group discussion


124 views

topic: Buku & Membaca > King: Film dan Bukunya


Comments (showing 1-22 of 22) (22 new)    post a comment »
dateDown_arrow    newest »

message 1: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 Panggil Aku King (Saja)
-- Korano Nicolash LMS

SATU lagi biografi olahragawan ternama Indonesia hadir dalam khasanah buku nasional. Kali ini biografi salah satu pemain bulu tangkis ternama Indonesia yang memiliki nama lengkap Liem Swie King, anak ketujuh dari seorang pedagang di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Menelusuri lembar demi lembar buku setebal 456 halaman yang ditulis Robert Adhi Ksp, mulai dari mentas-nya King di dunia bulu tangkis dari kota kelahirannya hingga bergelimang gelar di berbagai turnamen bulu tangkis dunia, tampaknya akan sangat berguna bagi adik-adik kita yang bakal mendedikasikan hidupnya di dunia olahraga. Bukan hanya di cabang bulu tangkis.

Konflik batin Liem Swie King kecil, yang harus menyelesaikan SMA, bahkan hingga ia harus meneruskan ke bangku kuliah, atau tetap memilih dunia bulu tangkis sebagai karier masa depannya, diungkapkan dengan detail dalam buku ini.

Terbukti kemudian King tetap memilih olahraga sebagai modal kehidupan masa depannya. Beruntung memang pada masanya secara tidak langsung, mulai dari pemerintah daerah tingkat kota hingga negara, memberikan perhatian besar kepada olahragawan berprestasi internasional, seperti King tentunya.

Hal tersebut terlihat ketika King mendapat hadiah motor dari pejabat pemerintah daerah yang sekalipun tidak digunakan dirinya sendiri, berguna bagi keluarganya walaupun kemudian motor tersebut raib. King juga mendapat hadiah berupa sertifikat tanah di Jawa Tengah.

Begitu juga dengan hadiah-hadiah berupa uang dan hasil kontrak sponsor yang kemudian dijadikan investasi oleh King untuk kehidupan masa depannya bersama sang istri, Licia Sumiati Alamsah, yang dinikahinya pada April 1982 dan kemudian dikarunia tiga anak (Alexander, Stephanie, dan Michelle King).

Panggil Aku King, sesuai judul buku, juga mengungkapkan dengan detail perjalanan karier King di dunia bulu tangkis mondial, seperti kekalahannya yang menyakitkan dari Han Jian di kejuaraan dwi lomba Indonesia-China yang berlangsung di Singapura, Februari 1980. Kekalahan dari Han Jian yang kemudian menjadi musuh bebuyutan di pentas bulu tangkis dunia itu membuat King mengalami pukulan mental yang berkepanjangan.

Tentu hal tersebut dapat menjadi pelajaran bagi olahragawan lainnya. Bahwa menerima tanggung jawab yang diberikan pelatih ataupun manajer harus dibarengi dengan disiplin kesiapan diri sendiri, tidak hanya fisik, tetapi juga kesiapan mental atlet bersangkutan.

King sendiri mengakui bahwa persiapannya terjun di turnamen tersebut sangat kurang mengusul skorsing tiga bulan yang diberikan Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PB PBSI) karena King terlambat datang ke tempat pertandingan saat harus membela Merah Putih di SEA Games X 1979 di Jakarta.

Dan dalam mengisi masa skorsing itulah King mencoba dunia baru untuk mendalami akting dengan menjadi bintang film, Sakura Dalam Pelukan. Akibatnya, jadwal latihan pun tertinggalkan.

Satu hal yang masih tetap menjadi misteri adalah kekalahan Liem Swie King dari Rudy Hartono pada babak final All England 1976 di Empire Pool, Wembley, London. Kekalahan King 7-15 dan 6-15 tersebut menjadikan Rudy Hartono merupakan satu-satunya pebulu tangkis yang mampu menjuarai All England sebanyak delapan kali.

Kekalahan tersebut menuai kemarahan dari orangtuanya dan Robert Budi Hartono, pemilik PB Djarum, tempat Liem Swie King bernaung.

Seperti terungkap dari biografi petinggi PB PBSI, Suharso Suhandinata, dan pengakuan Sudirman, Ketua Umum PB PBSI saat itu, keduanya secara tegas menyatakan bahwa kemenangan Rudy kedelapan kalinya di All England bukan atas dasar prestasi Rudy Hartono semata. Namun, juga atas perjuangan PB PBSI yang dirintis jauh hari sebelumnya.

Rudy, yang banyak disebut, tanpa ragu mengakui, ”Sebenarnya perkara ’memberi’ itu urusan pribadi. Kalau memang diberi, ya terima kasih.”

Buku Panggil Aku King juga dilengkapi dengan tulisan para pihak yang pernah bersentuhan dengan King, di antaranya para wartawan, pengurus PBSI, sesama pemain bulu tangkis, dan lain-lain.

Menurut Sekjen KONI 1971-1986, MF Siregar: ”Semangat bertandingnya sangat bagus dan tipe permainannya seperti smesnya sangat powerful.” (hal 413). Smes King memiliki kekhasan tersendiri dan tak dipunyai pemain lain.

King memutuskan gantung raket pada usia 32 tahun. Usianya kini 53 tahun.

Sumber: Kompas, Jumat, 19 Juni 2009


message 2: by Amang, Moderator 2010 (last edited Jun 22, 2009 06:07AM) (new)

348055 Diskusi Buku: Liem Swie King dan All England 1976


PELUNCURAN dan diskusi buku Panggil Aku King di ruang Paseo, Plaza BII, Jakarta, Jumat (19/6) ini, bisa dijadikan sarana baik oleh pebulutangkis Liem Swie King maupun Rudy Hartono untuk menjelaskan kepada publik menyangkut final All England tahun 1976, di mana Liem Swie King dikesankan ”memberi hadiah” kemenangan kepada Rudy Hartono dengan tujuan agar yang bersangkutan bisa mencatat kemenangan delapan kali di All England.

Jika angka itu didapat, prestasi Rudy Hartono sulit tertandingi oleh siapa pun. Sebelumnya, Rudy telah memenangi All England 7 kali berturut-turut sejak tahun 1968 hingga 1974 atau sama dengan prestasi yang didapat Erlans Kops, pebulutangkis asal Denmark. Agar prestasi Erlans Kops tumbang, Rudy harus kembali memenangi All England.

Kebetulan pada tahun 1976 terjadi final sesama pemain Indonesia. Karena itulah, menjelang final antara Liem Swie King dan Rudy Hartono, salah satu petinggi PBSI yang ikut ke Wembley, London, Inggris, Suharso Suhandinata, memanggil King dan meminta dengan hormat agar King merelakan Rudy menjadi juara untuk kedelapan kali demi Merah Putih.

Permintaan ini menjadi kenyataan. Liem Swie King menyerah kepada Rudy Hartono, 7-15 dan 6-15. Padahal, seperti tertulis dalam buku karya Robert Adhi Ksp ini, tahun 1976 merupakan tahun keemasan Liem Swie King. ”Aku memasuki masa yang disebut sebagai golden age, masa di mana aku sudah mulai fokus pada turnamen-turnamen internasional.”

Liem Swie King menjuarai All England tiga kali, dua kali berturut-turut 1978 dan 1979, serta 1981. Tahun 1980 ia dikalahkan pebulutangkis India, Prakash Padukone. Saat ”kalah” dari Rudy Hartono, Liem Swie King baru pertama kali masuk final setelah mengalahkan Sture Johnson. Adapun Rudy Hartono menutup ambisi Flemming Delfs.

Pertemuan Liem Swie King-Rudy Hartono di final All England tahun 1976 tersebut menyisakan banyak pertanyaan, termasuk dari Robert Budi Hartono, pemilik PB Djarum tempat Liem Swie King bernaung. ”Pak Budi merasa heran mengapa pertandingan selesai begitu cepat dan aku terlihat tidak bersemangat melawan Rudy Hartono.”

Dalam diskusi, bakal berbicara Liem Swie King, penulis buku Robert Adhi Ksp, wartawan senior Kompas Jimmy S Harianto, serta pelatih fisik Tahir Djide. Bertindak selaku moderator Andy F Noya. Ketua Umum PB PBSI Djoko Santoso dan pendahulunya, Sutiyoso, direncanakan hadir. Rudy Hartono juga diundang. (POM)

Sumber: Kompas, Jumat, 19 Juni 2009


message 3: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 Alenia Munculkan Semangat Liem Swie King

Film berlatar olah raga mulai dilirik oleh berbagai rumah produksi di Indonesia. Salah satunya adalah Alenia Pictures yang akan memproduksi sebuah film bulutangkis berjudul King. Menurut Ari Sihasale, sang produser, film ini terinspirasi dari salah satu legenda bulutangkis Indonesia, Liem Swie King.

”Yang jelas saya terinspirasi dari Liem Swie King,” ujar Ari Sihasale kala ditemui dalam syukuran filmnya tersebut kemarin (2/2) siang di Pancious Cafe Plaza Indonesia. Dijelaskan lebih lanjut oleh pria yang akrab disapa Ale ini, inspirasinya muncul ketika ia bersama sang istri menyaksikan piala Thomas dan Uber tahun lalu.

”Antusiasme penonton Indonesia besar banget, dan saya melihat banyak orang yang ngga sadar kalau bulutangkis itu sering mengantarkan Indonesia ke kancah Internasional,” jelas Ale. Lalu apakah masih akan ada pemeran anak-anak seperti dalam dua film sebelumnya? Suami dari Nia Zulkarnaen ini kembali menuturkan dia lagi-lagi menghadirkan pemeran anak-anak.

”Kita cari pemain yang bisa bermain bulutangkis, untuk itu kita datang ke kejuaraan-kejuaraan dan kita tes akting mereka,” ujar Ale.”Karena menurut kita semua orang bisa akting, tapi belum tentu semua orang bisa bermain bulutangkis,” lanjut mantan personil boyband Cool Colors ini.

King sendiri bercerita tentang tiga orang anak yang sangat menyukai olah raga bulutangkis. Mereka sangat mengidolakan atlet juara All England 1978, 1979 dan 1981, Liem Swie King. Dari sang pebulutangkis mereka bertiga mendapat semangat untuk mencapai kesuksesan.

Film yang rencananya akan mulai produksi pada 6 Februari ini, dibintangi oleh Wulan Guritno, Ario Wahab, Mamik Prakoso, Rangga, Lucky, Jonathan, Vallerie, serta bintang-bintang bulutangkis Indonesia macam Hariyanto Arbi, Maria Kristine, dan Liem Swie King tentunya. (ajo)



message 4: by Amang, Moderator 2010 (last edited Jun 22, 2009 06:21AM) (new)

348055

Sinopsis:

Kisah tentang perjuangan dan perjalanan panjang seorang anak bernama Guntur dalam meraih cita-citanya menjadi seorang juara bulutangkis sejati, seperti idola ayahnya: Liem Swie King, Ayahnya adalah seorang komentator pertandingan bulutangkis antar kampung yang juga berprofesi sebagai pengumpul bulu angsa, bahan untuk pembuatan shuttlecock.

Mendengar cerita ayahnya tentang ”King” sang idola, Guntur bertekad untuk dapat menjadi juara dunia. Dengan segala keterbatasan dan kendala yang ada dihadapannya, keluarga Guntur pun harus rela menggadaikan satu-satunya televisi yang selalu menjadi hiburan dirumah dan sarana mereka menonton pertandingan bulutangkis, olahraga yang sangat mereka cintai.

Untuk dapat memiliki raket yang akan digunakan Guntur sebagai andalan demi untuk Guntur bisa menggapai impiannya . Dengan semangat yang tinggi tanpa mengenal lelah, dan pengorbanan berat yang harus dilakukan, Guntur tak henti-hentinya berjuang untuk mendapatkan beasiswa bulutangkis dan meraih cita-citanya menjadi juara dunia bulutangkis kebanggaan INDONESIA dan kebanggaan keluarga seperti idola ayahnya …LIEM SWIE KING.

“KING, HIS SPIRIT IS IN MY SOUL”

Jenis Film: Sport/family - Semua Umur (general)
Produser : Ari Sihasale
Produksi : Alenia Pictures

Cast & Crew
Pemain : Rangga Raditya, Lucky Martin, Surya Saputra, Mamiek Prakoso, Ariyo Wahab, Wulan Guritno, Argo “aa Jimmy”
Sutradara : Ari Sihasale
Penulis : Dirmawan Hatta

Trailer:
http://www.21cineplex.com/king,movie,209...


message 5: by Ditta (new)

1470392 ada diskusi bukunya juga loh,,,
yang mau dateng dan ketemu liem swie king langsung aja serbu kinokuniya plaza senayan
info liat http://www.facebook.com/album.php?aid=17...

ok..ok..


message 6: by Buzenk (new)

145863 I Love Badminton...
ga sabar saya mah liat pelem na..


message 7: by Buzenk (new)

145863 eia..diskusi na terbuka utk umum kan?


message 8: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 Ditta, pasang undangannya donk di agenda buku GRI. dijamin pasti banyak badmintoners yang mau hadiiiiiiiiiiiir...




message 9: by gonk (new)

190797 jadi inget kembaran gw di indonesia open kemaren, ituh si lee young dae...hahahahaha...


message 10: by Dahlia (last edited Jun 23, 2009 08:47PM) (new)

189220 d KickAndy spt-nya buagus,nobar yuk temans!


message 11: by Buzenk (new)

145863 4 gonk:
serius?...huwahahahaha...boleh lah...
pemaen paporit saya mah Bao Chunlai...
heuheu...
tp tetep dukung indonesia tercinta sekali merdeka tetap merdeka..:)


message 12: by gonk (new)

190797 OOT
di tenis india ada sania mirza, di badminton kemaren muncul sania nehwal. kapan muncul susi susanti lagi??
pemain paporit tetep hendra setyawan, adek kelas jaman smp dulu.hehehe


message 13: by Ditta (new)

1470392 Buzenk wrote: "eia..diskusi na terbuka utk umum kan?"

iya,,,terbuka buat umum,,
langsung dateng aja...tp daftar dulu ya..
buat daftar klik www.kickandy.com
ntar hubungin mba ayu...


message 14: by Ditta (new)

1470392 Amang wrote: "Ditta, pasang undangannya donk di agenda buku GRI. dijamin pasti banyak badmintoners yang mau hadiiiiiiiiiiiir...

"

hehehe...
iya sih maunya..tapi dari kemaren sibuk nyari gimana buat masukkin gambar??undangannya jpg ni,,hehehe maaf gaptek hihihi



message 15: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 kirim aja ke goodreads.indonesia@gmail.com ... nanti aku masukkan.


message 16: by Prince Manoharun, Moderator 2010 (new)

2109023 @gonk: bukan sania nehwal..tapi saina nehwal...

gw juga mau tuh klo ada nobar pelm King..gw kan juga suka badminton..*nontonnya lho yah, bukan maennya*..


message 17: by Roos , Moderator 2010 (new)

138700 Serius yah kita nobar film KING....hehehehe.


message 18: by e.c.h.a, Moderator 2010 (new)

1960904 Aku ikutan Nobar KING dong....

*mudah2an gk bentrok jadwal, sok sibuk*


message 19: by Speakercoret (new)

1362250 pengen.. mudah2an pas bisa..


message 20: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 King, Antara Karier dan Misteri



Judul: Panggil Aku King
Penulis: Roberth Adi KSP
Penerbit: Kompas Jakarta
Cetakan: Juni 2009
Tebal: xxiv + 456 halaman
Editor: Andy F Noya
Harga: Rp 59.200

Setengah melompat, Liem Swie King beranjak dari tempat tidurnya saat rekannya sesama pemain pelatnas Hadiyanto mengabarkan jika pagi itu ia ditunggu semua orang di lapangan. Hanya sempat gosok gigi, King pun memacu Honda Accordnya menuju Istora Senayan untuk turun di partai tunggal pertama SEA Games X 1979 melawan pemain Singapura Lee Hai Tong.

Beralaskan sandal jepit, King tiba di lapangan lima menit setelah dinyatakan kalah WO oleh wasit SR Chanda dari India. Akibat kejadian itu, King pun diskors tidak boleh bermain oleh PBSI selama tiga bulan. King mengaku ia terlambat karena salah membaca jadwal pertandingan yang ia kira dilangsungkan jam 22.30 malam, ternyata dilangsungkan pagi.

Malam sebelumnya seusai bermain di partai terakhir beregu yang selesai pukul 00.30 WIB, King tidak langsung pulang, namun bersama pacar dan teman-temannya pergi menikmati kuliner di Pecenongan, Jakarta Pusat. Ia pun memutuskan tidur di mes Djarum di Kebayoran bukan di perkampungan atlet di Senayan.

Itulah sekelumit kisah pebulutangkis legendaris yang terkenal dengan jumping smash dan julukan "King Smash" yang tertuang dalam buku Panggil Aku King karya Roberth Adhi KSP. Buku yang mengisahkan kerasnya perjuangan seorang pemuda desa pendiam yang ingin menaklukkan dunia lewat kiprahnya di olahraga bulutangkis.

Buku ini secara khusus juga mengulas partai final All England 1976 yang hingga kini menyisakan misteri. King yang sebelumnya tampil trengginas dan mengalahkan jago-jago dunia, tiba-tiba tampil loyo dan menyerah mudah dari Rudy, yang kemudian juara All England untuk kedelapan kalinya. Banyak pihak yang meyakini King diminta mengalah oleh "orang penting" di PBSI untuk memuluskan jalan bagi Rudy memecahkan rekor baru.

Saat ditanya mengenai hal ini, pebulutangkis yang pernah bermain dalam film Sakura Dalam Pelukan itu pun hanya menyatakan, no comment!

Dua tahun kemudian, tepatnya 1978, pada usianya yang ke-22 King pun mewujudkan mimpinya menjuarai All England dan membalas kekalahannya dari Rudy Hartono di babak final. [SP/Setia Lesmana:]

Sumber: Suara Pembaruan, Minggu, 26 Juni 2009


191456 Jadi pada nonbar ga? Ne film sama Garuda di dadaku bagus mana?


message 22: by Amang, Moderator 2010 (new)

348055 Lutfi Retno Wahyudyanti wrote: "Jadi pada nonbar ga? Ne film sama Garuda di dadaku bagus mana? "

Lutfi, sudah dilaksanakan nobarnya. bisa dilihat di http://www.goodreads.com/topic/show/1644...

Laporan pandangan mata ada di message 26.

Dibanding GDD, mungkin yang lain bisa jawab. Aku sendiri masih menunggu jadwal bisa nonton GDD.


back to top


unread topics | mark unread