Mengkonstruksi Ide - System

146623
description
Adversity
tags

genre

stats
Published on 2009-09-05 · 2 total people like it


System
Chapter 1   —   Updated Sep 05, 2009   —   4,229 characters
“What is a system? A system is a network of interdependent components that work together to try to accomplish the aim of the system. A system must have an aim. Without an aim, there is no system. The aim of the system must be clear to everyone in the system. The aim must include plans for the future. The aim is a value judgment. (We are of course talking here about a man-made system.)” ( Edward Deming)

Mungkin bagi kita para pelaku bisnis yang dalam proses membangun organisasi perusahaan, atau kamu para pemikir strategis yang berdiri di balik konsultan independen akan menemukan masalah untuk melakukan “Knowledge Management” dalam sebuah sistem organik, manusia. Dan kemampuan ini memang sebuah Know How yang harus dipelajari sedari awalan, jika kita ingin memiliki kesamaan frekuensi ( kesepahaman) terhadap sebuah ide brilian untuk kemudian merancang strategi mewujudkannya.

Ilmu strategi bukanlah satu ilmu,kemampuan ini merupakan interkoneksi sinergis dari berbagai disiplin ilmu untuk diintegrasikan guna meraih target positif. Syarat pertama tentu saja adalah sikap terbuka ( open mind) terhadap disiplin ilmu di luar spesialisasi kita, dan diikuti pemahaman benang merah poin interkoneksi antar disiplin ilmu tersebut.

Ada tips praktis dari mentor soal membahasakan ide, membuat bahasa kata menjadi bahasa karya. Ini juga syarat pertama seorang idea maker bisa menjadi policy maker sekaligus field controller. Kapasitas seorang think tank sejati diuji ketika dia mulai memformulasikan ide, memvisualisasikan, membahasakan, mengimplementasikan, hingga mengevaluasi.

Soal memformulasikan ide abstrak menjadi fakta konkret, itu butuh kerja keras luar biasa. Memang benar otak kita bekerja abstrak dan radial pada awalnya, namun, dalam proses kerja lapangan, untuk membuat gagasan radial menjadi rencana sekuensial dalam bentuk tahapan dan visual diagram yang tertata dan terstruktur sehingga mudah dipahami oleh pihak luar kita, ada tahapan tahapan rasional yang harus dilaksanakan. Sehebat apapun ide kamu, kalau tidak bisa ditangkap pihak lain, apalagi kamu sendiri tidak bisa memformulasikan dalam konstruksi solid, sia sia saja kan ? Karena kalau masih abstrak, berarti kamu masih rapuh meyakini keberhasilan ide itu bisa terwujud. Semakin terstruktur dan tervisualisasi, semakin besar keyakinan kamu bahwa ide itu akan jadi kenyataan.

1. Syarat Pertama : KEKAYAAN BASIS PEMIKIRAN
Aspek pertama ini didukung dua hal :
a. Kekayaan dan orisinalitas referensi ( Buku, Film, Personal Ahli-diskusi)
b. Kemampuan mengeksplorasi referensi dan memformulasikan secara taktis- pragmatis sesuai kebutuhan lapangan dan jangka waktu pencapaian target.

2. Syarat Kedua : STRUKTUR PEMIKIRAN yang SOLID
Aspek kedua ini akan berpengaruh pada tiga hal :
a. Tingkat kejelasan pikiran dalam benak kita dan pada keseluruhan susunan kesadaran kita.
b. Tingkat keyakinan kita terhadap keterwujudan pemikiran itu jadi nyata
c. Tingkat kemampuan kita membahasakan atau pada daya ungkap yang tercipta dari kejelasan pemikiran itu. Ini hubungannya dengan membahasakan ide kepada orang di luar kita.

3. Syarat Ketiga : MEYAKINKAN PUBLIK
Unsur dari syarat ketiga ini adalah :
a. Penguasaan teoritis terhadap pikiran yang ingin kita sosialisasikan ( Referensi ilmiah, buku, atau sesuatu yang bisa diakses -dan sudah diakses- banyak orang)
b. Penguasaan pada struktur pemikiran orang lain dan varian pembentuknya
c. Kejelian kita menentukan entry point sehingga ide kita masuk pada ranah pemikiran orang lain
d. Kemampuan menemukan format yang tepat dengan struktur kesadaran, bentuk logika, kecederungan estetika kebahasaan, situasi psikologis, serta momentum yang mengkorelasikan pemikiran kita dengan orang lain.

Yup, ada ramuan campuran : Pengalaman, Pergaulan, Buku Bacaan, Tontonan, dan Kecerdasan untuk mengolah “bahasa kata” menjadi “bahasa karya”. Sayang jika ide cerdas hanya akan tertumpuk menjadi “Data Smog” dan tidak mampu memberikan manfaat konkret, itu banyak kasusnya lho….

“Tidaklah engkau berbicara dengan suatu kaum dengan bahasa yang tak terjangkau akal pikiran mereka kecuali akan menjadi fitnah bagi sebagian mereka” ( HR. Muslim)

Maximillian-Heartwood



No comments have been added yet.