group discussion

note: This topic has been closed to new comments.

225 views

topic: Klub Buku GRI > Baca Buku Puisi Bareng Bulan Mei---"Aku Ingin Jadi Peluru"


Comments (showing 1-50 of 284) (284 new)    post a comment »

message 1: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Hai Temans,

Ketemu lagi, pada kangen gak baca bareng buku puisi? hehehehehe. Setelah mengalami kevakuman...*halah* untuk bulan Mei sampai Juni kita baca bareng Buku Puisinya Wiji Thukul yang berjudul Aku Ingin Jadi Peluru.

Nah untuk pengetikannya Roos akan dibantu Mas Ronny dan buat teman-teman yang mempunyai bukunya boleh membantu sesuai urutan halamannya yah.Untuk semuanya sebelumnya Roos ucapkan terima kasih.

Ohya, buat yang mempunyai informasi tentang apa dan siapa Wiji Thukul boleh di share disini yah temans.

Terima kasih,
Roos





message 2: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Oke untuk yang pertama sepatah kata dari penulis dulu yah.

Dari Wiji Thukul (hal.XVII)

Penyair haruslah berjiwa 'bebas dan aktif'. bebas dalam mencari kebenaran dan aktif mempertanyakan kembali kebenaran yang pernah diyakininya. maka belajar terus-menerus adalah mutlak, memperluas wawasan dan cakrawala pemikiran akan sangat menunjang kebebasan jiwanya dalam berkarya. dan fanatik gaya atau tema bisa dihindarkan sehingga proses kreatif tak terganggu. belajar tidak harus di bangku kampus atau sekolah tetapi bisa dimana-mana dan kapan saja: di perpustakaan atau membaca gelagat lingkungan atau apa sajalah pokoknya yang bisa mempertajam kepekaan penyair terhadap gerak hidup dirinya dan hidup di luar dirinya juga.

Dalam penciptaan puisi sesungguhnya penyair hanya tergantung kepada diri sendiri. mungkin kritikus ada juga fungsinya. tetapi kritikus nomer empat urutannya. pokoknya persis seperti ketika coblosan pemilu itulah. kita berdiri didepan gambar kontestan dan bebas sepenuhnya memilih mana yang kita pilih. tidak ditekan, tidak tertekan, tidak dipilihkan, tapi memilih sendiri.

salam saya,
Wiji Thukul


message 3: by gieb, co-Moderator (new)

633463 heroik nih.


message 4: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Buku 1: Lingkungan Kita Si Mulut Besar

Pulanglah Nang (hal.3)

pulanglah nang
jangan dolanan sama si kuncung
si kuncung memang nakal
nanti bajumu kotor lagi
disirami air selokan

pulanglah nang
nanti kamu menangis lagi
jangan dolanan sama anaknya pak kerto
si bejo memang mbeling
kukunya hitam panjang-panjang
kalau makan tidak cuci tangan
nanti kamu ketularan cacingan

pulang nang
kamu kan punya mobil-mobilan
kapal terbang bikinan taiwan
senapan atom bikinan jepang
kamu kan punya robot yang bisa
jalan sendiri

pulanglah nang
nanti kamu digebugi mamimu lagi
kamu pasti belum tidur siang

pulanglah nang
jangan sama anaknya mbok sukiyem
mbok sukiyem memang keterlaluan
si slamet sudah besar tapi belum disekolahkan

pulanglah nang
pasti papimu nanti marah lagi
kamu pasti belum bikin PR
belajar yang rajin
biar nanti jadi dokter

solo, september 86


message 5: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Yoa Gieb...tahu khan buku wajib kita...hehehehe. Lanjut yah...

Monumen Bambu Runcing (hal.5)

monumen bambu runcing
ditengah kota
menuding dan berteriak merdeka
dikakinya tak jemu juga
pedagang kaki lima berderet-deret
walau berulang-ulang
dihalau petugas ketertiban

semarang, 1 maret 86


1618324 duh... saia nyari2 bukuna gak nemu2. asyik ada yg mu nulisin gretongan disini
*gelar tiker nunggu yg saweran para begawan dalam berpuisi*


message 7: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Riwayat (hal.6)

seperti tanah lempung
pinggir kampung
masalaluku kuaduk-aduk
kubikin bentuk-bentuk
patung peringatan

berkali-kali
kuhancurkan
kubentuk lagi
kuhancurkan
kubentuk lagi
patungku tak jadi-jadi

aku ingin sempurna
patungku tak jadi-jadi

lihat!
diriku makin belepotan
dalam penciptaan

Kalangan, Oktober 87


message 8: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 ntar aku mulai hlm. 8, Roos


message 9: by Dahlia (new)

189220 wuaaaaaaaaaaah sepatah katanya keren! aq vote itu aja boleh? eh, bukan utk vote yah? hahaha...
Geser lad, g mo ikutan nongkrong juga akh'
*duduk maniez setelah menggeser Yipyip*


message 10: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Siap, kalo bisa yang panjang-panjang bagian Mas Ronny deh...*niat curang*...hehehehe. Maklum gatek...lebih bisa manual.

Suara dari Rumah-Rumah Miring (hal.7)

di sini kamu bisa menikmati cicit tikus
di dalam rumah miring ini
kami mencium selokan dan sampan
bagi kami setiap hari adalah kebisingan
di sini kami berdesak-desakan dan berkeringat
bersama tumpukan gombal-gombal
dan piring-piring
di sini kami bersetubuh dan melahirkan
anak-anak kami

di dalam rumah miring ini
kami melihat matahari menyelinap
dari atap ke atap
meloncati selokan
seperti pencuri

radio dari segenap penjuru
tak henti-hentinya membujuk kami
merampas waktu kami dengan tawaran-tawaran
sandiwara obat-obatan
dan berita-berita yang meragukan

kami bermimpi punya rumah untuk anak-anak
tapi bersama hari-hari pengap yang
menggelinding
kami harus angkat kaki
karena kami adalah gelandangan

solo, oktober 87


message 11: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 Catatan Malam (hlm. 8)

anjing nyalak
lampuku padam
aku nelentang
sendirian
kepala di bantal
pikiran mengawang
membayang pernikahan
(pacarku buruh
harganya tak lebih
dua ratus rupiah per jam)
kukibaskan pikiran
tapi dalam gelap makin lekat

aku ini penyair miskin
tapi kekasihku cinta

cinta menuntun kami ke masa depan

solo-kalangan, 23 februari 88


message 12: by Ronny, co-Moderator (last edited May 14, 2009 08:14PM) (new)

153826 Nyanyian Akar Rumput (hlm. 9)

jalan raya dilebarkan
kami terusir
mendirikan kampung
digusur
kami pindah-pindah
menempel di tembok-tembok
dicabut
terbuang

kami rumput
butuh tanah
dengar!
Ayo gabung ke kami
Biar jadi mimpi buruk presiden!

juli 1988


message 13: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 Catatan (hlm. 10)

udara ac asing di tubuhku
mataku bingung melihat
deretan buku-buku sastra
dan buku-buku tebal intelektual
terkemuka
tetapi harganya
o aku ternganga

musik stereo mengitariku
penjaga stand cantik-cantik
sandal jepit dan ubin mengkilat
betapa jauh jarak kami

uang sepuluh ribu di sakuku
di sini hanya dapat 2 buku
untuk keluargaku cukup buat
makan seminggu

gemerlap toko-toko di kota
dan kumuh kampungku
dua dunia yang tak pernah bertemu

solo, 87-88


message 14: by Sylvia, co-Moderator (new)

92370 *ikut gelar matras*


message 15: by gieb, co-Moderator (new)

633463 *pasang ikat ke kepala. pakai jaket lusuh. jeans belel. ambil megaphone. menuju bunderan HI. siap demo.


message 16: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 Ucapkan Kata-Katamu (hlm. 11)

jika kau tak sanggup lagi bertanya
kau akan ditenggelamkan keputusan-keputusan

jika kau tahan kata-katamu
mulutmu tak bisa mengucapkan apa maumu
terampas

kau akan diperlakukan seperti batu
dibuang dipungut
atau dicabut seperti rumput

atau menganga
diisi apa saja menerima
tak bisa ambil bagian

jika kau tak berani lagi bertanya
kita akan jadi korban keputusan-keputusan
jangan kau penjarakan ucapanmu

jika kau menghamba kepada ketakutan
kita memperpanjang barisan perbudakan

kemasan-kentingan-sorogenen


message 17: by ana (new)

2016073 manis. humanis.


1618324 keren....
*keplok-keplok, sambil manyun gak kebagean tiker T.T*


message 19: by miaaa (new)

858390 wuih akhirnya baca puisi bareng lagi :D


message 20: by Amang, Moderator (new)

348055 pas banget bulan mei baca widji tukul. lanjuutt gaaaan...


message 21: by gonk (new)

190797 *gelar tiker.pasang terpal.biar gak kepanasan. lanjut dunk..


message 22: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 Sajak Bapak Tua (hlm. 12)

bapak tua
kulitnya coklat dibakar matahari kota
jidatnya berlipat-lipat seperti
sobekan luka

pipinya gosong disapu angin panas
tenaganya dikuras
di jalan raya siang tadi

sekarang bapak mendengkur

dan ketika bayangan esok pagi datang
di dalam kepalaku
bis tingkat itu tiba-tiba berubah
jadi ikan kakap raksasa
becak-becak jadi ikan teri
yang tak berdaya

solo, juni 1987


message 23: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Whoaaaaaaaaaa...senangnya berbagiiii...huhuhuhu...*jadi terharu*

pada share koment yah...itu yang kita tunggu.


message 24: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 Sajak Bagong (hlm. 13)

bagong namanya
tantanglah berkelahi
kepalamu pasti dikepruk batu
bawalah whisky
bahumu pasti ditepuk-tepuk gembira
ajaklah omong
tapi jangan khotbah
ia akan kentut

bagong namanya
malam begadang
subuh tidur bangun siang
sore parkir untuk makan
awas jangan ngebut di depan matanya
engkau bisa dipukuli
lalu ditinggal pergi

ya, ya bagong namanya
pemilu kemarin besar jasanya
bagong ya bagong
tapi bagong sudah mati
pada suatu pagi
mayatnya ditemukan orang
di tepi rel kereta api
setahun yang lalu
ya, ya setahun yang lalu


1618324 ih, saia dah baca yg sajak bagong mah di.... lupa lageh :D
*taunya pusisi Tukul cuma dr kumpulan manuskrip dan fragmen majalah :)*


message 26: by nanto, co-Moderator (new)

153882 puisi Wiji pertama kali saya baca tak sengaja. dari sebuah majalah Hai lama yang saya baca ulang di rumah seorang kawan. puisinya manis dan sarat perenungan. disandingkan bersama puisi remaja lainnya. Saya kira Widji adalah bagian dari remaja metropol pembaca majalah Hai.

Ketika membeli bukunya, saya teringat tiga puisinya. Pulanglah Nang, di awal buku. Puisi yang bercerita ia berbagi ikan dengan kucing yang merebut ikannya di tengah buku. Dan puisi baju bekas yang diingin dihadiahkan untuk istrinya.

Itu lanskap sederhana saya tentang buku ini. Citra Wiji yang peka lingkungan, humanis (bahkan kucingis), juga romantis. :D


message 27: by deleted member (new)

Jenderal Nanto pasti sudah bosan dengan buku Widji itu. Bakal sayah sajah yah :D <ngarep>

Lanjut teman2. <duduk sambil mangap2 terpesona>


message 28: by lita, co-Moderator (new)

1160827 mumpung ada yang bawa matras, aku bawa bantal sponge bob-ku deh..hayoo...lanjuuutttt :D


message 29: by Ronny, co-Moderator (new)

153826 mo nginep di DPR lagi Lit? :D


message 30: by nanto, co-Moderator (new)

153882 ho ho ho jenderal james. bisa diatur itu. yang edisi baru aja yah.. kalo balik nanti saya kabari. yang lama sayang euy


message 31: by Palsay (new)

567709 senangnyaaaa....akhirnya buku ini ditulis juga disini...thanks ya temans..


message 32: by deleted member (new)

@ Jenderal Nanto: HOREEEE :D duh baik sekali Jenderal yg satu ini. ditunggu pm-nya yah :D


message 33: by Nanny (new)

1591889 Wah udah mulai lg nih baca puisi..sik asiik !

* geser dong ikutan leyeh2,sambil bw kacang rebus :D
Qui bw tambahan tiker dong !


1618324 ampon, makin gak da harepan buat dapet jatah duduk di tiker T.T
jongkok di sudut di bawah naungan pohon pisang. sambil manyun*


message 35: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Sajak Ibu (hal.14)

ibu pernah mengusirku minggat dari rumah
tetapi menangis ketika aku susah
ibu tak bisa memejamkan mata
bila adikku tak bisa tidur karena lapar
ibu akan marah besar
bila kami merebut jatah makan
yang bukan hak kami
ibuku memberi pelajaran keadilan
dengan kasih sayang
ketabahan ibuku
mengubah rasa sayur murah
jadi sedap

ibu menangis ketika aku mendapat susah
ibu menangis ketika aku bahagia
ibu menangis ketika adikku mencuri sepeda
ibu menangis ketika adikku keluar dari penjara

ibu adalah hati yang rela menerima
selalu disakiti oleh anak-anaknya
penuh maaf dan ampun
kasih sayang ibu
adala sinar kegaiban tuhan
membangkitkan haru insan

dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan

solo,1986



message 36: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Sajak kepada Bung Dadi (hal.15)

ini tanahmu juga
rumah-rumah yang berdesakan
manusia dan nestapa
kampung halaman gadis-gadis muda
buruh-buruh berangkat pagi pulang sore
dengan gaji tak pantas
kampung orang-orang kecil
yang dibikin bingung
oleh surat-surat izin dan kebijaksanaan
dibikin tunduk mengangguk
bungkuk

ini tanah airmu
di sini kita bukan turis

solo-sorogenen, malam pemilu 87


message 37: by ana (new)

2016073 perenungan yang menuntun ke kedewasaan. sekali lagi, humanis sejati.


message 38: by lita, co-Moderator (new)

1160827 yang tentang sekolah itu blum kelewat kan? :P


message 39: by nanto, co-Moderator (new)

153882 kalimat paling dalem buat gue,

dengan kebajikan
ibu mengenalkan aku kepada tuhan





message 40: by Sylvia, co-Moderator (new)

92370 Suka SAJAK IBU.. mommy, i love you. Jadi inget dulu mommy selalu membagi rambutan dengan adil biar anak-anaknya kebagian semua.. :D


message 41: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Lanjut yah temans, suka banget nih ma puisi ini, sepertinya bulan september punya arti khusus buat Wiji Thukul...

Catatan 88 (hal.16)

saban malam
dendam di pendam
protes diam-diam
dibungkus gurauan

saban malam
menyanyi menyabarkan diri
bau tembakau dan keringat di badan
campur aduk dengan kegelisahan

saban malam
mencoba bertahan menghadapi kebosanan
menegakkan diri dengan harapan-harapan
dan senyum rawan

saban malam
rencana-rencana menumpuk jadi kuburan

solo-sorogenen, 1 september 88


message 42: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Nah kalo yang ini punya kenangan tersendiri buatku...jalan sejarah...huehuehuehue.

Jalan Slamet Riyadi Solo (hal.17)

dulu kanan dan kiri jalan ini
pohon-pohon asam besar melulu
saban lebaran dengan teman sekampung
jalan berombongan
ke taman sriwedari nonton gajah

banyak yang berubah kini
ada holland bakery
ada diskotik ada taksi
gajahnya juga sudah dipindah
loteng-loteng arsitektur cina
kepangkas jadi gedung tegak lurus

hanya kereta api itu
masih hitam legam
dan terus mengerang
memberi peringatan pak-pak becak
yang nekat motong jalan
"hei hati-hati
cepat menepi ada polisi
banmu digembos lagi nanti!"

solo, mei-juni 1991


message 43: by Nanny (new)

1591889 Wah Ross.. ada sjarah apaan nih ?, ky lagu'Sepanjang jalan kenangan' dong :D


message 44: by miaaa (new)

858390 waaah sempet gak mantengin beberapa hari dateng2 udah banyak dan keren2 :D

@gieb dan mas aldo, buku ini di tbk ndak ada nanti coba aku cariin lagi yah


message 45: by gonk (new)

190797 pindah ke slamet riyadi ya roos...*siap2 gulung tikar kalo gitu


message 46: by Sylvia, co-Moderator (new)

92370 Keknya ada yang ngetik sambil bernostalgia ngebayangin kampung-halaman-desaku-yang-kucinta nih :D


message 47: by Roos , co-Moderator (new)

138700 kenangan ngejar kerbau putih sepanjang slamet riyadi...kirain gajah...*halah*


message 48: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Batas Panggung (hal.18)

kepada para pelaku

ini daerah kekuasaan kami
jangan lewati batas itu
jangan campuri apa yang terjadi disini
karena kalian penonton
kalian adalah orang luar
jangan rubah cerita yang telah kami susun
jangan belokkan jalan cerita yang telah
kami rencanakan
karena kalian adalah penonton
kalian adalah
orang luar
kalian harus diam

panggung seluas ini hanya untuk kami
apa yang terjadi di sini
jangan ditawar-tawar lagi
panggung seluas ini hanya untuk kami
jangan coba bawa pertanyaan-pertanyaan berbahaya
ke dalam permainan ini
panggung seluas ini hanya untuk kami
kalian harus bayar kami
untuk membiayai apa yang kami kerjakan di sini

biarkan kami menjalankan kekuasaan kami
tontonlah
tempatmu di situ

solo, 21 november 91


message 49: by Roos , co-Moderator (new)

138700 Ceritakanlah Ini kepada Siapa Pun (hal.19)

panas campur debu
terbawa angin kemana-mana

koran hari ini memberitakan
kedungombo menyusut kekeringan
korban pembangunan dam
muncul kembali ke permukaan
tanah-tanah bengkah
pohon-pohon besar malang-melintang
makam-makam bangkit dari ingatan
mereka yang dulu diam

kali ini
cerita itu siapa akan membantah
dasar waduk ini dulu dusun rumah-rumah

waktu juga yang menyingkap
retorika penguasa
walau senjata ditodongkan kepadamu
walau sepatu diatas kepalamu
di atas kepalaku
diatas kepala kita

ceritakanlah ini kepada siapa pun
sebab itu cerita belum tamat

solo, 30 agustus 1991


message 50: by Roos , co-Moderator (last edited May 20, 2009 06:07PM) (new)

138700 Tetangga Sebelahku (hal.20)

tetangga sebelahku
pintar bikin suling bambu
dan memainkan banyak lagu

tetangga sebelahku
kerap pinjam gitar
nyanyi sama-sama anaknya

kuping sebelahnya rusak
dipopor senapan

tetangga sebelahku
hidup bagai dalam benteng
melongok-longok selalu
membaca bahaya

tetangga sebelahku
diteror masa lalu

kalangan-solo, november 1991


« previous 1 3 4 5 6
back to top


unread topics | mark unread