<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<GoodreadsResponse>
	<Request>
		<authentication>false</authentication>
		    <method><![CDATA[]]></method>
	</Request>
	<review id="77807219">
    <user id="198399">
    <name><![CDATA[Kiky]]></name>
    <location><![CDATA[Indonesia]]></location>        
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/user/show/198399-kiky]]></url>
  </user>
      <rating>4</rating>
  <votes>2</votes>
  <sell_flag>false</sell_flag>
  <spoiler_flag>false</spoiler_flag>
  <shelves>
      </shelves>
  <recommended_for><![CDATA[]]></recommended_for>
  <recommended_by><![CDATA[]]></recommended_by>
  <read_at>Thu Oct 01 00:00:00 -0700 2009</read_at>
  <date_added>Sat Nov 14 20:01:00 -0800 2009</date_added>
  <date_updated>Sat Nov 14 20:12:14 -0800 2009</date_updated>
  <read_count></read_count>
    <body><![CDATA[n my opinion,   this book is a combination between Laskar Pelangi and Malory Tower serials  (If your childhood during the 80’s,I bet you read this serial as well – and owh….I read the translated ones of course back in those year ;) ) or probably Harry Potter suits better ?<br/><br/>Cerita tentang persahabatan enam anak bangsa ini dari sudut dari sisi seorang Alif Fikri,  lelaki asal Sumatra Barat yang awalnya dipaksa oleh Amak (ibunya) untuk belajar di Pesantren Modern ini.  Bersama 5 temannya berjuang menuntut pengetahun umum dan agama dengan segala suka dan duka. Banyak kalimatnya yang membuai saya, salah satunya pada tulisan ini dan satu lagi menjelang akhir buku.  Disini diceritakan kenapa Baso, pemuda asal Gowa yang memang terlahir miskin mati-matian belajar menghafal Alquran selama di Pesantren, dan blio berucap…<br/><br/>“kalian tahu aku sudah habis-habis mencoba menghapal Al Quran. Sudah selama ini (hampir 4 tahun-red) aku baru hapal 10 juz atau sekitar 2000 ayat. Aku ingin semuanya, lebih dari 6000 ayat. Tahukah kalian, ada sebuah hadist yang mengajarkan bahwa kalau seorang anak menghapal Al Quran, maka kedua orang tuanya akan mendapat jubah kemuliaan di akhirat nanti. Keselamatan akhirat buat kedua orang tuaku…”<br/><br/>(Saya ngga cerita ya, kenapa sampai Baso ngomong ini…ngga seru nanti).<br/><br/>And there goes my tears …<br/><br/>I recalled the never ending arguments between me and my  mother which still happen every now and then.]]></body>
    <url><![CDATA[http://www.goodreads.com/review/show/77807219]]></url>
</review>

</GoodreadsResponse>