indri's Reviews > The Catcher In The Rye

The Catcher In The Rye by J.D. Salinger
Rate this book
Clear rating

by
1610985
's review
Jul 25, 14

really liked it
bookshelves: sastra-dunia, contemporary
Read in May, 2010

#2010-37#

Betapa mudahnya menjadi orang munafik. Kau tinggal menjadi berpura-pura atas satu hal dan hal lainnya. Yang perlu kau lakukan hanya membuat dirimu tampak hebat di antara yang lain. Berusaha bijak, walaupun kau tidak tahu apa-apa masalahnya.

Holden Caufield, yang selalu merasa sekelilingnya amat memuakkan. Mulai dari kepala sekolahnya, teman sekamar sok jago, tapi nggak bisa mikir, yang selalu menindasnya, bocah tetangga yang sebenarnya peduli namun mengesalkan.

Dan Holden sadar, dia tidak sempurna-sempurna amat. Dia juga tidak bisa meredam emosinya. Dia melontarkan kekesalannya pada orang-orang yang menyakitinya. Dan mereka memukulinya, tapi Holden tidak membalas. Dia tetap mengungkapkan isi hatinya yang meradang.

Pengecut, atau pecundangkah? Sebenarnya apa yang disebut menang? Apa mereka yang memukuli Holden hingga babak belur, atau Holden yang tetap membiarkan dirinya dipukuli untuk mempermainkan emosi penyerangnya?

Holden punya segalanya. Keluarga berkecukupan, adik yang manis, teman kencan yang baik, wajah yang tampan, dan tidak ada yang seharusnya dia keluhkan. Namun dia melihat celah-celah kekosongan di antaranya, dia mencari sesuatu yang jujur. Sesuatu yang sulit didapat. Betapa sulit untuk menjadi naif, berpikir bahwa tidak ada apa-apa, hanya hidup mengikuti arus.

Namun ia cukup bodoh juga, karena yang ia lakukan hanya meninggalkan, hanya mengikuti apa yang ia mau, tanpa mau tahu melihat dari sisi lain, tanpa mencoba. Misalnya dia tidak suka pelajaran lain, selain sastra Inggris, dan ini satu-satunya pelajaran yang lulus. Ini salah, karena kau tidak bisa mengkritik tanpa mengalami. Kalau tidak kritikan hanya jadi omong kosong belaka karena kau tidak tau apa yang dilalui oleh orang-orang yang mengalaminya. Dan kritik ini akan mudah dipatahkan.

Seperti dulu pernah saya alami, suatu siang di sekretariat Pecinta Alam, memandang anak-anak yang berada dalam Lab Teknik Kimia. Saya bilang,"Duh, anak-anak itu apa nggak bosen yah, kerajinan banget nge-lab terus, masa kuliah cuma diisi dengan belajaar terus."
Nggak disangka, teman saya yang nggak lulus-lulus itu malah berkata,"Cobalah melihat dari sisi mereka, apa kata mereka kalau ngeliat elo, bukannya belajar malah nongkrong-nongkrong begini. Kita tuh disubsidi pemerintah, loh."

Saat itu saya terhenyak, ya, setiap orang punya cara pandangnya masing-masing dalam memandang satu persoalan, tergantung siapa dia, latar belakang dia. Belajar dari situ, saya belajar untuk melihat dari dua sisi, 'whatever you think, think the opposite' , kata Paul Arden. Dan bertanggung jawab atas apa yang diucapkan dan lakukan.

Kembali pada Holden, ia punya sikap, walaupun menjengkelkan. Dan ia banyak, banyak sekali tidak puas pada berbagai macam hal, namun ia percaya pada kejujuran dan ketulusan yang keluar dari beberapa orang yang ia temui.

Terjemahan yang bagus, yang membuat saya berpikir, dengan pilihan katanya. ah, apa sih maunya si Holden ini? Ia hanya tidak ingin terjebak dalam kemunafikan dan kepura-puraan. Ending yang hmm, antara pengen gigit kuku atau melempar bukunya. Tagline 'novel amarah anak muda' menjelaskan back cover 'mengapa buku ini disukai para pembunuh?'

Kalah tidak berarti mundur sambil menunduk. Bisa dengan menaikkan dagu, karena kau menang terhadap dirimu sendiri.

13 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Catcher In The Rye.
Sign In »

Comments (showing 1-32 of 32) (32 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by owl (new) - rated it 4 stars

owl Bisa dengan menaikkan dagu, karena kau menang terhadap dirimu sendiri

ini yang sulit..


message 2: by owl (new) - rated it 4 stars

owl 'whatever you think, think the opposite'

umm..*langsung catet gede2 dijidat*

nuhuuuunnnn.
*ambil hape, tekan nomor, menghubunginya, dan meminta maaf*
:D

bu, gelar lapak curhat kan..haha


message 3: by Pandasurya (last edited May 05, 2010 08:31PM) (new) - rated it 3 stars

Pandasurya Betapa mudahnya menjadi orang munafik. Kau tinggal menjadi berpura-pura atas satu hal dan hal lainnya. Yang perlu kau lakukan hanya membuat dirimu tampak hebat di antara yang lain. Berusaha bijak, walaupun kau tidak tahu apa-apa masalahnya.
...
Betapa sulit untuk menjadi naif, berpikir bahwa tidak ada apa-apa, hanya hidup mengikuti arus.
..
kau tidak bisa mengkritik tanpa mengalami. Kalau tidak kritikan hanya jadi omong kosong belaka karena kau tidak tau apa yang dilalui oleh orang-orang yang mengalaminya. Dan kritik ini akan mudah dipatahkan.
..
Kalah tidak berarti mundur sambil menunduk. Bisa dengan menaikkan dagu, karena kau menang terhadap dirimu sendiri.


hmmmm...


message 4: by Nadya (new)

Nadya apakah jadi pengen membunuh seseorang setelah baca buku ini? (woot)


Pandasurya kenapa kacang?


indri no hape sapa jeng?? jiaah maree curhat kitaa.. (mulai nyelidiki co-nya bzk)

panda, hemm, kenapa? sambil ngasah piso?

nad, pengen bunuh sih enggak, gw ga sesetres si holden kalii.. cuma kalo bakatnya emang sakit jiwa, bisa mbunuh kali abis baca ini..


Pandasurya kenapa kacang = why not?


indri bzk, think the opposite bukan berarti ngikutin opposite loh..
cuma setiap masalah musti diperjelas dari kedua pihak..
(cincinnya brapa gram, neng?)

*sambil nyanyi*


message 9: by owl (new) - rated it 4 stars

owl iyah ngerti...
*ehehehehe...cincinnya adalah cintanya :D*


 Δx Δp ≥ ½ ħ bujeng, saia gak jadi minta link tea. smua novel grafis dah dapet. hehheee

maab Squid, oot :P

contreng dulu deh, takut dijitak


message 11: by Ataventis (new)

Ataventis bu, gw dah vote lho *wink2*

menurut hemat saya yang selalu boros, tak akan pernah mudah untuk menjadi munafik. sebenernya, nurani kan tidak ada matinya. pasti dia akan menggelitik tik tik ;p


Nanny SA saat itu saya terhenyak, ya, setiap orang punya cara pandangnya masing-masing dalam memandang satu persoalan, tergantung siapa dia, latar belakang dia. Belajar dari situ, saya belajar untuk melihat dari dua sisi, 'whatever you think, think the opposite' , kata Paul Arden. Dan bertanggung jawab atas apa yang diucapkan dan lakukan...

akoor


message 13: by Ataventis (new)

Ataventis btw ndri, gw beli buku ini hehehe


message 14: by Thesunan (new)

Thesunan oot, gw waktu smp pengen bagt punya mobil Holden Kingswood, ampe skrg gak kesampean.


message 15: by Jimmy (new)

Jimmy Astaga, Indri saat loe nunjukin buku ini di RRI sampai 10 detik sebelum gua ketik komen ini kok gua baca judulnya "the catcher in the eye"

*keknya udah butuh refleksi mata nih*

eh koreksi, kalimat kedua pada paragraf pertama:

kau tinggal menjadi berpura-pura atau kau tinggal berpura-pura (??)


indri jimmy de spider wrote: "Astaga, Indri saat loe nunjukin buku ini di RRI sampai 10 detik sebelum gua ketik komen ini kok gua baca judulnya "the catcher in the eye"

*keknya udah butuh refleksi mata nih*"


sini, mata mana yang mau dipijet-pijet.. alaaahhh, paling juga butuh cuci mataa..


Ataventis wrote: "
menurut hemat saya yang selalu boros, tak akan pernah mudah untuk menjadi munafik. sebenernya, nurani kan tidak ada matinya. pasti dia akan menggelitik tik tik ;p"


Tapi nurani yang tak mati kan juga harus diimbangi oleh kedewasaan berpikir, ntis.. ketika jiwa suka pamer itu menang, maka jadilah ia munafik, menjadi berpura-pura (kekeuh ga mau dikoreksi) supaya tetap dianggap baik..


message 17: by Jimmy (new)

Jimmy cuci mata..? bisa jadi :D

*kedip-kedip di empang*


message 18: by owl (new) - rated it 4 stars

owl Ataventis wrote: "menurut hemat saya yang selalu boros, tak akan pernah mudah untuk menjadi munafik.sebenernya, nurani kan tidak ada matinya.

kereeennn..
ya, munafik bukan bawaan tapi ada proses pengendalian keadaan.


message 19: by owl (new) - rated it 4 stars

owl Sprange Ben Lend Splotches Abruptly wrote: "bujeng, saia gak jadi minta link tea. smua novel grafis dah dapet. hehheee

maab Squid, oot :P

contreng dulu deh, takut dijitak"



link apa? gak apa2. tetep saya kasih kok.
*pura-pura baik*


Pandasurya Panda bersabda:

"memiliki hati nurani tidak sama dengan menggunakannya.."


message 21: by owl (new) - rated it 4 stars

owl Pandasurya wrote: "Panda bersabda:

"memiliki hati nurani tidak sama dengan menggunakannya..""



XD XD


message 22: by owl (new) - rated it 4 stars

owl apa tuh?
tolong dijabarkan propesor?


Pandasurya sayah persilakan kepada yg berwenang yg menjabarkan..
karena

"my heart have no tears to flow.."


message 24: by Ataventis (new)

Ataventis horeee! diskusi filosofisnya lanjut ya di sini?

*gelar tiker, bawa kokokranch*

hmm.. jelas, semua orang pasti punya hati nurani. perkara mau menggunakannya atau tidak seperti sabda prof.panda atau kalo kata owl proses pengendalian atau yang lainnya, menunjukkan indikasi yang sama: memilih.

Memilih untuk memenangkan itu dalam setiap pengejawantahannya atau tidak. Anak balita sekalipun ternyata tak butuh kedewasaan untuk memilih memenangkan nuraninya.

Nurani bukan alat sehingga dia bisa dipilih untuk 'dipergunakan atau tidak'. Dia memang sudah ada, chip yang sudah terimplan pada setiap hati. Pilihannya tinggal: nurani atau nuraini begituh? :D

[eeeeh kok pada serius amat bacanya huehehehe:]

Pilihannya tinggal, mau atau tidak memenangkannya dalam setiap persoalan yang melibat itu.


message 25: by owl (new) - rated it 4 stars

owl Nurani bukan alat sehingga dia bisa dipilih untuk 'dipergunakan atau tidak'. Dia memang sudah ada, chip yang sudah terimplan pada setiap hati. Pilihannya tinggal: nurani atau nuraini begituh? :D

like this!!

pilih nurlela ada gak? :D


message 26: by Ataventis (new)

Ataventis boleh deeeh owl, apa aja asal nur hehe


message 27: by Jimmy (new)

Jimmy jadi kalo ada yang mengatakan, "gunakan hati nurani untuk bla-bla...". Keliru kah?

Atau si nurani ini mungkin benda abstrak yang digunakan untuk memilih antara nurlela atau nuraini :p
Benda yang digunakan untuk memilih, balik2 jadi alat lagi dong ?? hehe


 Δx Δp ≥ ½ ħ Nurani ituh benda konkret. kalo gak percaya, cek:

http://www.facebook.com/profile.php?i...


message 29: by Jimmy (new)

Jimmy Nambahin bekas pentungan di kepala qui :D


 Δx Δp ≥ ½ ħ hehe.. dah kebal, dah pake helm anti pentung

*berlalu sambil siul2*


message 31: by Katiekat (new) - added it

Katiekat What language is this?


back to top