Mery's Reviews > The Lost Symbol
The Lost Symbol (Robert Langdon, #3)
by Dan Brown, Ingrid Dwijani Nimpoeno
by Dan Brown, Ingrid Dwijani Nimpoeno
Ketika pertama kali mendengar Dan Brown akan menerbitkan kembali kisah Robert Langdon, aku bersorak karena senang. Memang, aku adalah penggemar Robert Langdon. Sang kutu buku dan ahli simbol yang selalu dikejar-kejar masalah itu. Makanya aku sedikit antusias mendengar berita itu. Namun, entah sampai saat ini aku malah enggan membeli bukunya.
Cerita awal, seperti biasa, Langdon secara mendadak dipanggil untuk hal yang mendesak. Dan kali ini dia menerima undangan tak terduga dari sahabat lamanya Peter Solomon untuk berceramah di gedung Capitol, US. Namun, ternyata dia ditipu, dan mendapati sepenggal tangan Peter tergeletak di tengah gedung tersebut. Dari sinilah dimulai bagaimana sang “pengundang” meminta Robert memecahkan suatu kode rahasia kuno yang selama ini disembunyikan oleh para FreeMason.
Buku ini penuh dengan ilmu pengetahuan, sejarah, juga takhayul. Sekali lagi, seperti biasa dalam buku-buku sebelumnya. Banyak ungkapan ungkapan mengenai hal-hal tak terduga yang menurutku pasti akan kembali mengundang kontroversi.
Awalnya aku memberikan bintang 4 untuk buku ini. Kenapa tidak? Dan Brown kembali membangkitkan hasrat keingintahuan kita mengenai simbol-simbol kuno. Teka-teki kubus. Misteri-misteri di balik Piramida Mason. Bahkan aku sempat berpikir bintang 5 untuk kepandaian dan keberanian Dan Brown dalam menggabungkan segala ilmu pengetahuan, agama, dan takhayul. Belum lagi tokoh-tokoh bersejarah yang dengan gamblang dia sebutkan satu per satu di sini.
Keterpukauan aku pada Dan Brown selain pengetahuannya tersebut adalah bahwa penulis ini sangat menghargai seni, menghargai pemikiran manusia. Hanya saja…. Alur cerita yang terlalu ‘biasa’ ini membuatku menurunkan lagi bintang 5 menjadi 4. Belum lagi karakter tokohnya yang selalu seperti itu saja. Penjahat yang terobsesi hingga rusak secara mental. Keterlibatan pihak berwenang yang ambisius. Korban yang merupakan orang penting. Dll..
Sehingga aku membaca The Lost Symbol ini merasa tidak terlalu ‘terkejut’ dengan tokoh-tokohnya, dengan alur ceritanya, dan bahkan dengan endingnya. Terlalu biasa dan terlalu sama dengan Robert Langdon seri sebelum-sebelumnya. Dari awal juga sudah bisa ketebak siapa penjahatnya. Bagaimana peranannya. Teka-teki yang terlalu mudah untuk dicerna, kecuali tentu saja rahasia yang harus dipecahkan Langdon itu yang susah.
Setelah sampai pada akhir pengungkapan segala misteri. Aku merasa bahwa seakan Dan Brown “wajib” memasukan pemikiran yang akan memicu pendapat kontra lagi. Ilmu Noetic memang sering diperdebatkan. Berasal dari kata Nous dari bahasa Yunani yang artinya Pikiran-Kesadaran Alam. Di sini maksudnya bahwa ilmu tersebut mempelajari kemampuan manusia yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu manapun. Seperti kekuatan alam sadar dalam film Heroes dan Push mungkin. Tapi penjelasannya mengenai ilmu Noetic dengan isi kitab membuat aku mengurangi bintang. Bukan karena apa-apa, seperti tadi kubilang. Seakan Dan Brown itu enggan melepaskan gelarnya sebagai Penulis Kontroversial. Padahal setahu aku kaitan Noetic dengan agama memang selalu memicu konflik dalam teori-teori psikologi. (Freud atau Frankl yah? Lupa). Jadi bukan sesuatu yang wah lagi.
Yah walau begitu, buku ini menjadi buku bersejarah bukan? 1 juta kopi dalam waktu 1 hari. Dan Brown tetap menjadi penulis fenomenal yang kontroversinya selalu ditunggu-tunggu. Hanya aku merasa ada yang kurang saja. Bahkan karakter Robert Langdon sendiri tidak seoptimis biasanya.
Ciri khas The Lost Symbol terjemahan ini adalah Jantung Berdentam-dentam.
Mau tahu maksudnya? Baca aja… :P
Cerita awal, seperti biasa, Langdon secara mendadak dipanggil untuk hal yang mendesak. Dan kali ini dia menerima undangan tak terduga dari sahabat lamanya Peter Solomon untuk berceramah di gedung Capitol, US. Namun, ternyata dia ditipu, dan mendapati sepenggal tangan Peter tergeletak di tengah gedung tersebut. Dari sinilah dimulai bagaimana sang “pengundang” meminta Robert memecahkan suatu kode rahasia kuno yang selama ini disembunyikan oleh para FreeMason.
Buku ini penuh dengan ilmu pengetahuan, sejarah, juga takhayul. Sekali lagi, seperti biasa dalam buku-buku sebelumnya. Banyak ungkapan ungkapan mengenai hal-hal tak terduga yang menurutku pasti akan kembali mengundang kontroversi.
Awalnya aku memberikan bintang 4 untuk buku ini. Kenapa tidak? Dan Brown kembali membangkitkan hasrat keingintahuan kita mengenai simbol-simbol kuno. Teka-teki kubus. Misteri-misteri di balik Piramida Mason. Bahkan aku sempat berpikir bintang 5 untuk kepandaian dan keberanian Dan Brown dalam menggabungkan segala ilmu pengetahuan, agama, dan takhayul. Belum lagi tokoh-tokoh bersejarah yang dengan gamblang dia sebutkan satu per satu di sini.
Keterpukauan aku pada Dan Brown selain pengetahuannya tersebut adalah bahwa penulis ini sangat menghargai seni, menghargai pemikiran manusia. Hanya saja…. Alur cerita yang terlalu ‘biasa’ ini membuatku menurunkan lagi bintang 5 menjadi 4. Belum lagi karakter tokohnya yang selalu seperti itu saja. Penjahat yang terobsesi hingga rusak secara mental. Keterlibatan pihak berwenang yang ambisius. Korban yang merupakan orang penting. Dll..
Sehingga aku membaca The Lost Symbol ini merasa tidak terlalu ‘terkejut’ dengan tokoh-tokohnya, dengan alur ceritanya, dan bahkan dengan endingnya. Terlalu biasa dan terlalu sama dengan Robert Langdon seri sebelum-sebelumnya. Dari awal juga sudah bisa ketebak siapa penjahatnya. Bagaimana peranannya. Teka-teki yang terlalu mudah untuk dicerna, kecuali tentu saja rahasia yang harus dipecahkan Langdon itu yang susah.
Setelah sampai pada akhir pengungkapan segala misteri. Aku merasa bahwa seakan Dan Brown “wajib” memasukan pemikiran yang akan memicu pendapat kontra lagi. Ilmu Noetic memang sering diperdebatkan. Berasal dari kata Nous dari bahasa Yunani yang artinya Pikiran-Kesadaran Alam. Di sini maksudnya bahwa ilmu tersebut mempelajari kemampuan manusia yang tidak bisa dijelaskan dengan ilmu manapun. Seperti kekuatan alam sadar dalam film Heroes dan Push mungkin. Tapi penjelasannya mengenai ilmu Noetic dengan isi kitab membuat aku mengurangi bintang. Bukan karena apa-apa, seperti tadi kubilang. Seakan Dan Brown itu enggan melepaskan gelarnya sebagai Penulis Kontroversial. Padahal setahu aku kaitan Noetic dengan agama memang selalu memicu konflik dalam teori-teori psikologi. (Freud atau Frankl yah? Lupa). Jadi bukan sesuatu yang wah lagi.
Yah walau begitu, buku ini menjadi buku bersejarah bukan? 1 juta kopi dalam waktu 1 hari. Dan Brown tetap menjadi penulis fenomenal yang kontroversinya selalu ditunggu-tunggu. Hanya aku merasa ada yang kurang saja. Bahkan karakter Robert Langdon sendiri tidak seoptimis biasanya.
Ciri khas The Lost Symbol terjemahan ini adalah Jantung Berdentam-dentam.
Mau tahu maksudnya? Baca aja… :P
Sign into Goodreads to see if any of your friends have read The Lost Symbol.
sign in »
Reading Progress
| 02/25/2010 | page 45 |
|
6.32% | "jauuuuhhh dari Zaizai T__T" |
| 02/25/2010 | page 80 |
|
11.24% | "hmmmmmm" |
| 02/26/2010 | page 107 |
|
15.03% | "Direktur Sato ternyata perempuan. wkkk ngakak.. ngebayangin Gong Li yg main :P//btw masih gak sreg dgn Sir jd Pak. tp Ma'am ttep Ma'am =.=" 1 comment |
| 02/26/2010 | page 150 |
|
21.07% | "'Google' is not a synonym for 'research' -page 150. The Lost Symbol by Dan Brown" |
| 03/01/2010 | page 268 |
|
37.64% | "sudah tegangggggg :D" |
| 03/02/2010 | page 393 |
|
55.2% | "Ngebayangin si Mal'akh nya diperanin Zachary Quinto. Haghaghag. Kalo penjahat yang sadis tp ganteng pasti inget ke Sylar nya Heroes itu :P" |
| 03/02/2010 | page 712 |
|
100.0% | "Hanya begitu ternyata......" |
Comments (showing 1-45 of 45) (45 new)
date
newest »
newest »
message 1:
by
Pandasurya
(new)
Mar 02, 2010 11:40pm
ripiunya menarik..:-)
reply
|
flag
*
Pandasurya wrote: "beyuum euy..da pinci kod juga beyuum..belom ada yg minjemin..*wink2*"
Hmmm baiklah, dibaca dulu. Huehehe
aldozirsov wrote: "nih dia contoh penggemar buku yang malas beli bukunya hahahaha :p"
wkkkk mahalnya itu Mas ;D ;D
Ntar aja belinya :D
Amang wrote: "ilmu noetic pernah dibahas si yip2 tuh di topik tentang "darwin". hmm.. soal kontroversial, mungkin itu memang resep jualan kreatifnya Dan Brown yang tidka bisa ditanggalkan, sama seperti resep mis..."iyah Mas, Dan Brown kelihatan sekali gak mau melepaskan gelarnya itu. :P
Tapi menurut aku malah agak memaksakan...
yg tokoh si Mal'akh mirip bgt dg si Francis Dolarhyde di buku Red Dragon-nya Thomas Harris yak?btw, TLS bikin kuciwa uy. teka-tekina terlalu gampang ketebak :(
仔, 没有 你, 我是谁? wrote: "whoaa udah bikin review *rajin dirimu*"
kalo gak dibikin review ntar lupa mau nulis apa... wekekeke
Review kamu mana?
Ini sih review ku bukan ttg cerita malah ttg Dan Brown nya yah wkkk ;D
כשלאנציקלופדיותינו wrote: "yg tokoh si Mal'akh mirip bgt dg si Francis Dolarhyde di buku Red Dragon-nya Thomas Harris yak?
btw, TLS bikin kuciwa uy. teka-tekina terlalu gampang ketebak :("
belum baca Red Dragon :P
ih... dasar! ituh, yg kisah prekuel dr Silence of the Lambs, yg si Lecter-nya lom ketemu si Starling. nah, penjahat psiko yg dihadapi agen FBI kali ini adalah seorang maniak juga. badannya penuh tato dg simbol kuno, aneh, dan berbau ritual. gituh. kan mirip bgt dg karakter si Mal'akhyg jd si psiko Francis Dolarhyde-nya si Ralph Fienes, yg meranin tokoh Voldermort-nya Harpot, maen juga di pelem Constant Gardener, Schindler's List, Maid in Manhattan bareng J-Lo, dan pelemnya yg terbaru, The Hurt Locker
Red Dragon tuh yg agen FBI-nya ituh si Edward Norton, bukan Starling. dah inget? jangan2 lom nonton pelemnya lagih. CPD
Hahaha lengkap bgt. Lupa. Haha. Ntnnya kan udah lama. Yg trakhir ditonton dari trilogy itu yah yg Hannibal Lecter. Huhuhu.
@Momo..huuuhhh... payah.... hati2 lho... banyak minum ramuan ginko biloba@Asrina, kan tadinya mu ngebahas karakter si Mal'akh, yg merupakan duplikat persis tokoh Dolarhyde di Red Dragon. berhubung Momo kena sindrom cepet lupa, kepaksa dibahas Red Dragon :D *kabur sebelum dipentung Momo*
@Ratu, suka siapa? Norton? Hopkins? atao Fienes?
sayah mah ngga nonton, cuma baca red dragon ajah.sebelum silence of the lamb pulak (yg sampe sekarang ngga baca juga). :p
Saya suka semua Qui, Edward Norton, sih saya emang demen aktingnya apalagi kalo di red dragon ini sepertinya ada pergulatan batin waktu doi menemukan kasus si Fienes the tooth fairy sampai akhirnya sampai juga ke Hannibal. Kayaknya yang desperate banget *kalo ga salah sih lupa2 inget*
Fienes, juga saya demen. Kasihan, walaupun di sini ditokohkan sebagai orang jahat, monsterlah bisa dibilang, tapi tetap ada sisi yang bikin kita sayang ma dia, apalagi waktu dia jatuh cinta dengan wanita buta itu. *nah kalau ini saya ingat, gara2 ada adegan yang sempet bikin deg2an takut kalo cewe itu bakal dibunuh ma Fienes*
Hopkins? Well who doesn't like him? One of the top villain di jagad perfileman. Melihat wajahnya saja sudah bikin merinding. Tapiii gara2 semua suka Hannibal kan ga seru Qui, jadiii favorit saya di film Red Dragon : Fienes aja deh!! :)
kalo si Norton kan bagusan ektinya di Fight Club, American History X, The Incredible Hulk, Painted Veil --> pasti mewek deh kalo nonton pelem ini, xixixixixi ama di pelem The People vs Larry Flint ma Primal Fear--> ektingnya gelo banget, ekting ciamik si aktor utama, Richard Gere, kesilep abis ma si Norton, xixixixi, pelem dg twist ending yg sempurnakalo si Hopkins, seh dah gak usah diomongin. di trilogi Hannibal, ektingnya parah abis
kalo si Norton kan bagusan ektinya di Fight Club, American History X, The Incredible Hulk, Painted Veil --> pasti mewek deh kalo nonton pelem ini, xixixixixi ama di pelem The People vs Larry Flint ma Primal Fear--> ektingnya gelo banget, ekting ciamik si aktor utama, Richard Gere, kesilep abis ma si Norton, xixixixi, pelem dg twist ending yg sempurna.Fight club : iyah bagus, akhirnya bikin ngehek! :P
American History belom liat...
Hulk : ummm, menurut saya aktingnya biasa aja di sini, hulknya sih emang lebih mellow, apa gara-gara tapangnya yang sendu yak..
Painted Veil : Salaah, hehe. Ga mewek koq nonton ini :)
Larry Flint belum liat jugaaa...
Primal Fear ho oh bagus banget, endingnya ya ngehek juga hihihi....
primal fear tuh yang bikin gue takjub abis ma si ed norton...sampe mikir nih orang kalo makin mateng aktingnya pasti bisa nyaingin dustin hoffman, al pacino, and jack nicholson...dan film2 dia berikutnya membuktikan ituh!
Fight Club ma Primal Fear mang contoh2 pelem dg twist ending yg sempurnatp twist ending yg terbagus menurut saia mah...dah nonton Shawshank Redemption? geloooooooooooooo tuh pelem
boleh. tapi gak punya link-nya mah. adanya hasil donlotan. nangkring di urutan pertama sbg 250 pelem terbaik sepanjang masa-nya imdb.com lho... link : http://www.imdb.com/chart/top
hehe.. dr 250, saia tinggal 2 lagi yg lom punya pelemnya
wow.. jadi intrik ketegangannya masih sama kayak davinci code ya.. hmmm.. males ah baca buku yang ngerebut pasar matahati :huh:
huahahaha...
@qui,dipidi teh muat brapa pelem ya? 10? 20?
hmmm...bisa sekalian nih...:lol
*ngintip link dulu*
-12 angry men
-one flew over the cuckoo's nest
-the dark knight
-cidade de deus
-memento *udah punya tapi rusak T.T*
-it's a wonderful life
-path's of glory
-avatar
-monty phyton and holy grail
dan tentu saja
-shawsahank redemption
okay? harus okay! :)
makasih...
@momo:
maap ye...numpang transaksi...
@Patrik..ih maruk! dvd ada jenis, yg single layer--> kapasitas 4.3GB, 1 pelem, dg kualitas DVDRip ada yg 700MB, ada juga yg 1.4GB. jdjadi rata-rata cuma muat 3-6 pelemyg dual layer, bisa muat ampe 8.4GB, tapi harganya masih mahal
btw, saia cuma nawarin 1 ajah.... males ngubek2 CD pelem... dah >3000 pelem soalnya dan gak diurut nyarinya. Memento, It's Wonderful Life, saia punya CD aslinya. sayang kalo ngebajak pelem dr CD ini mah, takut rusak CD-nya :D
yg Dark Night punya yg kualitas blue-ray --> tipe HDD. karena kualitas gambarnya ciamik bgt (lebih bening dr di bioskop), jd kapasitasnya 8.3GB.
Yg Avatar lom punya. ada seh yg kualitas DVDRip (masih mendinglah drpd DVDScr), tapi utk pelem selegendaris Avatar yg ciamik bgt spesial efeknya, saia masih nyari2 yg kualitasnya Blue Ray. Makanya, utk list 250 besar itu, 2 yg lom punya, itu keluaran 2009/2010 keduanya :D
Kesimpulan : saia cuma mau bakarin pelem Shawshank ajah. itupun kalo gak lupa. dan ga janji bgt, heuheu
dan tidak menerima pesanan. apalagi ampe dikirim via pos. harus diambil sendiri ke Bdg. thnx
@Luqman, gyahahahaaa... udah, jangan dibaca ajah ;D
hehe.. pelem2 yg diadaptasi dg buku2 King mang terkenal dg ending twist yg bikin menohok. ada 1408, The Mist (yg sangat tragis), Nightmares and Dreamscapes, Riding The Bullet, Secret Window, Dreamcatcher, Heart in Atlantis, The Green Mile, Pet Sematary, Christine, Mysery, Salem's Lot, The Boogeyman, Cujo, The Dead Zone, Carrie, Cat's Eye, Stand By Me, The Running Man, It, Sleepwalker, Needfull Things, dlldan tentu saja, yg terbaik diantara yang terbaik adalah Shawshank Redemption, kedua The Shinning yg ketiga baru The Stand
ending-ending pelem ituh mang bikin bengong sekaligus takjub
Qui...ngomongin siapa seh? kok hawking? stephen king kali maksudnyah? :pokelah kalo beg-beg-begitu...shawshank sajah...tapi gratuit yah...:XD
kembali soal pelem2 KING, bukan hawking, tergantung selera sama siapa yang ngolahnya kali ye...soalnya gue ngga suka the shining tuh....
oh my, salah ketik :Dkan Shinning masuk daftar 250 ituh :D
mang pelem jadul seh, tapi teuteup ajah keren *keukeuh*
Kalau yg twist ending, aku lebih suka "The Usual Suspects" yang Kevin Spacey menang Oscar sbg Pemeran pembantu terbaik. Shawshank Redemption... aduh itu bagus banget.... sayangnya tahun releasenya sama kaya' Forrest Gump, jadi kaya' ketelen. Padahal aku lebih suka Shawshank.
Btw It's A Wonderful Life bukannya nggak keluar versi Indonesianya, aku dapet yang impor. Ini film keluarga paling bagus menurutku. Wajib tonton. Pelajaran dari film ini: "Setiap orang hadir ke dunia ini untuk suatu alasan. Jadi tanpa satu orang itu saja, dunia akan menjadi lain."
כשלאנציקלופדיותינו wrote: "oh my, salah ketik :Dkan Shinning masuk daftar 250 ituh :D
mang pelem jadul seh, tapi teuteup ajah keren *keukeuh*"
ye...biarpun masuk 10 besar, biarpun semua orang bilang keren, kalo gue ngga suka ya ngga suka ajah.
*keukeuh juga*.
@ bung wiro
saya dulu juga nonton dvd originalnya it's a wonderful life di rumah temen tanpa subtitle dan potongannya ngga banyak2 gituh. dugaanku juga impor. makanyah minta tolong jang qui copy-in donlotannyah...tapi you knowlah...dia kan suka pengen dirayu2 gitu...jadi yah...sudahlah...:D
agreed, it's a must see movie. makes you think what will happen to the world if I'M not around...hehehe...
iyah, kasian yah yg Shawshank? lebih tragis lg si Freeman. dia kan dicalonin Oscar gara-gara pelem ituh. tapi kelibas ma Hanks gara2 si Gump-nya :Pkonon publik gak respek ma pelem Shawshank, tapi gara2 Oscar, baru pada heboh nyari DVD-nya dan ternyata mereka terkecoh ma tuh pelem
yg La Vita La Bella, heuheu.. saia beli VCD ori-nya 2 taon lalu. langsung di samber.
@Petrik, yay.. sapah yg mu dirayu sama situh? *bergidik*
menurut saia, akting si Jack Nicholson tuh yg paling keren yah One Flew Over the Cuckoo's Nest ama di Shinning ituh :P
tapi di pelem2nya yg terbaru kek Something's Gotta Give, Anger Management, The Departed juga teuteup keren seh :D
makanyah saya juga ngga maksa...daripada harus ngrayu2 situh mah, mending sayah ngerayu pohon peuteuy selong. :Dcuckoo's nest oke. shining not oke. something's gotta give lumayan. departed oke. anger management thumbs down. as good as it gets oke. about schmidt oke.
Nenangs wrote: "deuh...maksudna la vita e bella kali? roberto benigni?one of my favourite...:)"
Life is Beautiful, one of must-seen movie!!!
Huhuhu, sedih banget... :(
@Mas Tomo : iya, Usual Suspect juga bikin kaget, gara2 pilem itu saya suka Kevin Spacey, di se7en juga okeh walau bukan twist ending sih tapi bikin seneb juga as dosa terakhirnya ituh...
Ada hal menariknya juga buku TLS ini, pas habis ngunjungin website thelostsymbolindonesia.com jadi tahu klo di gambar covernya juga ada kode-kode tersembunyi, (jumlahnya ada 5).. lebih seru lagi di web thelostsymbol.com ada game flash menebak simbol-simbol >most like :)





