Ririenz's Reviews > Fiesta: The Sun Also Rises

Fiesta by Ernest Hemingway
Rate this book
Clear rating

by
393578
's review
Jul 20, 09

bookshelves: sastra-sosial
Read in January, 2009

FIESTA ( The Sun Also Rises )
Penulis : Ernest Hemingway
Penerjemah : Rahmani
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : I, Juli 2005
Halaman : 257 halaman

Membaca novel ini seperti menonton opera sabun Melrose Place ( acara sinetron dari Amerika yang pernah sangat digandrungi sekitar tahun 1992 , jadi sangat asyik dan renyah untuk diikutinya. Novel ini termasuk novel semi-autobiografi karena menggambarkan kisah hidup penulisnya yang juga tergila-gila dengan pertandingan adu banteng.

Hemingway mengangkat kisah tentang pertemanan, persahabatan dan cinta beserta permasalahnnya melalui karakter-karakter jujur yang ditampilkan secara natural. Gaya bercerita serta kalimat-kalimat percakapan yang terjadi dalam novel ini juga dituturkan secara luwes, rapi, filosofis dan jauh dari vulgar.

Kisah ini dinarasikan oleh Jake, lengkapnya Jacob Barnes seorang veteran perang Amerika yang kemudian menjadi seorang Jurnalis. Jake seorang pecinta kebebasan dan keindahan dan sepertinya merasa nyaman bergaya hidup bohemian di Paris. Jake mencintai Brett Ashley, seorang wanita cantik yang juga pecinta kebebasan dan janda dari seorang bangsawan Inggris yang tewas dalam peperangan. Hubungan cinta mereka sangat aneh karena masing-masing punya beban masalah yang agak sulit dipersatukan. Jake mengalami beban psikologis akibat kehilangan kejantanannya sewaktu perang sedangkan Brett juga menderita karena ia sukar mengendalikan hasrat seksualnya. Beberapa orang pria hadir menghiasi perjalan cinta Jake dan Brett. Seorang teman Jake, yang juga seorang penulis dan mantan petinju berdarah Yahudi bernama Robert Cohn juga jatuh hati dengan Brett. Cohn sebenarnya sudah punya seseorang yang sangat mencintainya bernama Francis tetapi hubungan mereka kandas karena sifat posesif Francis dan ia sendiri telah tersihir oleh peona Brett. Hubungan Jake dan Brett tambah rumit dan mblunder karena Brett ternyata sudah bertunangan dengan Michael Campbel,l seorang seorang veteran dari Skotlandia yang tengah bangkrut. Selain Jake, Brett, Cohn dan Mike ada juga Bill Gorton , teman jake yang berasal dari Amerika.

Suatu ketika kelima sahabat itu, Jake, Bill, Cohn, Brett dan Mike berwisata ke Spanyol untuk menikmati Fiesta, yaitu suatu pesta keagamaan yang diselenggarakan selama tujuh hari tujuh malam dengan menampilkan pertarungan antara matador dengan banteng sebagai tradisi khas mereka. Mereka menikmati pesta itu meski timbul konflik cinta antara Jake, Cohn dan Mike dengan Brett. Konflik asmara mereka bertambah parah ketika Pedro Romero, seorang Matador berusia sembilan belas tahun hadir ditengah mereka. Brett tidak kuasa membendung hasratnya terhadap Pedro dan ternyata Pedro-pun juga mencintai perempuan yang lebih pantas sebagai tantenya dari pada kakasihnya. Akhirnya pesta yang sangat meriah itupun hanya menyisakan perasaan hampa di hati kelima orang itu. Pesta dan kemelut cinta itu telah membuka hati dan pikiran mereka tentang makna hidup ini. Makna cinta sesungguhnya, perburuan kesenangan dan eksistensi mereka dalam hidup ini.

Aku menyukai cerita novel ini dan lagi-lagi kata-kata Budi Darma hadir dalam ingatanku. Tetapi aku memang selalu menyukai novel-novel jenis ini. Pertanyaan tentang hidup dan eksistensi manusia yang sepaket dengan permasalahan dan konflik-konflik yang terjadi dalam bersosialisasi.


~* Rienz *~
likeflag

Sign into Goodreads to see if any of your friends have read Fiesta.
sign in »

No comments have been added yet.