Primadonna's Reviews > Cinta versi Cinjun

Cinta versi Cinjun by Yokie Adityo
Rate this book
Clear rating

by
87942
's review
Sep 30, 07

bookshelves: indonesian
Read in September, 2007

Membaca beberapa halaman pertama, aku cukup terkesan. This guy can write! Apalagi membaca sinopsis di belakangnya yang cukup menarik perhatian.

Sayangnya, semakin lama, penilaianku semakin turun. Terlalu banyak detail nggak perlu, banyak data yang kurang masuk akal, karakter yang kesannya disodorin skrip, kemudian aduh.. penggunaan bahasa Inggrisnya juga.. yah, begitulah.

Aku jadi menunggu-nunggu, mana nih pembunuhannya? Hanya ada sekitar 60-an halaman terakhir saja.

Hh...
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Cinta versi Cinjun.
sign in »

Comments (showing 1-6 of 6) (6 new)

dateDown_arrow    newest »

message 1: by Evikaye (new)

Evikaye Ya... memang begitulah Yokie. Terlalu sibuk dengan detail... tapi terlalu lama masuk ke masalah. Gayanya ngikutin detektif Conan pula...


Primadonna Yang Detective Diary kayak gitu juga, ya? Aku belum baca. Tapi sepertinya malas kalau kebanyakan detail, mendingan kalau perlu. Padahal dia sebenarnya punya kemampuan nulis lho, itu aku akuin. Sayang sekali...


message 3: by Ebing (last edited Oct 29, 2007 11:43PM) (new) - rated it 4 stars

Ebing Ren Yg buku Detective Diary, gw udah baca 1-2 thn lalu, tp minjem temen, soalnya skrg udah jarang bgt di tk buku. Novelnya mirip dgn novel detektif remaja jadul. Jd ada bbrp kasus yg di akhir critanya ada ptanyaan spt "Siapa pelakunya?" dgn masingw kasus yg nyambung sampe kasus akhir, dgn tokoh yg sama. Begitu. Lumayan mengasyikan. Ada 10an kasus. Tp gw rasa ga mirip dgn Conan, sama skali. Klo dibilang mirip dgn novel dtektif jadul emang bner, tp cm konsepnya yg mirip, content-nya nggak.

Jarang2 lho ada pnulis dtektif di Indonesia. Coba sebutin siapa aja. Umm, paling cm ada S Mara Gd. Jd dukunglah pnulis dtektif lokal, krn butuh "lebih banyak berpikir" utk mnulisnya:)


message 4: by Evikaye (new)

Evikaye Ya iyalah... content-nya emang beda banget. Itu maksud gw, konsep/cara penyajiannya. Cuman kalo Conan adalah komik, Yokie bikin novel. Pertama kali liat novel Yokie yang Detective Diary di toko buku, langsung gw ambil tuh saking penasarannya. Cuman yah... gitu deh. Konfliknya kurang dapet gw... padahal ide-idenya udah bagus banget. Braille, kode obat, dll. Cuman gimana caranya informasi ini bisa Yokie olah menjadi sangat menarik, itu dia!! Mudah2an dengan kemampuan menulis yang semakin terasah bisa memenuhi hasrat membaca novel detektif berkualitas dari Indonesiaku. :P


Primadonna @ Ebing, tolong klarifikasinya ya. Dari komentar di atas, kesannya hanya penulis detektif lokal yang berotak. Tentunya tidak demikian, kan?

Aku belum baca Detective Diary, jadi tidak bisa komentar. Yang jelas dari Cinta versi Cinjun, aku sebagai pembaca lelah mencerna sebegitu banyak informasi yang, sayangnya, tidak ada relevansinya dengan plot cerita. Setuju ama Evikaye, aku pikir Yokie harus mengasah kemampuannya agar bisa menyajikan semua informasi (yang tentunya berkaitan dengan plot) dengan manis sekaligus memikat. Kita tunggu saja. :)


message 6: by Ebing (last edited Oct 29, 2007 11:44PM) (new) - rated it 4 stars

Ebing Ren Smua pnulis pasti memakai otak dlm mnulis. Sori, mbak Prim, maksudnya berpikir lebih bnyak dibanding saat menulis crita pop (u know) krn harus menyusun plot-plot agar sinkron, dsb. Bgitu maksud saya sbnernya. Koment saya di atas saya coba edit deh. Sori!

Mbak Prim sbg pnulis coba donk nulis novel dtektif. Saya tunggu karyanya!


back to top