Belajar Menulis Indonesia discussion

729 views
Penulisan Novel > Alur dan Plot dalam Cerita

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)    post a comment »
dateDown_arrow    newest »

message 1: by [deleted user] (last edited Mar 12, 2013 06:31PM) (new)

Trik Sederhana Menulis Alur dan Plot Cerita
oleh Joni Lis Efendi

1. Alur Cerita

Alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu, atau rangkaian peristiwa demi peristiwa dari awal sampai akhir cerita. Ada alur progresif yang bergerak runtut dari awal sampai akhir (A-B-C). Alur kilas balik (flash back) yang dimulai dari akhir cerita kemudian bergerak ke awal cerita (C-B-A). Dan, ada alur percampuran antar kedua alur yang disebutkan di atas.

Alur dibangun oleh narasi, deskripsi, dialog, dan aksi/laku (action) dari tokoh-tokoh cerita. Alur yang baik akan sangat membantu pembaca untuk menangkap gambaran utuh dari cerita yang disuguhkan dalam novel. Bagi penulis, penguasaan alur cerita sangat menolong agar nggak kehilangan jejak, atau mentok di tengah jalan.

Sebaiknya sebelum mulai menulis dibuat terlebih dahulu draf alur ceritanya. Hal ini untuk memudahkan kita saat menulis nanti. Walaupun begitu, kita nggak diharuskan terlalu kaku memegang draf awal dari alur tersebut. Karena biasanya ketika menulis, pergerakan alur cerita akan berkembang dengan sendirinya.

Kamu bisa menulis draf awal sebuah alur cukup dengan beberapa kalimat aja, paling banyak lima kalimat. Tentunya nggak terlalu ribet, kan. Berikut ini contoh alur dari cerpen "Rindu Banjir" yang dimuat di Majalah Ummi edisi Februari 2010.

Contoh Alur:
(view spoiler)

2. Plot

Plot adalah hubungan yang mengaitkan satu kejadian dengan kejadian lainnya sehingga saling berhubungan yang memicu terjadinya krisis dan menggerakkan cerita menuju klimaks (puncak konflik). Dengan kata lain, adanya suatu peristiwa dibenturkan dengan peristiwa lain, yang saling bergesekan sehingga memantik konflik. Plot inilah yang sesungguhnya menggerakan cerita dari awal sampai akhir yang menghiasinya jalannya cerita tersebut dengan ketegangan, konflik dan penyelesaian (ending).

Di dalam plot inilah persoalan-persoalan yang dihadapi para tokoh cerita saling digesekkan, dibenturkan satu sama lain menjadi persoalan baru yang lebih kompleks, diseret ke puncak krisis, lalu dicari pemecahan (penyelesaian)-nya menuju akhir cerita (ending). Plot digerakkan oleh tokoh cerita, gesekan yang timbul karena pergerakan plot inilah yang melahir ketegangan (suspend) yang menyulut api konflik. Kemudian plot yang mengkondisikan tokoh cerita berusaha untuk mencari jalan keluar dari konflik yang terjadi tersebut untuk menurunkan tensinya sampai pada ending.

Contoh plot dalam cerpen "Rindu Banjir"

(view spoiler)

Nah, sekarang timbul pertanyaan, apa beda alur dengan plot?

Beberapa perbedaan antara alur dan plot:

1. Alur berisi kronologis cerita, walau susunannya bisa maju, kilas balik atau gabungan.
Alur hanya rangkaian cerita dari awal sampai akhir.

2. Alur bisa dijabarkan dengan gaya narasi, deskripsi, eksposisi dan narasi. Sedangkan plot sebagian besar dengan narasi dan dialog.

3. Plot adalah pergerakan cerita dari satu kejadian demi kejadian yang saling berkaitan, bahkan terkadang sengaja dibenturkan untuk menimbulkan adanya ketegangan, klimaks (puncak konflik), antiklimak (penurunan konflik) sampai ending.

4. Alur adalah badan cerita sedangkan plot adalah ruh yang menggerakan cerita.
Alur ada pada jenis tulisan lain seperti feature dan esai. Sedangkan plot khusus ditemukan dalam cerpen dan novel.

Sekarang giliran kamu untuk menulis alur dan plot. Tema kali ini adalah tentang gadis hujan yang selalu merindukan hujan, karena hujan selalu mengingatkannya pada kenangan cinta pertamanya. Walau terkadang dia benci hujan, lantaran cinta pertamannya pun hanyut diseret hujan lebat hatinya.

Nama tokoh dan setting sesuai dengan keinginanmu masing-masing

Dari: www.menulisdahsyat.blogsot.com


message 2: by [deleted user] (last edited Mar 12, 2013 06:32PM) (new)

Alur Cerita dan Plot

Serba-serbi alur cerita dan plot


Salah satu unsur terpenting dalam sebuah cerita adalah alur. Ibarat sebuah kapal, maka alur adalah mesin yang berfungsi untuk menjalankan kapal tersebut. Jika tidak ada mesin, kapal tidak akan bisa berjalan. Begitu pun dengan alur, cerita tidak akan bisa “berjalan” jika tidak terdapat alur di dalamnya. Nantinya, alur akan membuat seorang penulis bisa mengatur struktur plot dan konflik dalam cerita.

Alur adalah urut-urutan kejadian dalam sebuah cerita. Alur mengatur jalannya cerita hingga menjadikan cerita itu bernalar. Dalam sebuah cerita, alur harus bersifat detail dan kompleks. Detail, yang berarti dalam menentukan alur, seorang penulis harus betul-betul memikirkan agar cerita dapat berjalan dan tidak menimbulkan pertanyaan bagi pembaca. Sedangkan, kompleks artinya alur yang ada harus mencakup keseluruhan cerita, tidak boleh ada bagian dari cerita yang inkoheren.

Jenis-jenis alur dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu, alur maju, alur mundur, dan alur sorot balik. Sebelum kita masuk ke dalam pengertian dari masing-masing alur, terlebih dahulu kita harus tahu bahwa alur mempunyai tahapan-tahapan. Tahapan-tahapan tersebut adalah perkenalan, pembeberan mula, konflik, klimaks, anti klimaks, penyelesaian. Tahapan-tahapan inilah yang nanti akan membentuk alur. Proses pembentukkannya tinggal membolak-balikkan tahapan-tahapan yang ada. Tahapan-tahapan itu bisa dikatakan sebagai aturan baku yang akan mempermudah kita dalam menjalankan sebuah cerita.

Alur maju

Alur maju atau biasa juga disebut alur lurus. Alur ini mempunyai tahapan yang lurus mulai dari perkenalan, pembeberan mula, konflik, klimaks, antiklimaks, penyelasaian. Biasanya penulis-penulis yang menggunakan alur ini adalah penulis-penulis pemula. Dengan menulis menggunakan alur ini, akan terbangun kebiasaan menulis bagi mereka karena penggunaan alur ini tidak terlalu sulit. Dan alur ini kebanyakan digunakan terhadap cerita-cerita yang mudah untuk dicerna, seperti cerita-cerita untuk anak-anak. Tetapi, bukan berarti alur ini tidak bisa digunakan untuk cerita-cerita serius, seperti roman, drama, dll.

Alur mundur

Alur mundur/sorot balik adalah alur yang memulai cerita dengan penyelesaian. Alur ini lebih sering kita temui pada cerita-cerita yang menggunakan setting waktu di masa lampau. Seorang penulis yang menggunakan alur ini harus pintar dalam menyusun cerita agar cerita tidak membingungkan pembaca. Tips bagi Anda yang ingin menggunakan alur ini dalam cerita adalah buatlah penyelesaian yang sederhana tapi bermakna dalam cerita Anda. Lalu, berikan gambaran yang jelas pada penyelesaian cerita tentang keseluruhan cerita.

Contoh dibawah ini mungkin bisa memberikan ilustrasi kepada Anda:
(view spoiler)

Kutipan cerpen diatas bisa memberikan gambaran yang jelas kepada kita bagaimana si pelaku atau tokoh akan bercerita tentang perjuangannya di kampus dan akhirnya bisa lulus. Kutipan diatas berada pada bagian awal cerita, tapi dimulai dengan penyelesaiaan. Inilah yang disebut dengan alur mundur/sorot balik.

Alur campuran
Sedangkan yang terakhir adalah alur campuran. Alur ini adalah alur yang diawali dengan klimaks, kemudian melihat lagi masa lampau dan diakhiri dengan penyelesaian. Alur ini jarang sekali dgunakan oleh penulis karena sulit dipahami. Tapi, kalau kita mengerti trik-trik atau cara mengatur plot cerita, kita akan mudah menggunakannya. Ini adalah contoh penggalan cerpen yang menggunakan alur campuran.
(view spoiler)

Setelah kita mengetahui dengan jelas alur apa yang akan kita gunakan, kita bisa langsung mengatur plot. Plot merupakan cara bagaimana cerita itu bisa berjalan dan dimengerti. Intinya, plot merupakan pengembangan dari alur yang kita gunakan. Mengatur struktur plot dapat kita lakukan saat proses penulisan berjalan. Oleh karena itu, jika kita ingin tahu plot itu sperti apa, kita harus mempraktekkannya dalam penulisan.

“Menulislah, maka Ia akan melihat apa yang kau tulis”.

Dari: http://inspirasifachri.blogspot.com/2...


back to top

unread topics | mark unread