[x]
Oops - we couldn't find that review.
Puisi Hati - Tak Ingin Sendirian by Amalia Suryani
chapters
chapter 1:
Tak Ingin Sendirian
chapter 2:
Aku Tahu
chapter 3:
Di Punggung Itu
Tak Ingin Sendirian
chapter 1
—
updated Dec 03, 2008
—
1168 characters
—
0 people liked this writing
Ingin bertanya tapi sudah bisa kubayangkan jawaban yang kan tercetus dari bibirnya yang mencerminkan betapa tinggi ia meletakkan gengsi di singgasana harga dirinya
Sebetulnya aku lelah dengan kebohongan kepura-puraan kemunafikan yang menutupi wajahnya dengan berkedok logika demi kebaikan entah kebaikan siapa
Tak tahu ia tentang apa yang dicarinya tak tahu ia akan apa yang mencarinya semuanya berkubang berpusar tapi tak bertemu segalanya menumbuk membentur tapi tak menyatu
Dan angan
Angan membuatku bertahan meski harapan semakin terkikis dan menghilang perlahan ia tak pernah tahu sebab ia menutup rapat-rapat matanya telinganya hidungnya mulutnya sanubarinya
Tinggallah aku sendiri
Tertatih aku berjalan meraba kemungkinan di hadapan sebab mataku buram kakiku pincang dan hatiku digelayuti kabut hingga tak tahu mana jalan yang benar yang bisa membawaku pada bahagia meski ia tak ada
Ia bergeming di belakang sementara aku bergerak ragu ke depan dengan membawa seiris tipis harapan ia akan mengikuti langkah kecilku lalu sedikit berlari lalu menjajariku... menemaniku
Ya. Kuinginkan seorang teman. Sebab aku takut berjalan sendirian
back to top
Sebetulnya aku lelah dengan kebohongan kepura-puraan kemunafikan yang menutupi wajahnya dengan berkedok logika demi kebaikan entah kebaikan siapa
Tak tahu ia tentang apa yang dicarinya tak tahu ia akan apa yang mencarinya semuanya berkubang berpusar tapi tak bertemu segalanya menumbuk membentur tapi tak menyatu
Dan angan
Angan membuatku bertahan meski harapan semakin terkikis dan menghilang perlahan ia tak pernah tahu sebab ia menutup rapat-rapat matanya telinganya hidungnya mulutnya sanubarinya
Tinggallah aku sendiri
Tertatih aku berjalan meraba kemungkinan di hadapan sebab mataku buram kakiku pincang dan hatiku digelayuti kabut hingga tak tahu mana jalan yang benar yang bisa membawaku pada bahagia meski ia tak ada
Ia bergeming di belakang sementara aku bergerak ragu ke depan dengan membawa seiris tipis harapan ia akan mengikuti langkah kecilku lalu sedikit berlari lalu menjajariku... menemaniku
Ya. Kuinginkan seorang teman. Sebab aku takut berjalan sendirian
Did you like this?
vote
