ijul (yuliyono)'s Reviews > Orange

Orange by Windry Ramadhina
Rate this book
Clear rating

by
1051411
's review
Dec 15, 11

really liked it
bookshelves: novel-chicklit, ada-di-lemari, bintang-tiga-setengah, novel-aseli-indonesia
Read from December 12 to 14, 2011 , read count: 1

---3,5 star...

Perjuangkan cinta yang kaupercayai

Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain...

Tepat sekali. Sebagaimana yang dirasakan oleh tokoh-tokoh dalam novel bernuansa jeruk karya Windry Ramadhina ini. Adalah seorang gadis mungil enerjik, Fayrani Muid, putri konglomerat yang justru memilih fotografi sebagai jalan hidupnya, dipertemukan dengan putra sulung konglomerat lainnya, Diyan Adnan, seorang eksekutif muda workaholic dalam sebuah jalinan perjodohan oleh keluarganya. Dua insan yang tak pernah bersua, apalagi mengenal satu sama lainnya ini pun mencoba membangun sebuah jalinan tanpa landasan cinta demi membahagiakan orangtua mereka.Namun, pada akhirnya segala yang pura-pura tak akan bertahan lama. Ikatan resmi pertunangan Faye-Diyan terguncang dengan kehadiran Zaki dan Rera yang mencoba memasuki bilik hati masing-masing. Lalu, bagaimanakah akhir dari kisah ini, apakah Faye akan tetap bertekad menjadi istri Diyan meskipun disasadarinya bahwa laki-laki itu masih menyimpan rasa pada Rera ataukah ia lebih memilih berhubungan dengan Zaki yang tak lain tak bukan adalah adik kandung Diyan? Temukan jawaban atas jalinan cinta yang saling bertautan ini dalam novel debutan Windry Ramadhina.

Sejak mulai membacanya dari halaman pertama, saya tidak bisa berhenti. Oke, tentu saya harus berhenti untuk urusan ibadah, urusan perut, urusan kasur, dan urusan kantor, namun pada dasarnya, membaca novel ini bikin nagih. Paling tidak, saya membaca novel ini tanpa tersela keinginan untuk melirik buku lain (yang biasanya sering saya lakukan). Good for me!

Faye, Diyan, Zaki, dan Rera, adalah tokoh-tokoh yang likeable. Mudah bagi saya menyukai kesemua karakternya, yang digambarkan dengan sangat baik. Tentu saja, sikap labil Diyan dan Rera yang sering on-off itu terkadang bikin gemas juga, namun selebihnya kesemuanya berakting dengan cukup memikat. Great job, Windry. Sedangkan untuk tokoh sampingan, masih ada beberapa yang kurang kuat, termasuk tokoh orangtua Faye-Diyan. Tapi, tak apalah, kalau terlalu kuat nanti justru menenggelamkan tokoh utamanya.

Soal ceritanya sih, kisah cinta biasa. Romansa yang hampir sama dengan Antologi Rasa-nya Ika Natassa. Cinta bersegi empat. Faye dan Diyan dijodohkan, Zaki mendadak jatuh cinta pada Faye, dan Diyan masih tak mampu melupakan Rera. Maka, lingkaran keempatnya adalah konflik utama dari keseluruhan rangkaian kisah cinta di novel ini. Tapi, tenang saja, bumbu penyedap konfliknya cukup menggoda, kok. Cukup untuk membuat novel ini renyah ketika dinikmati. Dan, terima kasih, karena Windry pun tak menyia-nyiakan background masing-masing tokoh sehingga saya merasa dekat dengan mereka, karena mereka memang nyata. Mereka bekerja, berkeluarga, dan bersosialisasi. Background mereka melekat pada karakternya, tidak sekadar tempelan belaka. Tagline novel ini yang saya tulis di muka menjadi deskripsi paling jelas dari keseluruhan ceritanya. Meski hanya sekilas, saya pun ikut trenyuh ketika beberapa tokoh rekaan Windry harus menyaksikan orang yang mereka cintai ternyata malah menjatuhkan pilihan pada orang lain. #berkaca.kaca.

Oiya, kenapa novel ini mengambil judul “Orange” alias “Jeruk”? Saya tak tahu, hehehe. Tapi, kalau menurut saya sih, jeruk adalah highlight dari tokoh Faye yang memang menyukai buah jeruk dan menganggap bahwa hidup ini serupa jeruk yang rasanya asam-manis, “bittersweet”, dan apabila ditarik ulur benang-merah kisah dalam novel ini meman mencoba menggambarkan rasa dari hidup para tokohnya.

Saya juga suka dengan gaya menulis Windry yang membuat tiap adegan mengalir hampir secara kronologis, dari waktu ke waktu, berganti dari satu tokoh ke tokoh lain yang terlibat dalam adegan tersebut. Meskipun demikian, saya agak terganggu dengan penempatan kata ganti orang ketiga dalam kalimat-kalimat yang disusun oleh Windry. Misalnya saja, contoh berikut (hlm. 183-184):

Zaki membuka kunci pintu depan, lalu ia mempersilakan Faye masuk..dst..... Laptop miliknya masih menyala dan asbak penuh puntung rokok di sebelah laptop itu belum ia bersihkan.
“Maaf, Faye. Berantakan.”
Faye tertawa kecil. “Kurasa kau perlu mempertimbangkan...dst...,” kata Faye penuh canda. Dengan nyaman gadis itu mengambil posisi duduk di atas tikar, lalu Faye mulai melihat-lihat kumpulan kertas berisi sketsa miliknya yang berantakan.

Coba perhatikan kata “miliknya” di akhir paragraf. Dalam posisi membaca cepat, mungkin mekanisme otomatis otak saya akan mencerna bahwa kata ganti “-nya” yang disematkan pada kata "milik" itu adalah merujuk pada Faye, padahal sebenarnya itu merujuk pada Zaki yang memang gemar membuat sketsa. Sayangnya, cukup banyak gaya penulisan semacam itu dalam novel ini. Bagi saya pribadi, gaya penulisan tersebut cukup mengganggu. Typo pun masih bertebaran di sana-sini. Beberapa yang cukup mudah ditemukan adalah di bab-bab akhir menjelang ending, padahal di awal typo-nya tidak banyak.

Terkait dengan penamaan tokoh-tokohnya, Windry terkesan menyukai nama modern yang dibuat berornamen. Alih-alih menulis Dian, Windry lebih suka tokohnya disebut Diyan. Demikian pula dengan Niela dan Meilianie. Sudah menjadi penyakit dari jaman dulu kala, penulisan nama yang seperti itu memiliki peluang yang cukup besar untuk terpeleset (salah ketik). Dan, terjadi juga di novel ini, meskipun hanya sekali-dua kali kalau tidak salah. But, overall, saya suka novel ini.

Selamat membaca, kawan!
8 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Orange.
Sign In »

Reading Progress

12/12/2011 page 23
8.0% "...so far, suka sama novel ini...semoga sampe ke belakang tetep terjaga intensitasnya... #ameen" 2 comments
show 2 hidden updates…

Comments (showing 1-28 of 28) (28 new)

dateDown arrow    newest »

Delisa sahim kak ijul, selesaiin dulu satu-satu..
satin merah aja belum selesai -__-"


ijul (yuliyono) hahaha...si Satin ketumpuk di kontainer, males bener ngambilnya....yang keliatan di rak disamber deh jadinya...tp yg ini kyknya bakalan lancar dibacanya...:)


message 3: by Dini (new)

Dini Puspitarini mas Ijul...buku yang sudah dibaca banyak sekali ya....hebat.


ijul (yuliyono) Dini wrote: "mas Ijul...buku yang sudah dibaca banyak sekali ya....hebat."

ahhh, ini baru seberapa Din, belum nyampe 100 buku juga kok yang dibaca tahun ini, temen lain malah udah nyampe 1000 buku...fiuuhh...


message 5: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee ngeliat kalimat pertamanya, sangkain ada ripiu curhat lagi
*berlalu*


ijul (yuliyono) xixixi...soale emank belum ada pengalaman serius soal yang ini, Diet...ada sih inceran digebet orang lain, rasanya degh-degh plas gitu tiap ngeliat/ngedengr hubungan mereka, tapi untung saya punya prinsip, "...sesama kopaja dilarang mendahului", jadi kalau sudah digebet orang ya...tunggu putus dulu baru coba digebet... #eh


message 7: by Harun Harahap (new)

Harun Harahap permisi ya, mau numpang ngikik.. xixixixixixixixi...


ijul (yuliyono) #lempar.mendoan.ke.yang.numpang.ngikik


message 9: by Speakercoret (last edited Dec 15, 2011 05:16PM) (new)

Speakercoret Terkait dengan penamaan tokoh-tokohnya, Windry terkesan menyukai nama modern yang dibuat berornamen. Alih-alih menulis Dian, Windry lebih suka tokohnya disebut Diyan. Demikian pula dengan Niela dan Meilianie.

Mungkin kalo nama pengarangnya adalah Windri, dia akan memakai nama Dian, Nila dan Meliani *ngasal*
:))



ijul (yuliyono) Speakercoret wrote: "Mungkin kalo nama pengarangnya adalah Windri, dia akan memakai nama Dian, Nila dan Meliani *ngasal*
:)) "


qiqiqi...bener juga ya, lupa nganalisis nama penulisnya klo begitu...:)


message 11: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar Speakercoret wrote: "Mungkin kalo nama pengarangnya adalah Windri, dia akan memakai nama Dian, Nila dan Meliani *ngasal*"

Kalau ada tokoh cowok dari kantor pajak di novel ini, jangan2 namanya Giuligiono, yah? *nebak2 berhadiah jeruk*


message 12: by nila (last edited Dec 15, 2011 05:55PM) (new)

nila nama modern yang dibuat berornamen"

baru tahu kalo namaku termasuk modern hehehe, bisa dikasih ornamen lagi..
apa sy musti ganti nulis nama jadi nhiela
***garuk2kepala**


message 13: by Prima (new)

Prima patriotika review-nya bagus... jd pengen baca... :)


Hippo dari Hongkong Bunga Mawar wrote: "Kalau ada tokoh cowok dari kantor pajak di novel ini, jangan2 namanya Giuligiono, yah? *nebak2 berhadiah jeruk* "

Bhebeib Giuligiono tepatnya ibu ketua
eh kalo nama gw dikasi ornamen jadi gemana yah
*nyabutin jenggot sambil nungguin kopaja*


ijul (yuliyono) ahhh, mbak @Bunga Mawar [bukan nama sebenarnya], berarti itu petugas pajak dari Italia, ya? #bayangin.menara.pizza

@Nila....xixixi, bayangin yang baca bukunya pasti bibirnya udah maju bbrapa senti deh tuh baca namanya...:)


message 16: by Speakercoret (new)

Speakercoret HappyHippo wrote: "Bunga Mawar wrote: "Kalau ada tokoh cowok dari kantor pajak di novel ini, jangan2 namanya Giuligiono, yah? *nebak2 berhadiah jeruk* "

Bhebeib Giuligiono tepatnya ibu ketua
eh kalo nama gw dikasi ornamen jadi gemana yah
*nyabutin jenggot sambil nungguin kopaja*
"


heh kopaja?
aki mo ngadoin diri ke ruumah k'Lita yah? #tuduhanberdasarkantopikdisebelah


ijul (yuliyono) Speakercoret wrote: "aki mo ngadoin diri ke ruumah k'Lita yah? #tuduhanberdasarkantopikdisebelah "

#eh? topik mana? bagi link....PM!


Hippo dari Hongkong *amnesia lagi* :))


message 19: by Speakercoret (last edited Dec 15, 2011 07:20PM) (new)

Speakercoret ijul (yuliyono) wrote: "Speakercoret wrote: "aki mo ngadoin diri ke ruumah k'Lita yah? #tuduhanberdasarkantopikdisebelah "

#eh? topik mana? bagi link....PM!"


intip aja disini http://www.goodreads.com/review/show/...

hihihihi


message 20: by an (new)

an aki pindah lapak? di sana di bungkus kado, di sini menawarkan diri?

-gitu ga c?-


message 21: by Wirotomo (last edited Dec 15, 2011 08:20PM) (new) - rated it 2 stars

Wirotomo Nofamilyname "Sejak mulai membacanya dari halaman pertama, saya tidak bisa berhenti. Oke, tentu saya harus berhenti untuk urusan ibadah, urusan perut, URUSAN KASUR, dan urusan kantor, namun pada dasarnya, membaca novel ini bikin nagih. Paling tidak, saya membaca novel ini tanpa tersela keinginan untuk melirik buku lain (yang biasanya sering saya lakukan). Good for me!"


urusan kasur, Jul????
yang bagaimana sih???? :-)


Tukang Kueh Keren aku juga suka menyerah pada urusan kasur...tapi gak masalah sih, kan bacanya juga sambil leyeh-leyeh di atas kasur, jadi tinggal ngegelosor dikit aja *dibahas*


ijul (yuliyono) nah itu dia mas Tomo...urusan kasur telah dijawab dengan sangat tangkas oleh bu Tio...:) #nyomot.kue.bolu


Wirotomo Nofamilyname ijul (yuliyono) wrote: "nah itu dia mas Tomo...urusan kasur telah dijawab dengan sangat tangkas oleh bu Tio...:) #nyomot.kue.bolu"


oh oke hehe
#ngeliatin bolunya Ijul. enakan serabi, Jul. :-)


Tukang Kueh Keren enak juga bubur lolos :D


ijul (yuliyono) tukang kue keren wrote: "enak juga bubur lolos :D"

ha? bubur lolos apaan? bubur yang ikut kompetisi gitu?


ijul (yuliyono) Wirotomo wrote: "oh oke hehe
#ngeliatin bolunya Ijul. enakan serabi, Jul. :-)"


serabi juga oke kok.... #pemakan.segala


message 28: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee *ngunyah kueh lumpur*


back to top