indri's Reviews > 9 dari Nadira

9 dari Nadira by Leila S. Chudori
Rate this book
Clear rating

by
1610985
's review
Nov 07, 09

bookshelves: sastra-indonesia
Read in November, 2009

kami menemukan sebuah sosok yang telentang bukan karena sakit atau terjatuh, tapi karena ia memutuskan : hari ini, aku mati.
kemala suwandi. ibu nadira.

Nadira pikir ia kuat, tapi ia menangis di ujung, dan tangis hanyalah bentuk emosi.

Nadira pikir ia bersahabat dengan Nina, namun kakaknya hanyalah seseorang yang ambisius dan tidak mau mengalah, serta rapuh hatinya.

Nadira pikir ayahnya sekuat dirinya, ketika sang ayah terus bercerita tentang kejayaannya sebagai wartawan.

Nadira pikir ia sabar, ketika seorang narapidana membuka luka hatinya dan memaksanya bertindak kelewat batas.

Nadira pikir ia cinta. Hanya cinta yang mengeluarkannya dari keterpurukan gelombang hitam dan air mata yang mengungkung.

Nadira pikir ia jatuh cinta.
wahai matahari yang melahirkan pagi
surya yang mengungkap seorang panji
jangan segera datang
biarlah malam tetap berjelaga
kita menjadi sosok tanpa nama


Nadira pikir ia mati, dunia terus bergerak di sekelilingnya, dan ia hanyut di dalamnya, hanya mengikuti ritme semata.

Nadira pikir ia tak tahu apa-apa. Cinta memang datangnya tepat, namun tanpa muslihat sehingga semuanya terlambat.

Nadira pikir ia harus pulang, harus tahu dan harus membuat keputusan.

***
Topeng-topeng manusia hidup dalam topeng. Dalam wajah ceria tersimpan duka, dalam wajah harap tersimpan luka, sementara yang lain tak tahu apakah harus sedih untuk mendapatkan cinta.

Siapa yang tahu isi hati Kemala, Bram, Nina, Utara Bayu, Niko Yuliar, Gilang Sukma. Berbagai sudut pandang tentang Nadira membingkai kehidupannya yang penuh teka teki dan warna.

Nadira yang sedih tenggelam dalam kehilangan sang ibunda. Apa yang tampak di kulit luar mereka ternyata tak mampu menyembunyikan kebobrokan, kesedihan, dan kepedihan orang-orang di sekitarnya. Perlahan Nadira mulai mengerti. Kepalsuan untuk membingkai sesuatu yang bernama kebahagiaan.
Atau kebahagiaankah yang didapat dari jalan terlarang?

Nadira terus mencari. Menyelidiki. Menemukan.

***
Dengan latar belakang cerita yang sama dengan skenario Dunia Tanpa Koma, Leila memotret seorang jurnalis yang dibingkai dalam cerita ini, digambarkan amat jauh lebih bagus, dengan karakter yang kuat dan menonjol.

Jalinan cerita yang memerangkap dan membius.Lalu kuberikan bintang bintang bintang bintang bintang untuk 9 dari Nadira.




6 likes · likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read 9 dari Nadira.
sign in »

Comments (showing 1-10 of 10) (10 new)

dateDown_arrow    newest »

Pandasurya kereenn ripiunyah...
jadi pengen baca..


message 2: by Adhe (new)

Adhe Pinjem dunk...:)


Endah wuuih...5 stars! :)


Thesunan pinjeeemm .. :D


indri lo ke jakarta kapan mam?? interpiu doong..


Thesunan gak bilang2 ah.. takut disambit eh disambut.. :D


Wirotomo Nofamilyname Bilang dong Pak Imam, biar aku bisa sambut dengan karpet merah kaya' di cerita Lucky Luke itu. :-)


ayu-si-peri-kecil yudha like this lah pokoknyaaa..
aku mulai ikutan baca aaah.. =)


indri Kalau imam dateng mau ditraktir mas Tomo ya?? ikuuuttt...


Thesunan horeeee asiiikk... :D


back to top