Fiary's Reviews > Nightmare Academy

Nightmare Academy by Dean Lorey
Rate this book
Clear rating

by
1505794
's review
Sep 01, 09

bookshelves: fantasy

Terkadang bahkan seringkali rasa takut yang terdalam berada pada diri kita sendiri. Itu sebabnya, misalnya karena takut gelap, karena takut kesendirian, karena takut kegagalan, karena takut ada sesuatu di kolong tempat tidur, maka tidur kita pun kerap diganggu oleh mimpi buruk.
Imaji-imaji terhadap sesuatu yang mengerikan bermain dalam benak kita sendiri. Dan sejauh mana kita dapat mengendalikannya.

Tapi bukan itu saja yang dialami Charlie Benyamin. Sejak kecil dia sudah menyadari bahwa dia aneh. Mimpi buruk Charlie dari imaji terdalam rasa takutnya selalu berubah menjadi kenyataan dan yang menjadi korban adalah teman-teman dan guru-gurunya. Hal ini dimulai sejak kegiatan tidur siang bersama di play group dan yang terakhir di pesta menginap.
Sehingga akhirnya dia tak pernah lagi memiliki teman, tak ada lagi sekolah yang mau menerima dirinya sebagai murid. Dia dikucilkan dan dianggap aneh serta berbahaya.

Menanggapi hal-hal aneh yang selalu ditimbulkan oleh Charlie, ayah & ibunya memutuskan Charlie mengikuti home schooling. Ayah & Ibu Charlie, teramat sangat menyayangi dan melindunginya, dan hal ini membuatnya rikuh. Sehari-hari, selama bertahun-tahun hingga di usia 13, hidup Charlie hanya berkisar di dalam rumah. Ada kerinduan yang sangat besar manakala dia melihat dari jendela rumahnya, teman-teman sekolah yang berangkat naik bis sekolah, bergurau dan bercanda.

Suatu malam Charlie kembali bermimpi buruk dan ini membawa Charlie berkenalan dengan Rex, Tabitha dan Pinch. Rex dkk mengatakan bahwa mereka telah mengamati Charlie selama ini dan mimpi2 Charlie yang tanpa dia sadari telah membuka portal sehingga makhluk2 Nether bisa datang dan bermain ke bumi.

Rex dan teman-temannya meminta ayah & ibu Charlie agar mengijinkan Charlie ikut dengan mereka. Orang tua Charlie menyadari bahwa mereka tak bisa selamanya menahan Charlie (yang punya kemampuan aneh dan jenius) hingga dengan berat hati melepas Charlie untuk ikut dengan Rex. Rex dkk memasukkan Charlie pada Nightmare Academy, dan disana Charlie mendapati bahwa banyak anak remaja yang punya ‘bakat’ seperti dirinya.

Dimulailah petualangan Charlie di dunia Nether, berkenalan dengan Snark, Hag dan berperang melawan Barakkas & Verminion,

Cerita / novel ini ‘terjebak’ dalam gaya cerita HP, dimana untuk menentukan apakah seseorang punya kemampuan sebagai Banisher atau Nethermancer, menggunakan ikan trout (kalau di HP menggunakan topi). Charlie pun bersahabat dengan Theodore (yang merasa diri yakin Banisher tetapi trout bilang bahwa dia Nethermancer) dan Violet (yang punya kemampuan Banisher). Sedangkan Charlie, dia punya bakat yang sangat istimewa, yaitu sebagai Banisher dan Nethermancer. Bakatnya yang istimewa, tidaklah membuat Charlie mudah mendapatkan teman. Dia tetap merasa rendah diri, dan kerap dilecehkan.

Secara keseluruhan cerita fantasi ini sangat menarik, lucu dan segar. Gak semua monster itu menakutkan lho!

Satu hal yang menarik dalam cerita ini, setting cerita tempat Verminion (monster ganas) bersembunyi ternyata berada di Pulau Krakatau! (meskipun sempat disebutkan Indonesia, dan Borneo, tapi apakah sang penulis itu tau gak kalau Krakatau itu bagian dari Indonesia?)
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Nightmare Academy.
sign in »

No comments have been added yet.