group discussion
topic:
Komunitas Goodreads Indonesia >
Baca itu Seru! Nulis itu...Perlu!!!
aku mau tanya dong, konsep penyampaian yang dipakai k'gieb itu ada nama istilahnya nggak ya? aku suka. atau itu masih adalah jenis puisi juga *maklum buku puisi-ku se-tipe semua, belum sempet dapet yang lain*
*ngemut permen sambil mengerutkan kening liat Nenangs melempari diri sendiri dg buah*puisi kan gak selalu terikat dg pola rima semacam syair, yg semata-mata menekankan estetik tapi juga lebih menekankan pada keindahan semantiknya...halah... gak ngatri juga saia yg ginian mah :D
mungkin setipe dg karya pak Sutardji yang melepaskan diri dari ikatan "penjajahan gramatika" dan "aturan standar" heuheu... *mode sotoy on*
klo pernah baca puisi2 mbelingnya Remy Sylado..maka kita bisa berkesimpulan *sotoy ayam mode on* bahwa:nulis puisi itu bebas ajah..aturannya ga ada aturan..:-p
monggo bagi teman2 lain yg mau menambahkan penjelasan..
Kalau jaman dulu, jamannya Siti Nurbaya, pantun dan syair kan punya aturan baku, rimanya, jumlah baris, jumlah bait dsb.Tapi sekarang jamannya Siti Nurhaliza, puisi nggak terikat aturan apa pun. Terserah sang penyairnya.
Makanya ada puisinya Sutardji Calzoum Bachri yang bunyi dibebaskan dari makna. Arsitektur Hujan-nya Afrizal Malna yang merepet sendiri (yg aku juga nggak tahu maknanya, sampai baca ulasannya tuhan Gieb). Puisi "intelek" (hehehe)nya Nirwan Dewanto.
Segala cara menulis, bertutur, makian/pujian, semua sah-sah aja di puisi.
Gituuu....
Wirotomo
*bukan pujangga*
eh, kalo yg puisi karya tuhan ituh bisa disebut puisi naratif gak? atau malah puisi deskriptifeh, gimanapun, sebagai hamba jelata, kita hanya harus patuh dan tunduk pada sabdanya :P
;rasanya tak mampu benar terserap sepenuhnya terutama dua pesan terbawah tentang nama istilah. prosasif? mbeling? huhu apakah gerangan itu? tapi paham pada selebihnya. ;D terimakasih jawabannya semua k'nenangs, k'qui, k'pandasurya, k'andri, k'tomo, k'qui lagi, k'nenangs lagi, dan k'gonk.. (sekalian ngafalin nama khekhe) terharu biru daku, dapat pelajaran baru *alaaah*
ehem, well.. langsung aja keintinya *BELI-IN buku puisi dong!!!*
*kabur* hihi
betul banget. baca ngga harus beli..numpang di gramed juga bisa...hahahahaha...
*teringat berjam2 nongkrong di gramed jl. merdeka dan BSM cuma buat numpang baca*
tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq wrote: "*buka lapakan buku puisi*"
Giat banget yak...seperti lagi ngumpulin mahar and maisyah...ixixixixixi...
aduh mahar sih nggak seberapa, biaya makanan dan sewa gedung itu yang lebih berat. Makanya sampai mbela-belain buka lapak segala hehehe
Wirotomo wrote: "aduh mahar sih nggak seberapa, biaya makanan dan sewa gedung itu yang lebih berat. Makanya sampai mbela-belain buka lapak segala hehehe"ada yang curcol nih
*kabooorrr*
Indri wrote : stay here aja @GRI..lama2 juga dapet buku gratis..
asyiiik..Indri mo bagi2 buku...ditunggu yah :))
eh, gung, ifa, berbagi pengalaman pribadi aja, kebetulan mas-mas diatas pernah menghadiahi aku buku. . *hugs, hugs* baik sukarela maupun todongan. .
gak harus sih, hanya saja lebih seru memiliki. bisa dibaca kapan saja kalo rindu, bisa diliat-liat sampai bosen, bisa dielus-elus sama diajak jalan-jalan. hihihihooo.. begitu! baiklah aku akan 'ikhtiar' menodong *ngaco!*
well, gramed emang tempat baca gratisan yang seru, jadi inget juga waktu di gramed PI, 5 jam disana gak puas-puas, dan karena terlalu banyak yang pingin dibeli.. pulang-pulang malah gak bawa apa-apa. hehe
Mungkin yang selama ini suka pada baca di toko buku - toko buku dan menuh-menuhin tempat duduk nya itu anggota GR semuan ya ? :)
Tapi herannya kita seneng banget ya mencela Gramedia. Padahal Toko Bukunya itu yg membuat kita bisa baca gratis. :-)
Wakakakaka...pemilik thread sudah muncul...
Kemana aja bu naga? hibernasi melulu...atow....???
*kabooorrr...*
mungkin! ;Dnulis lagii ahh..
Diam, aku dengan tenang.
Bagai angin membelai jemari bersyaraf.
Kelembutan yang tak tergambarkan.
Bisikan hatiku bertanya tentang keabstrakan.
Abstraknya kehidupan.
Abstraknya impian.
Pecahkan saja!
Bola lampu yang menyala.
Agar gelap gulita,
dan biarkan aku merasa..
diam, dengan tenang.
merasa kelembutan di jiwa ini
dan keyakinan di hati
kebulatan tekad
dalam mimpi
wah, lagi hujan euy..copi lagi ahh
Sekali lagi,
; hujan
dan rintiknya
; deras
lintasan memori
; biru
perasaan ini
; pilu
ada bisikan dihati, sendu. rindu. malu.
; menggebu
; beradu
sekali lagi
;hujan
aku basah
;berair mata
hehe makasih, jadi tersandung lagi ;P khekheiya nih k'panda aku suka hujan dan puisi.
kok, karya-nya k'gieb tak tampak lagi euy?
sudah menanti-nanti hehe
dan karya kk2 semua..
oh iya vote juga buat hujannya Syafiyah. :-)Mas Gieb lagi mengalami writer's block karena kesibukan pekerjaan hehe... tapi sebentar lagi pasti balik. ;-)
Kota Tuaapalagi yang aku bawa untukmu ketika sudah sampai di hulu selain keheningan. aku selalu merasa. dan berusaha untuk mengerti. selebihnya tersisih ke beberapa halaman buku yang kumal. dengan itu aku merasa bisa bersembunyi. dan menemui kamu diam-diam.
seperti warna coklat sepatumu yang mampu menggerus usiaku. akan mendangkalkan warna biru langit yang memantul di tepi telaga. kemudian sebutir embun yang jatuh di pusat lubukmu. menegaskan waktu yang selalu terburu. entah karena umur. atau ketiak kita yang berjamur.
aku rindu berdiri di tepimu. seperti melihatmu dari hati. membasuh segala getirmu. mencicip puncak pahitmu. dengan demikian aku pastikan kau menjadi alif-ku. yang tegak kemana-mana. membawa keraguan menjauhi kiblat. menghidu anyir darah dalam diam. aku bertanya bukan padamu. tapi pada sekuntum bunga dan beberapa buku yang ada di diriku.
sejuk semoga singgah sore ini. memeluk nisan demi nisan. gerimis tak jadi datang. hingga kecapi urung dimainkan. maka tebaklah masa depanmu. perahu-perahu tetap terkapar di pantai. menunggu pecut. dan secuil gumam tentang rindu. sebuah waktu, kesepian namanya. menjelma kitab daun lontar dengan cuaca berloncatan. sebaiknya kau tangkap petir itu. agar kita mendengar getar. mencari ujung pita dari kondisi ini.
aku tak menyangka kita begitu lama memaknai kesepian. tak terasa tujuh lautan sudah kita tebak pangkalnya. meski selalu meleset. tapi kita selalu merindu. sebab jarak seperti pembenar. bahwa kita terlibat dalam amuk. entah apa. kau selalu sebut itu peduli. pun aku iyakan kesimpulanmu. meski aku lebih suka menyebut ini sebagai jatuh hati.
kemana kita akan berlabuh. jika tiba-tiba paragraf berikutnya sobek. dan kita harus menulis sendiri kalimatnya. apa yang akan kau tulis. "perhatian, yang bernama kerinduan, silakan mendekat". kemudian aku yang hanya mempunyai sekuntum bunga dan beberapa buku. mendekat padamu. membisikkan kalimat-kalimat racau. sembari menunggu. kau bersenandung dekat-dekat di telingaku.
suatu hari, kau ingin melihat kota tua di pojok itu. beberapa diorama yang menggilas wajah peradaban. mengembalikan kenangan di balik kebaya dan teram lampu. aku tunggu. aku tunggu. aku tunggu. tanggal duapuluh tujuh bulan tiga tahun ini.
Ceraihening ini ada di tubuhmu. sepuluh tahun yang lalu. bilamana kita bertemu. akankah kita akan tetap menyiapkan perlawanan untuk membunuh waktu. kita ketemu di mana aku lupa. kapan kita ketemu aku lupa. kenapa aku peduli kepadamu. aku tak ingat pasti. seingatku waktu kau benamkan hening di tubuhku. aku bergetar menahan gigil. aku tak pernah menerima sehening ini. sejak itu aku maklumkan hening untuk mengingatmu.
kota ini ada di tubuhmu. enam bulan yang lalu. saat kita bertemu di sebuah pojok kafe tua. kau tergesa. aku terdiam menghitung kancing baju. kita seperti kanak yang belajar menyusun cerita liburan. meski tanpa cerita rumah nenek yang dipenuhi lampu. aku tak pandai berkisah. seandainya aku punya gagasan waktu itu. akan aku antar kau menemui waktu yang sekarang kenapa jadi begitu buru-buru. saat kita dekatkan jarak menjadi sejengkal genggaman.
waktu itu ada di tubuhmu. tiga puluh lima tahun yang lalu. saat kau iyakan sang waktu untuk menemukanmu. aku belum tercipta waktu itu. aku baru disusun dari gagasan dan omong kosong. baru ketika kau menolak air susu. kemudian aku lahir di bulan penuh. pun sekarang kita bertemu. setelah paham arti sebuah gagasan dan omong kosong perkawinan. seandainya aku punya cerita. aku pengin cerita. tentang sebuah mesin waktu untuk membawaku ke masa lalumu. tapi aku tak punya cerita itu. sebaiknya aku konsentrasi untuk menyusun cerita beberapa waktu ke depan. ketika bulan penuh. saat kita hapal benar berapa uban yang telah kita korbankan untuk perkawinan ini.
Wirotomo wrote: "Mas Gieb lagi mengalami writer's block karena kesibukan pekerjaan hehe... tapi sebentar lagi pasti balik. ;-)
"
ini yg ngomong tomopedia apa mamatami yg satu perguruan ma mama lauren... cuma dalam 13 menit terbukti :D
Dua baris aja udah bikin gimana gitu.. huuuaaah.. keren2. berguru ah!Tak Mengapa kan Tuhan?
Putaran – putara permainan akan aku hentikan
Sensasi – sensasi kehidupan akan aku kuburkan
Biarlah duniaku kubuat saja
Sekehendak hati, semampunya
Agar berdekatan yang jauh
Agar berjatuhan yang tinggi
Biar, biarlah.. Tak mengapa kan Tuhan?
Asal aku tak memalingkan diri dari-Mu
Kan kubuat pula jalan panjang, tempat lari-larian saat ingin menghindari masalah
Kan kubuat mikroskop dan teropong untuk mengukur ketakutan yang tak berdasar
Moga-moga dapat bernafas lega
Bagi dada yang sesak dunia
la illahailallah
karya ka gieb kalo aku copy ke notes FB dan share sm temen2 boleh tidak? pastinya tercantum nama k'gieb.. gimana boleh?










