Ririenz's Reviews > A Sultan in Palermo

A Sultan in Palermo by Tariq Ali
Rate this book
Clear rating

by
393578
's review
Sep 27, 09

bookshelves: fiksi-sejarah
Read in January, 2009

SEORANG SULTAN DI PALERMO
Tariq Ali
Penerjemah : Atta Verin & Anton Kurnia
Penerbit : Serambi
Cetakan : Pertama, Maret 2007

Hhmmmp… ternyata lumayan lama juga jarak antara “ Perempuan Batu “ dengan “ Seorang Sultan di Palermo “. Terlalu banyak keinginan rupanya sehingga aku sedikit segan untuk menyimak kelanjutan dongeng yang dikemas tariq Ali dalam beberapa buku.

“ Seorang Sultan di Palermo “ merupakan buku keempat dari lima rangkaian novel sejarah tenteng pertentangan antara peradaban Islam dan Kristen di Timur Tengah. Buku sebelumnya adalah “ Bayang-banyang Pohon Delima, Kitab Salahuddin dan Permpuan Batu “. Ternyata buku keempat ini tidak sesulit ketiga buku sebelumnya yang telah aku baca. Terus terang aku kurang memahami sejarah perkembangan islam apa lagi di Timur Tengah jadi aku agak tersendat-sendat membaca ketiga buku sebelumya yang sarat sejarah, budaya dan sastra khas Timur Tengah. Tapi untuk buku keempat ini aku sangat santai sekali menikmatinya. Mungkin karena aku telah mulai terbiasa dengan gaya bahasa sufi-sastrawi yang sering muncul pada novel-novel karya penulis dari Asia Barat dan Asia Selatan.

Menurut sejarah pada abad kedua belas penduduk pulau Sisilia didominasi oleh kaum muslim tetapi akibat perang salib, pulau itu dipimpin oleh seorang Nasrani sebagai wakil dari Vatikan. Dalam novel ini Pulau Sisilia di pimpin oleh seorang Kristen moderat bernama Sultan Rujari alias Raja Roger II (1101-1154). Rujari adalah generasi ketiga dikeluarganya yang memegang kekuasaan di Sisilian setelah kakek dan ayahnya. Awalnya Muhammad bin Abdallah bin Muhammad Al-Idrisi atau singkatnya Idrisi adalah staff di perpustakaan Rujari. Pada suatu hari Idrisi menemukan bagian rahasia di perpustakaan itu, dan kejadian inilah awal hubungan antara Rujari dan Idrisi. Mereka cocok satu sama lain meski berbeda kayakinan dan tidak heran jika kemudian Idrisi yang dijuluki Amir Al-Kitab menjadi penasehat dan orang kepercayaan Rujari. Diawal buku diceritakan bahwa Idrisi telah kembali dari perjalan panjang yang memakan waktu selama sepuluh tahun dalam rangka menyelesaikan buku tentang geoghaphy alam semesta yang di beri judul Al-Kitab A-Rujari.

Buku ini banyak bercerita tentang pribadi Idrisi dan keluarganya serta orang –orang yang ada kaitan dengannya. Aku merasa sosok Idrisi mendekati seorang Indiana Jones (tokoh petualang dalam sebuah serial TV tahun 1930an), Ia seorang petualang dan tidak pernah sepi dari wanita. Idrisi seorang cendekiawan yang gemar berpetualang untuk melengkapi tulisan-tulisannya. Persahabatan Idrisi dengan Rajuri juga sangat unik atau lebih tepatnya aneh. Mereka berdua tidak bisa lepas dari pengaruh seorang wanita bernama Mayya. Mayya adalah belahan jiwa Idrisi yang kemudian menjadi selir kesayangan Sultan. Meski demikian hubungan Idrisi dan Mayya tidak terhenti bahkan sampai menghadirkan Elianor dan Afdal. Hebatnya Rujari menutup mata dengan hal ini karena dia lebih mencintai persahabatannya dengan Idrisi. Idrisi secara fomal juga menikah dengan Zaynab dan dikarunia empat orang anak; Uthman, Walid, Sakina dan Samar serta tiga orang cucu.

Selain dengan Mayya Idrisi juga berpetualang dengan Balkis, adik tiri Mayya. Balkis adalah istri seorang Amir di Siracusa, tetapi perkawinan mereka tidak dikarunia anak. Hubungan antara Idrisi dan Balkis membuahkan Hamdis dan Nuwas. Dan Aziz, suami Balkis sepertinya juga menutupi kenyataan didepannya. Hhmm… hebat sekali tokoh utama kita ya…

Tetapi kedamaian dan persahabatan yang indah di Palermo terusik karena dipenghujung kepemimpinannya Rujari salah langkah. Rujari yang sudah tua dan bingung dengan masa depan kerajaannya karena anaknya William bukanlah orang yang cakap, terpengaruh oleh hasutan para penasehat dan kasim-kasimnya. Hasutan itu sebenarnya datang dari para Baron, Uskup dan Paus yang tidak menginginkan kekuasaan di Sisilia jatuh ke tangan umat muslim. Menurut prediksi setelah Rujari mangkat kekuasaannya diambil alih oleh penasihat utamanya, seorang Amir Al-Bahr bernama Philip Al-Mahdia. Philip Al-Mahdia awalnya seorang muslim lalu perjalan hidupnya membuat ia menjadi seorang Nasrani dan pada akhirnya ia bersyahadat lg kepada Allah SWT dan Rasul-Nya.

Para Baron dan pendeta Kristen takut kekuasaan Kristen di Sisilia akan berakhir jika kekuasaan jatuh ke tangan Philip. Mereka kemudian berkonspirasi untuk mensterilkan orang-orang muslim di Sisilia dengan menjatuhkan tuduhan palsu kepada Philip. Akibatnya Philip dan kesepuluh orang kasimnya disiksa dan dibakar. Kematian Philip memicu aksi jihad kaum muslimin di berbagai daerah di Sisilia yang dipimpin oleh Yang Dipercaya. Yang Dipercaya melancarkan aksi dengan membebaskan tanah yang dikuasai oleh para Baron dengan membagi-bagikannya kepada rakyat. Pada akhirnya buah dari suksesi kepemimpinan itu adalah terusirnya umat muslim dan yahudi dari Sisilia.

Novel ini hampir seperti biography Amir Al-Kitab karena lebih banyak berkisah tentang kehidupan Indrisi dan orang-orang diselilingnya. Cerita ini ditutup dengan sebuah tragedi yang menewaskan Mayya. Secara keseluruhan novel ini bagus dan bisa dibaca tanpa harus membaca ketiga novel sebelumnya.

( mmmm...segini aja yah...coz temen-temenku pada datang niy...klo nanti dilanjutin juga sudah ilang moodnya...)

* Rienz *









likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read A Sultan in Palermo.
sign in »

Comments (showing 1-2 of 2) (2 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Tiwik (new) - added it

Tiwik Apakah novel ini juga penuh dengan skandal seperti kitab salahuddin itu???
Bikin males baca soalnya.


Ririenz Soal skandal dlm novel ini? aku kurang yakin, seperinya sih tidak karena unsur sejarah dalm plott ceritanya tidak sekental dalam Kitab Salahuddin. Yang ini lebih ringan dari ketiga buku Tarik Ali sebelumnya...


back to top