"><img alt="153826" src="http://photo.goodreads.com/users/1255428176p2/153826.jpg" /></a>
</td>
<td valign="top" colspan="2">
  <div class="updateContent">
  	<strong><a href="/user/show/2045370-ika-diyah">Ika Diyah</a></strong>
  	read and liked
  	<a href="http://www.goodreads.com/review/show/45911527" class="userName">Ronny</a>'s
  	review of <a href="http://www.goodreads.com/book/show/1008473.The_Science_of_Superheroes" class="bookTitleRegular">The Science of Superheroes</a>:
  	<br/><br/>

  	
      
    	<span id="reviewTextContainer45911527" style="">&quot;<span id="freeTextContainerreview_rating45911527" class="reviewText"><strong>2009#34</strong><br/><br/>Kamis 7 Mei 2009, tanpa sadar HP saya terjatuh dalam taksi saat turun di daerah Jakarta Selatan. Saat menyadarinya, taksi itu sudah tak kelihatan, padahal bbrp jam lagi, persisnya pk 18.30, ada rapat moderator GRI. Ada empat skenar<a href="#" onclick="Element.show('freeTextreview_rating45911527'); Element.hide('freeTextContainerreview_rating45911527'); return false;">...more</a></span>
<span id="freeTextreview_rating45911527" style="display:none" class="reviewText"><strong>2009#34</strong><br/><br/>Kamis 7 Mei 2009, tanpa sadar HP saya terjatuh dalam taksi saat turun di daerah Jakarta Selatan. Saat menyadarinya, taksi itu sudah tak kelihatan, padahal bbrp jam lagi, persisnya pk 18.30, ada rapat moderator GRI. Ada empat skenario yang terpikir agar HP itu bisa didapat balik:<br/><br/>1) Saya bisa jadi The Flash lalu berlari mengejar taksi itu dengan mudah, karena The Flash bisa lari melebihi kecepatan peluru 1.200 m/dtk. Cuma masalahnya, sebagaimana dihitung2 oleh dua orang gila penulis buku ini, butuh puluhan bahkan ratusan kali lipat asupan kalori harian orang normal untuk bisa berlari secepat The Flash, padahal saya tak makan siang sebanyak itu. Belum lagi bunyi letusan <em>sonic boom</em> yang akan saya timbulkan krn bergerak melebihi kecepatan suara (yang cuma 331,29 m/dtk). Dan yang paling penting, dengan berlari secepat itu, pendengaran dan penglihatan saya <em>semestinya tidak bisa</em> berfungsi normal. Salah2 saya lari ke mana padahal taksinya ke mana gitu.<br/><br/>2) Saya bisa cari tempat aman dan ganti kostum Spider-Man lalu dengan &quot;kecepatan, kekuatan, dan kelincahan laba-laba&quot; (seperti dibilang di komiknya) mengejar taksi itu dengan berayun dari gedung ke gedung. Masalahnya cuma satu: laba2 ternyata tidak memiliki sifat2 yang dibilang itu! Kaki laba-laba tidak memiliki koordinasi untuk tidak saling nyrimpet (terbelit) saat bergerak dg kecepatan tinggi. Laba2 juga tidak bisa dibilang kuat untuk ukurannya (Stan Lee mungkin sedang terpikir semut raksasa ketika menulis ini). Dan yang terpenting, laba2 bukan pemburu hebat: &quot;Betapapun cerdas kelihatannya, laba2 bukan predator yang efektif. Mereka tidak berburu, mereka menunggu buruannya terperangkap jaringnya.&quot;<br/><br/>3) Atau di tengah2 kejengkelan ini, saya pun berubah jadi Hulk si raksasa hijau, akibat radiasi sinar gamma yang menerpa saya bbrp tahun lalu. Diliputi amarah dan baju robek2 (tapi celana tidak), saya kejar taksi itu dengan berlari atau melompat-lompat menimbulkan kegemparan di tengah kota. Tapi ada masalah lagi: sinar gamma terpancar dari zat-zat radioaktif macam Cesium-137, Cobalt-60, atau Uranium-135. Orang yang terkena radiasi ini tidak akan berubah hijau atau mengalami transformasi sel, melainkan kena macam2 kanker atau mati sekalian. Agar lebih masuk akal, kedua penulis membuat skenario lain ttg asal usul Hulk: alih-alih terkena radiasi nuklir, Hulk muncul berkat eksperimen kelenjar adrenal penghasil steroid yang dengan mudahnya (dan ilmiah) bisa memompa otot seseorang sampai 8 kali lipat. Gagah tampaknya, tapi tidak jantan. Steorid berlebih bisa menimbulkan kebotakan dan impotensi. Inilah sumber kemarahan Hulk &quot;ilmiah&quot; ini :D Sedangkan warna hijau didapatnya dari mikroinjeksi zigot. Para ilmuwan Perancis telah berhasil membuat kelinci hijau bernama Alba, dg mengambil protein suatu spesies ubur2 yg menyala, memodifikasi gennya, lalu menyuntikkannya ke sel telur kelinci.<br/><br/>4) Atau saya bisa menjadi Superman, superhero yang mengawali semuanya. Saya lacak taksi itu dengan penglihatan dan pendengaran super, lalu terbang mengejarnya. Tapi masalahnya, kalau saya punya pendengaran super dan bisa terbang, ngapain juga saya repot2 punya HP dan naik taksi?<br/><br/>Jadi kawan2, maaf yah kalo ada yang menghubungi/mensms saya tapi tak kunjung berbalas untuk sementara ini.<br/><br/><br/>-----<br/>NB: Buku ini sama sekali bukan &quot;ejekan&quot; ilmuwan thd kadar keilmiahan cerita2 komik. Kedua penulisnya sendiri penggila komik dg kadar pengetahuan sejarah komik yang terbilang abnormal. Mereka mengulas mana yang mungkin dan mana yang tak mungkin dalam komik. Terbang melebihi kecepatan cahaya itu tidak mungkin, seberapa pun canggihnya teknologi nanti. Sementara mutan2 macam <em>X-Men</em> itu mungkin. Dan komik yang paling ilmiah/realistis menurut mereka ternyata adalah Donal Bebek bikinan Carl Barks. Barks adalah penulis dan ilustrator Disney paling terkemuka yang membikin semua komik Donal sejak 1942-1966. Dialah yang mencipta tokoh Gober Bebek, Gerombolan Siberat dll. Menurut buku ini, Barks mampu menggambarkan latar suasana dan aksi-aksi keluarga Bebek dengan sangat detail dan realistis. Saya setuju sekali soal ini (saya pernah menulis esai tentang riwayat Gober Bebek sebagai riwayat kapitalisme di sini: <a rel="nofollow" target="_blank" href="http://www.goodreads.com/story/show/17064.Jalan_Hidup_Si_Bebek_Jutawan">Jalan Hidup Si Bebek Jutawan</a>)<br/><br/>Salah satu karya Barks paling spektakuler adalah cerita terbitan th 1949 ini: Donal ditugasi Paman Gober mengangkat kapal yang karam di dasar laut, dan seperti biasa Gober Bebek pelit, tidak mau keluar banyak dana. Donal dan Kwik, Kwek, Kwak pun akhirnya punya ide untuk mengisi penuh kapal karam itu dg bola2 ping-pong. Air terdesak keluar tergantikan bola ping pong, dan udara dalam ribuan bola ping pong itu akhirnya cukup kuat untuk mengangkat kapal itu ke permukaan.<br/><br/>Khayalan belaka? Tunggu dulu. Th 1964 ilmuwan Denmark Karl Kroeyer ditugasi mengangkat sebuah kapal tanker yang karam ke dasar lautan di dekat Teluk Parsi. Kroeyer mengisi penuh tanker itu dengan gelembung2 polystyrene yang  bisa memuai. Percobaannya berhasil dan kapal tanker itu pun terangkat ke permukaan. Dari mana ia dapat ide ini? <em>Dari membaca komik Donal itu semasa kecilnya di Kopenhagen!</em><a href="#" onclick="Element.hide('freeTextreview_rating45911527'); Element.show('freeTextContainerreview_rating45911527'); return false;">(less)</a></span>
&quot;</span>
    

    <div class="updateCommentLink">
  

  <a href="http://www.goodreads.com/review/show/45911527" class="actionLink">75 comments</a> 
</div>

  </div>

    		</td></tr></table>
    		]]>
  	</description>

    

      </update>
            <update type="review">
        
  
  
  
    
    	<title>
    		<![CDATA[Ika added 'Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade']]>
    	</title>
  	  	<link>http://www.goodreads.com/review/show/51120855</link>
  	
    	<description>
    		<![CDATA[
    			Ika gave <img alt="3 of 5 stars" class="star" height="15" src="http://www.goodreads.com/images/layout/stars/red_star_3_of_5.gif?1259785195" title="3 of 5 stars" width="75" /> to:	<a href="http://www.goodreads.com/book/show/1244286.Filosofi_Kopi_Kumpulan_Cerita_dan_Prosa_Satu_Dekade" class="bookTitle">Filosofi Kopi: Kumpulan Cerita dan Prosa Satu Dekade (Paperback)</a>
    			<span class="by">by</span>
    			<a href="http://www.goodreads.com/author/show/164478.Dee" class="authorName">Dee</a>
    			<br/>
    			



          
    			  
    			
    		]]>
    	</description>
  	
    

      </update>
          </updates>
      
</user>

</GoodreadsResponse>