Uci 's Reviews > Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut

Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut by Trenton Lee Stewart
Rate this book
Clear rating

by
619633
's review
Jan 23, 10

bookshelves: buntelan-penerbit
Read in January, 2010

Penggemar seri petualangan anak-anak/remaja tentu tidak pernah lupa dengan Lima Sekawan, Trio Detektif, STOP atau Pasukan Mau Tahu. Kehebatan mereka membongkar kejahatan kerap membuat saya (yang ketika itu masih anak-anak) terkagum-kagum. Bagaimana dengan segala keterbatasan yang mereka miliki (sebagai anak-anak yang sering diremehkan), mereka berhasil mengungguli pihak berwajib dalam mengendus keberadaan para penjahat.

Seiring perkembangan zaman, para penjahat tentunya semakin canggih dan semakin sadis. Tak heran jika buku-buku petualangan yang muncul saat ini juga menghadirkan anak-anak yang semakin cerdas dan kuat, bahkan unik. Ancaman dan bahaya yang mereka hadapi hitungannya bukan hari demi hari lagi, tapi jam demi jam bahkan menit demi menit. Tak terbayang jika di sela-sela mengejar penjahat kejam yang cuma memberi waktu sekian hari untuk menyelamatkan seseorang, anak-anak itu masih sempat bersantai di padang rumput sambil minum limun dan makan roti jahe (Jangan salah, saya masih cinta Lima Sekawan dengan piknik-piknik sedapnya!).

Jenis petualangan seperti itulah yang kembali harus dihadapi oleh empat anggota Persekutuan Misterius Benedict. Belum kenal siapa mereka? Baiklah saya perkenalkan lagi. Sticky, bocah penggugup yang ingatannya luar biasa (disebut sticky karena semua yang dia baca langsung menempel di otak); Constance, si jenius berusia tiga tahun yang sering ngambek dan tersinggung (namanya juga anak kecil); Kate, anak perempuan lincah yang paling bisa diandalkan dalam olah fisik dan kecekatan tangan; serta Reynie, bocah cerdas yang paling kalem dan kerap menjadi tumpuan teman-temannya saat menemui jalan buntu.

Dengan perpaduan unik seperti itu, mereka direkrut oleh Mr. Benedict untuk menggagalkan rencana jahat saudara kembarnya, Mr. Curtain, yang ingin menguasai dunia. Jika di buku pertama mereka baru berkenalan, di buku kedua ini mereka diceritakan akan mengadakan reuni, tepat setahun setelah pertemuan mereka.

Sayangnya, rencana reuni yang ditunggu-tunggu itu rusak berantakan karena Mr. Benedict dan Nomor Dua (salah satu asistennya), menghilang. Yang tersisa hanyalah petunjuk dari Mr. Benedict, yang sedianya harus dipecahkan oleh anak-anak itu, sebagai bagian dari rencana reuni.

Melihat situasi yang tidak kondusif, para orang tua tentu tidak mau anak-anak mereka pergi dan mengikuti petunjuk yang ditinggalkan Mr. Benedict. Di sini, penulis Trenton Lee Stewart lagi-lagi menegaskan ide awalnya saat membuat serial Benedict Society, bahwa anak-anak bukanlah makhluk yang bisa diremehkan. Keempat sahabat itu tetap nekat pergi tanpa membawa uang dan perbekalan sama sekali, guna menyelamatkan Mr. Benedict yang sangat mereka sayangi.

Terbukti, kecerdasan dan ketangguhan keempat anak tersebut berhasil membawa mereka dari kota kecil Stonetown ke negara-negara lain di seberang samudera. Mencari keberadaan Mr. Benedict sekaligus menghindar dari kejaran Mr. Curtain dan anak buahnya. Ya, seperti beberapa buku petualangan lain yang beredar saat ini, di buku kedua biasanya para tokoh dibuat meninggalkan negara asal dan menjelajahi negara asing. Jadi lebih berwarna, tentu saja.

Seperti di buku pertama, yang paling saya sukai dari kisah petualangan ini adalah bagian saat mereka harus memecahkan berbagai teka-teki untuk mengetahui langkah yang harus mereka ambil selanjutnya. Namun, hubungan batin di antara keempat anak tampaknya semakin kompleks dan mungkin agak membingungkan bagi para pembaca muda yang terbiasa menemui tokoh-tokoh tanpa pergolakan batin dalam buku yang mereka baca.

Trenton Lee Stewart rupanya memang tidak ragu untuk mengajak pembaca mudanya berpikir, dan tidak ragu pula menuliskannya dalam uraian yang cukup tebal untuk ukuran buku remaja/anak-anak. Stewart juga berkali-kali menggambarkan bahwa orang dewasa tidak selalu benar :) Mungkin itu sebabnya buku ini berhasil meraih beberapa penghargaan penulisan, termasuk 2008 E.B. White Read Aloud Award for Older Readers.

Tanpa mengecilkan tokoh lainnya, di buku ini saya semakin terpikat pada sosok Kate. Gadis berani yang selalu membawa-bawa ember berisi beraneka perkakas ini menunjukkan bahwa keberanian dan tekad kuat selalu bisa menjadi penyelamat. Dia juga ceria dan tidak mudah berkecil hati saat menghadapi masalah. Jadi ingin tahu, kira-kira bagaimana penulis akan mengembangkan karakter keempat anak ini di buku selanjutnya, karena mereka pastinya akan semakin dewasa.

Satu lagi, ilustrasi dan desain kovernya sungguh 'menggemaskan.' Salut untuk Matahati yang berani mengubah ilustrasi asli.
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Persekutuan Misterius Benedict dan Perjalanan Maut.
sign in »

Comments (showing 1-5 of 5) (5 new)

dateDown_arrow    newest »

e.c.h.a Saat ke-empat anak istimewa ini tiba di pulau, dan Connie memecahkan teka-teki. Seru! gk nyangka kalau ...... :-)


Karin sentosa e.c.h.a wrote: "Saat ke-empat anak istimewa ini tiba di pulau, dan Connie memecahkan teka-teki. Seru! gk nyangka kalau ...... :-)"
kalau apa? huhu.. bkin penasaran aja...
masih dalam antrian nih... :D



Uci Kalau....teka-tekinya terpecahkan kekekekekeee


e.c.h.a Sssttt mbak uci..harusnya jangan diaksih tau dulu biar Kaerin langsung baca wkwkwkwk

Gk sabar mau baca yang ke-3nya *nunggu soft cover*


Karin sentosa sepertinya masih lama bacanya...T_T
byk yg mau dibaca (memprioritaskan buku perpus dulu ;) )
ssbnrny aku uda harus fokus buat ujian.. tp males.. kekekek.. ;D


back to top