MASK - Masque: Amon (chapter 2) by Alex Jhon
chapters
chapter 1:
Masque: Gothe
chapter 2:
Masque: Amon
Masque: Amon
chapter 2
—
updated Dec 18, 2007
—
2364 characters
—
2 people liked this writing
—
2 reviews of this writing
AMON: JANGAN pernah menghina Tuhan! Jangan pernah mengina Dia di hadapanku! Kutukan! Ya, kutukan! Kutukan akan menimpa wajah sial seperti anjingmu itu! Kutukan akan datang kepada sanak-sanak keluargamu, kekasihmu, teman-teman terdekatmu, semua! Bahkan orang-orang yang baru kau sentuh dengan tangan murtadmu!
Kutukan! Ya, kutukan! Ini bukan dariku! Tetapi dari Tuhan! Karena kau telah menghinaNya! Kau telah menyebut nemaNya dengan segala kenajisan. Tak pantas! Tak pantas sama sekali kau menyebut namanya! Kau tidak pantas hidup.
Apa kau tahu berapa banyak orang-orang yang berkehendak mengenalnya tetapi ia akan memilih. Ia akan memilih orang-orang yang Dia percaya, orang-orang yang mempercayainya. Aku salah satu di antaranya. Apa? Apa aku tidak bisa bangga?
Aku juga anakNya yang terkasih.
Ha? Kau mau? Kamu iri bukan? Pah! Tidak bisa! Tidak akan bisa! Tidak akan bisa kau menjadi anakNya… kau telah menghina Namanya, Anjing!
Ia… kau adalah anjing. Kau mati tidak dikenal. Itu kutukan. Kutukan dariNya
Ya! Aku mengenalnya, sangat mengenalnya. Dia adalah Bapakku. Orang tua tunggalku. Dialah yang melahirkanku.
Apa kau bilang? Aku tidak menghargai orangtuaku? Bodoh, Tolol, Anjing! Makanya, ikut kuliah Teologi… tolol! Semua diajarkan di sana. Te-o-lo-gi—
Apa… Kau menghina Tuhan! Apa kau tahu apa itu Tuhan?
Di Teologi di ajarkan kebaikan Tuhan terhadap kita, kasih sayang dan kesabarannya. Dia segalanya. Bapa penyabar dan penyayang.
Kau tidak akan penah masuk ke dalam rangkulanNya. Kau tidak diterima! Mati kau, Anjing busuk!
Aku? Aku menjaga nama Tuhan di sini! Oleh sebab itu aku berkenan marah dan menghinamu, Anjing!
Ya! Kau memang Anjing!
Anjing! Anjing!
Tuhan membenci Anjing!
Kau Anjing!
Aku tidak akan pernah menjadi Anjing sepertimu!
Aku anakNya.
Sial! Apa kau bilang, aku anarkis? Biar kau tahu apa itu anarkis…
Kaulah anarkis, anjing! Kau… apa perlu terus kuulangi? Mulai sekarang… jangan pernah menyebut nama Tuhan dengan nada menghina. Tuhan tidak akan senang.
Aku tahu itu.
Tidak, aku memang tahu karena aku adalah anakNya… aku hanya marah begini untuk melindungi namaNya.
NamaNya… Aku bukan anarkis, Anjing!
Sini kau! Biar aku hajar, aku ludahi, aku tendang dan maki hingga matahari tenggelam dan timbul kembali karena kuasa-Nya.
Hiduplah kuasa Tuhanku dan matilah kau, Anjing Sialan! Mati—
back to top
Kutukan! Ya, kutukan! Ini bukan dariku! Tetapi dari Tuhan! Karena kau telah menghinaNya! Kau telah menyebut nemaNya dengan segala kenajisan. Tak pantas! Tak pantas sama sekali kau menyebut namanya! Kau tidak pantas hidup.
Apa kau tahu berapa banyak orang-orang yang berkehendak mengenalnya tetapi ia akan memilih. Ia akan memilih orang-orang yang Dia percaya, orang-orang yang mempercayainya. Aku salah satu di antaranya. Apa? Apa aku tidak bisa bangga?
Aku juga anakNya yang terkasih.
Ha? Kau mau? Kamu iri bukan? Pah! Tidak bisa! Tidak akan bisa! Tidak akan bisa kau menjadi anakNya… kau telah menghina Namanya, Anjing!
Ia… kau adalah anjing. Kau mati tidak dikenal. Itu kutukan. Kutukan dariNya
Ya! Aku mengenalnya, sangat mengenalnya. Dia adalah Bapakku. Orang tua tunggalku. Dialah yang melahirkanku.
Apa kau bilang? Aku tidak menghargai orangtuaku? Bodoh, Tolol, Anjing! Makanya, ikut kuliah Teologi… tolol! Semua diajarkan di sana. Te-o-lo-gi—
Apa… Kau menghina Tuhan! Apa kau tahu apa itu Tuhan?
Di Teologi di ajarkan kebaikan Tuhan terhadap kita, kasih sayang dan kesabarannya. Dia segalanya. Bapa penyabar dan penyayang.
Kau tidak akan penah masuk ke dalam rangkulanNya. Kau tidak diterima! Mati kau, Anjing busuk!
Aku? Aku menjaga nama Tuhan di sini! Oleh sebab itu aku berkenan marah dan menghinamu, Anjing!
Ya! Kau memang Anjing!
Anjing! Anjing!
Tuhan membenci Anjing!
Kau Anjing!
Aku tidak akan pernah menjadi Anjing sepertimu!
Aku anakNya.
Sial! Apa kau bilang, aku anarkis? Biar kau tahu apa itu anarkis…
Kaulah anarkis, anjing! Kau… apa perlu terus kuulangi? Mulai sekarang… jangan pernah menyebut nama Tuhan dengan nada menghina. Tuhan tidak akan senang.
Aku tahu itu.
Tidak, aku memang tahu karena aku adalah anakNya… aku hanya marah begini untuk melindungi namaNya.
NamaNya… Aku bukan anarkis, Anjing!
Sini kau! Biar aku hajar, aku ludahi, aku tendang dan maki hingga matahari tenggelam dan timbul kembali karena kuasa-Nya.
Hiduplah kuasa Tuhanku dan matilah kau, Anjing Sialan! Mati—
Did you like this?
vote
(2 people liked this writing)


