ayu-si-peri-kecil yudha's Reviews > Live Through This: Kekuatan Cinta Seorang Ibu

Live Through This by Debra Gwartney
Rate this book
Clear rating

by
2627187
's review
Mar 25, 10

bookshelves: buku-punya-temen
Read from March 22 to 26, 2010

Jujur, saya bingung saat ingin me-review buku ini. Saya pikir, buku ini tentang gigihnya perjuangan seorang ibu dalam menghadapi anaknya tanpa saya tau apa yg diperbuat oleh sang ibu maupun sang anak.

Setelah membaca halaman-halaman awal, saya baru sadar bahwa buku ini menceritakan tentang anak-anak yg berasal dari keluarga yg terpecah belah atau broken home. Sejak awal mereka menentang perpisahan orangtuanya, namun sang ibu bersikeras untuk berpisah dari ayah mereka.

“Mommy dan Daddy telah memutuskan untuk tinggal terpisah” kalimat ini mengawali hancurnya dunia Stephanie dan Amanda juga kedua adiknya Mary dan Mollie. Meluncurnya kalimat tersebut membuat ke-empat anak itu menangis tak terperi. Mereka memohon pada orangtuanya agar tetap bersatu, namun sang ibu sudah sangat tidak tahan dengan segala ketidak-konsistensi-an dari sang ayah tidak bergeming dengan keputusannya, ke-empat anaknya tinggal bersama si ibu. Dan setelah itu, Amanda dan Stephanie terus saja melakukan pembangkangan-pembangkangan terhadap semua aturan dari ibunya.

Kalimat diatas sudah pernah saya dengar sebelumnya 20 tahun yg lalu dari orangtua saya sendiri. Bedanya saya hanya sendirian, saya jelas tidak menangis dan saya tidak tinggal dengan keduanya. Dan membaca buku ini mengembalikan semua ingatan buruk tentang perpisahan orangtua dan fakta-fakta bahwa terkadang orangtua bisa menjadi sangat egois hingga kurang memikirkan tentang anak-anaknya. Orangtua yg selalu diberi label “memiliki-kasih-sayang-sepanjang-masa-untuk-anaknya” ternyata juga hanya individu-individu yang bisa menghentikan sejenak kasih sayang mereka karena embel “sudah-tidak-bisa-hidup-bersama-pasangan-lagi” tanpa memikirkan akibatnya untuk anak-anak mereka.

Yang saya tangkap dari buku ini, lebih merupakan pembelaan diri dari sang ibu baru sadar bahwa apa yg telah dia lakukan yang sebelumnya dia anggap sebagai yg terbaik buat dia, justru merupakan hal terburuk yg pernah ada dalam kehidupan anaknya.

Memang tidak semua anak yg orangtuanya bercerai akan menjadi anak yg nakal seperti mereka. Tapi sepertinya perceraian orangtua memang akan menimbulkan dampak tersendiri bagi sang anak. Selanjutnya, semua tergantung dari sifat dasar dan lingkungan si anak. Sepertinya Stephanie dan Amanda kebetulan sedang berada dalam umur yg masih labil dan lingkungan yg kurang mendukung. Maka jadilah mereka pemberontak.

Meski saya juga tidak membenarkan tindakan kriminal Amanda dan Stephanie yang mengatasnamakan “akibat-perceraian-orangtua”, mungkin mereka hanya berfikir bahwa semua tindakan buruk mereka tidak lebih buruk daripada perpisahan orangtua mereka.

Jika akhirnya Amanda dan Stephanie memilih untuk kembali menjadi anak-anak yang normal setelah bertahun-tahun tinggal di jalanan, pastilah karena mereka akhirnya sudah bisa menerima keadaan mereka yang semakin lama semakin memburuk sehingga mau tak mau mereka harus menarik diri mereka sendiri untuk keluar dari semua lingkaran tindakan buruk tersebut.

Cukup 2 bintang untuk ceritanya dan 1 bintang untuk keberanian menceritakannya..
15 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Live Through This.
sign in »

Reading Progress

03/22/2010 "minjem sama pangeran. tapi ini buku kok kayanya sedih yah?? :("
03/22/2010 "tuh kan, baru beberapa halaman pertama aja udah sedih.. *nyiapin tisu*"
03/23/2010 "huh, baca buku ini mah bikin dejavu doang.. *lempar bukunya ke lantai* (maap kak harun..)" 6 comments

Comments (showing 1-43 of 43) (43 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Roos (new) - added it

Roos Nice Review, Yu! ditunggu yang Missing Rose-nya yah...hehehe.


ayu-si-peri-kecil yudha makasih kaak.. iyah, itu menyusul.. :)


message 3: by Pandasurya (new)

Pandasurya iya ripiunya bagus, rapi..hemm..


ayu-si-peri-kecil yudha apa itu hemmm? *mencurigakan*


message 5: by Pandasurya (new)

Pandasurya hemmm..hemmmmm..

*biar makin mencurigakan*


ayu-si-peri-kecil yudha ayooooo.. apa ituuuuu?
kasih tau doooong.. :(


message 7: by Pandasurya (new)

Pandasurya "apa yang tak terucapkan, biarkan dalam keheningan.."

*semangkin mencurigakan*


ayu-si-peri-kecil yudha ga jadi traktir esklim ah kl gak kasih tauuu.. :p

*sok2 pundung*


message 9: by Pandasurya (new)

Pandasurya "Hanya mereka yang mengenal trauma, mereka yang pernah dicakar sejarah, tahu benar bagaimana menerima kedahsyatan dan keterbatasan yang bernama manusia "

— Goenawan Mohamad, Caping 4 h. 245

***

waaah..tlaktil esklimnyah teteup dooonk..ga bisa gituh:-p


ayu-si-peri-kecil yudha wiiih, GM emang mantaps..
yaudah, jadi deh aku tlaktil esklim..
tapi jgn lupa kasih aku lubik yah?? hehe :p


message 11: by Pandasurya (new)

Pandasurya nah tu paham kan maxutnyah, GM emang sip dah..:-p
aciiieekk tlaktil esklim se-embel yah..


ayu-si-peri-kecil yudha boleeeeh, tapi kasih aku lubik sekalung yaaah..
*wink-wink*


message 13: by Pandasurya (new)

Pandasurya wah plin-plan, mencla-mencle, mencetat-mencetut, jadi mau kalung ato lubik nih..?:-p


ayu-si-peri-kecil yudha huaaaa... aku mau kalung selubik, eh salah..
mau lubik sekalung.. *makin bingung*


message 15: by Pandasurya (new)

Pandasurya kalung segede lubik aja yah klo gt..

*ngebayangin ayu pake kalung segede lubik*


message 16: by e.c.h.a (new) - added it

e.c.h.a Gw malah belum kelar-kelar baca buku ini...

Awalnya sedkit nge-boringin. Bener gk Yu? atau cuma perasaan gw aja?


ayu-si-peri-kecil yudha iya, awalnya emang rada bikin boring. si ibu terlalu banyak pake kata-kata "seharusnya".. coba deh terusin bacanya, sapa tau mulai tertarik pas anak-anak itu mulai kabur..

*ga bisa terbang karna keberatan kalung*


message 18: by e.c.h.a (new) - added it

e.c.h.a hmmm..pas anaknya kabur kayanya masih jauh banget dah...Baiklah saya kumpulkan tenaga untuk mulai membukanya kembali hehehe

Sudah mencokol lama nih di rak curently reading haha


ayu-si-peri-kecil yudha hehehe.. ayooooo baca, bukunya lumayan kok.. :)


message 20: by Sweetdhee (new) - added it

Sweetdhee baca review nya pengen baca buku nya..baca comment2 nya malah pengen baca Goenawan Muhammad..


message 21: by Pandasurya (last edited Mar 25, 2010 11:01PM) (new)

Pandasurya hehe..ayoh sweetdhee mari merapat kemarih klo mo baca GM..:-)

-panda penggemar GM-

"..selalu ada yang membuat masa lalu berharga justru dalam kerapuhan manusia"
(GM, Caping 5, h. 491)

"kegagalan kita untuk memaafkan, kesedian kita untuk mengakui dendam adalah penerimaan tentang batas. Setelah itu adalah doa, pada akhirnya kita akan tahu bahwa kita bukan hakim yang terakhir. Di ujung sana Tuhan lebih tahu.."
(GM, Caping 1, h. 87)


ayu-si-peri-kecil yudha @kak panda: km hapal kutipan2 itu atau nulis komen sambil bukunya sih? *serius nanya*


ayu-si-peri-kecil yudha @sweetdhee: bacalaah buku iniii.. ayoooo.. lumayan kok buat nambah pengetahuan.. :)


message 24: by Pandasurya (new)

Pandasurya kutipan2 itu kan emang gw koleksi, yu..hehe..
beberapa sih emang ada yg udah hapal ngelotok..:-p
*serius jawab*:-p


ayu-si-peri-kecil yudha hehehe.. kirain sambil pegang bukunya.. kan pegel, megang buku setebel itu sambil kerja.. :p

ayo coba dikeluarkan lg kutipannya..


message 26: by Pandasurya (new)

Pandasurya hehe..bukan kerja, yu, maen..:-p
memenuhi permintaan sang peri kecil:
(ssstt..bayarnya di belakang ya:-p)

"kenapa selama ini orang praktis terlupa akan burung gereja, daun asam, harum tanah: benda-benda nyata yang, meskipun sepele, memberi getar pada hidup dengan tanpa cincong? Tidakkah itu juga sederet rahmat, sebuh bahan yang sah untuk percakapan, untuk pemikiran, untuk puisi—seperti kenyatan tentang cinta dan mati?"
(GM, Caping 2, h. 72)


ayu-si-peri-kecil yudha hehehe.. makasiiih.
iya deh, sekarang kerja dulu yah.. :p


message 28: by Pandasurya (new)

Pandasurya ooh ayu kerja juga toh? bukannya "dikerjain"?:-p


ayu-si-peri-kecil yudha *acak-acak rubik kak panda sampe gak bisa jadi bener*


message 30: by Sweetdhee (last edited Mar 26, 2010 04:03AM) (new) - added it

Sweetdhee aaaarrggghhh....pengen baca Caping nyaaaaa... pengen baca Debra nyaaa
*merapat ke Panda, megang erat-erat ayu


message 31: by Pandasurya (new)

Pandasurya *langsung nyodorin topi caping pak tani buat sweetdhee, sekalian cangkul juga*


message 32: by Sweetdhee (new) - added it

Sweetdhee Pandasurya wrote: "*langsung nyodorin topi caping pak tani buat sweetdhee, sekalian cangkul juga*"

Lgs smangat cari kebo bwt ngbajak sawahnya..
*duh,buku yg diincer dMOI makin panjang nih daptarnyah


ayu-si-peri-kecil yudha hahaha.. caping mah beraaaat, berat bangeeet..
berat karna tebel. hehehe
jadi bacanya juga harus sambil pegangan dhee..

*nyodorin sayap buat pegangan dhee*


message 34: by Thesunan (new)

Thesunan dan 5 bintang, untuk "keberanian" nulis review dan menceritakannya..


message 35: by Sweetdhee (new) - added it

Sweetdhee Ah,peri kecil ini kuat sekali.. Bisa ngangkat buku2 tebel n megangin aku..
*kagum*


ayu-si-peri-kecil yudha @thesunan: makasih kang.. :)

@sweetdhee: baru tau yah aku kuat?? aku kan pake debu peri kekuatan. hehehe :p


message 37: by miaaa (new)

miaaa sering2 dunk bikin revieeeeew *peluk ayudha*


ayu-si-peri-kecil yudha @mas amang: Sama-sama mas amang.. kebahagiaan memang jelas bukan sekedar kata-kata.
Hati-hati dgn masa kecil, karna masa kecil-lah yg akan membentuk kepribadian si anak di masa yang akan datang.
Aku yakin, ke-empat anak Debra pasti memiliki “kerusakan permanen” dlm diri mereka. Seperti akuu..
Dan cuma diri mereka sendiri yg bisa membuat semuanya menjadi tidak lebih buruk.. :)


ayu-si-peri-kecil yudha @kak miaaa: *peluk kak miaaa* iyaaaa.. pngen kok sering2 bikin review. kmren2 kan tidak memungkinkan karna kerjaan-ku yg amburadul ituh.. tau kan? *wink-wink*


message 40: by an (new)

an peluk" mba' ayu buat share na :)


Speakercoret numpang liwat mo ikutan peluk2 :D


ayu-si-peri-kecil yudha ayo siniiii.. pada peluk akuuu.. :)


message 43: by Sweetdhee (new) - added it

Sweetdhee ayu-si-peri-kecil wrote: "ayo siniiii.. pada peluk akuuu.. :)"

peluk ayu erat
*eh, sayap nya ga patah khaaan?
*sambil celingak-celinguk liat2 CaPing


back to top