Sejumput Cinta Cinta Dan Cinta
by Dei sha ta mar
genre:
Poetry
description:
WANT LOVE?<ingin cinta?> DO YOU LOVE ME?<kau cinta kau?> I HOPE YOU DO!<aku harap iya!> COZ I DO, I DO AND I REALLY REALLY REALLY DO DARLING!!<karena aku juga, aku juga dan aku sangat sangat sangat juga *mencintaimu* sayang!!> LOVE ME - CINTAILAH AKU!
chapters
chapter 1:
Kediaman Indah
chapter 2:
Cinta lah ... kita
chapter 3:
Sekedar
Kediaman Indah
chapter 1
—
updated 01/14/08
—
1299 characters
—
0 people liked it
“Kadang aku lebih memilih untuk diam
Tak usah sebuah kata perlu keluar dariku
Jadi hanya tinggal sebuah kesunyian
Karena kadang diam lebih menyenangkan
Kau tahu, sudah berapa diam aku lakukan?
.....
Rupanya kau juga diam.
Ya sudah.”
“Aku tidak diam.
Namun aku memperhatikanmu
Memperhatikan keanggunanmu dalam kesunyian
Memperhatikan keindahanmu dalam diammu
Kau tahu bahwa kita tidak butuh kata-kata...
Untuk mengungkapkan isi hati kita
Kau tahu itu bukan?
.....
Kau juga diam.
Baiklah, aku akan lebih diam.”
“Aku memang sedang diam.
Aku menirumu.
Aku memperhatikan kediamanmu juga.
Aku mencintaimu dalam sebuah kediaman.
Kau tahu kan, bahwa kediaman kita melambangkan sesuatu?
.....
Lagi-lagi diam.
Baiklah, tidak apa-apa.
Aku suka kediamanmu.
Karena dalam diammu, matamu berbicara.
Dan mengungkapkan isi hatimu.
Dalam kesunyianmu,
Engkau mengutarakan Cintamu padaku...
Namun tanpa kata-kata.
Karena itulah,
Aku mencintai diam.
Diam itu sebuah roman yang tersembunyi.
Aku tidak peduli, bila kau tidak akan berbicara lagi.
Selama engkau mempertahankan diammu itu.”
“Inilah kata-kata terakhirku.
Aku mencintaimu dalam sebuah kediaman.
Dan dalam sebuah batin yang tersembunyi.”
Jak, Senin 28 Feb 2005
Deisha
back to top
Tak usah sebuah kata perlu keluar dariku
Jadi hanya tinggal sebuah kesunyian
Karena kadang diam lebih menyenangkan
Kau tahu, sudah berapa diam aku lakukan?
.....
Rupanya kau juga diam.
Ya sudah.”
“Aku tidak diam.
Namun aku memperhatikanmu
Memperhatikan keanggunanmu dalam kesunyian
Memperhatikan keindahanmu dalam diammu
Kau tahu bahwa kita tidak butuh kata-kata...
Untuk mengungkapkan isi hati kita
Kau tahu itu bukan?
.....
Kau juga diam.
Baiklah, aku akan lebih diam.”
“Aku memang sedang diam.
Aku menirumu.
Aku memperhatikan kediamanmu juga.
Aku mencintaimu dalam sebuah kediaman.
Kau tahu kan, bahwa kediaman kita melambangkan sesuatu?
.....
Lagi-lagi diam.
Baiklah, tidak apa-apa.
Aku suka kediamanmu.
Karena dalam diammu, matamu berbicara.
Dan mengungkapkan isi hatimu.
Dalam kesunyianmu,
Engkau mengutarakan Cintamu padaku...
Namun tanpa kata-kata.
Karena itulah,
Aku mencintai diam.
Diam itu sebuah roman yang tersembunyi.
Aku tidak peduli, bila kau tidak akan berbicara lagi.
Selama engkau mempertahankan diammu itu.”
“Inilah kata-kata terakhirku.
Aku mencintaimu dalam sebuah kediaman.
Dan dalam sebuah batin yang tersembunyi.”
Jak, Senin 28 Feb 2005
Deisha
Did you like this?
vote