Wawan's Reviews > The Trouble With Islam Today: A Muslim's Call for Reform in Her Faith

The Trouble With Islam Today by Irshad Manji
Rate this book
Clear rating

by
160602
's review
Feb 16, 10

Read in February, 2010

buku ini adalah opini irshad manji tentang islam di masa kini. pertama-tama, perlu disebutkan bahwa yang dia anggap islam adalah apa yang dipersepsi dan dilakukan muslim saat ini, biar pun itu tidak sesuai dengan apa yang semestinya dimaksudkan tuhan atau nabi muhammad dulu waktu nyebarkan agama ini. kalau dalam kajiannya muhammad arkoun, ini adalah "islam" (islam dengan tanda kutip). dengan cara pandang irshad manji yang seperti itu, islam di masa kini layak ditolak untuk diikuti (dia menyebut dirinya dengan istilah "muslim refusenik"). dia menggeber habis praktik-praktik islam yang dia rasa tidak sejalan dengan akal sehat, hak asasi manusia, dll. di sini juga ada bagian yang oleh orang banyak mungkin disebut pro-zionisme. dia geber sejarah awal zionisme menurut beberapa ahli sejarah yang dia percaya kebenaran versinya. juga banyak kritik dia atas politik negara-negara arab.

bagaimana dengan kita? kita beri dia kesempatan bicara, dan kita sendiri yang tentukan mana yang bisa kita percayai dan mana yang kira-kira meragukan (ya tentunya kita sendiri nantinya jg harus mengejar sendiri kebenaran). insya allah. wallahu a'lam.

(karena sudah selesai baca, dan sempat ngresensi, silakan baca resensinya di sini: http://wawanekoyulianto.multiply.com/... )
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Trouble With Islam Today.
sign in »

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown_arrow    newest »

Irwan Saya sudah lama baca ini dan tidak selesai. Alasan utama adalah cara penulisannya yang emosional dan argumentasi yang tidak seberbobot klaim-klaimnya yang heboh.

Mungkin juga karena ekspektasi yg tinggi setelah melihat keberaniannya melakukan kritik atas pandangan mainstream - yang saya pikir perlu dilakukan. Kalau tidak salah, lihat dia pertama kali dalam wawancara di BBC.




Wawan mas irwan, banyak sekali peresensi--terutama yang peduli dengan akar islam dan sejarah dan metodologi ilmiah--yang mengkritik buku ini atas dasar kurangnya sumber dan akurasi. lebih lengkapnya silakan baca resensi saya di link yg ada di atas. makasih komennya.


Rina ulwia ga demikian. saya setuju dengan manji ketika dia bilang, orang islam itu, ketika ajaannya dipertanyaakan selalu angkat tangan dan melempar tanggung jawab dengan mengatakan, "ini kesalahan orang2 islamnya, bukan kesalahan ajarannya." padahal dalam alquran dan hadits, telah jelas disebutkan tentang "kesempurnaan islam dibanding agama lain", tentang "menyerukan perang terhadap kaum kafir", tentang "sistem ekonomi yang sejatinya kapitalisme dengan menghalalkan perdagangan" tentang "ajaran patriakrkismenya" dan masih banyak lagi. oleh karena itu, di mana2 terjadi penindasan kaum laki2 terhadap kaum wanita, terdapat banyak teroris... perang antar negara atas nama islam... itu semua bersumber dari ajaran islam, bukan adat istiadat dan kebudayaan para pemeluknya.
meskipun pemaparan manji sama sekali tak mengandung bau ilmiah dan akademik, namun itu wajar.
kita sebagai umat beragama wajib hukumnya untuk mempertanyakan kebenaran ajaran agama kita sendiri. itu lah orang yang benar2 beragama. bukan beragama islam karena KTPnya islam...
yang dilakukan manji saya rasa sangat manusiawi. dia hany bertindak sesuai firtahnya, yaitu untuk mencari kebenaran sejati...
dan kebenaran sejati itu kita tak tau datang dari islam atau bukan


 Δx Δp ≥ ½ ħ hasil nebeng baca di Gramed juga yg saia tangkep adalah buku ini lebih mengedepankan opini pribadi si penulis drpd sebuah kajian ilmiah yang berdasar sumber kuat/shahih


Irwan saya sepakat dengan banyak poinnya Mbak Rina.

maksud dari buku ini saya bisa mengerti dan sebagian setuju. tapi caranya yang saya anggap akan kurang menguntungkan atau membawa hasil bagi si penulis sendiri.


back to top