ZILCH - Dunia alur tembaga by Alex Jhon
chapters
chapter 1:
Dunia alur tembaga
chapter 2:
rain
chapter 3:
MADOC the Terrible
chapter 4:
deadly sweet mother
Dunia alur tembaga
chapter 1
—
updated Jul 19, 2007
—
8230 characters
—
0 people liked this writing
Nicholas Billy
2002
KEPALAKU terasa pusing, ada apa dengan tadi pagi…uhm…
Ah, sudahlah! Aku tidak peduli! Sekarang, yang aku tahu adalah saat dimana seharusnya aku memperkenalkan diri… Ha ha ha!
Yup! Kenalkanlah Nicholas Billy; si pria berkacamata, berambut lebat dan amat sangat menggemari makanan sea food. Apa lagi? Well… Aku ingin bercerita banyak tentang diriku yang super keren ini (ha…ha…ha…) tapi, kepalaku masih terlampau pusing jadi, aku akan bercerita sedikit mengenai sesuatu yang layaknya kalian semua patut ketahui…
Hm… Kepalaku… sial! Masih sakiiiiiit sekali—
Sial! Ada apa dengan kepalaku hari ini? Apa… mungkin aku berpikir terlalu keras? Ataukah karena aku memang tidak pernah menggunakan otakku sebelumnya dalam beberapa minggu ini sehingga… SPLASH!!!—terjadilah semburan darah dalam syaraf-syaraf otak yang beku dan setengah mati? Oh! Kembali berjalan… dalam keadaan menggelikan; syaraf yang merangsang pemikiran lelucon dan logika. Ha ha ha! Menggelikan!
Oh! Baiklah, aku akan tetap memberitahukan tentang hal keren itu bagaimanapun juga karena sungguh ini sangatlah penting!
Sebenarnya, ada sesuatu yang orang-orang tidak ketahui tentang diriku selain fakta bahwa aku adalah orang Asia yang tergolong santai tetapi, sebenarnya aku selalu was-was. Apa kalian tahu betapa menderitanya saat-saat awal aku mengetahui kenyataan ini, kenyataan yang mungkin (mungkin saja) terjadi bukan saja padaku tetapi juga pada siapapun di seluruh penjuru muka bumi sial ini! Kalian… Kalian seharusnya membanggakan hari ini, lakukanlah hal-hal yang selama ini takut kalian lakukan, karena apa? Karena aku sudah tahu bagaimanakah arti sesungguhnya dari sebuah kiasan, ‘Hargailah momen yang Anda miliki hari ini sebab semua tidak akan pernah terulang kembali’… Apa kalian mulai sadar yang hendak aku bicarakan? Sadarkah? Apa kalian mulai mengerti sedikit pesan moral yang aku coba tanamkan sebelum aku memberitahukan hal itu?
Hm… Aku sendiri belum tahu pasti—
Aku pun sampai sekarang masih belum mengerti bagaimanakah hal seperti ini dapat terjadi tetapi… Ah! Maaf… sepertinya aku mulai berbicara tidak jelas. A ha ha ha! Maafkanlah Nicholas Billy-mu yang sederhana ini, karena masalah itu, kadang nalar pun dapat dibuat bagaikan kue puff yang mudah remuk oleh tangan-tangan mungil.
Baiklah… Kembali tentang hal itu…
“Hal itu adalah…”
Hal itu… apakah kalian pernah merasakan perbedaan sesaat kalian baru bangun dari tempat tidur? Seperti layaknya kalian terbangun di sebuah dunia yang biasa namun, pasti akan ada beberapa elemen kehidupan kalian yang wajar akan nampak berkurang, beda, bertambah atau lebih mengerikan lagi… menghilang!?
Setiap saat aku terbangun dari tempat tidur, menatapi langit-langit kota, jalan, cermin, dan wajah teman-teman tercintaku—memperhatikan semua aspek terkecil tentang mereka. Perubahan yang secara tiba-tiba dan tidak terduga. Menyaksikan sebuah fenomena yang tidak mengesankan. Berada di sini namun, bukan di sini yang seharusnya? Ya! Di sini—tempatku berada—mungkin secara tiba-tiba akan menjadi tempat ‘Di sana’ atau sebaliknya; tempatku sebenarnya adalah ‘Di sana’ dan bukan seharusnya ‘Di sini’.
Mengerti?
Paralelisme?
Dunia yang berbatas dan berlapis tanpa akhir setelah kematian. Indefinite Alteration. Perbedaan kuncup keadaan dan perilaku.
Yup! Jadi… inilah rahasia super kerenku yang sebenarnya tidak terlalu keren karena aku entah bagaimana dapat tahu bahwa banyak di antara kita semua pernah mengalaminya—tetapi, poin hebatku terletak pada otak intelekku yang menyadari hal tersebut terlebih dahulu daripada kalian semua… Ya! seperti seorang pembawa pesan dari Tuhan tentang ragam hidup brengesek ini—Pwah!
Inilah… inilah yang aku nikmati. Dan kadang-kadang bahkan aku tidak sadar bahwa aku telah berada ‘Di sana’ dan aku TIDAK BISA PULANG! Oh! Momen di mana aku harus membiasakan diri dan kepasrahan sudah menjadi tabiat harian.…
Oleh sebab itu, sekarang aku lebih menggunakan ego (lebih bersifat praktis). Karena dengan ego, aku dapat menerima keadaan ini dengan keadaan setengah waras dan berperan total layaknya memakai topeng kebahagiaan dengan untaian pecahan-pecahan kaca dan memori dari hari-hari sebelumnya yang tidak akan pernah kembali dan terulang. Ah! Jesus…
Ya! Berbahagialah hari ini di tempat kau berada sebab, ketika kau terbangun besok mungkin kau tidak akan pernah lagi merasakan duniamu ‘Di sini’ dan… Tanpa kau minta dan sadari, kau telah berada ‘Di sana’. Dan ‘Di sana’ adalah tempat barumu sampai tiba saatnya kembali terlempar dalam arus permainan yang Tuhan ciptakan! Di sanalah, kau akan membiasakan diri dengan alam, keluarga, dan teman-temanmu yang memilki tabiat yang sedikit atau sama sekali berbeda. Ya! Ruangan yang berbeda; letak barang-barang di kamarmu, jumlah ruang, jenis makanan, gaya bicara, status pertemanan, bentuk dinding, warna awan dan semuanya—Argh! Semuanya akan seperti sebuah drama tolol yang berulang-ulang namun, dalam skenario dan dialog kotor yang berbeda! Seperti bermain-main dengan cerita dan tulisan di mana kau bisa mengatur siapa dan bagaimana; hanya saja, sekarang kitalah yang menjadi protagonis dalam permainan para sutradara mistikal—Tuhan dan Sang Iblis—yang sungguh, tidak adil dan brengsek!…
—itulah… kondisi yang harus kalian biasakan.
Beradaptasi. “Aturan sial! Sial!—”
Tapi aku telah belajar sesuatu dari kesialan Indefinite Alteration ini; setidaknya kita JANGAN PERNAH menyesali dan berkehendak mati hanya karena hal ini! Sebab dari semua ini, kita dapat menarik kesimpulan—sebuah benang merah yang terang dan bersih—dengan berbagai sudut pandang dari satu orang lain yang setiap hari kita temui (berbeda atau tidak). Kita dapat belajar mengenai tabiat manusia, mempelajari diri sendiri dan juga, kita dapat belajar cara untuk lebih cepat beradaptasi daripada orang-orang yang tidak sadar akan perbedaan hidupnya sendiri. Mereka akan dicekal dengan berbagai pertanyaan heran dan kebingungan yang sama sekali tidak akan mencapai sebuah titik terang. Kebodohan absolut tentang alam ini, alam itu dan seluruh alam lainnya.
“Ah! Detik yang begitu berharga ketika aku memberitahukan ini pada dunia, mungkin besok, seluruh dunia akan kembali buta akan wahyuku dan… nampaknya, hukum perputaran roda ini tidak akan pernah berhenti hingga kita, beserta Tuhan telah mati.”
Detik yang benar-benar berharga… Sebelum aku benar-benar terlelap…
Jika aku telah terlelap dan kemudian terjaga, maka bersiaplah-siaplah semua dan berbesar hati! Terimalah nasibmu jika nanti kau sadar bahwa kau telah berada ‘Di sana’ dan semua tentang ‘Di sini’ telah menjadi tak lebih dari kilatan mimpi yang mudah terlupakan. Kau akan ingin melupakannya karena sungguh, untuk mengingatnya kembali—semua keindahan—merupakan neraka yang menyakitkan!
Aku tidak bisa memungkiri bahwa keinginan untuk mati kadang muncul—
Tetapi, seperti yang kubilang, ambilah segi positif dari kesialan hukum Tuhan ini; tidak semuanya buruk. Mungkin saja nanti, akan ada harapan di mana alam itu nantinya akan menjadi alam di mana impianmu tentang hidup yang sempurna tiba-tiba menjadi kenyataan 100% dan konstan. Tapi tentu saja, kau tidak akan bisa bertahan di sana dan mengendalikannya secara otomatis menjadi alur cerita hidupmu untuk seterusnya, semuanya akan mengalir. Seperti setiap saat kau berpikir secara statis; keluar begitu saja seperti perasaan empati dan penyesalan.
Berbesar hati—
Jadi malam ini, aku akan melakukan hal yang sepatutnya kalian juga lakukan… Malam ini, aku harus tersenyum dan bangga. Walau akan ada berapapun banyaknya ‘Di sana’ yang aku lalui. Aku masihlah ‘Nicholas Billy’ yang acuh, santai dan benar-benar bahagia dengan menjadi diriku yang sebenarnya, di alam dan manusia apapun yang telah dan akan mengitari alur nafasku nanti.
Kerelaan…
Ya! Kerelaan.
Kerelaan untuk tidak berhendak mati dan mengikuti permainan sang sutradara mistikal yang tak lebih dari sekumpulan makhluk egois dan dapat binasa bersama kita.
Well! Sampai bertemu kembali ‘Di sini’ dan sambutlah ‘Di sana’ dengan senyuman mengiris dan pesona.
back to top
2002
KEPALAKU terasa pusing, ada apa dengan tadi pagi…uhm…
Ah, sudahlah! Aku tidak peduli! Sekarang, yang aku tahu adalah saat dimana seharusnya aku memperkenalkan diri… Ha ha ha!
Yup! Kenalkanlah Nicholas Billy; si pria berkacamata, berambut lebat dan amat sangat menggemari makanan sea food. Apa lagi? Well… Aku ingin bercerita banyak tentang diriku yang super keren ini (ha…ha…ha…) tapi, kepalaku masih terlampau pusing jadi, aku akan bercerita sedikit mengenai sesuatu yang layaknya kalian semua patut ketahui…
Hm… Kepalaku… sial! Masih sakiiiiiit sekali—
Sial! Ada apa dengan kepalaku hari ini? Apa… mungkin aku berpikir terlalu keras? Ataukah karena aku memang tidak pernah menggunakan otakku sebelumnya dalam beberapa minggu ini sehingga… SPLASH!!!—terjadilah semburan darah dalam syaraf-syaraf otak yang beku dan setengah mati? Oh! Kembali berjalan… dalam keadaan menggelikan; syaraf yang merangsang pemikiran lelucon dan logika. Ha ha ha! Menggelikan!
Oh! Baiklah, aku akan tetap memberitahukan tentang hal keren itu bagaimanapun juga karena sungguh ini sangatlah penting!
Sebenarnya, ada sesuatu yang orang-orang tidak ketahui tentang diriku selain fakta bahwa aku adalah orang Asia yang tergolong santai tetapi, sebenarnya aku selalu was-was. Apa kalian tahu betapa menderitanya saat-saat awal aku mengetahui kenyataan ini, kenyataan yang mungkin (mungkin saja) terjadi bukan saja padaku tetapi juga pada siapapun di seluruh penjuru muka bumi sial ini! Kalian… Kalian seharusnya membanggakan hari ini, lakukanlah hal-hal yang selama ini takut kalian lakukan, karena apa? Karena aku sudah tahu bagaimanakah arti sesungguhnya dari sebuah kiasan, ‘Hargailah momen yang Anda miliki hari ini sebab semua tidak akan pernah terulang kembali’… Apa kalian mulai sadar yang hendak aku bicarakan? Sadarkah? Apa kalian mulai mengerti sedikit pesan moral yang aku coba tanamkan sebelum aku memberitahukan hal itu?
Hm… Aku sendiri belum tahu pasti—
Aku pun sampai sekarang masih belum mengerti bagaimanakah hal seperti ini dapat terjadi tetapi… Ah! Maaf… sepertinya aku mulai berbicara tidak jelas. A ha ha ha! Maafkanlah Nicholas Billy-mu yang sederhana ini, karena masalah itu, kadang nalar pun dapat dibuat bagaikan kue puff yang mudah remuk oleh tangan-tangan mungil.
Baiklah… Kembali tentang hal itu…
“Hal itu adalah…”
Hal itu… apakah kalian pernah merasakan perbedaan sesaat kalian baru bangun dari tempat tidur? Seperti layaknya kalian terbangun di sebuah dunia yang biasa namun, pasti akan ada beberapa elemen kehidupan kalian yang wajar akan nampak berkurang, beda, bertambah atau lebih mengerikan lagi… menghilang!?
Setiap saat aku terbangun dari tempat tidur, menatapi langit-langit kota, jalan, cermin, dan wajah teman-teman tercintaku—memperhatikan semua aspek terkecil tentang mereka. Perubahan yang secara tiba-tiba dan tidak terduga. Menyaksikan sebuah fenomena yang tidak mengesankan. Berada di sini namun, bukan di sini yang seharusnya? Ya! Di sini—tempatku berada—mungkin secara tiba-tiba akan menjadi tempat ‘Di sana’ atau sebaliknya; tempatku sebenarnya adalah ‘Di sana’ dan bukan seharusnya ‘Di sini’.
Mengerti?
Paralelisme?
Dunia yang berbatas dan berlapis tanpa akhir setelah kematian. Indefinite Alteration. Perbedaan kuncup keadaan dan perilaku.
Yup! Jadi… inilah rahasia super kerenku yang sebenarnya tidak terlalu keren karena aku entah bagaimana dapat tahu bahwa banyak di antara kita semua pernah mengalaminya—tetapi, poin hebatku terletak pada otak intelekku yang menyadari hal tersebut terlebih dahulu daripada kalian semua… Ya! seperti seorang pembawa pesan dari Tuhan tentang ragam hidup brengesek ini—Pwah!
Inilah… inilah yang aku nikmati. Dan kadang-kadang bahkan aku tidak sadar bahwa aku telah berada ‘Di sana’ dan aku TIDAK BISA PULANG! Oh! Momen di mana aku harus membiasakan diri dan kepasrahan sudah menjadi tabiat harian.…
Oleh sebab itu, sekarang aku lebih menggunakan ego (lebih bersifat praktis). Karena dengan ego, aku dapat menerima keadaan ini dengan keadaan setengah waras dan berperan total layaknya memakai topeng kebahagiaan dengan untaian pecahan-pecahan kaca dan memori dari hari-hari sebelumnya yang tidak akan pernah kembali dan terulang. Ah! Jesus…
Ya! Berbahagialah hari ini di tempat kau berada sebab, ketika kau terbangun besok mungkin kau tidak akan pernah lagi merasakan duniamu ‘Di sini’ dan… Tanpa kau minta dan sadari, kau telah berada ‘Di sana’. Dan ‘Di sana’ adalah tempat barumu sampai tiba saatnya kembali terlempar dalam arus permainan yang Tuhan ciptakan! Di sanalah, kau akan membiasakan diri dengan alam, keluarga, dan teman-temanmu yang memilki tabiat yang sedikit atau sama sekali berbeda. Ya! Ruangan yang berbeda; letak barang-barang di kamarmu, jumlah ruang, jenis makanan, gaya bicara, status pertemanan, bentuk dinding, warna awan dan semuanya—Argh! Semuanya akan seperti sebuah drama tolol yang berulang-ulang namun, dalam skenario dan dialog kotor yang berbeda! Seperti bermain-main dengan cerita dan tulisan di mana kau bisa mengatur siapa dan bagaimana; hanya saja, sekarang kitalah yang menjadi protagonis dalam permainan para sutradara mistikal—Tuhan dan Sang Iblis—yang sungguh, tidak adil dan brengsek!…
—itulah… kondisi yang harus kalian biasakan.
Beradaptasi. “Aturan sial! Sial!—”
Tapi aku telah belajar sesuatu dari kesialan Indefinite Alteration ini; setidaknya kita JANGAN PERNAH menyesali dan berkehendak mati hanya karena hal ini! Sebab dari semua ini, kita dapat menarik kesimpulan—sebuah benang merah yang terang dan bersih—dengan berbagai sudut pandang dari satu orang lain yang setiap hari kita temui (berbeda atau tidak). Kita dapat belajar mengenai tabiat manusia, mempelajari diri sendiri dan juga, kita dapat belajar cara untuk lebih cepat beradaptasi daripada orang-orang yang tidak sadar akan perbedaan hidupnya sendiri. Mereka akan dicekal dengan berbagai pertanyaan heran dan kebingungan yang sama sekali tidak akan mencapai sebuah titik terang. Kebodohan absolut tentang alam ini, alam itu dan seluruh alam lainnya.
“Ah! Detik yang begitu berharga ketika aku memberitahukan ini pada dunia, mungkin besok, seluruh dunia akan kembali buta akan wahyuku dan… nampaknya, hukum perputaran roda ini tidak akan pernah berhenti hingga kita, beserta Tuhan telah mati.”
Detik yang benar-benar berharga… Sebelum aku benar-benar terlelap…
Jika aku telah terlelap dan kemudian terjaga, maka bersiaplah-siaplah semua dan berbesar hati! Terimalah nasibmu jika nanti kau sadar bahwa kau telah berada ‘Di sana’ dan semua tentang ‘Di sini’ telah menjadi tak lebih dari kilatan mimpi yang mudah terlupakan. Kau akan ingin melupakannya karena sungguh, untuk mengingatnya kembali—semua keindahan—merupakan neraka yang menyakitkan!
Aku tidak bisa memungkiri bahwa keinginan untuk mati kadang muncul—
Tetapi, seperti yang kubilang, ambilah segi positif dari kesialan hukum Tuhan ini; tidak semuanya buruk. Mungkin saja nanti, akan ada harapan di mana alam itu nantinya akan menjadi alam di mana impianmu tentang hidup yang sempurna tiba-tiba menjadi kenyataan 100% dan konstan. Tapi tentu saja, kau tidak akan bisa bertahan di sana dan mengendalikannya secara otomatis menjadi alur cerita hidupmu untuk seterusnya, semuanya akan mengalir. Seperti setiap saat kau berpikir secara statis; keluar begitu saja seperti perasaan empati dan penyesalan.
Berbesar hati—
Jadi malam ini, aku akan melakukan hal yang sepatutnya kalian juga lakukan… Malam ini, aku harus tersenyum dan bangga. Walau akan ada berapapun banyaknya ‘Di sana’ yang aku lalui. Aku masihlah ‘Nicholas Billy’ yang acuh, santai dan benar-benar bahagia dengan menjadi diriku yang sebenarnya, di alam dan manusia apapun yang telah dan akan mengitari alur nafasku nanti.
Kerelaan…
Ya! Kerelaan.
Kerelaan untuk tidak berhendak mati dan mengikuti permainan sang sutradara mistikal yang tak lebih dari sekumpulan makhluk egois dan dapat binasa bersama kita.
Well! Sampai bertemu kembali ‘Di sini’ dan sambutlah ‘Di sana’ dengan senyuman mengiris dan pesona.
Did you like this?
vote
