3564385 Rowland Bismark's Writing (16 stories) (showing 1-16 of 16)


EGO EIMI: Tujuh Kalimat Tuhan Yesus Mengenai diriNya
Buku kecil ini adalah hasil kompilasi saya terhadap beberapa khotbah Pdt. Effendi Susanto (GRII Sydney) yang akan membahas secara khusus perkataan Tuhan Yesus “Ego eimi, I am, Aku adalah…” Ada tujuh k ...more
chapter 1: Akulah Roti Hidup (added 2011/09/28)
chapter 2: Aku adalah Terang Dunia (added 2011/09/28)
chapter 3: Aku adalah Pintu (added 2011/09/28)
chapter 4: Aku adalah Gembala yang Baik (added 2011/09/28)
chapter 5: Aku adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup (added 2011/09/28)
chapter 6: Aku adalah Kebangkitan dan Hidup (added 2011/09/28)
chapter 7: Aku adalah Pokok Anggur yang Benar (Bagian 1) (added 2011/09/28)
chapter 8: Akulah Pokok Anggur yang Benar (Bagian 2) (added 2011/09/28)

200 Tahun Anjer-Panaroekan: Jalan (untuk) Perubahan
Mengenang 200 tahun Jalan Raya Pos, Kompas akan melakukan ekspedisi, menyusuri kembali jalan itu dari Anyer hingga Panarukan. Perjalanan akan berlangsung dari tanggal 16 hingga 25 Agustus nanti. Rute ...more
chapter 1: Banten, Hikayat Kerbau di Ladang Pabrik (added 2011/09/18)
chapter 2: PEMBANGUNAN:Industrialisasi Belum Berhasil Sejahterakan Warga (added 2011/09/18)
chapter 3: DAMPAK PEMBANGUNAN: Menjadi Buruh di Tanah Sendiri (added 2011/09/18)
chapter 4: JALAN TOL: Penolakan Lanjutan dari Babakan Ciwaringin (added 2011/09/18)
chapter 5: EKSPEDISI: Menyusuri Jejak Daendels di Bumi Siliwangi (added 2011/09/18)
chapter 6: JALAN POS : Daendels Menaklukkan Puncak Pass? (added 2011/09/18)
chapter 7: INFRASTRUKTUR: Matinya Jalan Harapan... (added 2011/09/18)
chapter 8: PERKEMBANGAN KOTA: Cirebon (Bakal) Dilupakan (added 2011/09/18)
chapter 9: BURUH: Mensyukuri Remah Industri Batik (added 2011/09/18)
chapter 10: Alas Roban "Terkepras" Tol (added 2011/09/18)
chapter 11: KELAUTAN: Bendar, Pengecualian Sebuah Desa Nelayan (added 2011/09/18)
chapter 12: PETANI: Tanahku Bukan Lagi Tanahku (added 2011/09/18)
chapter 13: Lamongan Sukses Manfaatkan Pantai (added 2011/09/18)
chapter 14: Panarukan, Pelabuhan T(B)erakhir (added 2011/09/18)
chapter 15: EKSPEDISI: Jalan Raya Pos, 200 Tahun Pengisapan (added 2011/09/18)
chapter 16: EKSPEDISI ANJER-PANAROEKAN: Kapuk Jawa, Keunggulan yang Terlupakan (added 2011/09/18)
chapter 17: INDUSTRI: Bang Kodir Berupaya Bangkit dari Lumpur (added 2011/09/19)
chapter 18: PERIKANAN: Tangan Buruh Ngenam Melepuh (added 2011/09/19)
chapter 19: Lasem, Simpul Sejarah yang Pudar (added 2011/09/19)
chapter 20: Batik Oey Soe Tjoen, Orang yang Bekerja dengan Ingatan Kuat (added 2011/09/19)
chapter 21: KOTA JALAN RAYA POS: Kenangan Jalan Kenari (added 2011/09/19)
chapter 22: KOTA JALAN RAYA: Merunut Tanah Partikelir di Probolinggo (added 2011/09/19)
chapter 23: BURUH GARAM: Korban Kebijakan Masa Kolonial (added 2011/09/19)
chapter 24: Mebel Pasuruan Bisa Tinggal Kenangan (added 2011/09/19)
chapter 25: EKSPEDISI 200 TAHUN ANJER-PANAROEKAN: Jalan Pemodal, Jalan Penguasa (added 2011/09/19)
chapter 26: TOL: Mungkinkah Jalan untuk Semua? (added 2011/09/19)
chapter 27: KERETA API: Loko Tua, Siapa Mau Ikut? (added 2011/09/19)
chapter 28: KETIMPANGAN WILAYAH: "Bandul" Bergerak ke Pesisir Utara Jawa (added 2011/09/19)
chapter 29: PEMBANGUNAN: Perluasan Eksploitasi Ekonomi Kolonial (added 2011/09/19)
chapter 30: PEMBANGUNAN: Perluasan Eksploitasi Ekonomi Kolonial (added 2011/09/19)
chapter 31: Masa Depan Ekologi Jawa (Utara) (added 2011/09/19)
chapter 32: Lonceng Kematian dari Desa (added 2011/09/19)
chapter 33: Ketika Kota Menjadi Seragam (added 2011/09/19)
chapter 34: Menuju Kota Gagal (added 2011/09/19)
chapter 35: Muncul dan Matinya Kota-kota (added 2011/09/19)
chapter 36: Jalur Penumbuh, Sekaligus Pembunuh (added 2011/09/19)

INDONESIA TIMUR: Tanah Yang Terlupakan
Liputan Majalah TEMPO perihal kondisi dan situasi Indonesia Bagian Timur. Selamat Membaca.
chapter 1: Kemilau Emas indonesia Timur (added 2011/09/18)
chapter 2: Papua Tanah Berjuta Hektare (added 2011/09/18)
chapter 3: Di Bawah Kuasa Para Raja (added 2011/09/18)
chapter 4: Masih Jadi Pusat Pertumbuhan (added 2011/09/18)
chapter 5: Berburu Dolar di Bawah Laut (added 2011/09/18)
chapter 6: Demi Sebuah Konferensi (added 2011/09/18)
chapter 7: Musim Paceklik Penghasil Rempah (added 2011/09/18)
chapter 8: Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Muhammad Lutfi: Peluang di Timur Sangat Besar (added 2011/09/18)

ENAM PULUH TAHUN INDONESIA MERDEKA (Edisi Khusus TEMPO)
Saat orang-orang di kampung atau perumahan sibuk menghias rumah dan gapura dengan warna merah dan putih, kami berhari-hari begadang di kantor. Ada yang serius menulis sambil sesekali memelototi peta I ...more
chapter 1: Dari Benggala hingga Batas Papua (added 2011/09/17)
chapter 2: Janda di Ujung Sumatera (added 2011/09/17)
chapter 3: Terangkat karena Gempa (added 2011/09/17)
chapter 4: Pencakar Langit di Depan Mata (added 2011/09/17)
chapter 5: Bendera Seberang di Pulau Miangas (added 2011/09/17)
chapter 6: Pada Sebidang Pantai Miangas (added 2011/09/17)
chapter 7: Tiga Titik di Sudut Pasifik (added 2011/09/18)
chapter 8: Terombang-ambing Mencari Pulau (added 2011/09/18)
chapter 9: Ketika Halaman Sudah Ditetapkan (added 2011/09/18)
chapter 10: Tonggak Wilayah Nusantara (added 2011/09/18)
chapter 11: Dari Akademik Disemai ke Politik (added 2011/09/18)
chapter 12: Kisah Pulau yang Hilang (added 2011/09/18)
chapter 13: Resor Berisi Tentara (added 2011/09/18)
chapter 14: Mawar Plastik di Tapal Batas (added 2011/09/18)
chapter 15: Adem Ayem Rawan Gesekan (added 2011/09/18)
chapter 16: Setelah OPM Mengubah Haluan (added 2011/09/18)
chapter 17: Penyelundup Melintas sampai Jauh (added 2011/09/18)
chapter 18: Tetap Singgah Meski Tekor (added 2011/09/18)
chapter 19: Direktur Usaha Pelni, Jussabella Sahea: Belum Semua Biaya Tertutup (added 2011/09/18)
chapter 20: Laksamana Slamet Soebijanto: "Kekuatan TNI AL Memang Menurun" (added 2011/09/18)
chapter 21: Rawannya Batas Negara Kita (added 2011/09/18)
chapter 22: Nasionalisme Mencari Demokrasi (added 2011/09/18)
chapter 23: Bangsa Indonesia Baik-baik Saja. Negaranya Yang Parah! (added 2011/09/18)
chapter 24: Sentimen Menjaga Negara Kesatuan (added 2011/09/18)
chapter 25: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono: Perbatasan Adalah Beranda Depan Kita (added 2011/09/18)
chapter 26: Sebuah Ruang, 17.000 Pulau (added 2011/09/18)
chapter 27: Menjaga Daulat Lewat 12 Titik (added 2011/09/18)
chapter 28: Satu Pulau, Dua Negara (added 2011/09/18)
chapter 29: 'Presiden Soeharto' di Amfoang Utara (added 2011/09/18)
chapter 30: Merebut Berhala, Mengabaikan Berhala (added 2011/09/18)
chapter 31: Dalam Intaian Malaya (added 2011/09/18)
chapter 32: Upacara, Pengalaman, dan Identitas Bangsa (added 2011/09/18)

BUKAN PEREMPUAN BIASA (Edisi Khusus TEMPO Untuk Hari Perempuan)
Berikut adalah arsip Majalah Tempo Desember 2006 dengan liputan khusus yang simpatik dan menarik terkait Hari Perempuan. Dalam edisi ini Tempo mengambil tema Bukan Perempuan Biasa dengan menampilkan p ...more
chapter 1: Para Perempuan di Puncak Zaman (added 2011/09/17)
chapter 2: Christina Rantetana: Di Laut Ia Jaya (added 2011/09/17)
chapter 3: Pengasihan Gaut: Melerai Konflik di Bosnia (added 2011/09/17)
chapter 4: Dwi Astuti Soenardi: Perjalanan ke Puncak Dunia (added 2011/09/17)
chapter 5: Evi Neliwati dan Agung Etti Hendrawati: Dua Pemanjat Dunia (added 2011/09/17)
chapter 6: Hilda Djulaida Rolobessy dan Soraya Sultan: Dua Menyemai Damai (added 2011/09/17)
chapter 7: Retno Lestari Priansari Marsudi: Diplomacy By SMS (added 2011/09/17)
chapter 8: Diza Ali Rasyid: Cinta Seorang Diza (added 2011/09/17)
chapter 9: Pingkan Mandagi: Sekali di Udara Tetap di Udara (added 2011/09/17)
chapter 10: Rustriningsih: Lompatan Demonstran Mungil (added 2011/09/17)
chapter 11: Isma Kania Dwei dan Ida Fiqriah: Dari Curug ke Ujung Dunia (added 2011/09/17)
chapter 12: Rahayu Suhardjono: Doktor Penjelajah Gua Kapur (added 2011/09/17)
chapter 13: Shinta Damayanti: Berkilau dari Tengah Rig (added 2011/09/17)
chapter 14: Zuriati: Akrab Berkutat dengan Pesawat (added 2011/09/17)
chapter 15: Swasti Hertian: Emansipasi Bedah Mayat (added 2011/09/17)
chapter 16: Mercusuar Di Pulau Jauh (added 2011/09/17)
chapter 17: Di Atas Roda Pergulatan; Becak Perjuangan Ponirah (added 2011/09/17)
chapter 18: Raida di Sebuah Pelabuhan (added 2011/09/17)
chapter 19: Dalam Jebakan Sistem Maskulin (added 2011/09/17)
chapter 20: Perempuan Berkiprah Di "Dunia Laki-Laki" (added 2011/09/17)
chapter 21: Ibu Rumah Tangga, Lokomotif Perubahan (added 2011/09/17)
chapter 22: Bedak Debu Itu Luruh (added 2011/09/17)

PERGULATAN DEMOKRASI LIBERAL (Edisi Khusus Tempo Dirgahayu RI 62)
Demokrasi Liberal tahun 1950-an adalah era paling kontroversial dalam perjalanan Republik Indonesia. Ada yang bilang ini sistem impor dari Barat dan bukan keinginan mayoritas rakyat. Banyak pula yang ...more
chapter 1: Ada Revolusi di Bulan Agustus 1945 (added 2011/09/17)
chapter 2: Menimbang Demokrasi Liberal (added 2011/09/17)
chapter 3: Lahirnya Sebuah Optimisme (added 2011/09/17)
chapter 4: Pelajaran dari Dunia yang Hiruk-Pikuk (added 2011/09/17)
chapter 5: Demokrasi Parlementer, Optimisme yang Terabaikan (added 2011/09/17)
chapter 6: Nasi Uduk di Lapangan Kremlin (added 2011/09/17)
chapter 7: Panas di Sidang, Akrab di Luar (added 2011/09/17)
chapter 8: Tersesat di Jalan yang Benar (added 2011/09/17)
chapter 9: Pemberontakan Separuh Jalan (added 2011/09/17)
chapter 10: Tarikan Konstitusionalisme + Jebakan Tradisionalisme = RI (added 2011/09/17)
chapter 11: Menguji Kemandirian Mahkamah (added 2011/09/17)
chapter 12: Tak Pasti Karena Si Bung (added 2011/09/17)
chapter 13: Menghalau Korupsi di Awal Republik (added 2011/09/17)
chapter 14: Menjerat dengan Aturan Devisa (added 2011/09/17)
chapter 15: Misteri Si Jalak Harupat (added 2011/09/17)
chapter 16: Tak Mempan Katabelece (added 2011/09/17)
chapter 17: "The Golden 1950s": Hasil Memori Terbatas (added 2011/09/17)
chapter 18: Kisah Asa Bafagih (added 2011/09/17)
chapter 19: Demi Martabat Peradilan (added 2011/09/17)
chapter 20: Demokrasi dan Rule of Law, Pelajaran dari 1950-an (added 2011/09/17)
chapter 21: Demokrasi di Ujung Senapan (added 2011/09/17)
chapter 22: Empat Meriam Setelah Rinai Hujan (added 2011/09/17)
chapter 23: Cobra Menyerbu Istana (added 2011/09/17)
chapter 24: Nasionalisasi Berakhir Buntung (added 2011/09/17)
chapter 25: Peraturan yang Menggusur Tionghoa (added 2011/09/17)
chapter 26: Terusir dari Kampung Sendiri (added 2011/09/17)
chapter 27: Empat Masa 'Persoalan Cina' (added 2011/09/17)
chapter 28: Kartun: Roh Demokrasi Liberal (added 2011/09/17)
chapter 29: Hatta: Serigala, Rasuna Said: Kucing Garong (added 2011/09/17)
chapter 30: Sebuah Indonesia Idaman Mereka (added 2011/09/17)
chapter 31: Seandainya (added 2011/09/17)

PEMUDA YANG MENDAMBAKAN INDONESIA (Edisi Khusus TEMPO 80 TAHUN Sumpah Pemuda)
Mereka mencurahkan pikiran dan tenaga untuk mewujudkan persatuan. Mengesampingkan perbedaan suku, warna kulit, dan agama, mereka menggelar pertemuan-pertemuan yang merisaukan penjajah Belanda. Kemerde ...more
chapter 1: Manifesto 1925: Prolog dari Belanda (added 2011/09/17)
chapter 2: Penggagas Kongres Pemuda Pertama (added 2011/09/17)
chapter 3: Secarik Kertas untuk Indonesia (added 2011/09/17)
chapter 4: Sang Pemimpin yang Redup (added 2011/09/17)
chapter 5: Kebangsaan Sunario (added 2011/09/17)
chapter 6: Taman Asmara Sang Komponis (added 2011/09/17)
chapter 7: Jejak Samar Bapak Kos (added 2011/09/17)
chapter 8: Pemuda di Dalam Buku (added 2011/09/17)
chapter 9: Makam Tak Bertanda di Ngalihan (added 2011/09/17)
chapter 10: Dokter Politik dari Timur (added 2011/09/17)
chapter 11: Musim Gugur di Kubur 'Penemu' Indonesia (added 2011/09/17)
chapter 12: Sundari, Kacamata Merah Muda (added 2011/09/17)
chapter 13: Terinspirasi Kartini (added 2011/09/17)
chapter 14: Bersumpah untuk Bahasa (added 2011/09/17)
chapter 15: Nasution, Jalan Tengah, dan Politik Militer (added 2011/09/17)

DIPA NUSANTARA AIDIT (Laporan Utama Majalah Tempo, Edisi Oktober 2007)
EMPAT puluh dua tahun berlalu dan kini kita mengenang lelaki itu dengan kebencian dan rasa kagum. Dipa Nusantara Aidit memimpin Partai Komunis Indonesia pada usia belia, 31 tahun. Ia hanya perlu setah ...more
chapter 1: Dua Wajah Dipa Nusantara (added 2011/09/15)
chapter 2: Masa Kecil di Belitung; Anak Belantu Jadi Komunis (added 2011/09/15)
chapter 3: Rumah Tua Mantri Idit (added 2011/09/15)
chapter 4: Silsilah keluarga Aidit: Ranting yang Terberai (added 2011/09/15)
chapter 5: Merantau ke Jakarta: Sejak Awal Membaca Risiko (added 2011/09/15)
chapter 6: Kisah Cinta: Meminang Lewat Sepucuk Surat (added 2011/09/15)
chapter 7: Karir di PKI: Berakhir Seperti Muso (added 2011/09/15)
chapter 8: Trio Komunis: The Three Musketeers (added 2011/09/15)
chapter 9: Gerakan 30 September: Dari Menteng ke Pusaran Kekuasaan (added 2011/09/15)
chapter 10: Malam terakhir: Setelah Lampu Depan Dimatikan (added 2011/09/15)
chapter 11: Setelah Peristiwa G-30-S: Kawan Ketua ke Daerah Basis (added 2011/09/15)
chapter 12: Dan Soeharto pun Tersenyum (added 2011/09/15)
chapter 13: Kuburan: Rahasia Sumur Mati (added 2011/09/15)
chapter 14: Keluarga Besar Aidit: Sesudah Malam Horor itu (added 2011/09/15)
chapter 15: Keluarga Pahlawan Revolusi: Aidit dan Serangan di Pagi Buta (added 2011/09/15)
chapter 16: Rahasia Aidit (added 2011/09/15)
chapter 17: Sinema: Wajah Aidit di Seluloid (added 2011/09/15)
chapter 18: D.N. Aidit dan Sastra: Sajak Pamflet Sang Ketua (added 2011/09/15)
chapter 19: Buku-buku Soal D.N. Aidit: Setelah Keluar dari Laci Penulis (added 2011/09/15)
chapter 20: Aidit dalam Bingkai Nawaksara (added 2011/09/15)
chapter 21: Aidit dan Revolusi 1945: Anak Muda di Beranda Republik (added 2011/09/15)

MOHAMMAD HATTA (Edisi 'Biografi' Majalah Tempo)
Dikutip dari Laporan Khusus Majalah TEMPO. Perihal sepak terjang beliau bagi negara Indonesia menurutku adalah seorang Pemikir cerdas yang memiliki komitmen, integritas, dan pekerja keras yang cerdas ...more
chapter 1: Tamasya Sejarah Bersama Hatta (added 2011/09/14)
chapter 2: Hatta, Buku yang Tak Pernah Tamat Dibaca (added 2011/09/14)
chapter 3: Karena Kasih Sepanjang Jalan (added 2011/09/14)
chapter 4: Surat buat Bung Hatta (added 2011/09/14)
chapter 5: Kisah yang Tertinggal di Sudut Rotterdam (added 2011/09/14)
chapter 6: Bersama Biko dan Zapata, Hatta Mengudap 'Kroketten' di Belanda (added 2011/09/14)
chapter 7: Roti dan Dongeng Arab di Klein Europeesch Stad (added 2011/09/14)
chapter 8: Hari-Hari Bersama Om Kacamata (added 2011/09/14)
chapter 9: Di Lereng Gunung Menumbing (added 2011/09/14)
chapter 10: Beberapa Jam di Tanah Buangan (added 2011/09/14)
chapter 11: Sebuah Penjara Tak Bertepi (added 2011/09/15)
chapter 12: Kisah Foto yang Menyimpan Magma (added 2011/09/15)
chapter 13: Berburu Potret (added 2011/09/15)
chapter 14: Yang Berumah di Tepi Air (added 2011/09/15)
chapter 15: Dwitunggal dan Dwitanggal (added 2011/09/15)
chapter 16: Perhelatan Sederhana untuk Si Bung (added 2011/09/15)
chapter 17: Mohammad Hatta: Antara Ide Agama dan Kebangsaan (added 2011/09/15)
chapter 18: Dia yang Tak Pernah Tertawa (added 2011/09/15)
chapter 19: Bung Hatta dan Demokrasi (added 2011/09/15)

Seratus Teks Imaji Indonesia (Edisi Khusus Tempo 100 Tahun Kebangkitan Nasional)
BERMULA dari keinginan menampilkan sesuatu yang lain dari biasanya ketika Republik memperingati seabad Kebangkitan Nasional, lahirlah edisi khusus di tangan Anda ini. Kali ini kami pilih 100 teks seja ...more
chapter 1: Berbagai Tinta Menulis Indonesia (added 2011/09/14)
chapter 2: Padi yang Tumbuh Tak Terdengar (added 2011/09/14)
chapter 3: Hindania dan Politik Antara Dua Karang (added 2011/09/14)
chapter 4: Gugatan dari Kaleng Rombeng (added 2011/09/14)
chapter 5: Kontroversi Buku Yamin (added 2011/09/14)
chapter 6: Membongkar Mitos Konstituante (added 2011/09/14)
chapter 7: Logika Si Misterius (added 2011/09/14)
chapter 8: Mereka Ulang di Pengucilan (added 2011/09/14)
chapter 9: The Decline of Constitutional Democracy in Indonesia) (added 2011/09/14)
chapter 10: Menggugat Budi Utomo (added 2011/09/14)
chapter 11: Jalan Pejal Menuju yang Modern (added 2011/09/14)
chapter 12: Terbakar Pesona Revolusi (added 2011/09/14)
chapter 13: Tetralogi Buru dan Indonesia 'Modern' (added 2011/09/14)
chapter 14: Perlawanan Abadi Siti Nurbaya (added 2011/09/14)
chapter 15: Nasionalisme dalam Belenggu Waktu (added 2011/09/14)
chapter 16: Komedi Hitam untuk Jepang (added 2011/09/14)
chapter 17: Nasionalisme dan Preman di Surabaya (added 2011/09/14)
chapter 18: Fondasi Dasar Bahasa Indonesia (added 2011/09/14)
chapter 19: Menyerang Lewat Layar Terkembang (added 2011/09/14)
chapter 20: Moeis Menyalahkan Pengasuhan Hanafi (added 2011/09/14)
chapter 21: Hamka Menggebrak Tradisi (added 2011/09/14)
chapter 22: (51) Jalan Tak Ada Ujung (added 2011/09/14)
chapter 23: Mencari Bangsa dalam Bahasa (added 2011/09/14)
chapter 24: Tabuh Kata Mengubah Kita (added 2011/09/14)
chapter 25: Setelah Malam yang Genting (added 2011/09/14)
chapter 26: Seruan Merdeka dari Den Haag (added 2011/09/14)
chapter 27: Tentang Gagasan Pluralis (added 2011/09/14)
chapter 28: Teks 60-70 (added 2011/09/14)
chapter 29: Negara tanpa Rakyat? (added 2011/09/14)
chapter 30: Bertukar Gagasan di Jalan Sunyi (added 2011/09/14)
chapter 31: Surat tentang Kebebasan dan Cita-cita (added 2011/09/14)
chapter 32: Catatan Abadi Para Demonstran (added 2011/09/14)
chapter 33: Pergolakan yang Tak Pernah Padam (added 2011/09/14)
chapter 34: Merogoh Hati Si Bung (added 2011/09/14)
chapter 35: Teks 75-84 (added 2011/09/14)
chapter 36: Dari Perbendaharaan Lama (added 2011/09/14)
chapter 37: Puisi: Roh Sebuah Gerakan (added 2011/09/14)
chapter 38: Chairil Anwar dan Semangat Kebangsaan (added 2011/09/14)
chapter 39: Denyut Demonstran dalam Puisi (added 2011/09/14)
chapter 40: Potret Pembangkangan Rendra (added 2011/09/14)
chapter 41: Hilang tapi Terus Berjuang (added 2011/09/14)
chapter 42: Teks 89-91 (added 2011/09/14)
chapter 43: Jagat Buku Islam dan Kebangkitan Nasional (added 2011/09/14)
chapter 44: Menghadirkan Indonesia (added 2011/09/14)
chapter 45: Dari Angkot hingga Asimilasi (added 2011/09/14)
chapter 46: Cerita dari Tanah Dingin (added 2011/09/14)
chapter 47: Mati Ketawa Keliling Indonesia (added 2011/09/14)
chapter 48: Teks 95-97 (added 2011/09/14)
chapter 49: Kisah Atlas dari Amsterdam (added 2011/09/14)
chapter 50: Tanda Bangsa Berbudaya (added 2011/09/14)
chapter 51: W. J. S. Poerwadarminta Bapak Kamus Indonesia (added 2011/09/14)
chapter 52: Surat dari Ternate (added 2011/09/14)
chapter 53: Dari Tempat yang Akan Datang (added 2011/09/14)

NJOTO: Peniup Saksofon di Tengah Prahara (Edisi Khusus Majalah Tempo Oktober 2009)
IA berbeda dari orang komunis pada umumnya. Ia necis dan piawai bermain biola dan saksofon. Ia menikmati musik simfoni, menonton teater, dan menulis puisi yang tak melulu ”pro-rakyat” dan menggeloraka ...more
chapter 1: Saat Lek Njot Bersepatu Roda (added 2010/08/08)
chapter 2: Pedagang Batik Pembela Republik (added 2010/08/08)
chapter 3: Revolusi Tiga Serangkai (added 2010/08/08)
chapter 4: Yang Tersisih dari Riak Samudra (added 2010/08/08)
chapter 5: Jalan Curam Skandal Asmara (added 2010/08/08)
chapter 6: Soekarnoisme dan Perempuan Rusia (added 2010/08/08)
chapter 7: Merahnya HR, Merahnya Lekra (added 2010/08/08)
chapter 8: Serba Kabur di Akhir Hayat (added 2010/08/08)
chapter 9: Rahasia Tiga Dasawarsa (added 2010/08/08)
chapter 10: Kenangan di Jalan Malang (added 2010/08/08)
chapter 11: Secuil Asmara Khong Guan Biscuit (added 2010/08/08)
chapter 12: Karena Janji Setia (added 2010/08/08)
chapter 13: Puisi Pamflet Sang Ideolog (added 2010/08/08)
chapter 14: Kalau Sayang, Aturan Dilangkahi (added 2010/08/08)
chapter 15: Seorang Istri Empat Dasawarsa Kemudian (added 2010/08/08)
chapter 16: Politbiro PKI, Njoto, dan G30S (added 2010/08/08)

SUTAN SJAHRIR: Peran Besar Bung Kecil (Edisi Khusus 100 Tahun Sjahrir)
Sutan Sjahrir adalah satu dari tujuh ”Bapak Revolusi Indonesia ”. Dia mendesak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan walau dia sendiri absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan un ...more
chapter 1: Anak Minang Jago Menyerang (added 2010/08/08)
chapter 2: Rumah di Kaki Singgalang (added 2010/08/08)
chapter 3: Antara Tuschinski dan Stadsschouwburg (added 2010/08/08)
chapter 4: Berkembang di Iklim Barat (added 2010/08/08)
chapter 5: Misi Rahasia dari De Socialist (added 2010/08/08)
chapter 6: Berbagi Peran dari Bawah Tanah (added 2010/08/08)
chapter 7: Kader Hingga Ujung Usia (added 2010/08/08)
chapter 8: Proklamasi tanpa Bung Kecil (added 2010/08/08)
chapter 9: Cirebon Merdeka Lebih Dulu (added 2010/08/08)
chapter 10: Kudeta Sunyi Triumvirat (added 2010/08/08)
chapter 11: Jalan Terjal Perdana Menteri (added 2010/08/08)
chapter 12: Berkawan Lewat Diplomasi Beras (added 2010/08/08)
chapter 13: Linggarjati, Sebuah Jalan (added 2010/08/08)
chapter 14: Paspor Pertama Indonesia (added 2010/08/08)
chapter 15: Kemenangan di Lake Success (added 2010/08/08)
chapter 16: Kolaborasi Dua Pejuang Sayap Kiri (added 2010/08/08)
chapter 17: Sang Atom dan Dua Ideologi (added 2010/08/08)
chapter 18: Akhir Sang Meteor (added 2010/08/08)
chapter 19: Patah Arang Kawan Seiring (added 2010/08/08)
chapter 20: Tiga Serangkai Ahli Waris Revolusi (added 2010/08/08)
chapter 21: Sosok Penyendiri dalam Tahanan (added 2010/08/08)
chapter 22: Perseteruan Para Kolaborator (added 2010/08/08)
chapter 23: Jalan Bersimpang Setelah Proklamasi (added 2010/08/08)
chapter 24: Tak Ada Patung Bung Kecil (added 2010/08/08)
chapter 25: Manifesto Seorang Antifasis (added 2010/08/08)
chapter 26: Surat Pengagum Faust (added 2010/08/08)
chapter 27: Kasih yang Tak Sampai (added 2010/08/08)
chapter 28: Kees Snoek: Maria Ingin Membakar Surat-surat itu (added 2010/08/08)
chapter 29: Sang Pemuja dan Tuan Perdana Menteri (added 2010/08/08)
chapter 30: Sekilas Cinta di Lereng Ceremai (added 2010/08/08)
chapter 31: Zurich, Detik-detik Terakhir (added 2010/08/08)
chapter 32: Wajah Sjahrir dalam Kotak (added 2010/08/08)
chapter 33: Setelah Sibi Tiada (added 2010/08/08)
chapter 34: Pintu Tertutup untuk PSI (added 2010/08/08)
chapter 35: Foto Tua di Garasi Mursia (added 2010/08/08)
chapter 36: Sjahrir Adalah ... (added 2010/08/08)
chapter 37: Sjahrir di Pantai (added 2010/08/08)
chapter 38: Kerja Sama Singkat Tan Malaka dan Sjahrir (added 2010/08/08)
chapter 39: Sjahrir dalam Renungan Dua Jilid (added 2010/08/08)
chapter 40: Sutan Sjahrir: Titian Sosialisme ke Demokrasi (added 2010/08/08)
chapter 41: Mencari Ahli Waris Ideologis Sjahrir (added 2010/08/08)
chapter 42: Sutan Sjahrir: Sebuah Kekecualian Zaman (added 2010/08/08)

TAN MALAKA: Bapak Republik Yang Dilupakan (Edisi Khusus HARI KEMERDEKAAN Tempo)
Majalah Tempo dalam edisi khusus Kemerdekaan mengangkat profil Tan Malaka: Bapak Republik Yang Dilupakan.

Tidak tanggung-tanggung edisi Tan Malaka ini terdiri dari 26 artikel yang ditulis oleh wartawa
...more

chapter 1: Tan Malaka : Bapak Republik, Revolusi, Merdeka 100% (added 2010/08/07)
chapter 2: Dia Yang Mahir Dalam Revolusi (added 2010/08/07)
chapter 3: Jalan Sunyi Tamu dari Bayah (added 2010/08/07)
chapter 4: Kisruh Ahli Waris Obor Revolusi (added 2010/08/07)
chapter 5: Si Mata Nyalang di Balai Societeit (added 2010/08/07)
chapter 6: Gerilya Dua Sekawan (added 2010/08/07)
chapter 7: Kerani Yang Baik Hati (added 2010/08/07)
chapter 8: Naskah Dari Rawajati (added 2010/08/07)
chapter 9: Bolsyewik yang Terbuang: Palu Arit, Bintang Bulan, dan Tan (added 2010/08/07)
chapter 10: Peniup Suling bagi Anak Kuli (added 2010/08/07)
chapter 11: Bertemu Para Bolsyewik Tua (added 2010/08/07)
chapter 12: Dukungan untuk Pan-Islam (added 2010/08/07)
chapter 13: Gerilya di Tanah Sun Man (added 2010/08/07)
chapter 14: Penggagas Awal Republik Indonesia (added 2010/08/07)
chapter 15: No Le Toqueis, Jawa! (added 2010/08/07)
chapter 16: Tumpah Darahku dalam Sebuah Buku (added 2010/08/07)
chapter 17: Si Badung dari Pandan Gadang (added 2010/08/07)
chapter 18: Cita-cita Revolusi dari Tanah Haarlem (added 2010/08/07)
chapter 19: Sobatmu Selalu, Ibrahim (added 2010/08/07)
chapter 20: Trio Minang Bersimpang Jalan (added 2010/08/07)
chapter 21: Perempuan di Hati Macan (added 2010/08/07)
chapter 22: Wawancara Setelah Mati (added 2010/08/07)
chapter 23: Misteri Mayor Psikopat (added 2010/08/07)
chapter 24: Tan Malaka, Sejak Agustus Itu (added 2010/08/07)
chapter 25: Tan Malaka: Nasionalisme Seorang Marxis (added 2010/08/07)
chapter 26: Tan Vs Pemberontakan 1926-1927 (added 2010/08/07)
chapter 27: Republik dalam Mimpi Tan Malaka (added 2010/08/07)
chapter 28: Pemberontak dari Alam Permai Minangkabau (added 2010/08/07)
chapter 29: MADILOG: Sebuah Sintesis Perantauan (added 2010/08/07)
chapter 30: (Bukan) Seorang dalam Arus Utama Revolusi (added 2010/08/08)
chapter 31: Warisan Tan Malaka (added 2010/08/08)
chapter 32: Persinggahan Terakhir Lelaki dan Bukunya (added 2010/08/08)
chapter 33: Memburu DNA Tan Malaka (added 2010/08/08)

Be Still
Borrowing from Kari Jobe Songs
chapter 1: Be Still (added 2010/06/21)

THE LATIN TRADITION OF LOGIC
Introduction Logic as an scientific science.
chapter 1: Introduction (added 2010/06/19)

Meeting God
Just an intermezo
chapter 1: Dialogue begins (added 2010/06/03)