Pras's review
Jejak Langkah by Pramoedya Ananta Toer
Dari dua buku sebelumnya, mungkin jejak langkah dinilai agak membosankan untuk sebagian besar pembacanya. Dialog-dialog panjang Minke dengan dirinya sendiri dan berbagai tokoh pergerakan yang mulai dikenalkan Pramudya memakan hampir 60 persen dari isi buku.
Apabila buku pertama membahas tentang pribadi Minke dan perkenalannya dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh dan terlihat sifat pergerakan belum mencapai pikiran Minke dan buku kedua berkutat dengan Konflik Minke dan beberapa pribumi dengan kekuasaan kolonial, maka jejak langkah adalah klimaks dari persetereun atau benturan antara pribumi yang diwakili Minke beserta koran medan priyayinya dan gubermen Hindia Belanda yang diwakili van Heutsz. Sedikitnya konflik pribadi yang dihadirkan di buku ini sesuai dengan arah buku ini secara umum. Pramudya membagi sususan keseluruhan cerita menjadi awal pergerakan secara pribadi dan bagaimana seorang pribadi Pribumi terusik dengan keadaan pribumi di buku Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Pergera...more
Apabila buku pertama membahas tentang pribadi Minke dan perkenalannya dengan Annelies dan Nyai Ontosoroh dan terlihat sifat pergerakan belum mencapai pikiran Minke dan buku kedua berkutat dengan Konflik Minke dan beberapa pribumi dengan kekuasaan kolonial, maka jejak langkah adalah klimaks dari persetereun atau benturan antara pribumi yang diwakili Minke beserta koran medan priyayinya dan gubermen Hindia Belanda yang diwakili van Heutsz. Sedikitnya konflik pribadi yang dihadirkan di buku ini sesuai dengan arah buku ini secara umum. Pramudya membagi sususan keseluruhan cerita menjadi awal pergerakan secara pribadi dan bagaimana seorang pribadi Pribumi terusik dengan keadaan pribumi di buku Bumi Manusia dan Anak Semua Bangsa. Pergera...more
