Truly's Reviews > The Lost Symbol
The Lost Symbol (Langdon, #3)
by Dan Brown, Ingrid Dwijani Nimpoeno
by Dan Brown, Ingrid Dwijani Nimpoeno
Robert Langdon, simbol-simbol, teka-teki, keamanan dunia dan petualangan mencekam antara hidup dan mati! Merupakan unsur-unsur yang diramu apik oleh Dan Brown menjadi sebuah rangkaian cerita yang disajikan dalam setiap bukunya. Buku yang rasanya enggan diletakkan sebelum selesai membacanya. Setiap lembar yang disajikan menjanjikan sensasi yang berbeda.
Saya harus membaca buku ini, agar bisa ikut menikmati petualangan Robert Langdon . Sejenak meninggalkan rutinitas di alam nyata dengan menjelajahi terowongan bawah tanah, Gedung Capital dan yang tak ketinggalan perpustakaan. Kesan perpusatakaan sebagai sebuah tempat yang sunyi, hening dan suram pastilah berbeda jika melibatkan Robert Langdon. Selesai membaca, kesenangan yang saya dapat harus dibagi dengan membuat review untuk dibagikan ke teman-teman yang belum membaca. Hingga kian banyak yang bisa merasakan sensasi ala Dan Brown
Untung, seorang teman berbaik hati memberikan diskon yang nenantang untuk sebuah buku hardcover plus gantungan kunci. Masalahnya hanya satu, setelah menyelesaikan buku ini dengan sistem SKS, saya belum juga menenukan kalimat-kalimat yang pas untuk memulai sebuah review.Setelah sekian lama, akhirnya hanya sanggup menuliskan beberapa komentar .
Seperi yang sudah-sudah, seluruh kejadian yang tercakup dalam buku Dan Brown jika dihitungnya hanya berkisar kurang dari 24 jam. Bayangkan bagaimana kondisi tokoh kita, Robert Langdon. Mengalami ketegangan yang memperngaruhi fisik dan mentalnya. Bagi pembaca yang menderita kelainan jantung, disarankan untuk berhati-hati saat membaca buku ini.
Selain kian banyak keindahan bangunan bersejarah yang diungkapkan dalam buku ini. Dan Brown juga berani dalam mengungkapkan berbagai hal yang berhubungan dengan agama dan kelompok rahasia. Terlepas dari urusan benar atau salah, pembaca seakan dibuat meyakini apa-apa yang diungkapkan dalam buku ini adalah suatu kebenaran. Campur tangan agen rahasia, membuat kisah ini seakan-akan sebuah kisah nyata, dan Dan Brown sedang membuat sebuah laporan pandangan mata.
Rasa kecintaan dan penghormatan kepada gurunya yang membuat Longdon bisa tertipu untuk terbang jauh guna memberikan ceramah yang ternyata tidak pernah diadakan. Sungguh kontras sekali dengan sifat Longdon yang biasanya sangat cerdik dan teliti.
Sebenarnya di beberapa bagian menjelang akhir, siapa yang menjadi penjahatnya sudah bisa tertebak. Namun tetap saja ada keinginan untuk menuntaskan buku ini guna mendapat jawaban mengenai beberapa hal yang masih mengganjal di hati.
Setelah selesai membaca dan membutuhkan waktu lama untuk mengakui ketidak sanggupan membuat reviuw, kok tiba2 ada rasa enggak rela meminjamkan buku ini ke orang lain....egois kah?
Saya harus membaca buku ini, agar bisa ikut menikmati petualangan Robert Langdon . Sejenak meninggalkan rutinitas di alam nyata dengan menjelajahi terowongan bawah tanah, Gedung Capital dan yang tak ketinggalan perpustakaan. Kesan perpusatakaan sebagai sebuah tempat yang sunyi, hening dan suram pastilah berbeda jika melibatkan Robert Langdon. Selesai membaca, kesenangan yang saya dapat harus dibagi dengan membuat review untuk dibagikan ke teman-teman yang belum membaca. Hingga kian banyak yang bisa merasakan sensasi ala Dan Brown
Untung, seorang teman berbaik hati memberikan diskon yang nenantang untuk sebuah buku hardcover plus gantungan kunci. Masalahnya hanya satu, setelah menyelesaikan buku ini dengan sistem SKS, saya belum juga menenukan kalimat-kalimat yang pas untuk memulai sebuah review.Setelah sekian lama, akhirnya hanya sanggup menuliskan beberapa komentar .
Seperi yang sudah-sudah, seluruh kejadian yang tercakup dalam buku Dan Brown jika dihitungnya hanya berkisar kurang dari 24 jam. Bayangkan bagaimana kondisi tokoh kita, Robert Langdon. Mengalami ketegangan yang memperngaruhi fisik dan mentalnya. Bagi pembaca yang menderita kelainan jantung, disarankan untuk berhati-hati saat membaca buku ini.
Selain kian banyak keindahan bangunan bersejarah yang diungkapkan dalam buku ini. Dan Brown juga berani dalam mengungkapkan berbagai hal yang berhubungan dengan agama dan kelompok rahasia. Terlepas dari urusan benar atau salah, pembaca seakan dibuat meyakini apa-apa yang diungkapkan dalam buku ini adalah suatu kebenaran. Campur tangan agen rahasia, membuat kisah ini seakan-akan sebuah kisah nyata, dan Dan Brown sedang membuat sebuah laporan pandangan mata.
Rasa kecintaan dan penghormatan kepada gurunya yang membuat Longdon bisa tertipu untuk terbang jauh guna memberikan ceramah yang ternyata tidak pernah diadakan. Sungguh kontras sekali dengan sifat Longdon yang biasanya sangat cerdik dan teliti.
Sebenarnya di beberapa bagian menjelang akhir, siapa yang menjadi penjahatnya sudah bisa tertebak. Namun tetap saja ada keinginan untuk menuntaskan buku ini guna mendapat jawaban mengenai beberapa hal yang masih mengganjal di hati.
Setelah selesai membaca dan membutuhkan waktu lama untuk mengakui ketidak sanggupan membuat reviuw, kok tiba2 ada rasa enggak rela meminjamkan buku ini ke orang lain....egois kah?
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Lost Symbol.
sign in »
Reading Progress
| 03/02/2010 | page 51 |
|
7.16% | "Berkorban baru baca demi diskon segede. Sejauh ini masih aman...~" |
Comments (showing 1-12 of 12) (12 new)
date
newest »
newest »
bintang 5, mbak?...bintang 5? 5?*da vinci code aja pusing, kayaknya nggak sanggup juga baca yg ini, duhhh!*
heheheh.. sama Jul.. ngeliat buku segede bantal gitu...
*tapii teteup pengen nyoba baca siih... kalo lihat review teman2....:)
Dewayanie wrote: "heheheh.. sama Jul.. ngeliat buku segede bantal gitu...*tapii teteup pengen nyoba baca siih... kalo lihat review teman2....:)"
mau tak barengi?? *masih ngelus cover mengingat diskon gede*
mbak Truly said: Mau pinjem Jul.........?sip, nanti klo saia udah ngerasa siap, saia pinjem smpean deh, mbak
Atur....atur... apa sih yang enggak buat Ijul? Kan biar dibantuin angkat2 kursi *ngelirik Mas Tomo sambil nyengir*
aduhh...masih belum beranjak dari halaman 30 dan buku ini masih ajah bertengger dengan tegak di rak buku adikku.......jadi pengen cepet2 baca buku ini lagi....petualangan dari Angels & Demons lalu The Da Vinci Code dan baru di halaman 30 The Lost Symbol ga boleh berhenti....
Baru baca serius kemarin dan tak terasa 150 halaman udah dilalap, bikin ga bisa brenti, gawat nih buku :P



