Liliyah's Reviews > Putri

Putri by Putu Wijaya
Rate this book
Clear rating

by
221095
's review
Apr 01, 10

bookshelves: novel
Read in March, 2010

Akhirnya bisa juga menghabisi buku ini tepat waktu pengembalian perpus kampus ;) ..ketahuan minjem di kampus, coz kalo beli ga kuat hehe...

Sebuah karya yang sangat amat penuh. Penuh cerita, penuh pelajaran, penuh kritikan, penuh karakter, penuh, penuh dan penuh!

Adalah Putri, anak seorang Mangku dari sebuah desa kecil : Meliling di Tabanan, Bali. Sebagai perempuan, Putri berhasil membanggakan orang tuanya dengan berhasil meraih Srajana. Ia dalah sarjana pertama dari kampungnya, sekaligus perempuan pertama dari Meliling yang menempuh pendidikan tinggi.

Pulang kembali ke kampung halaman dengan gelar sarjana ternyata tidaklah mudah. Putri kemudian merasa menjadi 'mengerdil' ketika berhadapan dengan kerasnya tradisi yang telah berdiri kokoh memayungi dan memagari setiap gerak langkah anggota masyrakat adat di kampungnya. Tradisi, yang kemudian membangun sistem sosial dalam Meliling membuat putri sadar bahwa apa yang di dapatnya di kampus adalah bahan mentah yang tidak bisa langsung dipakai, 'harus dimatangkan' dahulu. Putri kemudian kembali belajar, 'mematangkan' batin dan isi kepala kepada ayahnya, Mangku Puseh, yang nota bene buta huruf. Ia juga belajar dari Ibunya, Adiknya Nyoman, serta saudara sepupunya Sadra - yang semula hendak dijodohkan dengan dirinya.

Masalah lain datang, ketika hasil karya intelektualnya harus dia gadaikan demi shabatnya Nelly, anak konglomerat yang berambisi membuat proyek Mahakarya, tetapi hanya punya modal uang. Pemikiran kritisnya namun bijak yang dituangkan dalam skripsi Nelly, kemudian diterbitkan menjadi buku. Masalah kemudian datang bertubi-tubi seperti air terjun yang jatuh dari tebing : deras - kuat ! untuk satu tujuan : politik kekuasaan!!

Pada akhirnya pelajaran bijak dari buku ini adalah : menguasai tidak selalu berarti mengekploitasi, memanfaatkan, menekan, mengonolisasi, sebagaimana yang dikenal dalam pemikiran barat. Menguasai adalah melindungi dan mengayomi, memberi ruang dan menjaga. Menguasai berarti bekerja sama dan mengasihi. Jagat raya, alam, segala yang ada di luar diri manusia bukanlah musuh, melainkan sahabat. Arti menguasai dan dikuasai tidak menyangkut kekuasaan, tidak menyangkut hak dan kewajiban. Menguasai hanya berarti bahwa manusia mengakui alam dan jagat raya sebagai teman hidup yang memiliki kemauan dan kehendak sendiri, sehingga kalau manusia merencanakan sesuatu dia juga harus mempertimbangkan apakah alam dan jagat raya tidak dilangkahi begitu saja.

likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Putri.
sign in »

No comments have been added yet.