mina's Reviews > Biro Jodoh Khusus Kaum Elite
Biro Jodoh Khusus Kaum Elite
by Farahad Zama, Rini Nurul Badariah , Lulu Fitri Rahman , Anne Mariane (Goodreads Author) , Tendy Yulianes
by Farahad Zama, Rini Nurul Badariah , Lulu Fitri Rahman , Anne Mariane (Goodreads Author) , Tendy Yulianes
Sebenarnya review-nya 3,5 bintang.
Ini kisah Cinderella a la India, too good to be true, tapi membawa rasa hangat di hati *halah* Terus terang ya, buku ini membosankan luar biasa dan sangat lempeng sampai separo buku, sampai muncul tokoh cowok keren, Ramanujam. Saat itu barulah mulai menarik. Kalau separo buku awal aku selesaikan berabad-abad, maka separo buku terakhir hanya sekali libas saja.
Jadi separo awal buku bercerita tentang Biro Jodoh yang baru didirikan Mr. Ali, pensiunan, yang membuka biro ini karena istrinya tidak ingin dirinya bosan tidak ada pekerjaan. Males banget gak sih, baca tentang biro jodoh. Setiap beberapa halaman ada klien baru, ada yang berhasil mendapat jodoh, ada yang tidak. Tidak tahu setting cerita ini jaman kapan, tapi mungkin jaman sekarang, ya, karena ada handphone. Tidak terbayang bahwa kultur India masih seperti itu: menikah karena cinta dan pilihan sendiri itu sangat memalukan bagi keluarga, menikah harus berdasarkan perjodohan yang diatur keluarga. Wow, sabar sekali. Masing-masing keluarga tidak sungkan-sungkan menyatakan jodoh yang diinginkan seperti apa, dan mereka tidak mau anaknya mendapatkan jodoh gak karu-karuan, diselidiki sampai ada wawancara diam-diam dengan para kolega kerja dan pembantu keluarga calon suami. Ingat juga bahwa di India, ada sistem kasta, dan mereka hanya menikah dalam kasta sendiri, kalau perlu dalam subkasta yang sama. Ternyata kasta ini ditentukan oleh pekerjaannya. Yang menyedihkan, para pekerja yang berurusan dengan mayat dan bersih-bersih kotoran, bahkan lebih rendah dari kasta Syudra, dan selamanya tersingkir dari pergaulan sosial. Keluarga Mr. Ali sendiri bebas dari kasta-kasta-an, karena mereka Muslim.
Tadinya sebal membaca cerita perjodohan ini, namun sesudah selesai membaca, entah kenapa, akhirnya jadi jatuh cinta dan sayang pada keluarga Mr. Ali, yang ternyata sangat hangat. Mr. Ali yang tadinya kuanggap sok tau ternyata sangat kebapakan dan humoris, memecahkan masalah dengan bijak, walau kalau berhadapan dengan anaknya, dia sangat emosional. Mrs. Ali yang sepertinya selalu ingin tahu segala ternyata penuh pengertian. Keluarga Mr. Ali punya masalah sendiri, tentunya, yang tidak diselesaikan dalam buku ini, curiganya ada sekuelnya.
Cukup menarik untuk membeli sekuelnya, kalau ada.
Ini kisah Cinderella a la India, too good to be true, tapi membawa rasa hangat di hati *halah* Terus terang ya, buku ini membosankan luar biasa dan sangat lempeng sampai separo buku, sampai muncul tokoh cowok keren, Ramanujam. Saat itu barulah mulai menarik. Kalau separo buku awal aku selesaikan berabad-abad, maka separo buku terakhir hanya sekali libas saja.
Jadi separo awal buku bercerita tentang Biro Jodoh yang baru didirikan Mr. Ali, pensiunan, yang membuka biro ini karena istrinya tidak ingin dirinya bosan tidak ada pekerjaan. Males banget gak sih, baca tentang biro jodoh. Setiap beberapa halaman ada klien baru, ada yang berhasil mendapat jodoh, ada yang tidak. Tidak tahu setting cerita ini jaman kapan, tapi mungkin jaman sekarang, ya, karena ada handphone. Tidak terbayang bahwa kultur India masih seperti itu: menikah karena cinta dan pilihan sendiri itu sangat memalukan bagi keluarga, menikah harus berdasarkan perjodohan yang diatur keluarga. Wow, sabar sekali. Masing-masing keluarga tidak sungkan-sungkan menyatakan jodoh yang diinginkan seperti apa, dan mereka tidak mau anaknya mendapatkan jodoh gak karu-karuan, diselidiki sampai ada wawancara diam-diam dengan para kolega kerja dan pembantu keluarga calon suami. Ingat juga bahwa di India, ada sistem kasta, dan mereka hanya menikah dalam kasta sendiri, kalau perlu dalam subkasta yang sama. Ternyata kasta ini ditentukan oleh pekerjaannya. Yang menyedihkan, para pekerja yang berurusan dengan mayat dan bersih-bersih kotoran, bahkan lebih rendah dari kasta Syudra, dan selamanya tersingkir dari pergaulan sosial. Keluarga Mr. Ali sendiri bebas dari kasta-kasta-an, karena mereka Muslim.
Tadinya sebal membaca cerita perjodohan ini, namun sesudah selesai membaca, entah kenapa, akhirnya jadi jatuh cinta dan sayang pada keluarga Mr. Ali, yang ternyata sangat hangat. Mr. Ali yang tadinya kuanggap sok tau ternyata sangat kebapakan dan humoris, memecahkan masalah dengan bijak, walau kalau berhadapan dengan anaknya, dia sangat emosional. Mrs. Ali yang sepertinya selalu ingin tahu segala ternyata penuh pengertian. Keluarga Mr. Ali punya masalah sendiri, tentunya, yang tidak diselesaikan dalam buku ini, curiganya ada sekuelnya.
Cukup menarik untuk membeli sekuelnya, kalau ada.
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Biro Jodoh Khusus Kaum Elite.
sign in »

