cinta otong diwaktu luang spanjang waktu - - END by usman baradja

231931
genre

tags

description:
cepen



chapters

chapter 1: - END


- END
chapter 1   —   updated Feb 29, 2008   —   4735 characters   —   0 people liked this writing
sebuah cerita pendek, satu cerita diantara milyaran cerita yang ada. kehidupan mungkin bisa disebut sebagai pecahan-pecahan cerita pendek. banyak orang mengawali perbincangan malam hari dengan cerita pendek. ya.. hidup seharusnya tidak perlu sempurna untuk dapat dirasakan keindahannya. bukankah keinginan-keinginan yang menjauhkan keindahan hidup? seperti pada masa borjuis segala kemelekatan yang dimiliki adalah anugerah untuk mencapai segala keinginan. sebuah kesenangan, terlihat seperti memeralat manusia lain yang tidak manusiawi.



sore yang riuh menjadi pertanda dimulainya sebuah cerita. otong memulai pekerjaan barunya, menjadi crew film. menjadi pembantu umum bagi orang yang mencoba berpikir positif mungkin dianggap sebagai awal yang baik. setidaknya itu yang dipikirkan otong, ia bercita-cita menjadi film maker. matanya selalu terlihat awas memperhatikan semua yang dianggapnya penting, sementara lelah kakinya sudah tak sebaik perasaannya. Ia sering mengumpat dalam hati ketika sutradara yang dianggapnya so pintar seperti orang ngidam minta dicarikan rujak, atau pekerjaan membuat kopi yangtidak ada habis habisnya. rujak? aneh pikirnya, bukankah makan karena lapar, atau karena waktu senggang? makan untuk menghindari kematian, agar dapat melahirkan kebaikan. belum lagi crew rendahan lainnya yang merasa senior seenaknya memilih-milih pekerjaan dan meninggalkan pekerjaan payah untuknya. ya, cuma dua episode terakhir ini saja ia bekerja, baginya untuk pengalaman dan untuk tambahan uang saku. tidak ada salahnya untuk waktu luang yang ada. ia ingin merasa miskin, sebagai suatu proses hidup, miskin tanpa resiko. otong sekedar mencoba melupakan kebercukupannya beberapa waktu ini.

***

bayaran yang otong terima memang lumayan, tapi merupakan jumlah yang kecil dibanding yang lain. sesekali ia terdengar omong kosong sutradara tentang pesan moral. dalam hati otong menertawakan cerita hitam melawan putih yang sedang digarap. juga soal style hidup pemeran utama yang memang cukup berselera tanpa dibahas keluguan dan kepahitan hidup, yaitu menjalani dan memenuhi banyak kebutuhan hari-hari. setelah semuanya... pekerjaan yang sedikit menarik pun datang, saat berkumpul dengan para pemeran film yang hanya sedikit lebih beruntung darinya. kali ini menyediakan rokok dan soft drink yang menjadi tugasnya. para wanitanya, terutama yang figuran, rata-rata seragam memakai tank top dan celana pendek ketat. kirana salah satunya, dia menginginkan sebatang rokok light tapi otong tak punya. otong memang tidak suka rokok light, dan hanya ada 2 karton rokok yang juga bukan light sebagai persediaan. kirana terlihat kecewa, tapi otong melihat kesan senyum diwajahnya. menjelang senja pekerjaan mulai terasa ringan, dia banyak menonton pengambilan gambar, kecuali beberapa orang yang merasa dia harus bekerja. malam itu kirana bercerita perannya tidak begitu sulit. tidak aneh ini film payah untuk besar dana yang dikeluarkan.

***

kirana ulang tahun hari ini, teriakan teman-temannya memberi otong informasi. kirana ternyata 3 tahun lebih tua. otong pun menjadi orang pertama yang menyalaminya, saat itu ia memperhatikan dan merasakan keramahannya. terkadang percakapan mengalir disela-sela pekerjaan. otong merasa kirana paling ramah diantara yang lain, walau mungkin banyak orang menganggapnya bukan yang tercakep. dengan tank top dan celana pendek ketat dihari pertama ia terlihat lebih cakep dibanding baby doll tanpa lengan di hari kedua, walaupun ternyata keramahan yang lebih terasa karena perkenalan dihari sebelumnya. otong mulai berpikir telah jatuh cinta walau ia tak benar-benar meyakini apapun, kecuali interaksi yang terasa menyenangkan. otong berkata pada diri sendiri: aku hanya menikmati waktuku, aku tidak meyakini apa yang kuinginkan. memang begitulah ceritanya. tidur pada malam hari terasa cukup wajar setelah semua yang terjadi hari ini.

***

erichh fromm: "menjadi tergila-gila hanya membuktikan kadar kesepian hati"

***

pekerjaan sebagai pembantu umum produksi film telah selesai. sambil memikirkan kirana ia merasa takkan pernah bertemu lagi. ia membawa lamunannya mengenang semua hal tentang kirana, senyumnya mengembang, walau sebenarnya ia merasakan suatu kegetiran. ia mulai meragukan dirinya. otong tidak sanggup bilang kirana hanya omong kosong hari kemarin. ia tertawa lagi, kirana tak bisa dipersalahkan pikirnya. untuk semua yang tidak mungkin diketahui ia merasa beruntung. kini ia hanya cukup bersyukur, hidupnya masih panjang, tak semua orang memiliki kesempatan itu. seperti bumi yang masih mau berputar mungkin ia memang harus peduli pada kegilaan yang ada, banyak orang suram dengan hidup yang mentok. tiba-tiba otong merasa sebagai seorang pecinta.
back to top

Did you like this?   vote  

all writing
all of usman's writing