Ahmad's Reviews > Moga Bunda Disayang Allah

Moga Bunda Disayang Allah by Tere Liye
Rate this book
Clear rating

by
546894
's review
Nov 08, 09

Read in November, 2009

Tere Liye sekali lagi mengangkat tema anak-anak yang mengharukan dan diambil dari kisah nyata. Jika di "Hafalan Shalat Delisa" Tere Liye berhasil menguras air mata pembaca dengan kisah anak korban tsunami, di sini Tere Liye berupaya mengulangnya lagi dari kisah nyata yang disadurnya dari buku dan film yang baginya sangat menginspirasi. Bocah kecil yang mendadak kehilangan penglihatan dan pendengarannya, tapi kemudian berhasil diberikan nikmat yang luar biasa dari Tuhan untuk dapat melihat dan mendengar lagi.

Sayangnya, meski dengan kisah yang bagus, Tere gagal mengulang kesuksesan "Hafalan Shalat Delisa"-nya. Bukan karena inti kisahnya, sesungguhnya. Tapi, gaya bertutur Tere yang merusak rangkaian ceritanya sendiri. Gaya berkisah dengan menyelipkan humor dan 'jayus'-nya di sela-sela paragraf yang seharusnya memuncakkan keharuan justru memecahkan klimaks yang semestinya bisa mencucurkan air mata. Sayang sekali. Dan Tere berkali-kali melakukannya.

Kalimat-kalimatnya juga berseliweran tanpa karakter. Di satu waktu bisa sangat 'keseharian', tapi di sisi lain terbaca sangat sastrawi. Jadi, bingung sendiri kan? Kisahnya dengan kinanti sendiri tidak terekspolrasi dengan cukup baik sehingga belum mampu memunculkan mengharukan lainnya yang seharusnya bisa dimunculkan.

Ya, secara keseluruhan, saya harus angkat jempol untuk Tere Liye. Untuk kisahnya, juga untuk perhatiannya pada dunia anak-anak.
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Moga Bunda Disayang Allah.
sign in »

No comments have been added yet.