dunno - satu by Dyah Dyanita

172814
genre

description:
nyoba



chapters

chapter 1: satu


satu
chapter 1   —   updated Aug 17, 2007   —   1567 characters   —   0 people liked this writing
Paul melangkah dengan sedikit lunglai. Matahari musim panas yang terik ditambah udara yang lembab membuatnya merasa kehabisan tenaga untuk berjalan lebih cepat. Butiran-butiran keringat menetes dari dahi dan pelipisnya. Sebentar-sebentar ia menyekanya dengan punggung tangan kirinya. Di tangan kanannya menggantung plastik berisi belanjaan hari ini : dua kaleng ikan tuna, sekotak makaroni keju mentah, setengah galon susu, dan satu botol soda.

Sambil menapaki trotoar Broadway yang kotor, matanya mengawasi sekeliling. Ia tidak mau lagi belanjaannya dirampas gelandangan seperti minggu lalu. "Ya, ya, mereka kelaparan. Tapi aku juga kelaparan dan uangku hanya pas-pasan. Kalau belanjaanku dirampas aku mau makan apa" gerutunya saat teringat kejadian itu.

Ia melewati jendela Abuelos, restoran Mexico yang terkenal di ruas jalan itu. Di dalamnya nampak sepasang muda-mudi sedang menikmati sepiring nachos dengan saus guacamole dan dua botol bir dingin. Kipas angin dalam restoran tampaknya tidak cukup mendinginkan ruangan karena si gadis yang hanya memakai tank top dan celana pendek itu duduk sambil mengebaskan kipasnya yang warna-warni.

"Hahaha..," tawanya dalam hati, "..nachos dan bir dingin, menu termurah. Tidak punya uang tapi ingin mengambil hati pacarnya dengan makan di restoran. Hmm...aku harus mencari gadis yang tidak minta macam-macam dan cukup dengan makan siang bagel dan kopi. Atau cari yang sedang diet sekalian. Paling hanya minta salad ayam setengah piring, dan dia suruh aku makan ayamnya," pikirnya lagi sambil tersenyum-senyum.

back to top

Did you like this?   vote  

all writing
all of Dyah's writing