Pandasurya's Reviews > Bekisar Merah

Bekisar Merah by Ahmad Tohari
Rate this book
Clear rating

by
411374
's review
May 31, 11

bookshelves: fiksi-indonesia, punya, favorit

Keindahan Dalam Kesederhanaan Kata-kata

Baiklah, saya bicara tentang Lasi. Lasiyah nama lengkapnya. Perempuan ini adalah tokoh utama dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari (AT). Sosoknya yang muda, cantik, berkulit putih, bermata eksotis, dan berwajah seperti orang Jepang membuat banyak lelaki tertarik padanya. Senyumnya mampu menggoyahkan iman para lelaki, baik yang alim maupun yang bangsat.

Lasi adalah sosok perempuan kampung yang lugu, polos, namun tabah dan pasrah menjalani guratan nasib. Di desa tempat kelahirannya, ia dikhianati suaminya. Lalu ia lari ke kota Jakarta yang membuat nasibnya menjadi lebih buruk. Lasi terjebak di tangan mucikari yang memasok perempuan-perempuan untuk kalangan atas. Meski hidup di kota dan bergelimang kemewahan namun Lasi kemudian seperti lepas dari mulut buaya masuk ke kandang macan. Nasib membuatnya terombang-ambing dari satu derita ke derita yang lain. Hingga cinta masa lalunya hadir dalam kehidupannya..

***

Berlatar tahun 1980-an di sebuah desa bernama Karangsoga, Jawa Tengah, AT begitu detil dan dengan caranya yang sangat menarik menggambarkan suka-duka kehidupan para penyadap nira pohon kelapa. Dari mulai keadaan suasana alam pedesaan, seperti lambaian pelepah pohon kelapa, suara kicau burung bernyanyi, gemericik air di sungai berbatu-batu, suara kodok bersahutan di musim hujan, hingga ke cara penyadap nira memanjat pohon kelapa dengan segala perlengkapannya. Nira itulah yang nantinya mereka olah menjadi gula merah untuk dijual dan menjadi sumber penghasilan para penyadap.

Kehidupan di Karangsoga tetap mengalir seperti air di sungai-sungai kecil yang berbatu-batu. Manusianya hanyut, terbentur-bentur, kadang tenggelam atau bahkan membusuk di dasarnya. Tak ada yang mengeluh, tak ada yang punya gereget, misalnya mencari kemungkinan memperoleh mata pencarian lain karena menyadap nira punya risiko sangat tinggi dengan hasil sangat rendah. Atau menggalang persatuan agar mereka bisa bertahan dari kekejaman pasar bebas yang sangat leluas memainkan harga gula.

Tidak. Karangsoga tetap adhem-ayem seperti bisa, tenang, seolah kemiskinan para penyadap di sana adalah kenyataan yang sudah dikemas dan harus mereka terima.
(h. 40-41)

***

Sebagaimana dalam karya monumentalnya Trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, tidaklah berlebihan jika dikatakan, dalam karya Ahmad Tohari ini kita bisa menemukan apa yang disebut “keindahan dalam kesederhanaan kata-kata”. Cara AT menggambarkan suasana alam pedesaan, pemandangan, bahkan karakter, gerak-gerik tokoh-tokohnya begitu detil, fasih, luwes dan enak dinikmati. Bahasa Indonesia menujukkan keindahannya di tangan sastrawan piawai macam AT. Tak salah lagi, AT memang salah satu sastrawan terbaik Indonesia yang pernah ada.

Caranya bercerita, karakter tokoh-tokohnya yang kuat, rangkaian kata-katanya yang sederhana namun indah mampu membuat pembaca betah untuk terus mengikuti kisahnya.

***

“Kamu jangan pulang dulu. Aku masih ingin ngobrol.”
“Sudah malam. Dan siapakah tadi yang menyuruhku pulang?
Lasi mencubit lengan Kanjat.
“Aku tahu. Tetapi kamu sudah kumisan, kan? Ah, kumis kamu itu.

Buntu. Lasi mendesakkan tubuhnya. Maka dua tubuh yang berimpitan itu sama-sama condong ke samping. ..Hujan di luar mengecil. Suara curah hujan dari talang merendah. Namun suara tetes air yang jatuh menimpa dedaunan terdengar makin nyata. Demikian juga suara katak pohon yang serak dan kering itu.

“Kamu juga benar-benar ikhlas menemani aku ke rumah Paman?”
“Aku sudah berkumis, tak lagi suka bermain kata-kata.”
Lasi tersenyum dan mencubit lagi lengan Kanjat.
“Bila benar ikhlas, coba kulihat matamu. Hati yang ikhlas bisa tampak dari mata.”

Kanjat menoleh ke samping. Senyum. Mereka bersitatap. Lasi benar-benar meneliti mata Kanjat. Dan dua atau tiga detik ada garis maya mempertemukan hati dan jiwa keduanya. Lasi tersenyum dan Kanjat menunduk karena tak tahan oleh sinar mata dan pesona senyum Lasi.
(h. 304)

--Pandasurya, Mei 2011
Buku ini datang malam itu..


3 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Bekisar Merah.
sign in »

Reading Progress

05/25/2011 page 144
40.0% "Kamu tidak tahu bahwa kamu punya sesuatu yang disukai setiap lelaki: wajah cantik dan tubuh yang bagus.Kamu mungkin juga tidak tahu bahwa sesungguhnya lelaki kurang tertarik, atau malah segan terhadap perempuan yang terlalu cerdas apalagi berpendidikan terlalu tinggi.Bagi lelaki, perempuan yang kurang pendidikan dan miskin tidak jadi soal asal dia cantik.Apalagi bila si cantik itu penurut. Jadi lelaki memang bangsat." 24 comments

Comments (showing 1-23 of 23) (23 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Rhea (new) - added it

Rhea mana repiunya?


Pandasurya entar menyusul ya, sabar, masih dibikin
udah kebelet ya? :D
sanggup bayar berapa? :p


message 3: by Rhea (new) - added it

Rhea situ maunya berapa?


Pandasurya setaun gaji


message 5: by Rhea (new) - added it

Rhea pakek cek?


Pandasurya gak terima cek, cash maunya, ato transper


indri sepertinya yg finish duluan bikin ripiu duluan..


message 8: by Rhea (new) - added it

Rhea Pandasurya wrote: "gak terima cek, cash maunya, ato transper"

imel ajah deh. :P


message 9: by owl (new)

owl ini ripiuna mana?


Pandasurya indri wrote: "sepertinya yg finish duluan bikin ripiu duluan.."

oh baiklah *menunduk hormat*

@Rhea,
maap, gak terima imel juga
hanya terima cash ato transper


Pandasurya owl wrote: "ini ripiuna mana?"

sudah terjawab di mesej #2 ya, jenk, ripiu menyusul


message 12: by owl (new)

owl owh.
saya ga sanggup bayar. sanggupnya maksa :p


Pandasurya nah, dengan demikian sudah saya tunaikan ripiu yg diminta, meski hanya seadanya.
semoga berkenan hadirin dan hadirot sekalian..

*saatnya nunggu transperan*


message 14: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok Saya menyukai ini


message 15: by Nanny (new)

Nanny SA cerita ini pernah dimuat sbagai cerita bersambung di kompas ya ? kok rasanya cerita dan nama2nya familiar atau.. baca di mana ya (bingung sendiri)


message 16: by Rhea (new) - added it

Rhea ehem...

Sosoknya yang muda, cantik, berkulit putih, bermata eksotis, dan berwajah seperti orang Jepang #akubanget \:D/

*sedia kantong plastik buat muntah*


message 17: by Rhea (new) - added it

Rhea ohiyah, transpernya silahkan ditunggu lewat imel. :P


Pandasurya Miss Froggie wrote: "Saya menyukai ini"

menyukai apanya, bun? ripiunya? terima kasih:) *salam hormat*

@Nanny
wah sayah gak tau jg klo cerita ini pernah dimuat bersambung di Kompas

@Rhea
ada karung yg lebih gede gak?


Pandasurya Nanny wrote: "cerita ini pernah dimuat sbagai cerita bersambung di kompas ya ? kok rasanya cerita dan nama2nya familiar atau.. baca di mana ya (bingung sendiri)"

wah iya bener ceu Nanny, pernah dimuat di Kompas.
baru nemu nih di sini:

http://staff.undip.ac.id/sastra/fauza...

Novel Bekisar Merah (BM) karya Ahmad Tohari merupakan karya yang cukup masterpiece. Novel ini semula merupakan cerita bersambung yang dimuat di dalam harian Kompas antara bulan Februari sampai Mei 1993.


message 20: by Irwan (new)

Irwan reviu nya bikin tertarik baca :-)


Pandasurya hehe iya, mas, sangad rekomendet lah:)

menarik ceritanya, bahasanya, temanya. sesungguhnya isi novel ini kalo mau dikupas dan dibahas bisa sangat luas mencakup persoalan ekonomi, kemiskinan, pendidikan, sosial, budaya dst..karena melalui rangkaian kata2nya, AT memang menyinggung soal2 tersebut dalam novel ini


message 22: by Nanny (new)

Nanny SA Pandasurya wrote: "Nanny wrote: "cerita ini pernah dimuat sbagai cerita bersambung di kompas ya ? kok rasanya cerita dan nama2nya familiar atau.. baca di mana ya (bingung sendiri)"

wah iya bener ceu Nanny, pernah d..."


tuh kan bener, soalnya cerita ini bagus jadi pas baca review Panda langsung jalan ceritanya bermunculan diingatan (lebay)..oh thn 93 yah, Si Qui mash balita tuh, entah Panda udh lahir atau belum :)

* vote ah krn ripiu nya berhasl mengingatkan kembali :))


Pandasurya wah rupanyah ripiu sayah bisa mengingatkan kembali, seperti memutar kaset/pidio lama barangkali ya..
hatur nuhun, ceu :)
sayah belon lahir waktu itu mah, masih ngawang2 entah di mana:p


back to top