goodreads, goodfriends
by anta sena
genre:
Cooking, Food & Wine
description:
perjumpaan pertama
chapters
chapter 1:
konsumsi tingkat tinggi
chapter 2:
baca dan makan
chapter 3:
mendengar dan bicara
konsumsi tingkat tinggi
chapter 1
—
updated 07/20/08
—
1825 characters
—
7 people liked it
—
7 reviews
memang kejadiannya di suatu tempat makan dan minum, sehingga tulisan ini dimasukkan dalam genre cooking, food and wine.
tepatnya, kejadian ini berlangsung di kedai kopi makasar phoenam, di jalan wahid hasyim jakarta pusat.
saya mengabari nanto dan amang mengenai kedatangan saya di jakarta. ada rasa berhutang pada mereka berdua.
karena itu, saya setuju saja untuk bertemu di tempat itu. kedai kopi yang konon pernah dilanggani oleh wapres sekarang, yang juga orang makasar.
saya bisa datang tepat waktu, 19.00, dan nanto [ternyata:] sudah ada di dalam menunggu. dia berbusana batik, itu karena dia adalah pegawai negeri yang pada hari jumat memang diminta berbusana batik. permintaan yang rasanya beredar juga di kampung halamanku, yogya.
artinya, nanto pada malam itu belum pulang rumah. dia langsung dari tempat kerjanya di LIPI.
tapi dia tidak sendirian.
rupanya, di tempat ini sudah ada kelompok-kelompok orang yang mengitari meja bundar di situ, dengan cangkir kopi dan snacks serta ngobrol dan sesekali nonton tivi yang dipajang pemilik kedai itu.
ini pengalaman baru buat saya.
saya tidak biasa menunda waktu untuk pulang. begitu selesai dari kantor, langsung pulang ke rumah. rasanya demikian. seingat saya begitu. tidak berhenti untuk beristirahat di tempat publik itu.
tapi ini adalah situasi jakarta. orang pulang dari kantor selalu dihadang kemacetan, sehingga menunggu lalu lintas reda, mereka mampir ke kedai-kedai. saya bisa maklumi.
sejam kemudian, barulah tampil roos dan palsay. lalu di belakang mereka berdua menyusul erry, intan dan dahlia. dan rupanya mereka langsung mengenali kami. mungkin karena ada nanto di sebelah saya yang memang sudah tersohor di antara kami. para pengguna goodreads.com
lalu kami ngobrol ngalor-ngidul sembari nunggu tokoh utama kami: amang suramang!
back to top
tepatnya, kejadian ini berlangsung di kedai kopi makasar phoenam, di jalan wahid hasyim jakarta pusat.
saya mengabari nanto dan amang mengenai kedatangan saya di jakarta. ada rasa berhutang pada mereka berdua.
karena itu, saya setuju saja untuk bertemu di tempat itu. kedai kopi yang konon pernah dilanggani oleh wapres sekarang, yang juga orang makasar.
saya bisa datang tepat waktu, 19.00, dan nanto [ternyata:] sudah ada di dalam menunggu. dia berbusana batik, itu karena dia adalah pegawai negeri yang pada hari jumat memang diminta berbusana batik. permintaan yang rasanya beredar juga di kampung halamanku, yogya.
artinya, nanto pada malam itu belum pulang rumah. dia langsung dari tempat kerjanya di LIPI.
tapi dia tidak sendirian.
rupanya, di tempat ini sudah ada kelompok-kelompok orang yang mengitari meja bundar di situ, dengan cangkir kopi dan snacks serta ngobrol dan sesekali nonton tivi yang dipajang pemilik kedai itu.
ini pengalaman baru buat saya.
saya tidak biasa menunda waktu untuk pulang. begitu selesai dari kantor, langsung pulang ke rumah. rasanya demikian. seingat saya begitu. tidak berhenti untuk beristirahat di tempat publik itu.
tapi ini adalah situasi jakarta. orang pulang dari kantor selalu dihadang kemacetan, sehingga menunggu lalu lintas reda, mereka mampir ke kedai-kedai. saya bisa maklumi.
sejam kemudian, barulah tampil roos dan palsay. lalu di belakang mereka berdua menyusul erry, intan dan dahlia. dan rupanya mereka langsung mengenali kami. mungkin karena ada nanto di sebelah saya yang memang sudah tersohor di antara kami. para pengguna goodreads.com
lalu kami ngobrol ngalor-ngidul sembari nunggu tokoh utama kami: amang suramang!
Did you like this?
vote
(7 people liked it)
reviews of this writing
chapter 1 review
Roos
said:
"
Hehehehe....Wah jadi cerita juga yah Om...eh Mas ato Bung Anto nih...
"
chapter 1 review
Palsay
said:
"
diedit, ya Mas,
"sejam kemudian, tampillah Roos dan Palsay, dengan rambut acak2an dan tampilan ala bikers yang kewwen abis, kedatangan keduanya...more "
"sejam kemudian, tampillah Roos dan Palsay, dengan rambut acak2an dan tampilan ala bikers yang kewwen abis, kedatangan keduanya...more "
chapter 2 review
Roos
said:
"
Kopi special Phoenam....*Rocks*...
Ada yang berminat...Nubruk...Kopi nih...
"
Ada yang berminat...Nubruk...Kopi nih...
"
chapter 2 review
erry
said:
"
wah jadi di tulis..
" dulu itu mustinya dialamatkan ke errie, bukan erry. erry orangnya slim.
asyik...gw dibilang slim..
*jumawa*
"
" dulu itu mustinya dialamatkan ke errie, bukan erry. erry orangnya slim.
asyik...gw dibilang slim..
*jumawa*
"
chapter 3 review
Amang "Po"
said:
"
wah padahal kemarin itu ngomongnya dah bisik-bisik... hehehe...
"
chapter 3 review
gieb
said:
"
yang sekejap selalu meninggalkan abjad. berserak hinggap dalam riuh yang hangat.
pun.
"
pun.
"
