mina's Reviews > Hutan Larangan
Hutan Larangan (Shadow Forest)
by Matt Haig, Lulu Fitri Rahman
by Matt Haig, Lulu Fitri Rahman
Berasa membaca Books of Lost Things. Anak-anak, masuk ke hutan yang ternyata tempat hidup makhluk-makhluk fantasi jahat.
Dimulai dengan mengejutkan, tahu-tahu orangtua Samuel (yang benci segalanya, termasuk orangtuanya yang ribut melulu dan adiknya yang selalu menyanyi dengan suara jelek) dan Martha meninggal aja gitu, ketimpa pohon, pada Bab pertama. Mereka kemudian tinggal dengan bibi yang aneh di Norwegia, yang hanya hidup bersama seekor anjing di tepi sebuah hutan larangan tempat suaminya menghilang sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang sudah diduga, tentunya anak-anak itu, dengan kehendak sendiri ataupun tidak, pasti akhirnya akan masuk ke hutan itu, bertemu berbagai kengerian. Tidak banyak darah, sih, tetapi tetap saja terasa sadis. Huldre yang membuat lubang-lubang jebakan di tanah kemudian membakar anak-anak, pixie imut yang membuat sup hewlip yang bisa membuat kepala meledak (si pixie sangat menikmati pemandangan ledakan kepala itu, btw), slemp yang akan mengunyah kepala siapa pun yang tidur di perutnya yang empuk, keluarga troll (ayah-ibu-dua anak) yang sangat sopan dan hanya mempunyai satu mata yang dipakai bergantian (ewww), dan macam-macam lagi. Buku ini lebih tepat untuk young adult. Unik, dan mengerikan.
Penulisnya mempunyai selera humor yang gelap :)
Aku suka. Di halaman terakhir tertulis begini:
TAMAT. (Yang sebenarnya adalah awal sebuah kisah).
Tidaaaak! Sekuel?
Dimulai dengan mengejutkan, tahu-tahu orangtua Samuel (yang benci segalanya, termasuk orangtuanya yang ribut melulu dan adiknya yang selalu menyanyi dengan suara jelek) dan Martha meninggal aja gitu, ketimpa pohon, pada Bab pertama. Mereka kemudian tinggal dengan bibi yang aneh di Norwegia, yang hanya hidup bersama seekor anjing di tepi sebuah hutan larangan tempat suaminya menghilang sepuluh tahun sebelumnya. Seperti yang sudah diduga, tentunya anak-anak itu, dengan kehendak sendiri ataupun tidak, pasti akhirnya akan masuk ke hutan itu, bertemu berbagai kengerian. Tidak banyak darah, sih, tetapi tetap saja terasa sadis. Huldre yang membuat lubang-lubang jebakan di tanah kemudian membakar anak-anak, pixie imut yang membuat sup hewlip yang bisa membuat kepala meledak (si pixie sangat menikmati pemandangan ledakan kepala itu, btw), slemp yang akan mengunyah kepala siapa pun yang tidur di perutnya yang empuk, keluarga troll (ayah-ibu-dua anak) yang sangat sopan dan hanya mempunyai satu mata yang dipakai bergantian (ewww), dan macam-macam lagi. Buku ini lebih tepat untuk young adult. Unik, dan mengerikan.
Penulisnya mempunyai selera humor yang gelap :)
Aku suka. Di halaman terakhir tertulis begini:
TAMAT. (Yang sebenarnya adalah awal sebuah kisah).
Tidaaaak! Sekuel?
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Hutan Larangan.
sign in »

