Bandung discussion

172 views
Jalan-jalan Bertualang > Hayu atuh Jalan-jalan, barudak! Mari Bertualang!

Comments (showing 1-50 of 952) (952 new)    post a comment »

message 1: by Pandasurya (last edited Oct 27, 2011 07:50PM) (new)

Pandasurya | 1692 comments Yak, baiklah, dalam rangka mewadahi minat jalan-jalan bertualang teman2 sekalian, baik yang barudak goodreads Bandung ato bukan,mangga pada teman2 sekalian, silakan diobral usulan masukan tempat jalan2 berikutnya di thread ini. Nanti kalo sudah terpilih waktu dan tempat bisa dibikin thread tersendiri.

Sebenarnya jalan2nya yang dimaxutkan di sini, menurut pandangan sayah, adalah jalan2 yang ke alam gitu, seperti ke pegunungan, melihat kehijauan, pantai, laut ato pulau. Dan tentu boleh juga kalo masih ada hubungan dengan Sejarah, Seni ato Budaya. Jadi bukan jalan2 yg masih di tengah kota. Dan ongkos jalan2nya pun yang murah meriah aja, dan masih di sekitaran Bandung, Jawa barat, dan sekitarnya. Tapi tentu tidak menutup kemungkinan lokasi di luar Jawa Barat kalo masih dalam jangkaun dompet murah meriah :p

Murah meriah itu berapa? Kalo dari yg udah2 ke Kampung Naga (Garut) dan ke Curug Malela (Cililin) total pengeluaran per orang masih di bawah kisaran Rp. 200 rebu. Bagi kami (barangkali) biaya segitu masih termasuk murah meriah. Entah bagi yang lain. Tapi intinya adalah jalan2 bareng, murah meriah, seru2an bertualang ke alam. Begitulah.

Sekali lagi, peserta yg ingin ikut boleh siapa saja, tidak harus anggota goodreads.

Berikut ini adalah sejumlah poto2 petualangan kami sebelumnya:

[image error]

[image error]
Kampung Pulo dan Kampung Naga (Garut, 29 Desember 2010 )

Cerita2, Poto2, & Laporan Pandangan Mata (LPM) ke Kampung Naga:
http://www.goodreads.com/topic/show/4...

[image error]

src="https://lh6.googleusercontent.com/_3N...

720/DSC_0798-ed.JPG" width="500" height="280" alt="description"/>
Curug Malela (Cililin, Kab. Bandung Barat, 23-24 April 2011)

Cerita2, Poto2 & Laporan Pandangan Mata (LPM) ke Curug Malela:
http://www.goodreads.com/topic/show/5...

Nah, silakan bagi teman2 lain yang akan mengusulkan tempat jalan2 berikutnya..:)

Hayu atuh kita bertualang!:)


Rhea (rheasiwi) | 262 comments masih tetep. pulau sempu *ngeyel*


message 3: by indri, moderator nu geulis (new)

indri (indrijuwono) | 1511 comments Mod
pantai. ngeliat krakatoa.


message 4: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
Gunung Padang :D

*keukeuh


Pandasurya | 1692 comments baiklah. baiklah. semua usulan ditampung dulu ya
jendril sisil juga usul mo ke Taman Hutan Nasional Lindung Gunung Halimun-Salak katanya


Nenangs | 772 comments karimun jawa!


Ai Nurfaiziyah (nurfycintabuku) | 67 comments plisss, jangan yang trek nya kayak malela... ;(


owl (buzenk) | 700 comments puncak :D


message 9: by Pandasurya (last edited May 25, 2011 12:29AM) (new)

Pandasurya | 1692 comments eleuh..eleuh..meni ngan sabaris-sabaris kitu nya komen teh..:D

ahaha..eta bu dokter Nurfy kenapa atuh? gak kuwat? :D
sok diakod ateuh..:p


message 10: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
mau didelet Pan, komeng si Bujeng? *nyengir*


message 11: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
PIRAMIDA PENINGGALAN JAMAN PRASEJARAH DI GUNUNG PADANG CIANJUR
by Ch Charlie on Tuesday, December 7, 2010 at 2:57pm


Cianjur, JM–Daerah Kecamatan Campaka, Cianjur disinyalir ditemukan sebuah bangunan Piramida peninggalan jaman prasejarah. Piramid yang berukuran empat kali lebih besar dari ukuran biasa, puncaknya saja, diperkirakan menjadi piramida yang terbesar di kawasan Asia Tenggara.“Tentu ini adalah temuan sejarah masa lalu, piramid yang pernah ada dikira-kira seperti itu. Persis seperti di meksiko dan mesir. Disini juga ada,” ujar Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat meninjau pameran Kebudayaan Sunda yang digelar di halaman kantor Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan, Jl. Ir. H. Juanda No. 6 Bogor, Senin (25/10/2010).Namun benda purbakala ini nasibnya masih mengenaskan. Jauh dari keamanan apalagi perawatan. Untuk itu, tahun 2011, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bertekat akan menyelamatkan situs tersebut. Pemerintah Provinsi akan mengalokasikan dana sekitar Rp 1-2 Miliar untuk merawat temuan tersebut. “Paling tidak akan kita lakukan untuk menjaga jangan sampai dirusak dan disentuh dengan pagar yang memadai. Sehingga orang-orang kalau ke sana tidak lagi merambah situsnya. Cukup melihat dari luar,” tambah Gubernur.


Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudyaan Provinsi Jawa Barat Herdiwan menambahkan, Piramida yang ditemukan di Gunung Padang ini merupakan warisan dari jaman prasejarah. “Puncaknya yang sudah ditemukan oleh arkeologi pusat luasnya terbesar di Asia Tenggara. Sekarang ditemukan pathok-pathok seperti piramid, itu paling luas di dunia,” tambah Herdiwan.


Sejauh ini usaha pengamanan yang dilakukan masih sebatas memasang kawat pengaman di areal puncak piramida. Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jawa Barat Pon S. Purajatnika menambahkan sampai saat ini proses eskavasi belum bisa dilakukan, baik di areal puncak yang meliputi empat hektar dan areal keseluruhan yang diperkirakan seluas 50 hektar.Bila hal ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan benda-benda situs yang berserakan di areal tersebut bida dijadikan batu kali oleh penduduk sekitar Desa Karya Mukti tersebut.Berdasarkan berbagai sumber, Situs Gunung Padang merupakan situs megalitik berbentuk punden berundak yang terbesar di Asia Tenggara. Ini mengingat luas bangunan purbakalanya sekitar 900 m2 dengan luas areal situs sendiri kurang lebih sekitar 3 hektar.

Keberadaan situs ini pertama kali muncul dalam laporan Rapporten van de oudheid-kundigen Dienst (ROD), tahun 1914, selanjutnya dilaporkan NJ Krom tahun 1949. pada tahun 1979 aparat terkait dalam hal pembinaan dan penelitian bend cagar budaya yaitu penilik kebudayaan setempat disusul oleh ditlinbinjarah dan Pulit Arkenas melakukan peninjauan ke lokasi situs. Sejak saat itu upaya penelitian terhadap situs Gunung Padang mulai dilakukan baik dari sudut arkeologis, historis, geologis dan lainnya.Bentuk bangunan punden berundaknya mencerminkan tradisi megalitik (mega berarti besar dan lithos artinya batu) seperti banyak dijumpai di beberapa daerah di Jawa Barat. Situs Gunung Padang yang terletak 50 kilometer dari Cianjur konon merupakan situs megalitik paling besar di Asia Tenggara. Di kalangan masyarakat setempat, situs tersebut dipercaya sebagai bukti upaya Prabu Siliwangi membangun istana dalam semalam.Dibantu oleh pasukannya, ia berusaha mengumpulkan balok-balok batu yang hanya terdapat di daerah itu. Namun, malam rupanya lebih cepat berlalu.

Di ufuk timur semburan fajar telah menggagalkan usaha kerasnya, maka derah itu kemudian ia tinggalkan. Batu-batunya ia biarkan berserakan di atas bukit yang kini dinamakan Gunung Padang. Padang artinya terang.Punden berundak Gunung Padang, dibangun dengan batuan vulkanik masif yang berbentuk persegi panjang. Bangunannya terdiri dari lima teras dengan ukuran berbeda-beda. Batu-batu itu sama sekali belum mengalami sentuhan tangan manusia dalam arti, belum dikerjakan atau dibentuk oleh tangan manusia. Balok-balok batu yang jumlahya sangat banyak itu tersebar hampir menutupi bagian puncak Gunung Padang.Penduduk setempat menjuluki beberapa batu yang terletak di teras-teras itu dengan nama-nama berbau Islam. Misalnya ada yang disebut meja Kiai Giling Pangancingan, Kursi Eyang Bonang, Jojodog atau tempat duduk Eyang Swasana, sandaran batu Syeh Suhaedin alias Syeh Abdul Rusman, tangga Eyang Syeh Marzuki, dan batu Syeh Abdul Fuko. red/**


message 12: by Pandasurya (last edited May 24, 2011 11:24PM) (new)

Pandasurya | 1692 comments Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "mau didelet Pan, komeng si Bujeng? *nyengir*"

haha..bukan hak, kemauan, dan kemampuan sayah untuk delet komen, qui..huehue:p


message 13: by Ai (new)

Ai Nurfaiziyah (nurfycintabuku) | 67 comments haha, moal kiat kang, ngakod abdi mah, abot.., hehehe

Maklum weh, tuur rada leklok kitu ari trek na sapertos kamari mah.., hawatos asam urat.., wkwkwkwk...


message 14: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
Situs Megalitik Gunung Padang, Cianjur

By Awang HS

Situs arkeologi Gunung Padang di Kabupaten Cianjur belum tentu diketahui semua orang. Padahal, situs megalitik ini, dengan luas 3 ha, diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Tentu sangat disayangkan bila kita tak mengenalnya. Kabupaten Cianjur berkehendak ingin menjadikan situs ini sebagai andalan tujuan wisata sekaligus pendidikan.

Sabtu 19 Februari 2011 yang lalu, bersama sekitar 60 orang saya mengunjungi situs ini dalam acara “jajal geotrek Gunung Padang”. Para peserta acara ini berasal dari berbagai kalangan dan profesi di masyarakat dan pemerintah daerah. Jajal geotrek ini diorganisasi Truedee Publishing, Bandung dengan pemandu lapangan (interpreter) berasal dari kalangan geologist (Pak Budi Brahmantyo ITB), archaeologist (Pak Lutfi Yondri dari Balai Arkeologi) dan budayawan (Pak Lucky Hendrawan, sekolah seni Bandung). Saya diajak penyelenggara jajal geotrek ini untuk mengamati situs ini dan barangkali bisa memberikan penafsiran bersifat ‘multidimensi’.

Rombongan berangkat dari Bandung menggunakan bus dan kereta api ekonomi. Rombongan bertemu dengan peserta dari luar Bandung (Jabodetabek) di kantor Dinas Pariwisata dan Budaya Cianjur. Rombongan jajal geotrek Gunung Padang menggunakan bus tanggung dan berbagai kendaraan jeep dan sejenisnya serta motor berangkat dari Cianjur menuju Warungkondang-Lampegan. Kondisi jalan sampai Lampegan bervariasi dari buruk-bagus.

Setelah mengunjungi terowongan historis rel kereta api dan stasiun Lampegan yang dibangun pada 1879-1882, rombongan menuju target utama yaitu situs Gunung Padang. Jalan ke arah situs ini merupakan areal perkebunan teh dan karet. Kondisi jalan terlalu berbahaya untuk bus, maka hanya kendaraan jeep dan sejenisnya serta motor yang bisa meneruskan sampai di lokasi situs.

Situs Gunung Padang terletak di puncak sebuah bukit, untuk mencapainya dari dasar, maka harus meniti tangga curam setinggi 95 meter terbuat dari tiang-tiang batuan andesit yang ditidurkan sebanyak hampir 400 anak tangga. Tentu saja ini melelahkan, membuat dada sesak dan kaki pegal. Tetapi kelelahan itu terbayar dengan betapa menakjubkannya pemandangan di atas ke sekeliling bukit dan bangunan situs megalitiknya sendiri. Di pelataran situs megalitik ini, para peserta mendengarkan para interpreter menjelaskan situs ini dari berbagai pendekatan keilmuan, berdiskusi, juga melihat-lihat ribuan tiang-tiang batu andesit basaltik dan basal membentuk tiang-tiang bersisi empat atau lima yang disusun sedemikian rupa untuk berbagai fungsi.

Semua bangunan megalitik di seluruh dunia yang dibangun pada masa prasejarah (mis.: Piramida, Mesir dan Stonehenge, Inggris) atau masa sejarah (Machu Picchu, Peru) dibangun dengan mempertimbangkan posisi “geomantik” (posisi bangunan terhadap unsur-unsur alam di Bumi seperti gunung dan mata angin) atau “astromantik” (posisi bangunan terhadap garis edar rasi-rasi bintang, planet atau Matahari). Untuk keperluan meneliti posisi geomantik situs Gunung Padang ini saya membawa kompas orientasi Sunto dan GPS tipe 60CSx yang akan dipakai untuk mempelajari lokasi, ketinggian dan orientasi situs ini terhadap arah mataangin dan semua gunung/bukit di sekitarnya.

Sebelum berangkat ke sini, saya juga sudah melakukan pemrograman astronomik menggunakan software ‘planetarium’ untuk melihat peta langit saat situs ini dibangun. Software ini memungkinkan pelacakan peta langit ribuan tahun ke masa lalu. Ini saya lakukan untuk melihat posisi astromantik situs Gunung Padang.

Situs Gunung Padang merupakan Punden Berundak yang tidak simetris, berbeda dengan punden berundak simetris seperti Borrobudur, juga berbeda dengan punden berundak simetris lainnya yang ditemukan di Jawa Barat seperti situs Lebak Sibedug di Banten Selatan. Sebuah punden berundak tidak simetris menunjukkan bahwa pembangunan punden ini mementingkan satu arah saja ke mana bangunan ini menghadap.

Lokasi situs Gunung Padang berada di titik 06°59,522′ LS dan 107°03,363 BT. Situs Gunung Padang terdiri atas lima teras (tingkatan). Dasar situs terdapat di ketinggian 894 m dpl, data setiap teras adalah sebagai berikut:

1. teras pertama berada pada ketinggian 983 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT,
2. teras kedua berada pada ketinggian 985 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 337° UT,
3. teras ketiga berada pada ketinggian 986 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 335° UT,
4. teras keempat berada pada ketinggian 987,5 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 330° UT,
5. teras kelima berada pada ketinggian 989 m dpl, arah teras menghadap ke azimut 345° UT.

Data koordinat GPS untuk setiap teras ada, tidak saya sertakan di sini karena terlalu detail, tetapi dari teras 1-5 tersusun dari utara ke selatan.

Berdasarkan data di atas, tinggi punden berundak situs Gunung Padang adalah 95 meter dengan arah utama teras menuju utara baratlaut dengan rata-rata azimut 336,40 ° UT. Seluruh teras situs Gunung Padang ini mengarah kepada Gunung Gede (2950 m dpl) yang terletak sejauh sekitar 25 km dari situs ini.

Bahan bangunan pembuat situs adalah batu-batu besar andesit, andesit basaltik, dan basal berbentuk tiang-tiang dengan panjang dominan sekitar satu meter berdiameter dominan 20 cm. Tiang-tiang batuan ini mempunyai sisi-sisi membentuk segibanyak dengan bentuk dominan membentuk tiang batu empat sisi (tetragon) atau lima sisi (pentagon). Setiap teras mempunyai pola-pola bangunan batu yang berbeda-beda yang ditujukan untuk berbagai fungsi. Teras pertama merupakan teras terluas dengan jumlah batuan paling banyak, teras kedua berkurang jumlah batunya, teras ke-3 sampai ke-5 merupakan teras-teras yang jumlah batuannya tidak banyak.

Situs Gunung Padang pertama kali dilaporkan keberadaannya oleh peneliti kepurbakalaan zaman Belanda: N.J. Krom. Laporan pertama tentang Gunung Padang muncul dalam laporan tahunan Dinas Purbakala Hindia Belanda tahun 1914 (Rapporten van den Oudheidkundigen Dienst in Nederlandsch-Indie). N.J. Krom tidak melakukan penelitian mendalam atasnya, hanya menyebutkan bahwa situs ini diperkirakannya sebagai sebuah kuburan purbakala. Situs ini kemudian dilaporkan kembali keberadaannya pada tahun 1979 oleh penduduk setempat kepada penilik kebudayaan dari pemerintah daerah. Sejak itu, situs ini telah diteliti cukup mendalam secara arkeologi meskipun masih menyisakan berbagai kontroversi. Para ahli arkeologi sepakat bahwa situs ini bukan merupakan sebuah kuburan seperti dinyatakan oleh Krom (1914), tetapi merupakan sebuah tempat pemujaan.

Pengamatan di lapangan; pengukuran posisi, ketinggian dan azimut setiap teras; pengolahan data posisi situs menggunakan program astronomi (”arkeoastronomi); memperhatikan semua keterangan para interpreter serta diskusi-diskusi dengan para peserta; membawa saya kepada sebuah kesimpulan yang pada intinya adalah bahwa situs megalitikum Gunung Padang adalah sebuah situs megalitikum prasejarah yang dibangun untuk keperluan penyembahan dan dibangun pada posisi yang telah memperhatikan geomantik dan astromantik.

Tentang umurnya, ada yang berpendapat bahwa situs ini dibangun pada masa Prabu Siliwangi dari Kerajaan Sunda sekitar abad ke-15 karena ditemukan guratan senjata kujang dan ukiran tapak harimau pada dua bilah batu. Tetapi para ahli arkeologi berpendapat bahwa situs ini umurnya adalah 1500 SM berdasarkan bentuk monumental megalit dan catatan perjalanan seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda, Bujangga Manik , yang semasa dengan Prabu Siliwangi, yang menulis bahwa situs ini sudah ada sebelum Kerajaan Sunda. Dan, tidak mungkin Bujangga Manik tidak tahu kalau situs ini dibangun oleh Kerajaan Sunda sebab ia pun seorang bangsawan dari Kerajaan Sunda. Tidak ditemukannya artefak berupa manik-manik atau peralatan perunggu menyulitkan penentuan umur situs ini. Kebanyakan artefak megalitik di Indonesia dan Asia Tenggara ditemukan pada saat Kebudayaan Dongson (500 SM) berlangsung (Sukmono, 1977, 1990).

Situs megalitikum Gunung Padang telah dibangun dalam harmoni geologi sebab ia dibangun memanfaatkan sebuah bukit punggungan/puncak lava andesit basaltik dan lava basaltik berumur Pliosen (2,1 juta tahun, lihat peta geologi lembar Cianjur - dipetakan oleh Mang Okim, 1973, direvisi 2003 dan lembar Sindangbarang) yang terbuat dari tiang-tiang batuan andesit dan basal yang telah terlepas secara alami karena retakan oleh pendinginan lava (kekar tiang, columnar jointing). Batu-batu tiang ini kemudian ditambang oleh manusia pada zaman itu untuk membangun punden berundak-undak.

Situs megalitikum Gunung Padang telah dibangun dalam harmoni geomantik untuk tujuan religiositas berupa penyembahan Sang Hyang atau sang penguasa alam saat itu yang oleh manusia pada masa itu diyakini bermukim di puncak Gunung Gede. Gunung dalam kosmologi agama purba Jawa adalah personifikasi pemberi dan pengambil (Magnis-Suseno, 2006). Ia pemberi kesuburan tanah yang menumbuhkan tanaman untuk dimakan, tetapi ia juga adalah sang pengambil yang letusannya bisa membinasakan siapa saja. Maka gunung harus disembah agar ia tak marah dan selalu memberi berkah. Bahwa situs ini dipakai untuk tempat penyembahan dengan orientasi sang penguasa di Gunung Gede dibuktikan oleh kelima teras situs ini dari yang paling rendah (teras 1) sampai yang paling tinggi (teras 5) selalu diarahkan ke Gunung Gede yang posisinya berada pada arah azimut rata-rata 336,40 ° UT. Di teras 2 terdapat dua menhir dan satu dolmen kecil yang kelihatannya dipakai untuk duduk, dan itu tepat
mengarah ke puncak Gunung Gede. Arah azimut rata-rata ini pun membentuk kelurusan dengan semua bukit/gunung yang ada di sekitar Gunung Padang yaitu : Pasir Pogor, Gunung Kancana, Gunung Gede, Gunung Pangrango.

Situs Gunung Padang pun secara geologi berada pada area yang secara kegempaan cukup aktif, yaitu tidak jauh dari Sesar Cimandiri. Sesar Cimandiri adalah sesar besar yang memanjang dari Teluk Pelabuhanratu sampai sekitar Padalarang. Bila ada pengaktifan gaya geologi di sekitar Teluk Pelabuhanratu atau Jawa Barat Selatan, maka sesar ini sering menjadi media penerus gaya goncangan gempa. Beberapa menhir yang terguling dan patah di area situs ini diperkirakan diakibatkan gempa. Pembangunan situs ini juga, terutama di teras 1 telah cukup memperhatikan masalah kelabilan area ini yaitu dengan cara menyusun tiang-tiang batu secara mendatar dan saling menumpuk untuk penguatan. Dalam hubungannya dengan penyembahan, situs ini pun dapat dibangun untuk maksud agar manusia dijauhkan dari bencana gempa atau gunungapi yang memang sumber-sumbernya tidak jauh dari Gunung Padang.

Tidak seperti banyak banyak situs megalitikum lainnya (seperti Piramida, Stonehenge, Machu Picchu) yang dibangun untuk menyembah atau mengindahkan (dewa) Matahari, situs Gunung Padang dibangun untuk diorientasikan seluruhnya kepada Gunung Gede. Ini nampak dari pola bangunan punden berundaknya yang asimetris, tidak dibangun simetris ke semua sisi seperti Candi Borrobudur, tetapi hanya ke satu sisi, yaitu Gunung Gede. Dengan demikian, Gunung Gede menempati posisi geomantik yang sangat kuat bagi situs Gunung Padang.

Yang unik dari situs megalitik Gunung Padang adalah ditemukannya bilah-bilah batuan yang diperuntukkan sebagai alat musik. Ini adalah penemuan pertama di Indonesia. Dahlan dan Situngkir (2008) dari Bandung Fe Institute berbekal alat perekam dan analisis Fourier transform pernah meneliti musikologi situs ini dan menyimpulkan bahwa terdapat tiga bilah batu yang bisa mengeluarjan nada musik dengan dentingan (pitch) berfrekuensi dari 2600-5200 kHz selaras dengan nada-nada f”’, g”’, d”’, a”’. Saya mengambil batu basal kecil dan memukul-mukulkannya ke alat musik batu ini, menakjubkan mendengar batu bisa punya dentingan yang tinggi dan teratur. Dapat dibayangkan bahwa manusia pada zaman dahulu ini melakukan penyembahan dengan iringan musik-musik batu. Menurut cerita, konon penduduk kampung di bawah situs ini masih suka mendengarkan riuh musik dari bukit ini pada malam-malam tertentu.


message 15: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
Secara astronomis, situs Gunung Padang pun mempunyai harmoni dalam naungan bintang-bintang di langit. Analisis astronomi menggunakan program ‘planetarium’ menunjukkan bahwa posisi situs ini pada pada masa prasejarah (pemrograman dilacak sampai ke tahun 100 M) berada tepat di bawah bagian tengah lintasan padat bintang di langit berupa jalur Galaksi Bima Sakti. Dan, lokasi situs Gunung Padang pun di sisi atas dan bawah kakilangitnya masing-masing ‘dikawal’ oleh dua rasi yang merupakan penguasa dunia bawah (Bumi) yaitu rasi serpens (ular) dan dunia atas (Langit) yaitu rasi aquila (elang). Secara kosmologis, para pembangun situs ini telah memperhatikan tatalangit di atasnya. Bila situs ini benar dibangun pada masa prasejarah, pembangunannya adalah ras Austronesia yang merupakan pendatang-pendatang pertama di Indonesia. Mereka melintasi Nusantara dari tanah asalnya dengan cara berlayar, dan penguasaan ilmu perbintangan/falak adalah salah satu hal
mutlak dalam pelayaran antarpulau. Mungkin juga bahwa situs ini digunakan untuk menjadi tempat pengamatan bintang pada masa lalu.

Situs Gunung Padang, situs prasejarah megalitik yang menurut beberapa sumber merupakan situs megalitik terbesar di Asia Tenggara, terletak di Kabupaten Cianjur, ternyata sarat makna yang melibatkan faktor geologi, arkeologi, religiositas, dan astronomi yang dibangun dalam harmoni bumi dan langit.

Tak sulit mencapai situs ini, hanya perlu niat. Jangan kalah dengan turis2 mancanegara yang saya lihat kemarin itu ternyata ada juga yang sampai ke Gunung Padang. Ketika meninggalkan lokasi ini, saya pun melihat dua fotomodel nan ayu duduk di atas dolmen di antara bilah-bilah menhir dan berfoto ria.. Unik sekali menjadikan situs megalitik sebagai latar pemotretan…Hm.

Bila ingin melihat bahwa situs ini duduk manis tepat di bawah riuh milyaran bintang bagian tengah Galaksi Bima Sakti, dan dikawal rasi serpens dan aquila, yang masing2 mewakili dunia bawah dan atas, datanglah ke sini pada malam-malam yang cerah di bulan Juli. Pemandangan pada saat malam ber-Purnama pun mestinya tak kalah eksotisnya. Mudah2-an pula kita bisa mendengarkan alunan musik megalitik…2500-3500 tahun yang lalu.

Demikian catatan dan penafsiran ‘multidimensi’ saya melibatkan geologi, arkeologi, religiositas, dan astronomi atas situs Gunung Padang. Semoga bermanfaat.


message 16: by Ai (new)

Ai Nurfaiziyah (nurfycintabuku) | 67 comments Hoyong ka bromo abi mah,, heheheheh..... *ikut2 rhea, usul yang jauh2, hihihihi*


Pandasurya | 1692 comments yak ternyata bung momod udah posting tentang Gunung Padang ya. terima kasih inpona:)
silakan yg lain barangkali?


Rhea (rheasiwi) | 262 comments Nurfy wrote: "Hoyong ka bromo abi mah,, heheheheh..... *ikut2 rhea, usul yang jauh2, hihihihi*"

He!! bromo? bukannya masih ditutup yak aksesnya?


owl (buzenk) | 700 comments Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "mau didelet Pan, komeng si Bujeng? *nyengir*"


awas siah!


Pandasurya | 1692 comments Nurfy wrote: "haha, moal kiat kang, ngakod abdi mah, abot.., hehehe

Maklum weh, tuur rada leklok kitu ari trek na sapertos kamari mah.., hawatos asam urat.., wkwkwkwk..."


emang saha nu bade ngakod? *lugu*
leklok? asam urat? ahaha..pan tos siap obatna di bu dokter..haratis kan? :p


owl (buzenk) | 700 comments PIRAMIDA PENINGGALAN JAMAN PRASEJARAH DI GUNUNG PADANG CIANJUR

oia..ini teh yg ada di tipi tea klo g salah. yg katana ga diperhatiin pemda. bener teu sih?
mau dunk kesini


Idle Hippo | 714 comments walah geus panjang kieu

*sakalian "nitip" notif jang email*


message 23: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
owl wrote: "PIRAMIDA PENINGGALAN JAMAN PRASEJARAH DI GUNUNG PADANG CIANJUR

oia..ini teh yg ada di tipi tea klo g salah. yg katana ga diperhatiin pemda. bener teu sih?
mau dunk kesini"


iyah Jeng. bener. situs megalitikum terbesar se-asia lho. jalan menuju kesana juga asyik banget. naek kereta api Peuyeum yg legendaris itu. unik pokoknya :D

ayo Jeng, kamu jadi tim kampanye


Nanny SA | 774 comments Sekalian memperkenalkan kampung halaman Qui ?

*good job


owl (buzenk) | 700 comments Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: iyah Jeng. bener. situs megalitikum terbesar se-asia lho. jalan menuju kesana juga asyik banget. naek kereta api Peuyeum yg legendaris itu. unik pokoknya :D"

ih mau atuh kesitu. beneran mau!!!

kampanye apa? :D

@panda
emg kuwi lahir disitu? #lugu


Pandasurya | 1692 comments tambahan gambar2 Piramida Gunung Padang:

description


description


message 27: by indri, moderator nu geulis (new)

indri (indrijuwono) | 1511 comments Mod
kalo dipager kawat, apa asyiknya? Gimana kt mo liat2?


Pandasurya | 1692 comments owl wrote: " @panda
emg kuwi lahir disitu? #lugu "


bukan saya yg ngelahirin, jenk
tanya emaknya


Pandasurya | 1692 comments indri wrote: "kalo dipager kawat, apa asyiknya? Gimana kt mo liat2?"

apa yg dipager kawat?


message 30: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
^ cuma sekitaran batunya ajah yg kena pager. cuma beberapa biji. sisanya ebbas masuk :D. pemandangannya asyik lho *padahal lum pernah kesana :P


message 31: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
video gunung padang: http://www.youtube.com/watch?v=8TFXN7...


owl (buzenk) | 700 comments mau ikuuuuut kesituuuuuuuuuu!
aku daptar!
nanti boleh bwa kapur tulis gak? pengen nulis di salah satu batu2 itu: buzenk was here! :D


message 33: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
foto lagi

[image error]


message 34: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
ada artikel keren... dan panjang....

saya copas linknya ajah deh, heuheu

http://zoom-mycasebook.blogspot.com/2...


Pandasurya | 1692 comments mohon maap buat yg gak bisa berbahasa sunda
baiklah saya coba terjemahkan yaa


Idle Hippo | 714 comments nanti menginapnya di rumah si kuwi yah


message 37: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
hahaha.. jauh pisan Kang dr rumah sayah mah

artikel kerun lainnya:
http://ruangkiri.blogspot.com/2011/02...


message 38: by Δx Δp ≥ ½ ħ , a caelo usque ad centrum (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2064 comments Mod
owl wrote: "mau ikuuuuut kesituuuuuuuuuu!
aku daptar!
nanti boleh bwa kapur tulis gak? pengen nulis di salah satu batu2 itu: buzenk was here! :D"


mau pilih batu nisan jeng? haratis. banyak

ntar saya tulisin: "terbaring dg damai di sini, Bujeng" :D


Idle Hippo | 714 comments Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "artikel kerun lainnya:"

Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "sisanya ebbas masuk"

loba typo momodna *OOT*


Pandasurya | 1692 comments eleuh..eleuh..meni ngan sabaris-sabaris kitu nya komen teh..:D

ahaha..eta bu dokter Nurfy kenapa atuh? gak kuwat? :D
sok diakod ateuh..:p


terjemahan:

aduh..duh..kok cuma sebaris2 gitu ya komennya:D

ahaha..itu bu dokter Nurfy kenapa tuh? gak kuat?
sok digendong atuh :p


owl (buzenk) | 700 comments Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "mau pilih batu nisan jeng? haratis. banyak

ntar saya tulisin: "terbaring dg damai di sini, Bujeng" :D "


)-| *lempar spatula*


Nanny SA | 774 comments Pandasurya wrote: "eleuh..eleuh..meni ngan sabaris-

ahaha..itu bu dokter Nurfy kenapa tuh? gak kuat?
sok digendong atuh :p
.."


sok dan atuh ga diterjemahin ?


Rhea (rheasiwi) | 262 comments owl wrote: " Δx Δp ≥ ½ ħ wrote: "mau pilih batu nisan jeng? haratis. banyak

ntar saya tulisin: "terbaring dg damai di sini, Bujeng" :D "

)-| *lempar spatula*"


di sebelah lempar spatula, di sini lempar spatula. entar abis tuh spatulanya.... :D

*sembunyi di bawah meja*


Pandasurya | 1692 comments Nurfy wrote: "haha, moal kiat kang, ngakod abdi mah, abot.., hehehe

Maklum weh, tuur rada leklok kitu ari trek na sapertos kamari mah.., hawatos asam urat.., wkwkwkwk..."


terjemahan:

haha, gak akan kuat, kang, gendong sayah mah, berat..hehehe

Maklum aja, dengkul rada 'leklok'?(lemah? belum nemu bhs Indonesianya) kalo treknya spt kemarin. takut/khawatir asam urat
wkwkwkw


Pandasurya | 1692 comments maap nanya, 'leklok' itu bhs indonesianya apa ya?
ngerti maxutnya tapi bhs indonesianya apa ya?
mohon inpo bagi yg tau.thanks


Weni | 397 comments udah lama gak liat kemesraan Qui & Bujeng, skr dimulai lagi :D


Nanny SA | 774 comments Weni wrote: "udah lama gak liat kemesraan Qui & Bujeng, skr dimulai lagi :D"

Wen, tong 'digeunggeureuhkeun' bisi pundung

* Panda terjemahin ya :)


message 48: by Idle Hippo (last edited May 25, 2011 12:45AM) (new)

Idle Hippo | 714 comments Pandasurya wrote: "'leklok'"

secara harfiah jadi lemes lutut yah *leklok = leuleus tuur*
hahahaha

jadi inget dulu ada orang yang iseng "ngedit" tulisan di pos kamling

"1x24 jam wajib lapor leuleus tuur"


message 49: by owl (last edited May 25, 2011 12:46AM) (new)

owl (buzenk) | 700 comments @rhea,
oh..demi ibu neptunus...stok spatula saya banyak ayayayayayayayay


Pandasurya | 1692 comments iya jadi leklok = lemes lutut, kira2 begitulah
utk bhs sunda yg selebihnya silakan yg menggunakan yg harus menerjemahkan ya
maap..maap nih..:D

nah jadi ceu Nanny punya tugas tuh :D


« previous 1 3 4 5 6 7 8 9 19 20
back to top

unread topics | mark unread