Ririenz's Reviews > The Grapes of Wrath

The Grapes of Wrath by John Steinbeck
Rate this book
Clear rating

by
393578
's review
Nov 20, 07

bookshelves: sastra-klasik
Read in January, 2005

Novel bertema sosial budaya atau kemasyarakatan karya John Steinbeck The Grapes of Wrath ini di alih bahasakan oleh Sapardi Djoko Damono dengan judul Amarah. Dalam edisi bahasa Indonesia Amarah di bagi dalam 2 jilid buku menjadi Amarah I & Amarah II . Amarah merupakan novel yang berisi kritik sosial kemasyarakatan yang naturalistik dan realistik mengenai budaya dan stuktur sosial kaum marginal Amerika pada tahun 1930an. Melalui novel ini Steinbeck menegaskan keyakinan spiritualnya bahwa keseluruhan hidup ini adalah suci, tidak peduli siapapun yang menjalaninya. Novel ini menceritakan tentang emigrasi sekelompok orang ke California yang diwakili oleh keluarga petani Joad akibat dari depresi ekonomi, system pemerintahan yang buruk dan lebih mengedepankan kepentingan dari pihak-pihak yang memberikan banyak keuntungan dan penyalahgunaan kekuasaan dari para pemilik tanah dan pertanian.

Pada Amarah I Steinbeck menceritakan tentang kembalinya Tom Joad dari penjara Mc Allister karena dia telah melakukan pembunuhan. Tom Joad seharusnya dihukum selama 7 tahun, tetapi karena selama di penjara berkelakuan baik akhirnya hukumannya diperpendek menjadi 4 tahun dan bebas bersyarat dengan tidak boleh melalukan perjalanan ke luar kota dan dia juga dikenakan wajib lapor. Ketika Tom Joad sampai di kampung halamannya dia mendapati keluarga, rumah, tanah dan tetangganya dalam kesulitan yang sangat besar. Keluarga Joad dan para tetangganya tak kuasa menghadapi kekuatan abstrak yang diwakili oleh pihak bank serta kekuatan konkret yang diwakili oleh mesin trator. Kondisi tanah pedesaan yang tandus dan gersang membuat para petani tidak bisa memanfaatkan hartanya untuk penghidupan keluarganya sehingga pada akhirnya pihak bank-lah yang membelinya. Selain itu kekuatan traktor yang menggantikan peranan manusia di ladang membuat nasib para petani itu semakin terpuruk. Karena masa depan yang serba tidak jelas itu membuat para petani memutuskan untuk mengungsi ke daerah yang membuat mereka bisa memperoleh penghidupannya kembali. Berbekal selebaran yang diperoleh dari kota mereka mencoba mengais peruntungan nasib di California.

Keluarga Joad yang turun temurun hanya mengenal kehidupan pedesaan akhirnya juga memutuskan untuk meninggalkan desanya menuju tanah harapan, California yang subur untuk bekerja sebagai buruh pemetik buah. Sebenarnya dalam hati keluarga Joad juga tidak yakin bagaimana peruntungan mereka nantinya di California tetapi sepertinya mereka juga tidak mau berpangku tangan saja dan pasrah menghadapi nasib buruk yang menimpa keluarga mereka. Dengan segala keterbatasannya keluarga Joad akhirnya bisa mengusahakan perjalanan ke tanah harapan tersebut. Meskipun perjalanan ke tanah harapan sangat jauh dan berbuah resiko yang tidak kecil ditambah dengan kondisi kendaraan di bawah standar keselamatan, tidaklah menggoyahkan nyali keluarga Joad untuk merubah nasib mereka. Perjalanan mereka ke California dibayang-bayangi oleh berbagai hambatan dan tragedi namun keluarga Joad masih bisa survive dan melanjutkan pengharapan mereka. Kematian kakek Tom Joad yang di dahului dengan kematian anjing mereka karena tertabrak mobil tidaklah menimbulkan kesan spiritual yang dalam bagi keluarga Joad karena mereka menganggapnya sebagai takdir yang harus dijalani oleh setiap manusia.

Perwatakan para tokoh Okies yang diciptakan oleh Steinbeck mengalami perkembangan jiwa sejalan dengan tekanan hidup yang mereka hadapi.





likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Grapes of Wrath.
sign in »

No comments have been added yet.