Rhea's Reviews > Love Psycho Test

Love Psycho Test by Pritha Khalida
Rate this book
Clear rating

by
685174
's review
Mar 24, 10

bookshelves: punya, fiksi, metropop-chicklit-teenlit, modal-swap, 2010-read
Read in March, 2010

** spoiler alert ** Novel ini bercerita tentang persahabatan empat mahasiswa psikologi yang complicated.
Dalam artian, ada kalanya mereka happy sama-sama. Tapi lain waktu ternyata ada rasa iri yang timbul dari salah satu personel psychology girl itu (Bianca) sama sahabatnya (Hana).
Rasa iri yang kemudian melahirkan sebuah psikotes yang disusun secara asal-asalan oleh Bianca untuk menghancurkan hubungan Hana dengan Aldi, tunangannya.



Dataaarrrr….
Itulah kesan yang saya dapat ketika membaca novel ini. Jalan ceritanya kurang begitu menarik dan bahkan menurutku kurang klimaks.
Cerita seorang 4 sahabat yaitu Cali, Hana, Ellen dan Bianca. Awal cerita dimulai dari karakter Cali, saya menyangka bahwa Cali adalah tokoh centernya, tapi ternyata begitu mencapai pertengaan halaman, Hanalah yang menjadi tokoh center dari cerita ini.
Kurasa kurang tepat kalau novel ini diberi judul Love Psycho-test, karena terus terang menurutku hubungan Hana dan Aldi mengalami break bukan dipicu karena kuisioner ini, banyak hal yang lebih tepatnya kesalah pahaman. Dan kuesioner ini kurang begitu banyak dibahas juga. Jalan ceritanya juga kurang begitu mendalam dan mendetail.

Entah kenapa saya tidak merasakan ikut sedih ketika Aldi pacar Hana dinyatakan meninggal, dan saya tidak juga ikut merasa senang ketika ternyata Aldi masih hidup *sepertinya saya kurang berperasaan yak?? Hahahaha….*

Tapi ada salah satu kalimat yang saya suka pada buku ini, kuisionernya...

Difinisi Loyalty/Kesetiaan: Kesanggupan hati, ucapan, dan langkah untuk tidak berpaling, pergi apalagi mendua.

Instruksi:
1. Amatilah pasangan Anda dalam beberapa hari terakhir,
2. …….

Membuat aku sedikit terseyum. ^_^


Ada salah satu tulisan dalam buku ini yang menurutku tidak perlu:

Bianca di kamarnya.

Deburan air di kamar mandi beserta siluet tubuh suaminya yang tampak di pintu, membuat Bianca kembali bangun dari tidur pura-puranya. Tangannya masuk ke bawah bantal, mengambil selembar kertas, Dilihatnya sebentar kertas tersebut. Seuntai senyum penuh makna tersungging dari bibirnya sambil membaca beberapa barisan tulisan pada kertas tersebut. Tulisan Ellen.

Aldi Rahma Aditya….
Duhh, kenapa sih pesona lo nggak pernah bisa ilang dari benak gue???
Selalu kembali…kembali… dan sekarang betul-betul kembali

Selembaran, ah lebih tepat kalau disebut secark kertas.


Saya berpikir bahwa sepenggal deskripsi mengenai Bianca tadi akan ada benang merahnya di kelanjutan ceritanya nanti. Ternyata,, sampai novel ini habis pun tak ada benang merahnya sama sekali, yang membuat saya bertanya tanya *trus maksudnya apa??*

Satu lagi yang membuat saya merasa sedikit aneh, dari awal cerita si penulis menggambarkan karakter Hana dengan menyebutkan namanya seperti:

Jam istirahat bagi seluruh murid Taman Kanak-Kanak di tempatnya bekerja, selalu mungusik perhatian Hana. Betapa tidak, Hana sangatlah mencintai anak-anak.

Tapi ternyata di bagain akhir karakter Hana berubah menjadi Aku

Hana di apartemen Cali

H+5 aku melihat jenazah yang pada jarinya tersemat cincin pertunangan kami


Hahahahahaha… benar-benar tidak konsisten.

Yang terakhir tapi nggak penting adalah ada beberapa kalimat yang ditulis tebal (yang sangat sangat tebal, huruf kapital semua dan size abjadnya lebih besar dari yang seharusnya untuk menegaskan bahwa kalimat tersebut diucapkan dengan penekanan, meskipun menurutku cukup dengan huruf kapital dengan size yang sama sudah cukup. *benar-benar tidak penting tapi masih dibahas juga*

Anyway, bagi yang masih penasaran, silahkan dibaca sendiri.
2 likes · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Love Psycho Test.
Sign In »

Comments (showing 1-3 of 3) (3 new)

dateDown arrow    newest »

ijul (yuliyono) ditunggu ripiunya ya, Rhea...udh lama naksir tp slalu ga kebeli karna kesaing metropop/chicklit laen...:)


Rhea woke... ^^


ijul (yuliyono) brarti bye-bye deh ama buku ini, mending beli-baca buku laen...thanx Rhea...


back to top