Naomi's Reviews > Burung-Burung Manyar

Burung-Burung Manyar by Y.B. Mangunwijaya
Rate this book
Clear rating

by
429649
's review
Oct 28, 07

bookshelves: bestrecommended
Recommended for: Anyone who love to read
Read in August, 1988

Pertama kenal buku ini dari bapak. Waktu itu saya baru umur 10-an tahun. Sambil nemenin anak-anaknya tidur siang, bapak suka bacain buku ini. Ingat betul, gimana saya dan kakak jadi kecanduan lagunya Teto kecil waktu pawai keliling tangsi sama temen-temennya. Kami tak pernah berhenti tertawa, dan meminta bapak untuk mengulang-ulang bagian lagu yang kocak itu. "Dreng..deng..deng...Pak (---saya lupa) makan dendeng celeng...". Sebagai mantan anak kolong, saya merasa menemukan sebagian pribadi saya pada diri Teto.

Saya ingat menangis, saat teto sedih karena terpisah dari ibunya...Pasti dia bingung sekali. Tidak bisa membayangkan seorang anak terpisah dengan ibu yang ia kasihi. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, saya akan mengalami hal yang sama, ketika saya tidak lagi bisa merasakan hangat nafas ibu dan belaian sayangnya saat ia berpulang ke rumah Bapa. But she's happy now, and I should be happy for that!

Ini yang paling saya ingat dari tulisan Romo Mangun -- tentang kehangatan keluarga dan perjuangan hidup yang tidak mengenal kasta.
2 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Burung-Burung Manyar.
sign in »

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown_arrow    newest »

nanto baru tau kalo novel ini bisa buat dongeng sebelum tidur. Saya sih bukan anak kolong, saya cuma cucu kolong. Dua jaman lagi hehehe Nice Story!


Naomi Bisa jadi dongeng, mungkin karena dulu sudah melalui sensor bapak saya dulu...hehehehe...

nanto wrote: "baru tau kalo novel ini bisa buat dongeng sebelum tidur. Saya sih bukan anak kolong, saya cuma cucu kolong. Dua jaman lagi hehehe Nice Story!"




back to top