Goodreads Indonesia discussion

149 views
Buku & Membaca > buku terjemahan yang bagus dan jelek

Comments (showing 1-43 of 43) (43 new)    post a comment »
dateDown_arrow    newest »

ana (anaazusa) | 572 comments *grogi karena baru pertama bikin thread*

Berbagai macam jenis bacaan ada di GRI.

Di GRI terdapat orang-orang yang sangat menggandrungi komik, buku nonfiksi, novel fiksi, puisi, serta bahan bacaan lain yang mungkin tidak terbayangkan di benak saya (pembaca naskah, pembaca resep masakan, pembaca koding program, atau malah pembaca tulisan kemasan belakang produk apa saja.

dari pembagian bahan bacaan tersebut, apat dibagi lagi menjadi bacaan dengan bahasa Indonesia dan bacaan non-bahasa Indonesia.

Yang menarik adalah jika bacaan non-Indonesia yang dibahasa-Indonesiakan. teman-teman lebih suka yang mana? bacaan (buku) dengan bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan? apakah selama ini manteman menyipan kritikan (atas buku yang terjemahannya melemahkan daya tarik buku), atau malah pujian (atas buku terjemahan yang malah lebih bagus dari buku berbahasa aslinya)?

bagi-bagi cerita dong...
karena jujur, saya baru baca buku dengan bahasa aslinya cuman tetralogi Twilight dan Harry Potter aja : malu:

*grogi berlanjut*


Andri (ClickAndri) | 665 comments pertamax.

untuk buku2 yg inggrisnya gak terlalu rumit, gw baca aslinya. tapi kalo inggrisnya berat, gw baca yg terjemahan.

ada yg terjemahan bagus, ada yg terjemahannya bikin pusing. bukunya apa.. entar gw inget2 ya.. yg penting pertamax dulu.

sundul gan.

-andri-


message 3: by miaaa, Moderator GRI 2014 (new)

miaaa | 1903 comments Mod
biasanya untuk karya sastra amerika latin, aku lebih memilih terjemahan inggris ya iyalah ga bisa bahasa spanyol atau portugis hehe

untuk yg terjemahan indonesia biasanya buku-buku fantasi jadi walau ada kejanggalan di terjemahan tidak terlalu mengganggu :D

btw suka banget ama edisi terjemahannya shusaku endo yang silence (hening), ga berasa baca buku terjemahan. apik!


Raven (_raven) | 26 comments Kalau saya tergantung mana yang lebih cepat tersedia, kalau lagi pengen banget tapi bukunya belum diterjemahin ya baca versi aslinya. Ini juga berlaku untuk buku-buku dengan materi tertentu yang sangat tidak mungkin sampai kapanpun terbit di sini...

Kalau kedua versi tersedia, tentu saja pilih yang bahasa Indonesia karena proses bacanya bisa lebih cepat :D
(belum lagi karena dompet ga kuat beli buku impor, jadi adanya ebook, dan ga punya ebook reader, jadi bacanya kudu di laptop, berat kan? XD)

-raven, yang menebar salam kenal bagi semua anggota GRI-


message 5: by miaaa, Moderator GRI 2014 (new)

miaaa | 1903 comments Mod
btw raven, kadang ada buku terjemahan harganya ga jauh beda ama aslinya hahahaha kalau begitu mending beli edisi asli kan :D *ga mao rugi ceritanya*

*mungutin salam dari raven*


message 6: by Raven (last edited Jan 23, 2011 10:00PM) (new)

Raven (_raven) | 26 comments Bener juga sih, saya beli The Historian yang asli karena itu juga XD - terjemahan hard cover harga 100rb lebih, aslinya yang paperback 99rb :P

Tapi kasusnya jarang...

*menebar salam lagi buat yang lain*


ana (anaazusa) | 572 comments @k Mia: iya ya, cuma bahasa inggris! bahasa asing agak aku bisa juga cuman bahasa Inggris. ga bisa baca buku lain dengan bahasa asli. baca twilight pun masih banyak kata yang harus diterjemahkan mbah google.translate.

mana manteman GRI yang bisa bahasa selain bahasa inggris dan pernah baca buku dengan bahasa itu?

khusus al-quran, aku baca bahasa arab dan Indonesia. tapi ga tau perbedaanya. :P *info ga penting*


Bunga Mawar (verad) | 950 comments Kalau saya mau baca buku... sedapatnya aja :)

Buku yang aslinya berbahasa asing yang saya kuasai kalau ada, ya dibaca. Bisa jadi bahasa aslinya mudah dipahami, lalu cara berceritanya juga lancar, maka saya tidak perlu cari atau menunggu edisi berbahasa Indonesianya. Sama seperti Andri atau Raven, kalau ada buku yang menarik, dan sudah ada edisi bahasa Indonesianya, ya mending baca edisi terjemahannya, hehe... ga mau repot2 mikir dua kali, karena dunia tempat saya hidup sekarang kan dipenuhi orang2 berbahasa Indonesia :)

Secara umum, selama ini saya sangat terbantu dengan kerja teman2 penerjemah *hormat grak!* karena berkat mereka buku2 seru dari segala penjuru dunia banyak yang sudah diindonesiakan. Tapi belakangan ini, mungkin karena jumlah buku yang akan diterjemahkan makin banyak, maka penerjemah pun makin banyak dan kemampuan mereka tidak setara. Jadinya, banyak karya terjemahan yang justru bikin sengsara, hehehe...


Truly (uyi_adi) | 1662 comments Raven wrote: "Bener juga sih, saya beli The Historian yang asli karena itu juga XD - terjemahan hard cover harga 100rb lebih, aslinya yang paperback 99rb :P

Tapi kasusnya jarang...

*menebar salam lagi buat yan..."


Setelah beli enggak lama be te karena harganya jadi 20 reb hiks
*mungutin tebaran salamnya *

Ada buku terjemahan yang nyakitin hati! Kayaknya sih penerjemahnya yang tulalit, jd kepingin beli versi aslinya.


message 10: by miaaa, Moderator GRI 2014 (new)

miaaa | 1903 comments Mod
oh iya aku kecewa dengan bukunya nawal el saadawi yang the fall of imam, buku yg memberiku pelajaran kalau dari penulis arab mending baca edisi terjemahan indonesia hehe


ana (anaazusa) | 572 comments hidup penerjemah! -aku sayang kalian...-

saya juga pernah denger beberapa buku yang telah di terjemahkan oleh beberapa penerjemah yang berasal dari beberapa penerbit dan menghasilkan komentar bagus-jelek.

The Old Man and The Sea

saya baru baca satu versi terjemahannya..


Bunga Mawar (verad) | 950 comments Truly wrote: "Ada buku terjemahan yang nyakitin hati! Kayaknya sih penerjemahnya yang tulalit, jd kepingin beli versi aslinya. "

Hahaha... saya juga pernah ngalamin tuh. Terjemahan atas satu buku klasik yang sudah lama bikin saya penasaran, malah bikin sengsara karena jadi pengen jitak2 penerjemahnya, kalo berani :)
Tapi memang kerjaan menerjemahkan itu bukan perkara mudah bagi yang belum berpengalaman, saya juga pernah mengalaminya. Jadi kayaknya peran editor harus ditegakkan nih (emangnya tumbang?:p).

Truss... buku Harpot malah lebih bisa saya nikmati dalam bahasa Inggris daripada edisi Indonesianya. Kayaknya cerita itu jadi lebih berasa "masuk akal" :)

Di samping itu, buat saya ada buku2 non-Inggris yang lebih menarik jika diterjemahkan dari bahasa aslinya. Misalnya edisi "Pangeran Kecil" yang diterjemahkan Wing Kardjo dkk dari Pustaka Jaya tahun 1980-an, jauh lebih asik dibaca daripada terbitan Gramedia tahun 2000-an. Juga "Totto Chan" yang terbit tahun 1980-an juga oleh Pantja Simpati, dibandingkan terbitan Gramedia. Dan edisi Indonesia "Sang Alkemis"-nya Coelho terbitan Alvabet buat saya lebih enak daripada terbitan Gramedia (lagi), walau buku terakhir ini entah memang diterjemahkan dari bahasa Portugis atau bukan...


Bunga Mawar (verad) | 950 comments Amang wrote: "Terasa bahwa tiap penerjemah punya tingkat kedalaman/penguasaan bahasa Indonesia yang berbeda. Teks yang diterjemahkan bisa sama, tapi kedalaman gue rasa akan berbeda-beda. "

Dan kedalaman penangkapan serta selera pembaca juga berbeda-beda, bukankah begitu, Kak Amang? :)


Truly (uyi_adi) | 1662 comments Inget Heidi..
2 versi penerbit beda banget sama edisi asli
Kayak baca 3 buku yang mirip, soalnya bedanya lumayan jauh. Walau intinya sama tentang anak kecil perempuan.


message 15: by Speakercoret (last edited Jan 23, 2011 10:47PM) (new)

Speakercoret | 2543 comments kalo memang ada terjemahan, gw akan beli itu, sebagai bentuk dukungan terhadap para penterjemah *lebay*
hhihihihi sebenernya karena emang gw males baca buku bahasa inggris :p kecuali (sama kek andri ma vera) ga ada indonesianya ato ga sabar nunggu terjemahannya :D

buku yg terakhir yg gw baca inggrisnya itu harpot 5, krna ga sabar nungguin terjemahannya, udah lama kan? :p
sebelum itu yg gw inget cuma serial trebizonnya anne digby (ini mah krna emang ga ada terjemahannya)
yg lain ga inget, ada beberapa selesai, beberapa engga, tp ga inget judulnya :p


message 16: by ana (last edited Jan 23, 2011 10:47PM) (new)

ana (anaazusa) | 572 comments @mas Amang: yang terbitannya Selasar, mas. bukan Sapardi kayaknya..

@mba Truly: mau dong baca Heidi.. pertama liat buku terjemahan versi Atria, dan kaget begitu ketemu versi Gramedia. ternyata buku klasik yang ga perlu urus hak cipta toh.. :D. pinjeeemmm...

makasih semua yang udah berbagi!

k Mia bisa bahasa Arab? *menatap kagum*


Ditta | 418 comments @Ana: Ngga semua buku klasik ga perlu urus hak cipta loh...
maksudnya beberapa buku memang sudah menjadi public domain yg artinya bisa diterbitkan oleh siapapun *cmiiw


message 18: by miaaa, Moderator GRI 2014 (new)

miaaa | 1903 comments Mod
tobaaaaaaaaaaat baca coelho terjemahan indonesia hehe sepertinya aku lebih cucok edisi terjemahan inggris.

@ana, waaaah baru tau yah :p
boong ding aku baca terjemahan inggris yang sepertinya diterbitkan entah tahun berapa dan itu sekali2nya baca buku el saadawi edisi inggris hehe


Helvry Sinaga | 363 comments kebanyakan saya nggak merhatikan siapa yang nejermahin, tapi sejauh yang saya baca, kalau yang nerbitin itu dari GPU, masih lebih unggul relatif dibanding penerbit lain.

Mungkin kedepannya saya harus lihat profil penerjemahnya


Helvry Sinaga | 363 comments buku yang berbeda
saya bandingkan dua buku nonfiksi ekonomi antara G*U dan nonfiksi umum Se****i,

kalau terjemahannya mungkin harus melihat konteks kalimat aslinya. menurut saya, penerjemah yang nonfiksi ekonomi bisa menerjemahkan dengan bahasa yang dapat dimengerti orang awam. Sementara yang satunya, istilah teknis langsung diterjemahkan, membuat saya harus menyiapkan pena dan kertas.


message 21: by miaaa, Moderator GRI 2014 (new)

miaaa | 1903 comments Mod
bagiku, buku dengan terjemahan yang paling parah itu Selamat Jalan, Tuan Presiden sempet ngebahas apa maksudnya 'angsa-angsa berdebu' dengan mas ronny :D

kesulitan menyelesaikan The Glass Palace, ada yg mengganggu serasa tidak mengalir aja gitu ceritanya

edisi terjemahan Gunung Kelima - The Fifth Mountain yang membuatku kapok baca coelho edisi indonesia

lalu ada buku Heretic dan The House of the Scorpion: Sarang Kalajengking yang dibaca cepat tanpa meninggalkan kesan mendalam (and I dare to blame the translation hehe)


Fairlita | 33 comments Wah asyik nih topiknya! :-)

Kalau gw sih, untuk fiksi yang aslinya ditulis dalam Bhs. Inggris, dulu lebih suka baca versi asli. Sering banget kecewa baca versi terjemahan gara-gara kok diterjemahinnya letterlijk banget. Sekarang justru tertarik juga untuk baca versi terjemahannya, buat belajar.

Tapi untuk fiksi yang aslinya dalam bahasa berakar bhs. Latin (misalnya Spanyol, Portugis, Prancis), gw lebih pengen baca yang versi terjemahan ke Bhs. Italia karena kan lebih deket tuh hubungan sodaranya, selain juga karena banyak yang justru lebih dulu diterjemahin ke Bhs Italia.

Tapi kalo lagi males (yang justru lebih sering terjadi XD...), ya versi bhs.inggris aja deh! Biar cepet kelar bacanya! :-p

Nah kalo buku nonfiksi, tergantung yang mana yang duluan dapet aja.

Untuk kasus HarPot, gw justru duluan baca versi Bhs Indonesianya, terus sejak yang no.5 baru deh yang versi bhs inggris. Menurut gw, gak ada bedanya tuh, sama2 asyik! *acung jempol buat kesaktian almarhumah penerjemahnya*

*ikut2an menebar salam kenal buat semuanya*
Fairly


Helvry Sinaga | 363 comments miaaa wrote: "edisi terjemahan Gunung Kelima - The Fifth Mountain yang membuatku kapok baca coelho edisi indonesia"

sekilas ngeliat koleksi coelho, buku coelho yang diterjemahkan oleh penerjemah the fifth mountain, adalah eleven minutes. terjemahannya menurutku banyak anak kalimat yang pemenggalannya bikin baca terseok-seok. aku anggap otakku yang nggak mampu mencernanya.

aku sendiri belum baca yang versi inggris,jadi belum bisa bandingin.


Tukang Kueh Keren (ibutio) | 394 comments Kalo saya milih baca Harry Potter dalam bahasa aslinya karena gak sabar nunggu terjemahannya :D biar mahal tetep dibeli.

Terjemahan Harry Potter tetap beli, untuk anak saya tentunya :D

Sedang buku-buku lain, tergantung harga, kalo nemu buku berbahasa inggris yang murah, ya saya beli :D kalo buku asli (selain harpot) tapi harganya di atas 50ribu sih ogah beli.

Buku terjemahan favorit saya, tentu karya-karyanya Enid Blyton.....karena hampir semua kata dicari padanannya dalam bahasa Indonesia (ingat penyakit jengkering?)....salut sama penerjemahnya.


Raven (_raven) | 26 comments Terjemahan yang jelek, contohnya The Colour of Magic dari EMK. Untung hal ini udah disampaikan ke editornya, jadi semoga volume selanjutnya bisa bagus. Sayang banget udah terbit di sini tapi ga bisa dibaca... (yah, saya memang bias ke buku fantasi)


Fairlita | 33 comments Amang wrote: "Gue lagi berpikir mencari jawaban untuk buku-buku terjemahan yang jelek. Tadi coba-coba lihat daftar buku yang sudah gue baca, tapi kok ya lupa mana yang jelek. Ada yang bisa share?"

Gw kecewa banget dgn The Name of The Rose. Terjemahan untuk istilah2 khususnya banyak yang nggak konsisten. Sayang bukunya lagi nggak gw pegang, jadi nggak bisa ngasih contoh.

Trus ada juga bukunya Hemingway, The Sun Also Rises (penerbitnya sayangnya gw lupa). Maaaaak! Hampir di setiap halaman terdapat kata2 berbahasa Inggris yang langsung diikuti perkiraan terjemahannya dalam kurung! Kok bisa2nya naskah yang berantakan seperti itu naik cetak, ya? Gw rasa editornya lalai tuh...


Wirotomo Nofamilyname | 2298 comments Terjemahan atau bahasa asli?
Saya cuma bisa 2 bahasa, Indonesia dan Inggris, dan memiliki rules sebagai berikut:

1. Saya akan memilih membaca dalam bhs asli pengarang, jika buku itu ditulis dlm bhs indonesia atau inggris.

2. jika buku itu ditulis pengarang dalam bhs yang tidak saya kuasai, saya akan memilih yang terjemahan bahasa inggris daripada yg bhs indonesia, kecuali jika perbedaan harga buku jauh sekali atau spt Andri bilang bukunya begitu rumitnya hingga sepertinya buang waktu saja membaca yg bhs inggris.

3. khusus untuk komik superhero favorit saya yg jarang terjemahan bhs indonesianya, pasti terpaksa beli yg bhs aslinya, yaitu bhs inggris. tapi jika ada terjemahan bhs indonesianya di kemudian hari, spt yang dilakukan oleh PMK, maka pasti terjemahan yg bhs indonesia itu jg saya beli sbg tanda dukungan atas upaya mereka menerjemahkan komik non-manga. :-)

4. jika buku tersebut berbahasa inggris tapi ditulis bukan di abad ke-20 atau ke-21, maka sebaiknya membaca terjemahan bhs indonesia-nya (lg pusing dan stress baca buku edisi lengkap sherlock holmes dlm bhs inggris nih ;-))

5. sama seperti Mia, jika buku aslinya berbahasa arab, sebaiknya baca terjemahan indonesianya yg diterjemahkan langsung dari bhs arab. lebih banyak orang indonesia yg jago bhs arab, dibandingkan orang inggris atau amerika. hehehe.

6. khusus utk Agatha Christie dan John Grisham, hanya baca versi terjemahan indonesianya. bhs inggrisnya banyak istilah yg tidak saya mengerti, plus terjemahan bhs indonesianya udah cukup oke kaya'nya. hehe.

7. semua peraturan di atas tdk berlaku, jika ternyata menurut saya, saya lagi malas mikir dan akibatnya malah merepotkan diri jika harus membaca buku dalam bahasa non-indonesia. :-)


Tukang Kueh Keren (ibutio) | 394 comments vote untuk rule no 7 (haha)


Fairlita | 33 comments Wirotomo wrote: "7. semua peraturan di atas tdk berlaku, jika ternyata menurut saya, saya lagi malas mikir dan akibatnya malah merepotkan diri jika harus membaca buku dalam bahasa non-indonesia. :-) ."

Hahaha... setuju banget nih!


Wirotomo Nofamilyname | 2298 comments oh iya lupa
terjemahan terfavorit:
terjemahan Asterix nya Sinar Harapan.
nggak bisa baca edisi aslinya yg bhs Perancis. Tapi sudah membaca yg terjemahan bhs inggrisnya, dan bisa dibilang terj. bhs inggrisnya bener-bener L.A.M.E, sedang yg bhs indonesia bener-bener H.I.L.A.R.I.O.U.S

mulai dari penamaan tokoh2 pendukung: Mukalicikus, Nonkurushix, Babibundharix, Semantix, Kemayus, dsb.
Hingga istilah Cih Jijay vs Cis Jayji. Walaupun kadang too much tapi bener-bener menyenangkan untuk dibaca. :-)


Terjemahan terburuk:
semua terjemahan buku teks akuntasi yg saya baca waktu kuliah dulu. Benar-benar menghina intelejensi mahasiswa yg membaca buku itu. hahaha.


Fairlita | 33 comments Wirotomo wrote: "terjemahan Asterix nya Sinar Harapan.
nggak bisa baca edisi aslinya yg bhs Perancis. Tapi sudah membaca yg terjemahan bhs inggrisnya, dan bisa dibilang terj. bhs inggrisnya bener-bener L.A.M.E, sedang yg bhs indonesia bener-bener H.I.L.A.R.I.O.U.S

mulai dari penamaan tokoh2 pendukung: Mukalicikus, Nonkurushix, Babibundharix, Semantix, Kemayus, dsb.
Hingga istilah Cih Jijay vs Cis Jayji. "


Duuuh, jadi kangen, pengen baca ulang...


message 32: by Nenangs (last edited Jan 24, 2011 04:00AM) (new)

Nenangs | 2318 comments ana "a kecil" wrote: "Yang menarik adalah jika bacaan non-Indonesia yang dibahasa-Indonesiakan. teman-teman lebih suka yang mana? bacaan (buku) dengan bahasa asli atau buku yang sudah diterjemahkan? apakah selama ini manteman menyipan kritikan (atas buku yang terjemahannya melemahkan daya tarik buku), atau malah pujian (atas buku terjemahan yang malah lebih bagus dari buku berbahasa aslinya)"

untuk buku2 berbahasa inggris, dulunya yah baca terjemahan. tapi sejak sedikit ngerti bahasa londo england, & mulai mbanding2in terjemahan sama bahasa aslinya, kadang milih bahasa aslinya. tanya kenapa? udah banyak dibahas di atas & di thread2 lainnya.

untuk buku2 berbahasa sunda, kalo bisa cari yg bahasa aslinya.

untuk buku2 berbahasa asing lainnya, ya cari terjemahan bahasa inggris atau indonesianya. :)


Wirotomo Nofamilyname | 2298 comments Amang wrote: "Hehehe, Tom. Gue tetep pada pendirian untuk nomer 3, hanya bila diterjemahkan ke bahasa Indonesia baru terasa kenikmatan membaca komik.

Untuk penerjemah komik yang saya sayangi adalah Djokolelono ..."



nggak ada bedanya ah. lgpula teksnya komik cuma dikit, jadi nggak repot2 amat mbaca dlm bhs inggris. :-)


Nenangs | 2318 comments Wirotomo wrote: "3. khusus untuk komik superhero favorit saya yg jarang terjemahan bhs indonesianya, pasti terpaksa beli yg bhs aslinya, yaitu bhs inggris. tapi jika ada terjemahan bhs indonesianya di kemudian hari, spt yang dilakukan oleh PMK, maka pasti terjemahan yg bhs indonesia itu jg saya beli sbg tanda dukungan atas upaya mereka menerjemahkan komik non-manga. :-)"

kalo ngomongin sekarang mungkin iya.
tapi dulu, komik2 Marvel, DC, dlsb para superhero tunggal (Superman, Batman, Wonder Woman, Spiderman, Marvel Family, Green Lantern, The Flash, Captain America, Captain Carrot, dlsb) s.d grup (Teen Titans, LoJ, Avengers, X-men, X-calibur, Green Lanterns, dlsb) kan cuma terjemahannya yang banyak beredar...mana punya pilihan?


Nenangs | 2318 comments ada tuh mang...:)


indri (indrijuwono) | 2853 comments sejauh ini saya sering sekali membaca terjemahan. kalau cerita fiksi malah lebih suka baca terjemahan. karena rules no 7 itu, terkadang males mikir.

baca harry potter yg inggris karena buru2 pengen baca ajah. alasan yang sama persis dengan ibutio.
selain itu banyak baca buku berbahasa inggris tentunya buku2 kuliah, dan buku2 yang berkaitan dengan disiplin ilmu gw, hampir semuanya. untungnya juga itu banyak gambarnya, haha..

terjemahan yg parah ya buku2nya hemingway yang diterjemahin Selasar.. aduh ga enak banget. trus In the name of the Rose yang versi Jalasutra. nyerah dan akhirnya bukunya diswap. pengen beli lagi yg terbitan Mizan.

kalau yang terjemahannya bagus hmm, Sister of my heart, the Vine Desire nya Divakaruni, sangat indah terjemahannya, seperti ceritanya sendiri. sekarang lagi baca Palace of illusion dan masih terpana dgn cerita terjemahannya.

oh iya, gw juga suka tuh sama terjemahannya Catcher in the Ryenya Banana Publishing -- duuh, buku gue ini sapa yg minjem yaahh?? kayaknya dapet banget feelnya si Holden ini.

kemaren liat terjemahannya Love in the time of cholera tapi trjmahan Selasar, jadi males beli *_*


Wirotomo Nofamilyname | 2298 comments Nenangs wrote: "Wirotomo wrote: "3. khusus untuk komik superhero favorit saya yg jarang terjemahan bhs indonesianya, pasti terpaksa beli yg bhs aslinya, yaitu bhs inggris. tapi jika ada terjemahan bhs indonesianya..."

aduh kang Nenangs, jaman saya yg masih muda ini, susah nyari terjemahan komik superhero amerika. adanya cuma komik jepang.
mungkin di jamannya kang Nenangs dahulu kala, masih banyak ya. hahaha


Ditta | 418 comments baru 2 kali baca buku asli dan terjemahan
1. Le Petit Prince - b. Prancis
2. They said i'm monkey - english

Petit Prince lebih enak baca yg versi prancisnya...yg indo lebih ngebingungin hehehe
kalo mereka bilang saya monyet, 2-2nya oke ^^

pengen baca persepolis 1-4 versi indonesia,,pengen bandingn sama yg asli..ada yg punya??


Andri (ClickAndri) | 665 comments Gw rasa perlu. Satu yang gw inget banget, penerjemah Mimpi-mimpi Einsteinnya Alan Lightman. Yusi A Pareanom. Terjemahannya sedap. Enak diikuti.

-andri-


Helvry wrote: "kebanyakan saya nggak merhatikan siapa yang nejermahin, tapi sejauh yang saya baca, kalau yang nerbitin itu dari GPU, masih lebih unggul relatif dibanding penerbit lain.

Mungkin kedepannya saya ha..."



message 40: by [deleted user] (new)

Helvry wrote: "kebanyakan saya nggak merhatikan siapa yang nejermahin, tapi sejauh yang saya baca, kalau yang nerbitin itu dari GPU, masih lebih unggul relatif dibanding penerbit lain.

Ngga juga, kadang terjemahan GPU terlalu letterlijk. Poin Vera soal Pangeran Kecil-nya Pustaka Jaya dan GPU itu tepat sekali. Juga soal Totto Chan. Pangeran Kecil GPU meski lancar dibaca, tampak kehilangan kelenturan dan daya2 sastrawinya. Terjemahan Wing Kardjo dkk sungguh lezat, mampu menangkap esensi "untuk siapa dan apa Le Petite Prince ditulis"

Untuk puisi Jerman, duet maut Berthold Damhausser dan Agus R. Sarjono tampak belum tertandingi, coba baca Syahwat Keabadian: Kumpulan Puisi Friedrich Nietzsche atau Padamkan Mataku

untuk sastra Perancis belum tertandingi ibu-ibu sepuh mahadahsyat: Bu Apsanti Djokosujono, Bu Winarsih P. Arifin, Bu Ida Sundari Hussein. Mereka berjasa betul menghadirkan Albert Camus, Amin Maalouf, Francois Mauriac, Voltaire dll ke bahasa Indonesia.

Dan buku terjemahan favoritku sepanjang masa: Dataran Tortilla oleh Djokolelono


Marchel | 1638 comments Yup, betul Mang. Gw terkesima ama petualang antariksa-nya. Cuma kok gw ga nemu kelanjutan ceritanya ya?


Chriestie Rompas | 44 comments ehm.. numpang komen ah...

gw juga merasa ancur kalo baca terjemahan yang ancur.. *maksudnaaa...* hehehehe.. pengalaman sebagai mahasiswi psikologi bikin gw lebih milih baca versi inggris daripada indo.. bukan gak menghargai bahasa sendiri.. tapi kadang gw bingung sama kata2 indonesia yang aneh bin ajaib dan gak sesuai isi buku. interpretasi kata yang ancur *gak mudeng dengan bahasa sendiri...*sering bikin gw buka buku inggrisnya... keterusan deh sama buku yang laen. selama inggris gak susah, selama itu tetep yang utama. ini berlaku untuk kondisi :
1. terjemahan indo yang langka en lama
2. kepepet *mode on*
3. ngirit.com

hehehehehe.... ^^v


message 43: by Femmy, Pendiri GRI (last edited Jan 25, 2011 03:31AM) (new)

Femmy | 489 comments Mod
Aku lebih suka baca buku dalam bahasa aslinya untuk buku berbahasa Inggris atau Indonesia. Biasanya aku baca terjemahan kalau bukunya kebetulan ada di rumah, misalnya buku hadiah.

Buku terjemahan dari Inggris yang kuingat bagus:
* The Kite Runner
* serial Shopaholic
* komik Asterix

Buku terjemahan dari Inggris yang terakhir kubaca, Silver Phoenix, tapi terjemahannya kurang memuaskan bagiku. Sebelumnya baca Libri di Luca, terjemahannya cukup lancar (pendapat ini bukan karena penerjemahnya kembaranku lho, hehe). Sebelumnya lagi Lelaki yang Terbuang... weleh ini dibaca April 2009! Berarti aku bener-bener jarang membaca terjemahan.

Tapi, sebagus-bagusnya terjemahan, tetap lebih enak membaca aslinya, menurutku sih. Lebih tahu makna dan nuansa yang diniatkan oleh penulisnya. Makanya sekarang lagi berusaha belajar bahasa Arab (untuk memahami Al-Qur'an) dan bahasa Mandarin (untuk menikmati cersil).


back to top