Intro: Kenangan Abu-Abu - Introduction
description
Intro untuk novel Kenangan Abu-Abu.
genre
stats
Published on 2007-12-09 ·
3 total people like it
book
Chapters
Chapter 1:
Introduction
Chapter 2:
(excerpt) Kenangan Abu-Abu
Introduction
Chapter 1
—
Updated Dec 09, 2007
—
1,040 characters
Prolog – tahun 2006
Footfalls echo in the memory
Down the passage which we did not take
Towards the door we never opened into the rose-garden.
- T.S. Eliot-
Freya
**
Aku duduk termangu mangu di jendela, memandangi sebuah foto yang sudah butek, sengaja kuletakkan di tumpukan paling atas di sebuah kotak sepatu lama yang berisi semua kenangan.
Wajah Gia, tersenyum ke kamera dengan giginya yang besar besar tersorot jelas. Gia tidak pernah difoto dengan senyum dikulum, selalu tawa besar yang membahana. Di sebelahnya, Adrian dengan sebelah tangan tersampir santai di pundak Gia. Di sebelah Adrian, Moses dengan setengah senyum, yang aku yakin dipaksakan, karena Moses selalu berwajah serius, walau kadang dia bisa tersenyum manis juga. Dan di sebelah Moses, aku berdiri tanpa senyum, wajah kaget karena difoto mendadak.
Foto kami berempat, sahabat sejati, sewaktu SMA. Di mana seragam putih abu abu mendominasi, dimulai dengan hari hari kejamnya orientasi, lalu perkenalan, lalu persahabatan, lalu kenangan.
**
Footfalls echo in the memory
Down the passage which we did not take
Towards the door we never opened into the rose-garden.
- T.S. Eliot-
Freya
**
Aku duduk termangu mangu di jendela, memandangi sebuah foto yang sudah butek, sengaja kuletakkan di tumpukan paling atas di sebuah kotak sepatu lama yang berisi semua kenangan.
Wajah Gia, tersenyum ke kamera dengan giginya yang besar besar tersorot jelas. Gia tidak pernah difoto dengan senyum dikulum, selalu tawa besar yang membahana. Di sebelahnya, Adrian dengan sebelah tangan tersampir santai di pundak Gia. Di sebelah Adrian, Moses dengan setengah senyum, yang aku yakin dipaksakan, karena Moses selalu berwajah serius, walau kadang dia bisa tersenyum manis juga. Dan di sebelah Moses, aku berdiri tanpa senyum, wajah kaget karena difoto mendadak.
Foto kami berempat, sahabat sejati, sewaktu SMA. Di mana seragam putih abu abu mendominasi, dimulai dengan hari hari kejamnya orientasi, lalu perkenalan, lalu persahabatan, lalu kenangan.
**



