miaaa's Reviews > Akkadia: Gerbang Sungai Tigris

Akkadia by R.D. Villam
Rate this book
Clear rating

by
858390
's review
Jan 22, 10

bookshelves: fairy-haven
Recommended to miaaa by: Roos
Read from January 18 to 22, 2010

Apa jadinya ketika kisah-kisah yang kita kenal hanya berisi para tokoh utama dengan kepahlawanannya. Ini berarti melihat Batman tanpa Joker; dunia Lord of the Rings tanpa Dark Lord Sauron; dunia sihir Harry Potter tanpa Lord Voldermort; atau kisah klasik Star Wars tanpa sang Dark Jedi, Darth Vader. Layaknya dua sisi koin, tokoh protagonis dan antagonis ini saling bertolak-belakang tapi juga tidak terpisahkan. Yang satu bukan pahlawan tanpa yang satu, demikian sebaliknya.

Menarik membaca kisah Akkadia: Gerbang Sungai Tigris ini tokoh antagonis diserahkan pada Rahzad, panglima pasukan Akkadia, yang nama dan kejahatannya jauh mendahului dirinya. Tersohor sebagai panglima yang memimpin pasukannya menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitar Akkadia satu demi satu, Rahzad menjadi pahlawan bagi rakyat Akkadia sekaligus musuh menakutkan bagi lawan-lawannya. Rahzad tidak segan mengorbankan pasukannya demi taktik perang, seperti ketika membiarkan pasukan Elam melindas pasukan yang ia kirim ke dekat Sungai Tigris dalam salah satu perang di kisah ini.

Namun kemudian, seperti tiba-tiba menikung saat sedang di tanjakan, Villam mengalihkan posisi antagonis ini dan menjadikan Rahzad karakter yang layak mendapatkan pengampunan karena toh dirinya juga dijadikan bidak oleh kekuasaan di belakangnya. Ini seperti halnya Darth Vader yang 'berubah' di penghujung hidupnya dan berusaha menyelamatkan putranya, Luke Skywalker, dari Emperor Palpatine di akhir kisah Star Wars. Namun tetap saja, agak sulit menerima bahwa seorang Rahzad yang hebat tidak menyadari kelicikan dan strategi musuh dalam selimutnya. Ini seumpama Sauron dijadikan bidak oleh Saruman, bukan sebaliknya.

Dengan semua kejahatannya yang tersohor, ternyata Rahzad tetap bukan siapa-siapa. Pertikaiannya dengan Davagni, makhluk yg katanya terkutuk dan muncul di sampul buku ini, juga menjadi tanda tanya sendiri. Penulis berhasil membuat bertanya-tanya ada apa gerangan di antara mereka. Lalu mengapa Davagni yang 'Terkutuk' berada di bawah kekuasaan Naia 'Sang Terpilih'? Jawabannya seolah diserahkan kepada pembaca, karena Naia sang putri dari dari Kazalla sendiri terombang-ambing dengan jati dirinya. Benarkah dia 'Sang Terpilih' atau bisa juga menjadi yang 'Terkutuk'. Keputusan-keputusan yang dia ambil juga menunjukkan kelabilannya sebagai seorang putri yang masih berusia muda tapi menanggung beban memimpin rakyatnya. Mereka yang tersisa dari kehancuran akibat serangan Rahzad.

Keputusan Naia untuk melakukan perjanjian dengan Nergal, Dewa Perang dan Bencana, adalah salah satunya. Sama halnya dengan para Dewa/Dewi dari Olympus, para Dewa/Dewi di Akkadia ini tidak bisa dipercaya begitu saja. Dalam kisah-kisah para Dewa/Dewi Yunani mereka cenderung menghabiskan waktunya bermain-main dengan manusia, bisa jadi karena bosan dengan keabadian yang mereka miliki, namun ketika campur tangan mereka berujung pada masalah dan kerumitan mereka akan cuci tangan dan hanya melihat dari puncak Olympus akan ke mana akhir dari kekacauan yang mereka mulai. Entah sifat kedewaan ini yang ingin ditunjukkan oleh penulis, Nergal memilih bahwa mudah baginya mengingkari janji yang dia buat karena darah keluarga dan kekuasaan jauh lebih kuat.

Layaknya kisah dengan beragam karakter, wajar ketika tidak semua karakter mendapatkan porsi kemunculan yang sama besarnya. Seperti yang terjadi di trilogy Lord of the Rings. Sayangnya, di sini, kemunculan karakter mendapatkan porsi yang sama namun karakter mereka berangsur-angsur melemah. Keinginanku untuk melihat salah satu dari tiga karakter: Ramir, Naia dan Teeza, menjadi kunci utama di akhir cerita pupus karena sepertinya penulis enggan menyerahkan kekuasaan itu padanya. Mungkin Villam tidak setega J.K Rowling yang membunuh Sirius dan Dumbledore demi salah satu ending paling luar biasa di dunia fantasi, atau seperti C.S Lewis yang menutup Narnia dari orang dewasa, sehingga Peter dan Susan tidak bisa ikut lagi di petualangan berikutnya.

Apa pun itu, kisah Akkadia ini cukup memberi ruang imajinasi. Celah di sana sini seakan sengaja dibiarkan. Banyak pertanyaan sengaja tidak dijawab. Terutama soal konsep satu Tuhan ketika di era itu sepertinya peradaban masih berurusan dengan para Dewa/Dewi. Ini semacam déjà vu: "Mungkin semuanya akan terungkap di kisah lanjutan alias sekuelnya."

catatan pribadi:
Mungkin banyak yang bosan dengan ini, tapi kalau saja aku belum membaca trilogi Bartimaeus dan tuannya Nathaniel aku akan bisa lebih bisa mengapresiasi kisah ini. Salut buat penulis, semoga buku berikutnya lebih seru lagi.
13 likes · Likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Akkadia.
Sign In »

Reading Progress

01/18/2010 page 60
15.35% "setiap Davagni muncul kok malah ingat dan kangen Barty yah *sigh*"
01/19/2010 page 129
32.99% "okie dokie 225 pages to go ..."
01/20/2010 page 192
49.1% "bisa gak ya menulis review kontroversial atas buku ini hehe *peace ,V,, mas villam*" 1 comment

Comments (showing 1-30 of 30) (30 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Tolong sekalian wakili gw ya.....*big grin*


miaaa bayar!! roos supply buku jadi ndak dipungut biaya apa pun lagi :p

lagi bokek nih kan bukan kek lagunya dire straits yg bilang 'money for nothing and the chicks for free' doh


message 3: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a Nanti saya bayar pakai do'a :D


miaaa kalau begitu aku wakili dengan doa juga :D


Tukang Kueh Keren aku minjem aja deh :D


message 6: by R.D. (new) - added it

R.D. Villam thank you for the review, mia. :-)


message 7: by Mery (new)

Mery review nya bawa2 Barty.... ^^


miaaa @bubub, gak jadi kontroversial gak punya nyali ternyata huahahaha eh emang ada spoilernya yah? perasaaan umm oh iya ada soal akhirnya rahzad yah huehue ya maap tiada maksud *lebay* :p

@butio, mau dititipin ke anak2 yg akan ke bdg? ini bukunya roos dan boleh dipinjam siapa saja katanya :D

@villam, hehe kembali ditunggu buku berikutnya

@momo, :p


message 9: by R.D. (new) - added it

R.D. Villam iya, mia... buku berikutnya sedang diperjuangkan dengan darah dan air mata *semakin lebay* :-))



message 10: by Mery (new)

Mery ibundanya Tio dulu yang mau pinjem yah? ;D
aku pinjem siapa yah ;D





 Δx Δp ≥ ½ ħ vote utk Barty :D

*saia masih tetep yakin, ending Barty adalah ending cerita fantasi terkeren yg pernah ada, lebay-bay-bay-bay* XD


message 12: by Iyut (new)

Iyut כשלאנציקלופדיותינו wrote: "vote utk Barty :D

*saia masih tetep yakin, ending Barty adalah ending cerita fantasi terkeren yg pernah ada, lebay-bay-bay-bay* XD"


aiihh iya.. kalimat terakhir review nya miaaa membuatku mantap nge-click vote :D


miaaa ngomong-ngomong, katanya barty mo dijadiin film kok malah percy duluan yah *manyun* apa sulit banget nyari pemeran yg pas buat barty yah hehe


message 14: by e.c.h.a (new)

e.c.h.a semoga buku berikutnya lebih seru lagi

Ini bukunya bersambungkah Mbak?


miaaa eh maksudku buku karya villam berikutnya, karena walau menurutku terkesan akan dibuatkan sekuel denger2 sih penulisnya gak ada niat tuh

bagaimana villam? *nyodorin mic ala infotainment* :D


message 16: by R.D. (new) - added it

R.D. Villam ehem... ehem...
kalo dijawab sekarang, nantinya gak rahasia lagi dong... hehehe...


message 17: by nurmawati (new) - added it

nurmawati baru mau mulai baca...cuma tulisannya kecil2 banget ya mbak...mataku langsung melotot bacanya hehehe...


miaaa @nurmawati, wahaha iya aku langsung inget LOTR yg edisi terjemahan indonesia tuh *ngasi obat tetes mata*


 Δx Δp ≥ ½ ħ huhuhu... T_T

saia sama sekali sebel nunggu "gosip" pelem dan buku sekual dr Barty :P

gmn seh kelanjutannya?

*ngebayangin Barty tengil diperanin... sapa yah? Jim Carey? J Deep? :P


message 20: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia woaaaaa...baru bisa mampir sini, maaf ya...
*langsung vote*


Truly R.D. wrote: "ehem... ehem...
kalo dijawab sekarang, nantinya gak rahasia lagi dong... hehehe..."


Tapi diskon enggak rahasia khan
*agen beraksi*

Masih ada sekian buku terakhir, khusus GRI
*pake toak muter-muter *

Sempet ngintip yang di blog
seru juga kayaknya
jadi buku juga enggak ?


message 22: by R.D. (new) - added it

R.D. Villam maunya sih jadi juga, mbak... hehe...


miaaa dijadiin aja, pangsa pasar di goodreads ada itu agen 007-nya lagi beraksi hehe


message 24: by Wulfette (new)

Wulfette Noire Might still try to read it just to get a glimpse of a different style of fantasy...

PS: Vader is a Sith Lord... not a Dark Jedi :P


miaaa @wulfe, yup sith lord tapi jedi yang menyeberang ke sisi jahat itu bukannya disebut dengan dark jedi yah? *mencoba mengingat2*


message 26: by Wulfette (new)

Wulfette Noire Hehe dunno, tapi sorry koq jadi OOT yah :P


miaaa hahaha begitulah di goodreads, sepertinya di setiap review buku ujung-ujungnya pasti ngomongin hal lain gpp kok santai ajah :D

jadi bagaimana? sudah menyeberang ke sisi gelap? hehe


message 28: by Wulfette (new)

Wulfette Noire Oh gue sih dari dulu emang lebih ke ajaran Sith hehehe. Kaya'nya Jedi itu bego2 sebenarnya, trying hard not to feel anything so be neutral tapi akhirnya salah satu sebab Anakin jadi Vader adalah kematian ibunya dan cinta terpendam buat Padme. Apalagi setelah baca Knights of the Old Republic... Jedinya bego banget hehe


miaaa wahaha trauma anakin udah dimulai waktu dia kecil sih ya, yang dia bisa ditebus tapi ibunya gak bisa dan tetep jadi budak.

aku dulu kalo di filmnya seneng liat count dooku (christopher lee kalo ga salah yg meranin yah) nakutin trus emperor palpatin kalau jadi dart sidious. tapi tetep yah itu kalo darth vader nongol tarikan nafasnya bikin merinding ajah hahahahaha


message 30: by Wulfette (new)

Wulfette Noire Darth Vader emang still the best villain ever created :P cool and scary. Gue inget waktu masih kecil ke Jepang trus ketemu orang pake costum Darth Vader buat promo Return of the Jedi (oops ketauan deh gue udah tua hehehe) and anak2 lain pada takut, gue malah nyalam2 gitu hehe...


back to top