Indri Juwono's Reviews > Doa Ibu

Doa Ibu by Sekar Ayu Asmara
Rate this book
Clear rating

by
1610985
's review
Oct 01, 2009

liked it
bookshelves: novel
Recommended for: para wanita
Read in December, 2009

Sekar Ayu Asmara selalu bermain-main dengan aborsi. Seperti novel sebelumnya Pintu Terlarang dan Kembar Keempat, di Doa Ibu pun ia mengetengahkan isu aborsi, walaupun agak tersamar sehingga tidak terlihat seperti isu sebenarnya. Cerita yang nampak adalah persahabatan antara sekelompok seniman muda Ijen, Giok Nio, Cepol, Khaled, Rajiv, dengan berbagai karakter yang tinggal bersama dan merencanakan melakukan pameran bersama, dan satu kejadian yang menimpa salah satu dari mereka. Karena saya agak terbiasa dengan isu ini dari SAA, maka saya mulai menebak-nebak bagaimana keterkaitan antar tokoh-tokohnya. Ada Madrim, seorang janda dari pengusaha sukses yang terpukul karena ternyata suaminya memiliki wanita lain semasa hidupnya. Dan Sinta, anak mereka yang go international sejak umur 12 tahun, dengan pemahaman multi modern sebagai wanita yang hidup di jaman global. Cerita ini yang dirangkai oleh SAA menjadi satu keterkaitan yang memiliki akhir mengejutkan, sedikit berbau misteri.. dan ternyata memang misterius.
Kehilangan istri Khaled secara misterius di pesta pernikahannya sendiri, disusul dengan menghilangnya mendadak catatan2 tentang siapa dia, bahkan juga sampai klinik tempat ia dilahirkan. Juga munculnya cenayang bernama Ajeng, cinta Ijen pada Giok Nio.. Lalu satu per satu menghilang..

Secara umum, karena saya sudah cukup mengenal karya SAA, saya tidak terkejut dengan ending ini. Sayang sekali cerita yang dibangun tidak sekuat Pintu Terlarang, yang memang isu aborsi menjadi topic yang jelas dikenali dalam cerita. Atau Kembar Keempat, yang juga tertutupi dengan cerita tiga kembar dan dua perempuan menjadi satu cerita menarik yang melanglang buana. Ini juga tampak di film karya SAA, Biola Tak Berdawai tentang penebusan dosa dan Belahan Jiwa yang lebih ke kejiwaan si tokoh yang memiliki empat alter ego.

Tapi jelas di semua cerita SAA, selalu ada tokoh wanita yang melakukan aborsi.
Isu inilah yang menjadi salah satu sikap populer yang harus diambil calon pemimpin di Amerika ini, pro choice atau pro life. Di Indonesia sendiri, angka aborsi tidak diketahui dengan pasti karena disini memang tidak dilegalkan selain aborsi karena penyakit yang mengancam keselamatan si ibu pada kehamilan usia muda. Jelas lebih tinggi daripada angka yang sudah pernah dibongkar dan diungkap oleh Depkes. Tapi anehnya, seiring pemahaman masyarakat, aborsi banyak terjadi pada level masyarakat dengan tingkatan pemahaman yang tinggi akan bahaya dan ketidakbahayaannya. Karena jelas biaya aborsi lebih besar daripada melahirkan biasa, karena banyaknya yang dilakukan sembunyi-sembunyi. Ini yang membuat mahal. Atau itu memang jalan pintas untuk menyelamatkan muka dan keluarga?

***
Saya pernah mendampingi dua teman yang terjebak dalam situasi seperti ini.

Teman saya yang pertama, berumur 23 tahun, pacaran baru 6 bulan dan ternyata kemudian terlalu jauh hingga akhirnya hamil. Ia sempat bingung dan tidak menginginkan bayinya ini. Ia menyembunyikan kehamilannya dari orang tuanya selama sebulan. Setiap hari mengeluh dan bertemu kami menangis sampai berpikiran untuk bunuh diri. Ia ingin aborsi. Kami sempat nanya-nanya orang tempat aborsi. Pacarnya takut, kalau aborsi bisa mengancam jiwanya, juga perasaan bersalah berkepanjangan. Akhirnya dengan menahan takut dan malu, mereka mengaku dengan murka orang tua si cewek, mereka menikah sebulan kemudian. Namun pernikahan mendadak, menghilangkan cinta. Lima bulan kemudian, mereka berpisah. Si anak lahir tak ditunggui ayahnya.

Teman saya yang kedua, hamil di umur 24 tahun. Pacaran baru 5 bulan juga. Padahal ia tidak begitu kenal keluarga pacarnya. Tidak berani juga ia mengahadapi ayahnya. Dalam keadaan panik, ia memilih untuk aborsi. Pacarnya tidak terima keputusannya dan memilih meninggalkannya. Ia menjalani tindakan aborsi sendiri, dengan salah satu teman yang diaku sebagai suaminya. Yang penting ada uang, dan tindakan berjalan lancar.

Untuk keduanya, tentu saya menyarankan untuk tidak aborsi. Pendampingan mental yang cukup perlu untuk mereka agar bisa melanjutkan hidup mereka lagi.

***
Mungkin inilah kurangnya sex education di masa sekolah karena dianggap tabu, malu untuk diungkap, terlalu banyak simbol-simbol yang membuat tidak diungkap bahaya dan risikonya secara jelas. Hanya sampai bagian, kalau terlalu jauh, nanti hamil lho.. Tidak pernah dijelaskan bagaimana menghindari pesona rayuan gombal di tempat sepi, atau bagaimana malu luar biasanya yang harus ditanggung keluarga karena si anak perempuan hamil.
Yang akan lebih menanggung bebannya kalau ada apa-apa juga wanita. Kurasa SAA juga sedikit banyak ingin menanamkan kesadaran ini pada wanita tentang perasaan yang dialami. Pergulatan emosi, percekcokan jiwa, yang dialami antara keinginan menjadi seorang ibu, atau keegoisan menjadi dirinya sendiri, membuat keputusan itu yang diambil.
Tapi kuncinya ada di kita, para wanita, di sinilah kita harus bisa membentengi diri dengan iman dan harga diri, agar tidak terjebak dalam rayuan setan.

bagai bermain biduk (Rayani Sriwidodo)

angin memberinya kelincahan
ombak meminta darinya perhatian
bintang menguakkan baginya kegelapan
. . .
'aku berat melepas mendiang'
bah, itu paradok yang hidup atas bayangan
sementara menggenggam saputangan
penghapus air mata kabung
simbol ungkapan arif :
'cuma cacing tanah yang punya banyak waktu
untuk orang-orang yang sudah mati'

demikianlah
kilat tikaman lingga di malam peluh
erang maut disusul sekian tubuh
terperosok ke dunia di sekian bilik bersalin
daratan lepas
tepi berpaling


***
protect yourself, girls! sebelum terjadi, andalah remnya.
6 likes · flag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Doa Ibu.
Sign In »

Reading Progress

06/17/2016 marked as: read

Comments (showing 1-17 of 17) (17 new)

dateDown arrow    newest »

message 1: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok Aku suka banget ripiuna nDri. Vote !!

Selalu merasa miris mengetahui orang2 yg melakukan aborsi sementara aku harus menunggu 11 tahun untuk mendapatkan Kautsar.


Indri Juwono thanks mis Ana. renungan anak muda, di dunia yang banyak madu berhamburan ini..


message 3: by Ayu (new)

Ayu Yudha vote aah..aku jg prnh ngalamin tuh tmn mau aborsi.hehe..anak muda jaman skrg emang pd nakal yah?? *sok tua*


message 4: by Mery (new)

Mery kirain ayu ngalamin diaborsi... ;D

*kabuuur*


Indri Juwono kalo ayu diaborsi berarti ayu sekarang jadi2an dong..
dan kita semua yang teman ayu juga jadi2an dong..

waaa, kayak cerita di buku inii...*begidik*


message 6: by Ayu (new)

Ayu Yudha *ngejar mery* anak selucu aku mah ga ada yg ga mau mer.. hehe


message 7: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok xixixixi... lucu dan hobby nyasar ya Yu.


Indri Juwono hobi nyasar tuh ngabisin pulsa loh..


message 9: by Pandasurya (new)

Pandasurya klo ga punya hape?
bukannya ngabisin duid?



message 10: by Ayu (new)

Ayu Yudha iya ngabisin pulsa dan duit. pulsa bwt nanya2 sm duit bwt bayar ojek or taxi plus duit bwt bayar pulsanya di akhir bulan.. hehehe...


message 11: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok Trus waktu pulang dari Wonders nyasar ga Yu ?


Indri Juwono toko sepatu yang di kemanggisan itu?? ayu, kakakmu dibelikan nggaakk??


message 13: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok yang nganterin aja gak dibeliin kok nDri... tapi temen2 kost-nya dibeliin.
THEEEERRRRRRRRLAAAALLUUUUU !!

*siap2 menangkis lemparan dus sepatu*


message 14: by Ayu (new)

Ayu Yudha whahaha... sepatunya lucu2 loh kak indri.. aduuh,maap ya aku blm mampu beliin kakak2ku.. pulangnya ga nyasar mis ana.. tp pas blk lg ksana,br deh nyasar.. hehe *lempar bon sisaan beli sepatu*


Indri Juwono Ana wrote: "yang nganterin aja gak dibeliin kok nDri... tapi temen2 kost-nya dibeliin."

ehh, temen kost yang mana nih?? ayu kan tinggal di rumah??
*mencurigakan*




message 16: by Miss Kodok (new)

Miss Kodok hahh ?? Ayu tinggal di rumah ?
Lho... jadi siapa yg dibeliin ? banyak pulak... kalo ga salah ada 6 pasang deh.

*memancing di air kali*


message 17: by Ayu (new)

Ayu Yudha whahaha..aku kan dl nge-kos di depok.nah itu bwt temen2 kos ku ituu.aku aja cm dpt tas doang.. kira2 ada yg mau beliin aku sepatu gaa?


back to top