mina's Reviews > Artemis Fowl: The Opal Deception
Artemis Fowl: The Opal Deception (Artemis Fowl, #4)
by Eoin Colfer
by Eoin Colfer
Astagaaaa baca AF3 rasanya sudah lamaaa banget, sampai lupa apa ceritanya. Tapi karena tidak kunjung ada terjemahannya, akhirnya aku meminjam buku AF4 temen edisi Englishnya, dan baru nyadar bahwa kangen banget cerita anak cowok yang sombong dan ngomong sarkastis ini. Artemis adalah Bartimaeus dalam bentuk obnoxiously rich human child. Suka berbuat kriminal lagi. Who doesn't adore him?
Dan siapa yang tidak suka bodyguard-nya, Butler, yang tidak memikirkan apa pun kecuali melindungi Artemis dengan segala cara.
Kapten Holly Short, fairy perwira LEPrecon berambut spike yang tangkas, cerdas, dan tidak kalah tajam lidahnya dengan Artemis (dan yang penting: tidak ada love-in-the-air di antara dirinya dan Artemis, syukurlah).
Mulch Duggins, dwarf penggali (atau pemakan?) tanah yang obesitas, kleptomaniak, dan hanya mementingkan dirinya sendiri (walau makin ke sini kayaknya makin berubah).
Dan tentunya si centaur Foaly yang makin hari makin sombong dan makin banyak saja barang ciptaannya.
Tim keren ini bertemu lagi, dan kali ini, sesuai judulnya, kembali melawan si pixie genius teman sekolahnya Foaly, Opal Koboi.
Yap, aku tidak mau bercerita lebih dari itu, sayang kan kalo diceritakan duluan :)
Seperti nomor 1-3-nya, buku ini bener-bener a page turner, deh, menegangkan di setiap halaman, dan penuh dengan lemparan kalimat-kalimat cerdas, tajam, dan hilarious dari tim di atas.
Wajib beli!
*pergi membaca buku 5-nya*
Dan siapa yang tidak suka bodyguard-nya, Butler, yang tidak memikirkan apa pun kecuali melindungi Artemis dengan segala cara.
Kapten Holly Short, fairy perwira LEPrecon berambut spike yang tangkas, cerdas, dan tidak kalah tajam lidahnya dengan Artemis (dan yang penting: tidak ada love-in-the-air di antara dirinya dan Artemis, syukurlah).
Mulch Duggins, dwarf penggali (atau pemakan?) tanah yang obesitas, kleptomaniak, dan hanya mementingkan dirinya sendiri (walau makin ke sini kayaknya makin berubah).
Dan tentunya si centaur Foaly yang makin hari makin sombong dan makin banyak saja barang ciptaannya.
Tim keren ini bertemu lagi, dan kali ini, sesuai judulnya, kembali melawan si pixie genius teman sekolahnya Foaly, Opal Koboi.
Yap, aku tidak mau bercerita lebih dari itu, sayang kan kalo diceritakan duluan :)
Seperti nomor 1-3-nya, buku ini bener-bener a page turner, deh, menegangkan di setiap halaman, dan penuh dengan lemparan kalimat-kalimat cerdas, tajam, dan hilarious dari tim di atas.
Wajib beli!
*pergi membaca buku 5-nya*
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Artemis Fowl.
sign in »

