Mimin Haway's Reviews > Libri di Luca: Novel tentang Perkumpulan Rahasia Pencinta Buku

Libri di Luca by Mikkel Birkegaard
Rate this book
Clear rating

by
1425624
's review
Jan 13, 2010

really liked it
bookshelves: novel
Read from January 08 to 13, 2010 , read count: 6

Mikkel Birkegaard berasal dari Denmark, berprofesi sebagai pengembang teknologi informasi. Novel pertamanya “The Library of Shadows” – diterjemahkan menjadi “Libri di Luca” – langsung meraup sukses. Cetakan pertama 10.000 eksemplar ludes hanya dalam tiga hari. Dan diterjemahkan dalam tujuh belas bahasa. Novel ini termasuk kategori novel berat, tetapi cukup menghibur.

Setelah kematian Luca Campelli, Jon harus mengelola toko buku di distrik Vesterbro Kopenhagen. Karena Jon adalah pewaris tunggal toko buku Libri di Luca. Selama dua puluh tahun Jon terpisah dari Luca, karena ayahnya tidak ingin Jon terlibat dalam Perkumpulan Rahasia Pencinta Buku.

Sebagai keturunan Luca Campelli, ternyata Jon memiliki kekuatan istimewa melebihi kekuatan Lector pada umumnya. Terbukti saat pengaktifan Jon sebagai pemancar, ruang bawah tanah Libri di Luca terbakar, sekolah Demetrius hangus terbakar saat pengukuran kekuatan Jon, sehingga Remer menginginkannya sebagai bagian dari organisasinya. Semula Remer adalah klien Jon. Dia dicurigai sebagai dalang dibalik pembunuhan kedua orang tua Jon.

Dari cerita Iversen, Jon mulai mengenal Tom Norreskov. Tom diusir dari perkumpulan pencinta buku. Dengan bantuan Muhammad (seorang imigran dan ahli Teknologi Informasi), Jon Campelli bisa melacak keberadaan Tom. Jon dan Katherina (seorang penerima, penjaga toko sekaligus kekasih Jon) mencari tempat tinggal Tom. Tom menceritakan semua kejadian dua puluh tahun yang lalu, sampai akhirnya Jon tahu tentang organisasi bayangan. Jon mulai memikirkan keterkaitan antar peristiwa pasca kematian ayahnya. Seperti kematian seorang penerima bernama Line, pemecatan secara sepihak dari tempat kerjanya. Disusul kematian Kortmann yang kemungkinan karena pembunuhan. Lagi-lagi kecurigaan mengarah pada Remer.

Setelah pengukuran kekuatan di sekolah Demetrius, Jon dan Remer menghilang. Katherina berhasil melarikan diri. Dia minta pertolongan Clara, Iversen, Henning dan Muhammad. Dengan bantuan Muhammad, keberadaan Jon bisa dilacak. Dia terbang ke Mesir. Selanjutnya Muhammad melacak beberapa murid Demetrius yang terbang pada jam yang sama dengan Jon. Muhammad harus menanggung akibatnya setelah berhasil menjebol server sekolah Demetrius, hingga bisa memperoleh data murid-muridnya. Berikut petikan dialognya.
“…sesungguhnya, aku tidak mengenali siapapun yang mampu melacak seorang hacker dalam waktu begitu cepat dan bahkan mengirimkan beberapa orang tukang pukul ketika dia bekerja…” hal. 481.

Dari petikan dialog itu saya bisa tahu background pendidikan penulis novel ini tanpa membaca biografi. Novel ini cukup menarik, cocok bagi pencinta buku yang suka berimaginasi. Mikkel memiliki imaginasi tinggi, meskipun kadang tidak masuk akal, tetapi formula ceritanya mampu membuat kita terbang ke awing-awang, menciptakan bayangan-bayangan yang disampaikan. Pada dasarnya membaca Libri di Luca berarti membaca orang yang sedang membaca. Kita bisa merasakan sensasi letupan-letupan energi yang dihasilkan oleh pemancar – sebutan bagi mereka yang membaca – selanjutnya pendengar disebut sebagai penerima. Jika kekuatan pemancar dan penerima menyatu, bisa menciptakan kekuatan yang lebih besar.

flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Libri di Luca.
Sign In »

No comments have been added yet.