Nielam's review
Ayat-ayat Cinta by Habiburrahman El Shirazy
selama baca buku ini,i cant help but thinking,gila nih orang basi banget sih..bukan maksut gue si tokoh dalam bukunya,tapi si penulis..every jokes that he wrote,conversation n everything itu menurut gue basi banget...kayak orang yang nggak tersentuh kehidupan sosial yang cukup...
dan lagi si fahri-nya ini...emang dulu waktu dia kecil dan lagi main sama temen2nya dilapangan, ada malaikat yang datang dan ngebelah dadanya, ya???like what they did to Muhammad?please deh,kalo mau bikin tokoh walaupun fiksi yang masuk akal juga kaliiii....belum lagi tau2nya dia dapet istri yang tajir gila gitu,just like khadijjah...please man,i know maybe u're trapped with your utopic idea of islamic life,but,at least try to be creative...kenapa nggak sekalian aja lo nulis buku nabi2..mungkin hasilnya akan lebih bagus,dan nggak bakal ada orang yang complain tentang ke-orisinal-annya.
oh oh, bagian 'favorit' gue...waktu si Maria mau mati, dan sekarat di rumah sakit,all this man needed to do was to hold ...more
dan lagi si fahri-nya ini...emang dulu waktu dia kecil dan lagi main sama temen2nya dilapangan, ada malaikat yang datang dan ngebelah dadanya, ya???like what they did to Muhammad?please deh,kalo mau bikin tokoh walaupun fiksi yang masuk akal juga kaliiii....belum lagi tau2nya dia dapet istri yang tajir gila gitu,just like khadijjah...please man,i know maybe u're trapped with your utopic idea of islamic life,but,at least try to be creative...kenapa nggak sekalian aja lo nulis buku nabi2..mungkin hasilnya akan lebih bagus,dan nggak bakal ada orang yang complain tentang ke-orisinal-annya.
oh oh, bagian 'favorit' gue...waktu si Maria mau mati, dan sekarat di rumah sakit,all this man needed to do was to hold ...more
Waduh..waduh...istigfar ya nak Nilam,..Kok kayanya anda marah2 pas nulis review ini..(Adisti Sungkar)Wlopun gw cinta mati ma ni buku, tapi memang ada beberapa poin yg gw setuju dari review lo. Emang kadang2 agama klo di pikir secara logis ga akan nyambung.
Soal tokoh utama yg kaya nabi Muhammad ama Khadijah itu sih emang kayanya niat awal penulis buat bikin nvel ini tapi versi moderennya. Biar org2 jaman moderen sekarang bisa menauladani perilakunya, yaitu perilaku muslimah.
Gw sih tetap akan cinta ama ni buku, krn ni buku jadi bikin gw inget shalat huehehehehehe
nilam, mari kita tos. ada banyak cara lainnya untuk membedah indah-nya Islam, bukan pake cara fiksi yg plot dan karakternya gak masuk akal boo'.... haha. btw, si pengarang nih sebenarnya pendakwah yg jadi penulis, atau penulis yg jadi pendakwah ya? kayaknya yg pertama, soalnya do'i kayaknya kurang OK jadi penulis hehehe.
haha,iya..mending dia sekalian aja kali ya nulis buku2 Islam yang emang mendakwah dan menggurui...daripada menyelubungi dengan novel.kan kalo dia nulis buku2 Islam nggak bakal ada yang protes how pretentious this man is, ya nggak?atau betapa basi gaya bahasanya, wehe...
oh my goooddd!!! pleeeeaaaseeeee...llleeeeennnddd meeee thiis booooookk!!!!ghahahahahh. gue langsung sangat bersemangat untuk menghujat (kalo emang perlu menghujat) tapi ga pengen beli sama skali.
pinjem dong pinjem dong pinjem dong!!!!!!!
gatel kan lo bok buat ikutan nyela hahahaha.
beli aja, sin. it's a treasure. sama kayak jaman dulu punya barangnya alien workshop, sepatu reebok yang bisa nyala-nyala, kaos griffon, dan sejenisnya. it's a treasure, i tell you!!!
duh, gue jadi nggak enak ati. bukannya gue nggak suka nikah islami ya! (piss y'all), tapi plot buku ini seriously begging untuk dicela...
bok, sebagai sesama pemilik barang2 yang kau sebutkan di atas, aku harus mengkoreksi. Grifone bukan sih namanya?aduhh, bok gue terlalu kere untuk beli buku yang hanya untuk dicela. ahahaah. tomorrow trip to gramed mungkin bisa digunakan untuk ngintip sekitar 100 halaman pertama. hahahaha. ih. ga deh ya. males amat mo baca sambil bdiri. ogeng.
yaudh. nyetrum bapak pake kreditkart.
Grifone ya? Haha, duh maaf ya gue nggak fasih. No, no, no, jangan baca the first 100 pages! The 1st 100 pages will only get you hooked! Tapi jebakan batman-nya justru di bab tengah-akhir... eng ing eng...
OMG, a friend of mine just corrected me. Yang sepatu nyala-nyala tuh bukan Reebok, tapi L.A. gear. (maaf ya, comment gue sangat penting dan sangat nyambung dgn review nilam ttg SSC. piss yo, nils)
Sorry nih, gw numpang ngasih comment. setelah gw baca comment dari lo, gw anggap itu wajar, karena tiap kepala punya pemikiran masing-masing. dan kita tidak tahu maksud sebenarnya dari penulis (baca kang abik )ini menulis novel tersebut. That's clear guys !!Dan jujur gw kurang sependapat ma comment lo, gw anggap apa yang dimaksud oleh penulis menulis novel tersebut sekedar untuk membuka sedikit pemahaman kita tentang islam. dan perlu diketahui bahwa kang abik menggunakan novel tersebut untuk sarana berdakwah ( baca buku fenomena Ayat-ayat cinta !!!). banyak hal yang bisa kita ketahui tentang islam di dalam novel tersebut walaupun terdapat hal-hal yang kurang masuk akal. Dan perlu diketahui bahwa novel ini bukan sepenuhnya kisah Nyata !!!! ( KAng abik tidak menulis novel ini sebagai kisah nyata kan !!!).
ya iyalah itu bukan kisah nyata, it simply too good to be true...too utopic,if u know what i mean.hmm, emang pastinya buat sarana berdakwahlah,karena novelnya udah terlanjur menggurui untuk dibilang nggak berdakwah.
novelnya aja udah nggak bikin gue tertarik,gimana juga gue mau baca buku2 lain tentang novel itu.but anyhow, mungkin novelnya si kang abik,or whoever his name ini emang nggak ngena aja kali ke gue,pribadi, karena masih banyak kok orang2 lain yang suka sama novel ini, termasuk lo juga kan, rex?hehehe...
ps: emang ada yang mengindikasikan kalau gue menganggap apa yang ada dinovel ini kisah nyata,ya?
Dear semuanya,
seperti yang udah gue bilang, gue emang belom baca ini buku. hahahaha. tapi gue sih percaya sama kalian, nilam dan laila, kalo kalian bilang buku ini kurang bagus. hahahaha. kita belajar kritik sastra ya? haaha. *sombong*
kita emang agak susah dipuaskan. Snake aja yang sedemikian bagusnya *hoek, cuih* kita hujat. hahah.
Untuk Arex, stelah "menganggap itu wajar, karena tiap kepala punya pemikiran masing-masing" kok dirimu masih doyan menggunakan tanda seru banyak sekali di paragraf berikutnya?
terus... emang digunakan sebagai sarana berdakwah ya? lah tapi daripada bikin buku fiksi yang ga bagus mendingan dia bikin buku non-fiksi yang bagus sekalian kan? kalo segitu pengennya buku itu dibaca sama orang2 penyuka fiksi, suruh orang lain yang bisa aja untuk nulis fiksi.
trus, btw, Fenomena Ayat2 Cinta itu adeknya si 'Kang Abik' itu sndiri yang nulis ya? ooooo... ada tokoh ini-itu sama dengan siapa di hidupnya pasti ya? Adek yang hebat, mendukung kakaknya. of course, karena novel AACnya kejual sekian ratus ribu(udah jutaan blm sih?), lmyn byk juga pasti kejualnya.
tapi ya lumayan lah bikin 1 genre lagi. ada chick lit, ada song lit, skarang Sastra Santri. a phenomenon indeed, ya ga sih? sama kayak jamannya Ayu Utami dkk bikin novel2 yang berat di seksualitas.
BUT... sayang fenomenanya di bidang sastra. karena kalo emang ini fenomena, maka kang Abik dan buku2nya, as all phenomena, spt filmnya john travolta, spt Ayu Utami dkk, spt Tipe-X dengan ska noraknya, spt PeterPan dgn lagu yang gitu2 doang, will fade.
...
but that's just my 2 cents.
finally, i don't think u indicated u think it's a true story kok Nil. jls2 u bilang too good to be true ya ga sih.
Ibaratnya gini deh: Gue punya ide bikin bangunan yg kereeen banget. Keren dan fungsional bagi masyarakat deh pokoknya. Tapi gue bukan arsitek. Gue nggak bisa bikin perhitungan dan blueprint yg tepat. Hasilnya? Ya bangunan itu akan ancur juga.
Sekali lagi, niatnya Kang Abik untuk berdakwah memang bagus. Menghimbau orang banyak ttg Islam. Fine. Gue sendiri Muslim, dan menghargai Islamic lifestyle. TAPI, Kang Abik bukan penulis dan gak bisa bikin novel dgn baik. Gitu aja! He's a bad fictional writer. Loud and simple.
Yg baik adalah kalo Kang Abik mau belajar dari kritikan pembacanya, belajar menulis fiksi dgn lebih baik, dan mencoba terus. Sampe niatnya utk menghimbau masyarakat ttg Islam melalui fiksi yg bagus bisa tersampaikan.
Atau, just leave writing altogether and be a preacher or something.
Mentang-mentang berniat baik, dan membawa nama Islam, bukan berarti novel Kang Abik "boleh" jelek dan gak bisa dikritik. Emang plot dan karakterisasi-nya jelek kok. Mau diapain? I don't like it.
Oya, tambahan. Maksud AAC tuh "too good to be true" adalah karena NONE of us bisa relate sama cerita dan penokohan AAC.
yeaaaah..!!hear hear sama sind dan la...oh iya sin, genrenya ayu utami n the geng itu kalo nggak salah namanya 'sastra wangi', wehehehehe, iya ya, sekarang buku2 macam itu dah jarang, kalau nggak mau dibilang nggak ada.
oh, n sebagai ratu chick-lit among u guys,aku ingin berdoa dengan setulus hati, semoga fenomenanya nggak secepat itu pudar, dan bisa lebih baik lagi,amien..
hehehehe...
Adisti yang manis, tekun, suka menolong ibu, dan rajin menabung ini tertarik untuk menulis comment lagi. Karena seperti seru sekali! Dan masa sih Adisti tidak ikut2an segala sesuatu yg seru! Plis De!Jadi begini ya nak Nilam dan mas Arex.... perbedaan itu merupakan salah satu karunia dari 4LLi SWT. Maka dari itu hargailah perbedaan itu, sesungguhnya 4LLi menciptakan perbedaan itu agar engkau lebih berilmu...
(Sungguh bijak Adisti yang manis ini.....)
dis,gue tampar nih!!!*sambil melotot dan siap mengangkat tangan untuk menampar adisti yang duduk disebelahnya*
Astagfirullah...Adisti mau di tampar! Untung Adisti kenal dengan satpam kantor jadi Nilam tidak berani. Memang 4LLi akan selalu menolong hambanya yang teraniaya. Salah satu lagi bukti klo membaca Ayat-Ayat Cinta akan membawa energi positip...subhanallah....
I like Ur comment, but it doesn’t mean I fully agree with you. Memang sih, kalau dilihat si Fahri sudah bersikap keterlaluan sama Maria. Aku juga yakin kok, kalo Tuhan pasti tahu apa motif yang ada dalam hati kita, jadi kalau kasusnya kayak gitu pasti Dia mo maafin. Lagipula Dia adalah Sang Maha Pemaaf.
Terus pendapatmu tentang Fahrinya sendiri, kayaknya kamu gak yakin kalo ada orang yang benar-benar bisa bersikap kayak gitu ya? Apalagi kalau melihat kemajuan dan perkembangan dunia yang kita tinggali sekarang. Jangan salah, pasti ada Non
orang-orang kayak begitu. Di dunia ini apa sih yang gak mungkin, yang membuat sesuatu tidak mungkin adalah pikiran kita sendiri. Liat dan baca aja sendiri, di koran dan TV sering ada berita bapak memperkosa anaknya sendiri, anak membunuh ibunya sendiri, manusia memakan manusia. So, kalo ada orang yang bisa sebegitu kejam dan bejatnya kenapa gak mungkin ada orang yang bisa sangat baik dan memegang teguh ajaran agamanya. Aku sendiri pernah kok kenal sama orang-orang yang begitu kuat keyakinannya. Memang sih, gak ada yang 100% sempurna. Mereka juga sama kayak kita-kita, memiliki kekurangan, tapi yang beda, kekurangan mereka tuh, gak kebablasan kayak kita. He…he…!
Ingat Non, Tuhan menciptakan dunia ini seimbang menurut kadarnya. Ada hitam, ada putih; ada cowok, ada cewek; ada siang, ada malam; dan tentunya ada baik juga ada jahat. Oh iya, atu lagi. Jangan pernah lupa kalo fiksi tuh, pijakannya ya alam nyata tempat hidup kita.
atinprabandari, bukannya mo ngebelain nilam ato apa, i haven't seen ur review on anything yet.and then, u see nothing critical? wait2, let's rewind. I QUOTE: "A CRITICISM is a judgment, usually in an article, either favorable or unfavorable or both: a criticism of a proposed plan. The words are interchanged when referring to motion pictures or theater, but REVIEW implies a somewhat less formal approach than criticism in referring to literary works: movie reviews; play reviews; book reviews."
Selain bahwa Goodreads nyuruh kita untuk post a REVIEW bukan CRITICISM, ada aturan dari goodreads kah kalo smua review di sini harus profesional? too bad, i don't think so.
baca koran aja kalo mo sesuatu yang done by a pro. why bother looking here?
cheers.
Ps. quote provided by dictionary.com
Halo, halo semua. Bok ada apa sih dengan AAC? It's either you LOVE it or really, really HATE it ya? Hihihi. I don't hate it actually, tapi kenapa goodreads.com membuat gue hate it with a passion ya? Haha.
Enivei, people, siapapun yang mau komentar ttg AAC disini, sekali lagi gue tegaskan, bukannya kita nganggep bahwa AAC itu SAMA SEKALI IMPOSSIBLE/TDK REALISTIS. I think we're just saying bahwa Kang Abik--selaku penulis AAC--nggak mahir membuat cerita yang membuat pembaca RELATE dengan tokoh dan situasi sehari-hari mayoritas pembacanya.
Sebagai analogi, gue ngeliat AAC ini kayak anak teacher's pet di kelas. Super baik, pinter, suri tauladan, gets everyone sympathy, tapi kind show-off-ing to everyone. You either admire someone as perfect like that, or you either hate him for not being humble dan kelihatan tidak "membumi" dengan tdk pernah menunjukkan sifat jeleknya.
Btw, review Nilam mungkin terlihat emosi, but that's because she's one of the most passionate person I know. Tapi gue nggak ngeliat Nilam secara spesifik menghina satu komunitas tertentu. But maybe she DID hate the book with a passion, haha. Emosian atau tidak, just face the truth: NOT EVERYONE LIKES AAC, HELLLOOOOO?!
yup.. gw terima semua kritikan lo mengenai Penulis buku AAC alias Kang abik, tapi gw agak kagak seneng aja kalo ngeliat lo nulis bahwa kang abik bukan seorang penulis dan tidak bisa menulis novel yang baik... Terbukti orang2 yang lain selain lo pada beli novel tersebut. and that create a fantastic things !!!emangnya novel fiksi yang bagus menurut lo tuh kayak gimana ??? ampe nganggap novel kang abik itu kagak bagus.
dan gw salut ma lo, lo tu emang orang yang memiliki jiwa sastra yang baik, sampe2 bisa bilang seorang penulis fenomenal bukan seorang penulis.
orang sekelas WS.Rendra pun kagak berani bilang sama pekerja satra yang lain bahwa dia itu jelek !!!!
Thank's

